Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 202


__ADS_3

Fira pulang dengan kepala yang pusing. Sebenarnya dia benar-benar belum sembuh, tapi Fira tidak mau sampai terus tinggal di rumah. Fira datang ayahnya sudah memasak. Fira juga tidak tahu ayahnya ini belajar masak dari mana setiap hari tiba-tiba sudah ada makanan tersedia di meja makan.


Aneh sekali kan, Fira suka binggung tapi setiap ditanya ayahnya hanya tersenyum saja. Padahal Fira butuh jawaban agar tak penasaran terus.


Fira melihat ayahnya yang mendekatinya "Sudah papi bilangkan kamu jangan bekerja dulu Papi sudah bilang diam saja di rumah, tidak usah ke mana-mana dulu kamu malah bekerja seperti ini Fira. Kamu itu belum sembuh total jangan memaksakan diri kamu untuk bekerja ya "


"Tidak masalah papih aku baik-baik saja ada satu hal yang ingin aku tanyakan pada papi, papi harus berkata jujur ya jangan disembunyikan dari aku lagi "


"Apa yang ingin kamu tanyakan, hemm "


"Siapa yang memasak, kapan Papi bisa memasak, waktu awal-awal saja Fira yang harus memasak tapi kenapa sekarang sudah ada makanan di meja. Biasanya juga Fira yang memasak papi menyewa orang, uang dari mana papih, kita kan sedang menghemat "


Papihnya itu menggaruk kepalanya, sebenarnya yang memasaknya ya pelayan yang datang kemari. Memang dirinya suruh kemari dan ada di rumah belakang, sengaja dirinya membawa pelayan kemari bukan apa-apa kasian dengan Fira yang sedang sakit dan juga harus memikirkan segalanya.


"Ada tetangga yang baik hati memberikan makanannya pada papih, dan papih juga suka menyuruhnya untuk memasak agar kamu tidak lelah, papih hanya memberikan beberapa uang saja sudah tidak masalah kamu tidak usah memikirkan siapa yang memasak, yang terpenting kita bisa makan dan kamu juga tidak terlalu banyak mengerjakan sesuatu di rumah, papih masih tak tega dengan kamu sayang. Jadi jangan pernah tanyakan hal itu lagi ya"


Fira memicingkan kedua bola matanya masih tidak percaya saja masa sih ada tetangga yang baik seperti itu mau memberi makanan atau memasakan dan dibayar kecil. Di zaman yang serba mahal ini mana ada sih.


"Kenapa kamu menatap Papi dengan seperti itu, papi berkata jujur kalau kamu ingin bertemu dengan orangnya ayo. Dia memang mau memasak untuk kita dan dibayar sedikit, kamu bisa mengobrol dengannya, apapun yang ingin kamu tanyakan bisa kok "


"Aneh saja aku mulai merasa aneh tapi dengan semua yang terjadi waktu aku sakit tiba-tiba, Papi mendapatkan pinjaman, sedangkan pinjaman itu bukan uang yang kecil besar mana ada sih orang desa sekarang yang mau memberi uang papih segitu, yang kedua ada yang tiba-tiba mau memaksakan dan mau dibayar dengan murah aneh sekali saja kita kan baru kenal beberapa orang saja di sini, bahkan kita baru beberapa bulan tinggal di sini papih "


"Ya udah anggap aja ini rezeki kita berdua Fira, kamu nggak usah mikirin itu deh. Papih benar-benar berkata yang sejujur-jujurnya nggak mungkin lah Papi bohong sama kamu, untuk apa Papih bohong sama kamu coba "

__ADS_1


"Iya tetap saja Fira merasa aneh, Fira benar-benar merasa seperti sudah direncanakan semua ini, aneh saja kalau dipikir-pikir dengan akal "


Fira mengambil makanan yang sudah disajikan itu, Fira sudah sangat kelaparan sekali ya sudahlah nanti Fira akan memata-matai semuanya, karena Fifa benar-benar curiga dengan apa yang Papinya lakukan ini. Papihnya ini seperti menyimpan sesuatu saja.


Fira sudah sangat curiga sekali. Papihnya pasti sudah merahasiakan sesuatu tapi Fira tak diberitahu, apa mungkin papihnya ini sedang membuta sandiwara ?.


"Makan yang banyak ya Fira, papih mau kamu cepat sembuh kalau bisa sih Papih inginnya kamu kerja di satu tempat aja, cukup udah jangan terlalu memaksakan diri kita juga cuman tinggal berdua. Dan kamu juga ngumpul-ngumpul nggak terlalu banyak kan, pokoknya jangan terlalu memaksakan deh, papih nggak mau hal seperti ini terjadi lagi. Papih ingin melihat kamu selalu sehat "


Fira hanya menganggukkan kepalanya, meskipun pada kenyataannya Fira akan tetap mengambil dua pekerjaan. Fira tidak mau membebankan papihnya sudah cukup apa yang pernah dia lakukan dulu.


Sekarang tujuan Fira adalah membahagiakan papihnya, membuat papihnya bahagia. Fira benar-benar sudah sadar dengan apa yang dia lakukan selama ini kesalahannya begitu besar pada Papinya ini.


Fira tidak mau nanti menyesal di kemudian hari, karena tidak membalas apa yang pernah Papinya lakukan membahagiakan papihnya ini. Papihnya sudah sangat tua sekali.


...----------------...


Ayana tersenyum senang kalau saja mereka tinggal di pantai mungkin pemandangannya akan setiap hari seperti ini, tapi dulu saja Ayana selama 5 tahun tinggal didekat pantai kan.


Ayana juga pergi ke arah meja makan ternyata di sana sudah banyak makanan. Ayana yang mulai lapar akhirnya makan dulu saja sendiri nanti dia akan menyusul anak-anak untuk bermain di sana juga ingin menghabiskan waktu dengan anak-anak.


"Tunggu dulu, apakah Adnan membawa pakaian kurasa dia tidak membawa pakaian tiba-tiba saja menyewa villa "


Ayana masuk lagi ke dalam kamar ternyata di dalam lemari sudah ada pakaian dirinya, Adnan dan juga anak-anak. Kapan sih suaminya ini memasukkan semua pakaiannya, suaminya ini memang suka sekali membuatnya binggung.

__ADS_1


"Kadang aku suka aneh dengan Adnan dia selalu saja sudah menyiapkan segalanya, apakah suamiku itu berubah menjadi jin ya"


Ayana kembali menutup lemari itu, Ayana kembali lagi ke meja makan dan melanjutkan makanannya, sebentar lagi Ayana akan bergabung dengan anak-anak toh dia saja tidak bisa istirahat untuk apa juga di sini.


Sudah mencoba menutup kedua bola matanya tapi tetap saja terbuka lagi terbuka lagi, jadi lebih baik Ayana menghabiskan waktu bersama anak-anak itu akan lebih menyenangkan.


...----------------...


Marco sendiri yang baru saja selesai menelfon langsung menghampiri bosnya.


"Kenapa masalah pekerjaan Marco "


"Iya pak, masalah meeting "


"Kan aku sudah bilang kalau hari ini kita ini libur, kenapa harus ada membahas tentang pekerjaan"


"Kolega kita tidak tahu kalau kita sedang libur, aku lupa untuk memberitahunya Pak, sekarang aku sedang memberitahu semuanya "


"Kamu ini bagaimana Marco, padahal aku sudah mewanti-wanti kan untuk membatalkan semua meeting ya sudah kamu beritahu saja dulu semuanya hari ini adalah hari libur untuk kita semua, jadi tidak boleh ada yang mengurus pekerjaan. Itu sih salahmu sendiri aku sudah memberitahumu tapi kamu malah lupa"


"Iya Pak aku benar-benar lupa, akan aku urus sekarang"


Marco kembali disibukan dengan ponselnya itu. Marco tak ingat kalau hari ini ada meeting, Marco juga harus minta maaf pada mereka karena telah lalai, saking banyaknya bekerja Marco jadi tak fokus seperti ini.

__ADS_1


Sepertinya Marco harus banyak-banyak minum vitamin agar tak seperti ini, siapa tahu bisa merubah dirinya kan jadi tak pelupa lagi.


__ADS_2