Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 170


__ADS_3

Melisa dan juga Melinda keluar dari kamar mandi dengan tertawa lepas, mereka berjalan dengan pernah dan hati-hati. Keduanya memakai bathrobe untuk anak-anak dan tubuh mungkin mereka terbungkus dengan sangat lucu.


"Mama lihat kami " sambil memeluk kaki Ayana.


Ayana mengusap kedua kepala anaknya "Kita akan pergi kesekolah baru. Kalian harus cepat pindah sekolah. Kalau misalnya kalian sudah cocok pasti ayah akan langsung mengurus-ngurus segalanya "


Melisa dan juga Melinda begitu antusias. Mereka sudah tak sabar ingin sekolah, mereka sudah jenuh kalau dirumah terus ingin bermain dengan teman-teman baru.


"Mama apakah teman-temannya akan baik seperti teman disekolah yang dulu "


Ayana menganggukan kepalanya "Tentu saja, mereka pasti akan sangat baik sekali "


"Yey kita akan punya teman baru, akan banyak lagi teman kita nanti "


Melisa dan juga Melinda segera memakai pakaian mereka. Mereka sudah tak sabar ingin pergi kesekolah baru mereka, seperti apa ya nanti sekolahnya.


Tiba-tiba pintu terbuka ternyata itu Adnan, dia hanya diam sambil menatap ketiga perempuan cantik dihadapannya.


"Ayah, sebentar lagi kami akan siap tunggu ya "teriak Melisa.

__ADS_1


"Iya ayah dari tadi diam dan menunggu kalian "


Adnan tak lupa memberikan senyumnya pada anak-anaknya. Ayana sendiri malah mengalihkan pandanganya dan tak mau melihat suaminya itu.


Bukan apa-apa Ayana selalu terpesona kalau melihat senyum suaminya itu.


...----------------...


"Bagaimana apakah sudah ada tanda-tanda mereka akan keluar rumah "


Ibunya Ayana mengelengkan kepalanya "Tidak ada, lihat sepertinya Ayana betah tinggal dirumah besar ini, tentu saja betah disana banyak sekali makanan, belum lagi kebutuhannya terpenuhi. Kalau saja kemari aku bertemu dengan Ayana mungkin kita sudah ada disini, kita sudah tidur nyenyak dan juga makan apa saja"


Mereka segera mengumpat saat melihat mobil yang keluar.


"Itu pasti mobil Ayana, ayo cepat kita ikuti mereka cepat. Pasti Ayana pergi dengan anak-anak saja kita harus bisa mengambil salah satu anak Ayana "


"Ayo Bu naik"


Ibunya Ayana langsung naik, dan motor segera melaju dengan kencang mengikuti mobil yang pergi itu. Ibunya Ayana begitu bersemangat. Tak sabar akan mendapatkan uang tebusan.

__ADS_1


"Jangan sampai terlihat Ayah, aku tak mau kalau sampai ketahuan "


"Iya iya kamu tenang saja, semuanya akan beres, semuanya akan baik-baik saja "


"Hemm, baiklah hati-hati "


Sedangkan Ayana yang ada didalam mobil tentu saja curiga dengan orang yang ada dibelakang mobil mereka.


Ayana terus memperhatikannya dari kaca spion "Adnan sepertinya ada yang mengikuti kita"


"Hemm, aku tahu sayang sudah terlihat tadi di cctv sudah tenang saja aku ingin tahu apa yang akan mereka lakukan "


"Mereka tak akan melukai anak-anak kan Adnan, lebih baik kita menghindari mereka saja "


"Jangan, aku ingin tahu apa yang ingin mereka lakukan. Aku akan menjaga kalian bertiga sayang, aku janji itu kamu tak usah takut "


Ayana akhirnya tak bisa membantah lagi selain mengikuti apa kata-kata suaminya. Tapi didalam hati Ayana begitu gelisah, perasannya tak enak saja. Mau apalagi sih sebenarnya ibunya ini, apakah ibunya selama ini tak puas telah menghancurkannya, telah membuatnya trauma.


Ayana ingin lepas dari ibunya, Ayana ingin hidup tenang tanpa gangguan ibunya itu.

__ADS_1


__ADS_2