
"Kamu yakin dengan anak saya Adnan, saya tidak mau kamu nanti malah mengecewakan kembali keluarga saja dan juga anak saya. Sebenarnya saya belum memaafkan atas apa yang pernah kamu lakukan waktu itu, dengan tiba-tiba kabur dari pertunangan itu"
"Iya Om sekarang saya yakin kalau saya akan menikahi Fira dan saya juga tidak akan pernah kabur lagi. Maafkan saya atas tindakan itu. Saya menyesal om "
Papihnya Fira diam cukup lama, sedang menimang-nimang apakah harus menerima Adnan atau tidak. Tapi melihat dari tingkah anaknya yang sangat bahagia tak tega untuk menolak.
"Baiklah aku akan memberimu satu kesempatan lagi Adnan, tapi jika sampai sekali lagi kamu seperti itu aku ingin meminta ganti rugi padamu bahkan sekarang aku ingin meminta surat perjanjian"sambil memberikan surat perjanjian itu.
Adnan tanpa ragu mengambil surat itu dan mentandanganinya. Lalu kembali memberikannya pada Papihnya Fira.
Fira yang duduk disamping Adnan begitu senang, bahkan dari tadi Fira tak melepaskan rangkulan tangannya pada Adnan. Fira begitu bahagia sekali. Bahkan kebahagiannya tak bisa di ukur.
"Baiklah, aku ingin pernikahan ini segera dilaksanakan dengan cepat. Tidak boleh ditunda-tunda lagi ya "
"Baik om, aku akan menyiapkan segalanya. Aku tidak akan pernah mengecewakan om lagi. Aku janji itu "
"Baik, aku percaya padamu "
Mereka bersalaman, dan mengobrol kan hal lain. Fira yang mendapati ponselnya berdering segera mengeceknya ternyata ada pesan dari kekasihnya. Yang cukup mengancam.
Fira langsung membalasnya. Enak saja seenaknya saja laki-laki ini. Fira tak boleh membiarkan laki-laki itu menggagalkan rencananya.Pernikahan ini harus terlaksana tidak boleh tidak jadi.
...----------------...
__ADS_1
"Ini rumahnya, kamu akan langsung menyewanya 1 tahun atau mau bayar perbulan saja "
Ayana menatap rumah itu dulu, Ayana suka dengan rumah itu. Sederhana dan cukup untuk Ayana dan juga anaknya.
"Aku suka rumahnya aku akan langsung menyewa satu tahun"
"Baiklah nak, kamu masuk saja dulu. Kamu istirahat saja ya. Nanti besok kita akan mulai berbicara lagi tentang pembicaraan ini. Aku kasian dengan mu ini sudah sangat malam sekali "
"Baiklah Bu, terimakasih Bu "
"Sama-sama"
Ayana masuk kedalam rumah dan tak lupa menutup pintunya dan juga menguncinya dulu. Rumahnya sudah lengkap dengan perabotan.
"Nak kita akan menjalani hidup di kota ini. Semoga saja hidup kita akan baik-baik saja, kita akan selalu bahagia kamu ga masalah kan sama Mama aja, Mama akan menjadi sekaligus Ayah untukmu nanti. Jangan pernah takut kalau kamu akan kehilangan kasih sayang Mama akan selalu menyayangimu"
Ayana membuka kamar dan memasukan semua barang-barangnya. Ayana bahkan sudah menganti nomor ponselnya. Ayana ingin melupakan dulu semua orang yang pernah dirinya kenal.
Ayana ingin membuka lembaran baru lagi. Semoga saja semuanya akan baik-baik saja. Semoga saja ada yang mau menerima Ayana bekerja dengan keadaan seperti ini, sedang mengandung seperti ini.
...----------------...
"Apa-apaan sih ngancem-ngancem kayak gitu, udah aku jelasin kan aku kenapa nikah sama Adnan"
__ADS_1
"Tapi kamu lagi hamil dan itu anak aku, bukan anak Adnan "
"Ya terus kenapa aku udah bilang kan kamu akan tetap jadi Ayahnya. Aku hanya ingin kekayaan Adnan saja sudah tidak lebih itu saja, kita sudah membahas ini beberapa kali ya"
"Aku tidak mau, kamu harus tetap menikah dengan aku. Aku ga mau ya anak aku manggil Ayah sama laki-laki lain "
"Udah cukup, kita udah sepakat ya. Kamu tenang aja aku akan selalu membawa anak ini untuk bertemu dengan kamu. Kamu ga usah khawatir " Fira sangat kesal sekali dengan pacarnya ini, rasanya Fira ingin menyingkirkannya.
Tapi itu butuh waktu yang panjang, Fira harus menyusun rencana lagi. Rencana yang matang tentunya. Yang terpenting sekarang Fira menikah dulu saja dengan Adnan. Karena Adnan adalah prioritas utamanya.
"Akan sampai kapan kamu begini, aku ga mau ya nunggu lama-lama "
"Tunggu aja, nanti juga ada saatnya kita sama-sama jadi ga usah ketakutan kayak gitu. Aku hanya ingin memiliki apa yang Adnan miliki. Dan aku ingin anak ini menjadi pewaris tunggal dari keluarga itu, kamu tahu sendiri kan neneknya itu orang kaya lebih kaya dari cucunya jadi aku mau harta neneknya jatuh pada anak kita. Kita kan sudah sepakat membahas semua ini"
"Baiklah, tapi kamu harus selalu membawa anak aku kerumahku. Aku ga mau dia lupa dengan aku, aku ayahnya disini Fira "
"Ya aku akan membawanya kepadamu tenang saja. Yang terpenting kamu jangan mengancamku dan juga mengacaukan semuanya kalau sampai ini semua kacau rencanaku tidak akan berhasil"
"Tentu sayang, peluk aku dulu "
Fira langsung memeluk kekasihnya itu. Meskipun rasa cinta Fira sekarang sudah tak ada. Fira sudah sepenuhnya mencintai Adnan.
Adnan terlalu sayang untuk dibiarkan dan tak dicintai. Adnan adalah laki-laki idamannya. Fira akan memikirkan lagi kedepannya bagaimana.
__ADS_1