Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 192


__ADS_3

Adnan tadi ketiduran ketika tadi menunggu istrinya untuk tidur, mereka tadi bermain sampai malam nenek juga sampai menginap disini saking sudah larutnya, Ayana juga tak membolehkan nenek untuk pulang, masa Nenek harus pulang malam-malam takutnya terjadi sesuatu.


Adnan melihat ada pesan dari anak buahnya yang disuruh untuk memberikan pembalasan pada ibunya Ayana, dengan perlahan Adnan menarik tangannya supaya tidak membangunkan sang istri yang tertidur dengan pulas.


Sebelum Adnan menemui orang suruhannya itu Adnan mencium kening sang istri terlebih dahulu, Adnan mengambil sebuah bantal untuk dipeluk oleh istrinya agar seolah-olah menggantikannya saja dulu nanti juga tak akan lama.


Adnan tidak akan membiarkan orang tuanya Ayana hidup dengan nyaman, sudah dari kecil dia menyakiti Ayana sampai-sampai istrinya ini menjadi trauma kan, enak saja mereka mau hidup enak di sini dan kembali menyakiti istrinya.


Adnan tidak akan membiarkan orang-orang seperti itu hidup dengan nyaman, biarkan mereka menderita dengan apa yang Adnan lakukan, kalau terus didiamkan tanpa dibalas mereka akan terus semena-mena dan melakukan hal yang sama lagi.


Adnan segera turun dan melihat kalau orang suruhannya itu sedang menunggunya di taman yang begitu gelap, Adnan sangat tahu dari perawakannya. Adnan langsung menemuinya saja.


"Bagaimana sudah kamu lakukan apa yang suruh aku tidak mau sampai ada yang salah "


"Sudah Pak, tapi rumahnya tidak sampai terbakar ternyata itu rumah kontrakan saja dan hari ini dia diusir dari kontrakan itu. Tadi mereka sempat datang ke mari Pak tapi tidak mau mendekat ke arah rumah mungkin mereka takut atau berubah fikiran untuk menganggu nyonya Ayana lagi "


"Kalau menurut saya Nyonya Ayana jangan dibiarkan keluar sendiri Pak, dan juga anak-anak takutnya mereka punya otak busuk yang ingin melakukan sesuatu pada anak-anak juga"


Adnan mengganggukan kepalanya setuju benar juga apa yang dikatakan orangnya ini, bisa saja mereka beralih untuk melukai anak-anaknya juga kan.


"Bagus terus awasi mereka jangan pernah lepas. Aku tidak mau mereka hidup bahagia sedikitpun mereka harus terus merasakan kesusahan yang begitu amat susah. Mereka harus merasakan segalanya"


"Baik Pak akan terus aku pantau mereka, tak akan terlepas sedikit pun "

__ADS_1


"Apa kamu sudah menggeledah rumah itu, mungkin ada sesuatu jejak yang mengarah pada ayah kandungnya Ayana. Mungkin kamu menemukan sebuah foto lawas"


"Tidak ada apa-apa di sana hanya ada barang-barang mereka saja, tadi saya sudah mencoba untuk mengecek seluruh dari dalam rumah itu sebelum orang yang punya kontrakan membuang barang-barangnya, tidak ada sedikitpun bukti tentang keberadaan ayahnya Nyonya Ayana. Ibunya itu sepertinya memang menyembunyikannya dengan sangat rapat sekali"


"Baiklah kamu cari lagi kalau bisa kamu terus gali dari ibunya Ayana itu, atau dekati dengan caramu aku tahu kamu bisa melakukannya "


"Akan segera saya laksanakan tugas dari bapak"


"Baik sekarang kamu bekerja lagi selesaikan semuanya, kalau sampai kamu menemukan siapa ayahnya Ayana aku akan langsung menaikan gajih mu itu "


"Tentu Pak, aku akan dengan cepat menemukannya"


Orang itu meninggalkan Adnan sendirian, Adnan binggung sekali siapa sih ayahnya itu, kenapa begitu sulit dan kenapa juga tak ada sedikitpun penunjuk dari ibunya Ayana. Mungkin saja kakaknya lebih tahu kan, kakaknya lahir terlebih dahulu dan pasti sudah melihat wajah ayahnya itu.


Adnan kembali masuk ke dalam rumah dia malah berpapasan dengan neneknya, untung saja Adnan tak berteriak. Neneknya ini rambutnya berantakan sekali membuatnya kaget.


"Nek mana mungkin aku selingkuh tidaklah aku juga akan berpikir beribu-ribu kali untuk melakukan itu, untuk apa aku menikahi Ayana kalau aku masih selingkuh. Aku sedang mencari keberadaan ayahnya dan aku sedang memberikan sebuah pelajaran pada orang tuanya itu saja nek "


"Awas saja kalau kamu sampai main-main Adnan, nenek yang akan langsung bertindak "


"Tidak aku tidak akan pernah main-main, nenek hanya cukup percaya saja padaku. Aku saja mendapatkan Ayana dengan sulit masa aku tiba-tiba akan melenceng seperti itu"


"Nenek juga kenapa bangun bukannya tidur, ini sudah malam dan rambut nenek itu begitu menyeramkan ikat nek "

__ADS_1


Neneknya langsung memukul punggung Adnan "Nenek lupa membawa air minum makanya nenek bangun, ya sudah pergi sana ke kamarmu lagi. Tidurlah bersama Ayana takutnya dia akan mencari kamu "


"Hemm baiklah nenek, aku juga akan pergi kesana sekarang "


Adnan kembali ke dalam kamar. Sedangkan nenek masuk ke arah dapur nenek sebenarnya juga sama mencari keberadaan Ayah Ayana, memang sangat sulit mencari seseorang yang belum pernah kita lihat ataupun kita tidak pernah tahu siapa namanya, entah harus bagaimana mencarinya.


...----------------...


"Aku kedinginan sekali, tolong selimut tambahan itu apakah tidak ada kontrakan yang murah yang bisa kita tempati ini benar-benar tidak layak untuk kita tempati, aku benar-benar bisa mati kedinginan disini "


Suaminya itu memberikan selimut yang dia pakai pada istrinya, kasihan juga istrinya sudah sangat menggigil dari tadi mereka benar-benar tidak menemukan tempat untuk tinggal.


"Semuanya mahal, sedangkan uang kita tidak cukup untuk makan saja kita ini sulit. Apakah nanti pagi kita akan pergi saja ke rumah Ayana, kita minta bantuan saja sama dia "


"Tidak tidak aku tidak mau, aku tidak mau ditolak, biarkan Ayana yang mencariku dia juga nanti akan merubah pikiran masa dia tidak sayang dengan ibunya sendiri ini "


"Ya mungkin Ayana sayang denganmu. Tapi bagaimana dengan suaminya dia tidak mungkin sayang denganmu. Aku juga sama di sini kedinginan atau besok aku akan mencoba mencari bantuan pada temanku, siapa tahu dia punya kontrakan kecil yang bisa kita bayar dengan murah dan nanti lagi "


"Nah begitu dong sedikit lebih berguna jangan terus aku yang bekerja mencari sana-sini tempat untuk hanya kita tinggal, kamu seharusnya yang lebih berjuang tahu "


"Iya iya iya iya sekarang lebih baik tidur ini sudah sangat malam sekali, cobalah untuk menutup mata kamu itu "


"Badanku sakit-sakit, kita hanya tidur di alaskan koran saja, belum lagi banyak nyamuk"

__ADS_1


"Ya sudah terima saja dulu untuk sekarang. Nanti besok kita cari tempat tinggal kita cari tempat yang lebih nyaman dari ini, dan tidak membuat kita dingin seperti ini dan sakit badan juga "


Ibunya Ayana itu menganggukan kepalanya dengan lemah, perutnya juga sudah sakit belum diisi uangnya disimpan untuk nanti dp uang kontrakan dulu.


__ADS_2