Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 126


__ADS_3

"Nah kamu harus pakai pakaian yang cantik suami kamu akan pulang, sebentar lagi dia akan kemari. Papih akan membawanya kemari, kamu harus menyambutnya ya sayang. Kamu harus bisa menjaga suami kamu mulai sekarang "


Fira tersenyum pada Papinya dan menganggukkan kepalanya, dia sedang menyisir rambutnya dengan sangat perlahan sekali. Saat mendengar dari Papinya kalau suaminya akan pulang Fira langsung mencari pakaian terbaiknya.


Dia ingin terlihat sangat memukau didepan suaminya tak mau sampai terlihat biasa-biasa saja, bagaimana kalau misalnya suaminya malah pergi lagi dirinya tak mau sampai hal itu terjadi.


"Apakah aku sekarang sudah cantik, kapan suamiku datang jam berapa dia kesini. Aku harus melakukan apa ya saat suamiku datang nanti "


"Sebentar lagi suamimu akan datang, tunggu ya Papi akan menjemputnya kamu diam di sini dan jangan melakukan apa-apa. Kamu hanya perlu duduk manis saja disini, suami kamu akan sangat suka saat melihat kamu Fira, dia begitu mencintai kamu sebentar ya, ayah akan kembali lagi kesini nanti "


Fira menganggukan kepalanya dengan sangat patuh sekali. Fira memang sudah keluar dari rumah sakit, dia sudah tak perlu dirawat lagi ya meskipun kadang harus kontrol kesana.


Papinya Fira segera keluar dari kamar anaknya itu, dia juga mengerahkan beberapa anak buahnya untuk berjaga di depan pintu dan mengawasi anaknya takut-takut Fira malah melakukan sesuatu hal yang sangat fatal lagi, takutnya dia akan melakukan bunuh diri lagi.


Jangan sampai anaknya itu meninggalkannya dirinya tak punya siapa-siapa lagi selain anaknya Fira. Kalau Fira tak ada siapa yang akan menemaninya nanti.


Fira yang masih menatap dirinya di cermin tersenyum senang, dia menyimpan sisirnya dan mengambil bedak yang ada di hadapannya lalu memoles wajahnya itu dia tersenyum senang "Akhirnya suami aku pulang, aku bisa bertemu dengannya. Aku bisa memeluknya dan mengajaknya jalan-jalan sungguh aku tak sabar sekali ingin bertemu dengannya. Pasti dia makin tampan saja, aku yakin itu "


"Aku mau jalan-jalan nanti, jadi harus dandan yang cantik seperti ini pasti suamiku akan banyak membawa hadiah, aku akan mendapatkan segalanya dari suamiku itu. Pasti suami aku akan memberikan uang, pakaian dan banyak lagi "


"Dia pasti akan datang sebentar lagi, ya akan datang sebentar lagi dan memeluk aku dengan sangat erat sekali "


"Apakah dia akan kagum denganku nantinya, apakah dia akan suka denganku nantinya. Pasti dia akan kagum dengan aku, aku kan cantik sekali "


Fira kembali merapikan rambutnya dari tadi dia terus saja merapikan rambutnya. Orang-orang yang mendengar celotehan Fira sebenarnya kasian, karena mereka tahu apa yang Fira harapkan tak akan ada.


Pak Adnan tak akan mungkin datang, mereka itu kan sudah bercerai sudah tak ada hubungan apa-apa lagi. Seharusnya juga majikan mereka tak membohongi anaknya seperti ini.

__ADS_1


...----------------...


"Kamu yakin Ayana membiarkan Melisa pergi dengan Adnan. Aku akan menyusulnya sekarang, aku begitu khawatir dengan Melisa aku takut dia tak betah dan akan menangis "


"Aku yakin Fabian, aku lihat dia baik kok, dia tidak melakukan apa-apa. Aku sengaja membiarkan Melisa pergi dengan ayahnya agar mereka akrab kamu tahu sendiri kan Fabian kalau Melisa itu kurang dekat dengan ayahnya. Aku tidak mau ada kebencian dari anakku itu, aku ingin Melisa tak pernah memendam apa-apa pada siapapun itu "


Fabian menghembuskan nafasnya, saat dia tadi ditelepon Ayana dan diberitahu kalau Melisa ada di kota ini bersama Adnan tentu saja Fabian khawatir, bukan apa-apa takutnya Adnan malah membawa kabur Melisa.


Takutnya Adnan sedang membuat jebakan untuk Ayana, takut Melisa tak di kembalikan lagi, entah kenapa Fabian belum percaya 100% pada Adnan. Rasanya masih tak percaya saja kalau Adnan akan tulus dengan Ayana dan juga anak-anaknya itu.


"Iya aku tahu, tapi kamu tidak curiga apa kamu tidak khawatir bagaimana kalau nanti tiba-tiba Adnan membawa kabur Melisa, bisa saja kan dia melakukan itu, atau mungkin memancing kamu agar kamu mau rujuk lagi dengannya "


"Aku yakin itu tak akan pernah terjadi, aku baru saja teleponan dengan mereka dan Melissa juga baik-baik saja, dia senang-senang saja bersama ayahnya seperti yang selalu kamu bilang kan aku harus selalu memberikan kesempatan pada Adnan, maka aku sedang memberikan kesempatan, kesempatan untuk dia dekat dengan Melisa, aku sudah mengikuti kata-kata kamu Fabian, apakah sekarang kamu yang berubah fikiran "


"Hemm, kamu benar tapi harus selalu waspada kamu jangan tiba-tiba percaya langsung seperti itu pada Adnan. Lalu dengan dirimu sendiri bagaimana apa kamu akan pulang kemari, apakah kamu akan tinggal disini lagi Ayana, atau akan terus menetap saja disana"


"Aku akan segera menikah Ayana, apa kamu tidak mau mendatangi pernikahanku. Kamu tak ingin melihat sahabat kamu ini menikah, apakah kamu akan tega padaku, aku ingin saat aku menikah kamu hadir Ayana bersama anak-anak, karena kamu adalah orang terpenting dalam hidupku "


"Akan aku pikir-pikir dulu, bagaimana nanti aku ingin datang tapi aku tidak mau bertemu dengan orang-orang di masa laluku, apalagi orang-orang yang telah menyakitiku. Aku tidak mau mereka memanfaatkan situasi apalagi tahu kalau anak-anak adalah anaknya Adnan pasti akan heboh, pasti mereka akan terus meminta uang pada Adnan dan juga membuat masalah-masalah yang tidak penting pokoknya pasti akan ada drama "


"Iya juga sih, tapi semoga saja kamu bisa datang kemari ya. Aku berharap kamu bisa ada di sini saat nanti aku menikah, aku ingin kamu juga jadi saksi saat aku menikah, aku juga ingin mengenalkan kamu nanti pada istriku itu"


"Iya Fabian doakan saja ya, nanti aku akan berdiskusi dulu dengan anak-anak pasti mereka juga ingin bertemu dengan kamu mereka juga ingin melihat kamu menikah. Aku akan memikirkan semuanya dengan sangat matang "


"Iya Ayana aku tunggu keputusan kamu, aku akan selalu menerima keputusan kamu "


"Hemm, Fabian sudah dulu ya aku akan membereskan pekerjaan ku dulu di butik, masih ada beberapa pesanan. Aku pun akan mencari pekerja baru agar lebih ringan saja "

__ADS_1


"Baiklah Ayana, silahkan kamu selesaikan dulu pekerjaan kamu jangan terlalu lelah Ayana "


Setelah sedikit basa-basi dengan Fabian Ayana langsung mematikan sambungannya. Fabian juga tidak menahan Ayana karena Fabian tahu bagaimana pekerjaan Ayana di sana. Apalagi toko itu kan baru dibuka lagi jadi pasti sangat banyak pekerjaan yang harus Ayana lakukan.


Fabian juga akan menemui Melisa dirinya ingin melihat sendiri bagaimana keadaan Melisa, takut Melisa disakiti oleh Adnan. Ibunya saja disakiti bagaimana anaknya.


...----------------...


Fira menyandarkan tubuhnya. Sudah beberapa jam dia menunggu tapi tidak ada, suaminya tidak datang. Fira menatap orang-orang yang menjaganya" Mana suamiku, katanya mau datang tapi tidak ada kalian semua berbohong ya. Kalian itu memang benar-benar pembohong "teriak Fira dengan sangat melengking.


"Nona kami tidak tahu sepertinya bapak sedang menjemputnya, nona bisa tunggu sebentar lagi pasti suami Nona akan kembali ke mari dia akan menjemput nona. Kami yakin dia akan kembali pada nona " jawab salah satu orang yang ada disana ingin menenangkan Fira.


Fira malah mengacak-ngacak rambutnya, dia berteriak dengan sekencang-kencangnya. Fira yang akan kabur langsung dihadang oleh beberapa orang yang memang berjaga di depan pintu, Fira di sana mengamuk mencakar, menendang, menggigit dia benar-benar kambuh kembali dan tidak karuan seperti itu.


Fira benar-benar menyerang siapa saja yang ada disini dia tak peduli seberapa dalam luka yang dia berikan. Fira hanya ingin bertemu dengan suaminya tapi mereka semua selalu saja berbohong.


Orang-orang yang berjaga langsung membawa Fira ke atas tempat tidur, lalu menali tangan dan juga kakinya mereka. Tidak mau kalau harus babak belur oleh nona nya ini. Nanti untuk menjelaskan pada bapak gampang lah mereka tidak mau kalau mereka harus kehilangan Nona yang kabur dan masalahnya akan makin besar saja kan.


Mereka tak mau gajih mereka dipotong seperti waktu itu karena kehilangan nona, sungguh merepotkan sekali nona ini.


"Lepaskan aku lepaskan aku, aku mau keluar aku mau bertemu dengan suamiku, lepaskan aku kenapa kalian begitu jahat padaku. Kalian tidak mengerti aku ini ingin bertemu dengan suamiku, tapi kalian terus saja menahan aku. Lepaskan lepaskan lepaskan, kenapa kalian jahat padaku kenapa "


Tapi mereka semua tidak menggubris ucapan dari Fira, mereka kembali berjaga di depan pintu dan seperti menulikan telinga mereka agar tidak mendengar teriakan-teriakan dari Fira.


Mereka harus bertahan bekerja di sini gajinya lumayan, meskipun harus menjaga orang seperti ini dan kadang-kadang mereka juga dilukai oleh nona nya tapi yang terpenting kan uang sekarang.


"Lepaskan aku kenapa kalian semua tega padaku, aku ingin keluar dari rumah ini kalian semua pembohong, kalian selalu saja membohongi aku, aku ingin pergi saja dari sini. Lepaskan aku, lepaskan kalian jahat sekali jahat-jahat jahat "

__ADS_1


__ADS_2