
"Apakah yakin ini rumahnya, tak salah rumah kan kita ini "
"Tentu saja aku yakin untuk apa tidak yakin. Aku sudah mencari keberadaan rumah menantumu itu sayang dan inilah anakmu Ayana tinggal disini, dia tinggal di rumah yang sangat mewah sekali lihat besar sekali, kalau kita di sini kita akan sangat nyaman. Lihat pasti didalam sana ada kolam renang, siang hari berenang pasti akan sangat menyejukkan sekali "
Ibunya Ayana segera memencet bel, dia tidak sabar untuk bertemu dengan Ayana dan membicarakan semua tentang uang dan juga tentang dirinya yang harus tinggal di sini.
Pintu gerbang terbuka sedikit dan keluar seorang satpam, dengan angkuhnya ibunya Ayana langsung menatapnya "Aku ingin bertemu dengan anakku Ayana, cepat bukakan pintu besar ini, aku sudah sangat kepanasan dan ingin duduk didalam "
"Maaf"
"Aku ini adalah ibunya Ayana Nyonya rumah di sini, bilang saja pada Ayana kalau ada orang tuanya datang dia juga pasti akan menemuiku nanti. Ayo cepat panggil anakku, aku sudah sangat kepanasan sekali"
"Maaf, Nyonya Ayana sedang tidak ada di rumah"
"Ya sudah biarkan aku masuk ke dalam rumah, aku ingin menunggu anakku di dalam rumah. Aku tak mau kepanasan kamu juga harus hormat padaku, karena aku adalah ibunya Ayana "
"Tidak bisa, lebih baik anda nanti datang lagi kemari saat Nyonya Ayana ada di rumah. Untuk sekarang Nyonya Ayana tidak ada. Mungkin beliau tidak akan pulang"
"Ya lalu masalahnya untuk aku apa kalau Ayana tidak akan pulang l. Aku ini adalah orang tuanya. Aku berhak masuk ke dalam rumah ini aku adalah ibunya Ayana, ingat kamu bisa dipecat nanti kalau tak membiarkan aku masuk. Cepat buka gerbangnya dan biarkan aku untuk masuk "
"Buktinya, saya butuh bukit yang valid "
Saat ditanya bukti tentu saja ibunya Ayana tidak punya bukti apa-apa. Bahkan dia tidak menyimpan foto Ayana, bahkan dia tidak punya bukti apa-apa. Pokoknya yang berhubungan dengan Ayana dirinya tak punya.
"Jika benar kamu adalah ibunya Nyonya Ayana, coba kamu telepon aku ingin mendengar dulu suara Nyonya Ayana dan mengatakan kalau kamu boleh masuk kemari. Kalau tidak punya silahkan pergi dari sini "
Langsung ciut kan ibunya Ayana itu, bagaimana dengan nomornya dia saja tidak punya Fabian saja tidak memberikannya, pokoknya dirinya ini tidak punya apa-apa tentang Ayana.
"Silakan pergi dari sini dan kembali lagi saat Nyonya Ayana sudah ada di rumah. Saya tidak bisa memasukan orang asing begitu saja kerumah Pak Adnan"
__ADS_1
Satpam itu langsung masuk lagi ke dalam dan mengunci gerbang. Ibunya Ayana sebenarnya ingin memaksa untuk masuk tapi saat melihat begitu banyak penjaganya dia menjadi ciut sendiri kan, takut malah dia nanti dilaporkan ke kantor polisi dan masalahnya malah makin akan besar bertemu Ayana tidak dipenjara iya.
"Kenapa kamu tidak punya foto Ayana ? Bukannya dirumah ada ya foto Ayana. Padahal kamu bawa saja untuk bukti"
"Mana mungkin aku punya foto anak itu, aku saja tidak suka dengannya untuk apa aku menyimpan fotonya. Ya sudahlah nanti kita akan kembali lagi kemari dan bertemu dengan Ayana. Foto yang dirinya juga sudah aku buang, tak ada lagi tentang Ayana dirumah ku itu, kamu tahu sendirikan dia itu anak pembawa sial "
"Padahal kita sebentar lagi loh masuk ke sana, kita akan bahagia hidup di sana Bu, kita akan tercukupi. Bahkan makanan mungkin di sana akan banyak sekali, kita tak perlu belanja sudah ada yang belanja dan memasakan juga "
"Nanti malam kita datang ke rumah ini lagi, aku yakin Ayana pasti akan pulang. Mau pergi ke mana dia sampai tak pulang kerumah ini "
"Baiklah baiklah ayo kita pulang, kita susun rencana yang baik makanya sekali-sekali simpan foto Ayana agar menjadi bukti pada mereka kalau kamu ini ibunya, mungkin kalau kamu punya fotonya kita akan lebih mudah untuk masuk tanpa harus ada izin dari Ayana, kalau seperti ini aku yakin Ayana tidak akan mengizinkan kita untuk masuk. Ayana pasti akan menjadi angkuh "
"Tidak mungkin. Sudahlah ayo Ayana pasti akan membolehkan kita masuk. Dia sudah lama tidak memberi kita uang dia harus menebus semuanya dia harus memberikan uang yang selama ini dia tidak kirimkan. Enak saja dia hidup enak tapi aku masih hidup dengan kesusahan, aku ini ibunya aku yang mengurusnya dari kecil satu lagi aku juga yang melahirkannya, kalau tanpa aku Ayana tak akan ada di dunia ini "
Mereka berdua langsung melangkah pergi meninggalkan rumah besar itu, mereka akan kembali lagi ke sini mereka akan mencari Ayana dan juga meminta hak mereka yang selama ini mereka inginkan.
Fira dan juga Kamila sekarang sedang melakukan video call, meskipun masih terlihat Kamila takut-takut pada Fira, tapi sebisa mungkin Fira terlihat ceria di depan anaknya. Fira tak mau anaknya terus takut padannya.
"Ibu sangat ingin bertemu dengan kamu Kamila, tapi nanti setelah ibu dapat kerja dan ibu punya uang ibu main ke sana. Kamila jangan takut lagi ya sama ibu, mungkin Ibu dulu jahat selalu melukai Kamila tapi Ibu janji tidak akan melakukan itu lagi, ibu tak akan kasar lagi dengan kamu. Maafkan ibu ya nak"
"Ibu dan juga kakek sekarang tinggal jauh, lihat pemandangan di sini juga masih banyak kebun-kebun, nanti kalau misalnya kamu main ke sini kamu akan betah deh di sini halamannya juga besar kok di sini. Kamu bisa main lari-larian, kamu bisa main sepeda dan banyak lagi sayang "
Kamila masih belum mau bicara dia masih menundukkan kepalanya. Dia masih belum bisa menatap mata mamanya dengan sangat berani, karena dari dulu Fira tidak membolehkan anaknya untuk menatap matanya terlalu lama.
"Kamila ayo tatap ibu, ibu tahu ibu dulu sangat keras dengan kamu Ibu tidak akan melakukan itu lagi padamu. Ibu sudah baik sekarang sayang "
Kamila mengangkat pandangannya dan bertemu dengan pandangan ibunya. Kamila tidak melihat pandangan kebencian dari mata ibunya itu. Kamila sedikit tersenyum ke arah ibunya meski dengan masih takut-takut.
"Ibu akan mencoba merubah segalanya, ibu akan menjadi Ibu yang baik kamu jangan pernah takut lagi dengan ibu ya. Perlahan namun pasti ibu akan berubah untuk kamu nak, ibu ingin menjadi orang tua yang baik untukmu Kamila. Ibu ingin seperti orang tua yang lain menghabiskan waktu bersama-sama "
__ADS_1
"Benarkah, apakah ibu tidak akan marah-marah lagi padaku. Apakah ibu tidak akan melarangku untuk memeluk Ibu lagi"
"Tentu saja Ibu tidak akan melakukan itu, Ibu tidak akan mengulangi apa yang pernah ibu lakukan padamu. ibu sungguh minta maaf padamu Kamila, Ibu memang bukan ibu yang baik tapi Ibu mulai sekarang akan belajar semuanya. Doakan ibu ya agar ibu dapat mendapatkan pekerjaan, agar ibu bisa cepat bertemu dengan kamu juga "
"Ibu bekerja"
"Iya mulai sekarang ibu akan mencari pekerjaan, kakek sudah tidak bekerja. Jadi ibu yang harus bekerja mencari uang untuk kakek dan juga Ibu, nanti akan ibu sisihkan untuk kamu juga ibu akan membawakan mainan untuk kamu. Semoga saja nanti kamu suka ya"
Kamila langsung tersenyum senang dia mendengar ibunya begitu lembut sekali saat bicara dengannya. Kamila belum pernah mendengar suara ibunya yang seperti ini, biasanya ibunya akan berteriak memakinya dan banyak lagi tapi sekarang sangat berbeda sekali Kamila bisa merasakan semuanya.
"Baiklah akan Kamila tunggu. Apakah ibu benar-benar akan terus seperti ini"
"Tentu saja, ibu akan terus seperti ini ibu akan terus mencoba untuk menjadi lebih baik untuk kamu Kamila, ibu akan terus berjuang untuk kamu "Fira berhenti sejenak lalu menatap kembali putrinya "Apakah kamu membenci ibu sayang "
Kamila langsung menggelengkan kepalanya "Aku tidak pernah bisa membenci Ibu. Meskipun aku ingin membenci Ibu karena perlakuan ibu yang begitu jahat padaku, tapi aku tidak bisa aku benar-benar tidak bisa ibu aku sangat membutuhkanmu. Aku begitu ingin selalu bersama ibu, aku suka iri dengan teman-temanku yang selalu bersama ibunya, mereka begitu bahagia sekali "
Air mata Fira langsung meleleh, dia begitu berdosa pada anaknya dia begitu jahat pada anaknya sampai-sampai anaknya berkata seperti ini, maksudnya mengatakan kalau anaknya ini sangat membutuhkannya. Fira benar-benar perempuan yang tidak bisa diharapkan.
"Maafkan Ibu maafkan Ibu sekali lagi, Ibu ingin memelukmu Ibu sangat ingin memelukmu nanti kapan-kapan kita tidur bersama ya. Ibu janji tidak akan melakukan apa-apa ibu juga tidak akan berteriak, Ibu juga tidak akan melukai kamu. Maafkan kesalahan ibu yang begitu banyak sekali dengan kamu"
Kamila menganggukkan kepalanya dengan pelan, meskipun ragu tapi Kamila ingin sekali tidur bersama ibunya ingin merasakan bagaimana dipeluk oleh ibunya, bagaimana tidur berdua tanpa ada bentakan ataupun caci maki dari ibunya dulu. Kamila ingin menghabiskan waktu banyak bersama ibunya.
Fira mengusap air matanya dia tidak mau terlihat cengeng di depan anaknya. Fira ingin berbicara yang bahagia-bahagia sekarang dengan anaknya, mumpung Rio membolehkannya untuk menelpon anaknya kan.
Kapan lagi mereka akan berbicara seperti ini, kalau bukan sekarang. Fira takut nanti dirinya juga sibuk dengan pekerjaan barunya. Fira sudah mengirim beberapa lamaran ke perusahaan-perusahaan yang ada di sini semoga saja apa yang dia lakukan tidak sia-sia.
Semoga saja dia bisa dengan cepat mendapatkan pekerjaan dan bisa menghasilkan uang untuk papihnya, untuk dirinya sendiri dan juga untuk anaknya Kamila sekarang prioritas Fira adalah keluarga. Fira tidak akan memikirkan apa-apa lagi selain keluarganya.
Fira akan fokus dengan tujuannya sekarang, tak akan Fira terus memikirkan laki-laki Fira hanya ingin hidup bahagia sekarang dengan anaknya dan bisa memberikan kasih sayang yang penuh untuk Kamila semoga saja tujuannya bisa tercapai.
__ADS_1