Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 231


__ADS_3

"Nenek akhirnya kamu datang kemari, kami sudah menunggu nenek "teriak Melinda yang senang ada neneknya datang.


Mama Linda yang memang dari tadi sudah melamun cukup kaget, tapi dia langsung merubah ekspresinya untuk terlihat baik-baik saja agar cucu-cucunya ini tidak curiga dengan apa yang terjadi.


"Kenapa tadi ayah menarik mu nenek. Apakah kalian tadi bertengkar dan menyelesaikan dulu masalah kalian itu" Melisa sekarang yang bertanya, karena orang-orang yang disekitarnya ini selalu saja bertengkar. Seperti Ayah dan juga nenek buyut yang tak pernah akur.


Mama Linda tentu saja tidak mungkin berbicara pada anak-anak kecil yang ada di hadapannya ini, tidak mungkin kan Mama Linda membuat cucu-cucunya ini benci pada anaknya Adnan. Adnan begitu sulit mendapatkan anak-anak dengan Ayana.


"Tidak tadi hanya ada pembicaraan kecil saja, mama mungkin nenek bertengkar dengan Ayah kalian, kami tak mungkin seperti itu, kami kan bukan anak kecil lagi sayang "


Melisa hanya khawatir saja takut nenek dan ayah malah bertengkar seperti bersama nenek buyut. Mereka berdua selalu saja bertengkar tak ada kata baik-baik saja diantara mereka berdua itu, pasti ada saja bertengkar nya.


Mama Linda yang mendengar hal itu tersenyum, padahal nenek dan juga Adnan saling menyayangi tapi mereka dari dulu tidak pernah berubah selalu saja bertengkar. Hal-hal kecil selalu saja mereka ributkan rasanya Mama Linda rindu dengan hal itu.


Mama Linda ingin seperti dulu lagi, bisa bersama mertuanya tidak seperti ini jauh dan seperti orang asing. Apalagi saat ada suaminya dulu mereka sering berkumpul meskipun ya kadang mengkritik apa yang dia lakukan.


Memang dari dulu juga nenek tidak merestui hubungannya bersama ayahnya Adnan, tapi nenek tidak pernah memperlakukannya dengan kasar atau memukulnya juga, nenek hanya mengucapkan kata-kata pedas saja padanya.


"Tidak nenek dan juga Ayah baik-baik saja, kami hanya membahas hal-hal kecil saja kalian sedang apa. Bolehkan nenek ikut bermain disini dengan kalian"


Mama Linda langsung mengalihkan pembicaraannya, takutnya Mama Linda keceplosan dan anak-anak akan terus mengejarnya sampai dapat, tak akan mungkin anak-anak akan melepaskannya. Mereka akan terus bertanya padannya sampai selesai dan nanti akan mengadukannya pada Ayana.


"Kami sedang menonton TV nenek, nenek boleh ikut bermain dengan kami, tapi jika ingin bertemu dengan mama belum bisa nenek, kata ayah mama tertidur kembali bersama adik bayi pasti nenek kemari ingin melihat Mama kan bersama adik bayi selain bermain dengan kami berdua "


"Iya nenek ingin melihat mama dan juga kalan berdua serta adik bayi, tapi tak masalah kalau mama tertidur nenek masih bisa bermain dengan kalian kan, kalian masih bisa bermain dengan nenek nanti kalau sudah ada adik bayi kita akan bermain bersama-sama lagi"


"Melisa begitu tak sabar menanti adik bayi, tapi kata Ayah harus menunggu dulu kami harus menunggu adik bayi 9 bulan, baru kami bisa melihat adik bayi langsung"


"Benar kata ayahmu, harus menunggu 9 bulan dulu sabar saja nanti setelah adik bayi keluar kalian akan bisa bermain sama-sama, sekarang bermain saja dulu dengan nenek"


Mereka berdua kompak langsung menganggukkan kepalanya. Mereka senang kedatangan nenek kemari, tapi mereka juga suka berpikir kenapa nenek dan juga nenek buyut tidak pernah datang bersama.


Kadang nenek kalau mendengar nenek buyut akan datang kemari dia langsung bergegas pulang. Melisa dan juga Melinda tidak berani untuk menanyakan hal itu pada ayahnya, takutnya nanti ayahnya tidak punya jawabannya yang pasti.


Pernah menanyakan pada nenek, tapi nenek malah tersenyum saja. Nenek tak menjawabnya dan malah mengalihkan pada yang lain. Melisa dan juga Melinda yang mengerti tak bertanya lagi.


...----------------...


Sebelum pulang Mama Linda menarik tangan anaknya terlebih dahulu. Mama Linda akan pulang bersama cucu-cucunya. Ayana sudah membolehkan dirinya untuk membawa cucu-cucunya ini menginap di rumahnya. Kapan lagi cucunya ini bisa menginap dirumahnya, karena neneknya selalu membawa nya.


"Sebelum terlambat kamu harus melepaskan ibunya Ayana. Mama tidak mau sampai Ayana nanti pergi dari sampingmu, bagaimanapun sikap ibunya itu pada Ayana dia tetaplah ibu yang pernah melahirkan Ayana.Pasti Ayana akan sangat mencintainya mau bagaimanapun dia memperlakukannya. Seperti dirimu Mama pernah membuat salah yang begitu besar bahkan menghancurkan hidupmu, tapi kamu menerima Mama kembali kan ingatlah itu. Jangan gegabah dalam mengambil sesuatu Adnan, itu bisa membuat semuanya berantakan "


Mama Linda berjalan ke arah Ayana dan memeluknya dengan erat. Mama Linda tak mau membuat Ayana penasaran "Kamu sehat-sehat ya dengan adik bayi yang ada di dalam perutnya ini, kamu jangan terlalu capek. Kalau apa-apa minta bantuan Adnan atau pelayan ya. Jangan melakukannya sendiri ya "


Ayana tersenyum senang akhirnya Mama Linda bisa baik dan juga menyayanginya dulu. Mama Linda begitu membencinya tapi sekarang mama Linda sudah sangat berubah. Mama Linda benar-benar merubah semua sikapnya padanya, dan Ayana senang sekali Ayana bahagia sekali bisa disayangi oleh Mama mertuanya ini.


"Iya Mah Ayana pasti akan baik-baik aja, Ayana pasti akan menjaga adik bayi yang ada di perut ini dengan baik. Mama jangan khawatir ya, Mama hati-hati di rumah. Kalau ada apa-apa mama jangan sungkan untuk meminta tolong pada Ayana atau Adnan"

__ADS_1


"Iya sayang, Mama bawa dulu ya Melisa dan juga Melinda ya, mama ingin menghabiskan waktu dengan cucu cucu mama ini, nanti mama akan kembalikan lagi kemari ya sayang"


"Iya ma"


Mama Linda dan juga Ayana langsung berpelukan. Mama Linda langsung membawa anak-anaknya ke dalam mobil. Ayana dan juga Adnan langsung melambaikan tangannya pada mereka bertiga.


Setelah kepergian anak-anak dan juga Mama Linda barulah Adnan dan juga Ayana masuk ke dalam rumah. Mereka langsung masuk ke dalam kamar dan membaringkan tubuh mereka di atas tempat tidur. Mereka belum mengantuk dan belum ingin tidur juga.


Adnan memeluk bahu istrinya, ada sesuatu yang sangat ingin Adnan tanyakan "Sayang kamu tahu kan bagaimana ibumu memperlakukanmu. Apakah kamu sangat mencintainya, apakah kamu masih punya simpati untuknya "


Ayana yang sedikit bingung menatap suaminya, tapi Ayana langsung menganggukkan kepalanya "Iya aku sangat mencintai ibuku dengan segala kekurangannya dan kelebihannya. Aku tahu mungkin Ibuku selalu memperlakukanku dengan tidak baik, tapi dalam hati kecilku aku tetap mencintainya aku tetap membutuhkannya. Mau bagaimanapun dia lah orang yang telah mengurusku selama ini, tanpanya mungkin aku tidak akan bisa hidup sampai sebesar ini. Aku juga tak akan bisa bertemu dengan kamu dan menikah dengan kamu juga "


Ayana menarik nafasnya terlebih dahulu, lalu menatap mata suaminya "Mungkin ibu memperlakukan aku dengan tidak baik, tapi dia masih mau mengurus aku Adnan, kalau mau mungkin ibu sudah melenyapkan ku saat aku lahir, tapi kenyataannya tidak ibu masih mempertahankan aku dan mengurus aku dengan baik juga kan, meski dengan cara yang kasar "


"Jika suatu saat ada yang menyakiti ibumu bagaimana, kamu akan bertindak bagaimana "


"Apa yang kamu maksud dan apakah Ibuku sedang tidak baik-baik saja, apakah ibu aku dijahati oleh orang lain "Ayana tentu saja langsung khawatir dan takut kalau ibunya itu kenapa-napa.


"Tidak semuanya baik-baik saja, tidak ada yang terjadi ibumu masih ada bersama ayahmu mereka hidup dengan nyaman dan baik. Aku hanya ingin tahu saja jika sesuatu terjadi dengan ibumu bagaimana, misalnya ada seseorang yang menyakitinya apa yang akan kamu lakukan"


"Aku pasti akan marah dan menemui orang itu apa maksudnya dia melukai Ibuku. Memangnya Ibuku itu punya salah apa padanya sampai-sampai dia berani melakukan hal itu padanya. Aku pasti akan melindungi Ibuku sekuat aku, meskipun dia tidak menyayangiku aku akan terus berjuang demi ibuku"


"Kenapa kamu harus melindunginya, apa kamu tidak sakit hati dengan apa yang pernah ibumu lakukan padamu selama ini "


"Tentu saja aku sakit hati. Tentu saja aku tidak terima dengan apa yang Ibuku lakukan aku selalu diperlakukan tidak baik oleh ibuku, sedangkan adikku dan juga kakakku mereka diperlakukan sangat baik sekali bahkan apapun yang mereka mau akan di turuti, tapi aku sama sekali tidak. Aku benar-benar di anak tiri kan tapi mau bagaimanapun dia tetaplah Ibuku. Dia yang telah melahirkan aku. Dia yang telah mengurusku selama ini, aku tetap tidak tega dengannya, aku tidak sanggup melihat ibuku disakiti oleh orang lain "


"Semua orang juga pasti akan berpikir begitu Adnan, apalagi pada orang tuanya. Sebenci-bencinya anak pada orang tuanya tetap saja di dalam hati kecilnya dia akan tetap mencintainya, mencintai keluarganya, mencintai orang tuanya"


Adnan hanya diam saja, dia masih memikirkan apakah harus dilepaskan saja kedua orang tuanya Ayana itu. Tapi bagaimana sekarang keadaan ibunya apakah masih ada atau sudah tiada. Adnan tidak tahu Adnan hanya memanggil dokter saja kemari, Adnan tidak membawanya ke rumah sakit.


...----------------...


Adnan kembali lagi ke tempat di mana ibunya Ayana dan juga Ayah tirinya itu dikurung, tiba-tiba saja menjadi khawatir karena kata-kata istrinya tadi membuatnya takut.


Adnan begitu takut kehilangan istrinya. Istrinya adalah hal utama yang harus dirinya jaga. Istrinya begitu berharga sekali untuknya.


Adnan juga membawa selembar kertas. Adnan melihat kalau ibunya Ayana sudah sadar dia sudah baik-baik saja. Ternyata bagus juga daya tahan tubuhnya itu dan nyawanya itu seperti banyak sekali. Hebat sudah seperti kehabisan darah tapi dia masih seperti baik-baik saja.


"Mau apa lagi kamu kemari. Bukannya kamu ingin kami berdua mati, itu kan yang kamu harapkan" tanya ayahnya Ayana dengan tatapan benci pada Adnan.


"Jika kamu masih seperti ini padaku, aku tidak akan melepaskanmu dan aku benar-benar akan mendorong kalian untuk dimakan buaya hari ini juga. Berbicaralah dengan baik maka aku akan berlaku baik juga pada kalian berdua ini "


Adnan berjongkok dan menatap ibunya Ayana itu. Sepertinya dia sudah baik-baik saja dan bisa dibawa pergi secepatnya "Aku ingin membuat perjanjian dengan kalian berdua, jika kalian memang benar-benar ingin pergi dari sini jangan pernah tampakkan wajah kalian pada Ayana atau berbicara dengannya. Aku akan memberikan kalian uang dan aku ingin kalian menandatangani surat perjanjian ini"


Ibunya Ayana yang masih lemas hanya diam saja, dia hanya akan mengikuti apa yang suaminya mau mereka juga tadi sudah membicarakan bagaimana cara keluar dari sini. Mereka tidak akan mengganggu lagi keluarga Ayana, mereka sudah kapok ini saja sudah membuat mereka takut mereka masih sayang nyawa dan masih ingin hidup dengan tenang.


"Aku ingin membaca dulu surat perjanjian itu, aku tak mau teledor dan nanti kamu malah menjebak aku dan juga istriku ini "

__ADS_1


Adnan dengan senang hati langsung memberikan surat itu pada ayah tirinya Ayana. Dia membacanya dengan sangat teliti sekali uang yang diberikan Adnan lumayan besar dan itu cukup untuk hidup mereka juga.


Bahkan untuk membeli rumah juga akan cukup, mereka akan hidup terjamin sepertinya kalau mau menerima uang ini, tapi di bawahnya tertulis jika sampai mereka mendatangi Ayana atau sampai mengatakan apa yang terjadi pada mereka, mereka tidak akan bisa hidup dengan tenang dan juga akan membuat mereka lebih menderita dari yang sekarang.


Ancamannya cukup menakutkan juga. Sepertinya mereka harus bungkam sampai mati, tapi tak masalah ada uangnya lumayan.


Karena uangnya cukup menggiurkan dan ini akan sangat bagus untuk hidup mereka, Ayah tirinya ayahnya langsung menganggukkan kepalanya dan setuju dengan apa yang ada di sini. Tak perlu berfikir panjang dan berhari-hari.


"Aku ingin menandatangani surat ini sekarang juga, aku setuju dengan apa yang ada di sini aku menerima semuanya. Aku akan pergi sejauh mungkin dan tidak akan pernah bertemu lagi dengan Ayana, aku akan membawa ibunya ini pergi dari sini kami tidak akan mengganggu hidup kalian lagi, aku janji itu aku tak akan membiarkan ibunya Ayana ini berkeliaran "


"Baiklah jika sudah setuju tanda tangani semuanya sekarang juga, pergi dari sini dan aku akan memberikan uang itu pada kalian pergi dari kota ini yang jauh jangan sampai Ayana melihat kalian. Aku tak mau kalian tiba-tiba bertemu dijalan "


"Baiklah, kami sangat setuju sekali. Senang bekerja sama dengan kamu Adnan "


Tapi Adnan kembali ingat tentang siapa ayahnya Ayana. Adnan menatap ibunya Ayana kembali "Siapa ayahnya Ayana sebenarnya, kenapa kamu terus saja menyembunyikan ini semua. Katakan yang sejujurnya agar aku tak terus mengejar mu "


Ibunya Ayana malah tersenyum mendengar hal itu, tapi dia langsung menjawabnya "Kamu tahu siapa ayahnya Ayana Adnan, mungkin ini akan sedikit gila tapi ayah Ayana adalah mantan mertuamu. Kamu masih ingat kan dengan mantan mertuamu itu "


"Maksudmu apa, jangan main-main dengan aku, aku tak suka kalau kamu sampai mempermainkan aku seperti itu "


"Jangan pura-pura bodoh Adnan, kamu tahu semua itu. Aku juga tak berbohong untuk apa aku bermain main dengan kamu. Kamu tidak mungkin melupakan mantan ayah mertuamu, dia adalah ayahnya Ayana. Kamu bisa langsung menanyakan hal itu pada mantan Ayah mertuamu itu, selama ini kamu mencari-cari itu kan. Padahal orang yang kamu cari selama ini ada dihadapan kamu "


Ibunya Ayana mengambil dompetnya yang selalu dia bawa dan pegang dengan erat, bahkan suaminya saja tidak diperbolehkan untuk membukannya. Lalu memberikan sebuah foto pada Adnan, foto yang sudah sangat udang sekali.


"Jika kamu masih belum percaya lihatlah ini, ini adalah buktinya kalau Ayana benar-benar anaknya "


Adnan melihat di sana ada foto Ayana bersama ayahnya, tapi juga ada anak perempuan yang lain duduk di samping ayahnya Ayana. Adnan masih benar-benar tidak percaya dengan hal ini, tapi ini sudah ada bukti.


Adnan sangat mengenal orang yang ada di dalam foto ini. Ayana juga dulu pernah memperlihatkan foto masa kecilnya, dan ini memang benar-benar Ayana. Berarti selama ini Ayana pernah bertemu dengan Ayahnya, tapi mungkin dia lupa.


"Itu sudah sangat lama sekali, Ayana masih kecil dan aku yakin dia sudah tak ingat. Ayahnya hanya menemui dia satu kali, hanya untuk mengambil foto itu setelahnya dia pergi dan tak pernah kembali lagi"


"Jika kamu masih belum percaya kamu minta tes DNA padannya, semuanya pasti akan terbongkar semuanya akan terlihat, dia tidak peduli dengan anak perempuannya itu, dia hanya peduli dengan anak perempuan selingkuhannya itu. Silakan kamu perlihatkan ini dia akan ingat dengan semuanya, tak mungkin dia akan lupa dengan foto itu "


"Aku titip Ayana padamu. Mungkin aku bukanlah ibu yang baik untuk Ayana, aku melampiaskan segalanya padanya karena Ayahnya Ayana selingkuh saat aku melahirkannya Ayana, malah dia menikah dengan perempuan itu lalu memiliki anak seumuran dengan Ayana, sekarang kamu tahu alasanku kenapa membenci Ayana karena saat dia lahir aku mengetahui suamiku selingkuh dan menikah dengan perempuan lain itulah alasanku membenci Ayana "


"Aku menganggap Ayana adalah anak pembuat sial, karena sudah menghancurkan hidupku dengan cara ayahnya selingkuh aku melampiaskan segala kemarahanku pada Ayana. Aku benci padanya karena dia memiliki garis wajah yang begitu mirip dengan ayahnya aku tidak suka itu mengingatkan aku pada laki-laki brengsek itu. Kamu tidak perlu bertanya-tanya lagi kan kenapa aku sangat membenci Ayana semuanya sudah aku jawab"


"Mungkin saat itu saat Ayana bertanya kemana Ayahnya, di mana ayahnya, aku selalu mengatakan kalau Ayahnya itu sudah mati sudah tiada dan aku mengatakan pada Ayana alasan aku membencinya karena dia telah membunuh ayahnya itu semua bohong. Aku hanya ingin menutup-nutupi rasa sakit ku. Aku tidak mau Ayana tahu kebenarannya kalau Ayahnya telah menghianatiku, aku tidak mau terlihat rapuh di hadapan Ayana dan dia malah mengasihani aku"


"Setiap aku marah dan menatap wajah Ayana aku selalu teringat wajah suamiku itu, makanya aku selalu tidak bisa menahan emosiku saat melihat Ayana mereka benar-benar sama. Mungkin banyak orang yang mengatakan kalau Ayana mirip denganku tapi pada kenyataannya Ayana begitu mirip dengan ayahnya, sampai-sampai aku bisa membencinya sedalam itu "


Adnan masih belum bisa mengatakan apa-apa, dia benar-benar tidak menyangka kalau selama ini Ayahnya Ayana adalah orang yang selalu ada di sekitarnya.


Adnan langsung pergi begitu saja dan juga membawa foto itu. Adnan memberikan koper pada ibunya Ayana, di sana ada uang yang sudah Adnan janjikan dalam surat perjanjian itu.


Adnan benar-benar harus mencerna semuanya terlebih dahulu. Apakah Adnan harus bercerita pada Ayana tentang apa yang dibicarakan oleh ibunya itu, kebenaran ini.

__ADS_1


Adnan takut Ayana akan makin kecewa. Apalagi Ayahnya itu pergi karena menikah lagi dengan perempuan lain dan memiliki anak lain juga. Pasti Ayana akan sakit hati mendengar hal itu. Ayana yang ingin sekali memiliki seorang Ayah ternyata Ayahnya selama ini tak peduli padannya.


__ADS_2