Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 34


__ADS_3

Mama Linda menghampiri anaknya, raut wajahnya sudah sangat tersirat kalau Adnan sedang kecewa dan terluka. Mama Linda memeluk Adnan dari samping.


"Sudah Mama bilang kan kalau Ayana itu bukanlah perempuan baik-baik, kalau di itu bukan pilihan yang baik untukmu. Makanya Mama tidak suka dengan Ayana, sekarang sudah terbuktikan apalagi kalian ini sudah menikah"


Adnan hanya diam saja, Adnan malah menangis, tapi dengan cepat Adnan mengusapnya kembali. Menatap Mamanya sekilas dan melepaskan pelukannya itu.


"Biarkan Adnan sendiri Ma, Adnan mau istirahat Mama pulang aja. Pikiran Adnan lagi pusing "


Adnan begitu saja pergi dan masuk kedalam kamar tamu, Adnan tak sudi masuk kedalam kamar itu lagi, kamar dimana sebuah pengkhianatan itu terjadi. Begitu menyakitkan sekali rasannya itu.


Mama Linda langsung mengeluarkan ponselnya dan menelfon Fira "Rencana kita berhasil Fira perempuan itu sudah di usir, dia sudah tidak ada di rumah ini kamu benar-benar pintar membuat semuanya memang benar-benar seperti Ayana yang melakukannya"


"Tentu Tante aku bisa melakukan segalanya untuk mendapatkan apa yang aku mau. Seperti apa kataku kan rencanaku akan berhasil. Tapi bagaimana kalau misalnya Ayana melapor ke polisi, apakah Tante sudah melakukan tugas Tante "


"Tenang saja tidak mungkin dia melakukan itu Tante sudah menyuruh orang untuk mengancam Ayana, dia pasti akan takut apalagi sekarang jiwanya sedang terguncang. Diperkosa oleh laki-laki asing seperti itu, lalu dituduh oleh suaminya kalau dia telah selingkuh dan membeli laki-laki. Tante sampai ga kepikiran sih untuk membuat drama sebagus itu Fira. Pokonya kamu hebat banget deh "


"Iya ide dari Tante aku sudah kembangkan menjadi baik kan. Baiklah kalau Tante sudah menyuruh orang untuk mengancam Ayana itu akan lebih baik aku tidak mau sampai ini terbongkar sampai kapanpun, aku tidak mau hidupku terusik nantinya bersama Adnan. Aku ingin Adnan terus menjadi milikku Tante "


"Tentu, kalau dia sampai melapor kantor polisi kita bisa menghancurkannya. Kita juga bisa menyogok orang-orang yang ada di dalam agar tidak membantu Ayana kita mempunyai kuasa Fira. Tante juga senang banget akhirnya kamu akan menjadi menantu tante. Tante ga bisa bayangin kalau Ayana yang jadi menantu tante, bisa gila Tante ini "


"Hemm, tentu Tante. Ya sudah aku akan bekerja dulu Tante. Kalau begini aku tenang kan, aku bisa bekerja dengan hati yang bahagia Tante "

__ADS_1


"Baiklah sayang semangat, Tante pasti akan selalu mendukung kamu "


Setelah sambungan terputus Mama Linda berkeliling rumah anaknya yang cukup besar ini. Untung saja Adnan mudah dikelabui olehnya. Maksudnya langsung percaya kalau Ayana melakukan itu kalau tidak rumah ini akan jatuh kenangan perempuan itu dan harta-harta Adnan juga akan jatuh padanya tidak rela rasanya.


...----------------...


Ayana yang sedang berjalan tanpa arah itu, ditarik masuk oleh seseorang ke dalam mobil. Ayana yang sudah lemas tidak bisa melakukan apa-apa Ayana dibawa ke sebuah tempat. Ayana sudah berteriak tapi percuma mulutnya dibekap oleh tangan dia yang sangat besar itu.


Ayana diturunkan dengan kasar, lalu laki-laki itu menodongkan sebuah pisau pada Ayana "Dengarkan aku jika semua kejadian ini sampai terdengar oleh polisi atau kamu melakukan apapun itu, maka nyawamulah taruhannya setelah kamu lapor polisi maka kamu akan mati. Keluargamu juga akan sama hancurnya. Kami akan menghancurkan mu sampai akar-akarnya "


Ayana malah tertawa "Ya sudah kamu bunuh saja aku, lebih baik aku mati daripada aku harus diperlakukan seperti ini dan sudah dilecehkan seperti ini, ayo sini bunuh aku. Aku tidak takut habisi aku sekarang juga aku tak akan takut dengan ancaman murahan kalian itu "


Laki-laki itu yang takut akan ada orang yang melihatnya langsung kabur dari sana. Biarkan saja perempuan ini di sini, tak peduli mau ada yang menemukannya atau tidak yang terpenting apa yang disuruh oleh bosnya sudah dia lakukan.


Sebenarnya ingin sedikit bermain-main dengan perempuan cantik itu, tapi dia berfikir dua kali kalau sampai ada yang melihat bisa kacau semuanya.


Satu jam kemudian Ayana terbangun dengan kepala yang pusing. Ayana mengeluarkan ponselnya dan melihat wajahnya yang sudah lebam dan darah juga sudah tak keluar lagi dari hidungnya.


Ayana yang frustasi memeluk lututnya dengan erat, Ayana menangis dengan sejadi-jadinya orang yang pertama Ayana hubungi adalah Fabian, hanya dialah satu-satunya orang yang bisa membantu Ayana dan hanya dia saja yang Ayana ingat tak ada lagi.


"Hallo Ayana ada apa "

__ADS_1


Tapi yang terdengar oleh Fabian hanyalah suara tangis Ayana saja. Fabian yang mendengarnya sampai kaget "Ayana kamu di mana, kamu baik-baik aja kan apa yang terjadi. Ayana jawab aku jangan membuat aku khawatir "


"Tolong aku Fabian. Aku hancur aku ga tahu harus lakuin apa aku aku udah ga sanggup " ucap Ayana dengan terbata-bata.


"Maksud kamu apa, apa yang terjadi sama kamu tiba-tiba kamu bilang kayak gitu. Kamu sekarang di mana Ayana di mana. Aku jemput sekarang"


"Aku dilecehkan, aku dipukul dan sekarang aku juga hancur lalu untuk apa aku hidup benarkan untuk apa aku hidup Fabian" jawab Ayana kembali dengan sangat pilu.


"Hey, jangan berkata seperti itu. Aku ada disampingmu Ayana. Jangan berkata seperti itu. Kamu kirim alamat kamu sekarang. Kamu bisa bicara sama aku nanti jangan gegabah ya. Aku akan bantu kamu "


Ayana malah langsung mematikan sambungan. Seharusnya Ayana tidak menelpon Fabian seharusnya Ayana biarkan saja semuanya sudah hancurkan, harga dirinya juga bahkan sudah hancur tidak ada yang harus dipertahankan lagi. Semua sudah tidak ada gunanya lagi kan.


Ayana berjalan ke arah sungai yang ada di sana. Ayana berjalan dengan tertatih-tatih sakitnya begitu bertubi-tubi.


Fabian yang kebingungan langsung melacak di mana Ayana berada, ternyata tidak jauh dari apartemennya. Tanpa banyak bicara lagi Fabian langsung mencari keberadaan Ayana. Fabian tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya dan di mana juga Adnan. Adnan kan suaminya seharusnya sudah tahu tentang semua ini.


Sambil mengikuti di mana keberadaan Ayana, Fabian menelpon Adnan tapi sama sekali tidak diangkat, benar-benar Adnan ini. Fabian tak habis fikir saja.


"Sialan ke mana suaminya itu, istri lagi kayak gini malah ga diangkat sialan sialan sialan"teriak Fabian sambil memukul setirnya.


Fabian takut Ayana kenapa-napa dari suaranya saja Ayana sudah sangat putus asa sekali. Sebenarnya apa yang terjadi pada Ayana.

__ADS_1


__ADS_2