
Ayana terbangun terlebih dahulu dan pemandangan yang dia lihat terlebih dahulu adalah suaminya Adnan. Ayana masih tidak menyangka kalau mereka berdua kembali menikah kembali rujuk lagi semua ini tidak ada dalam pikiran.
Ayana kira Adnan tidak akan pernah mencarinya lagi, tapi ternyata semua itu hanya pikirannya saja, Adnan kembali mencarinya dan berjuang lagi untuknya meskipun masih ada keraguan.
Tapi Ayana yakin akan kembali menggantungkan hidupnya pada Adnan, tapi Ayana tidak akan pernah melepaskan pekerjaannya sampai kapanpun untuk jaga-jaga saja.
Ayana tidak mau sampai nanti seperti dulu lagi, tidak punya apa-apa, dia hanya membawa tubuhnya saja mencari tempat untuk perlindungannya sendiri. Ayana sadar betul kedua orang tuanya tidak menyayanginya.
Keluarganya tidak menginginkannya, lalu akan pulang ke mana Ayana kalau seperti itu kembali. Ayana tidak punya tempat pulang meskipun Fabian mengatakan kalau Ayana ingin pulang kembalilah padanya, tapi setelah Fabian mengutarakan perasaannya Ayana menjadi canggung dan takut saja bertemu dengan Fabian.
Kenapa selama ini juga Ayana tidak menyadari perasaan Fabian. Padahal kalau dilihat-lihat oleh orang lain mungkin Ayana dan juga Fabian seperti suami istri. Tapi Ayana tidak pernah berpikir kalau Fabian akan menyayanginya akan mencintaimu.
Atau mungkin Fabian saja yang hebat menyembunyikan semua perasaannya padanya. Fabian bisa membuatnya nyaman dan merasa terlindungi. Tapi Ayana berdoa semoga saja Fabian bisa bahagia dengan istrinya nanti. Ayana yakin Fabian akan bisa melupakannya.
Ayana menusuk-nusuk pipi Adnan "Adnan ini sudah pagi, ayo bangun apakah kamu tak akan bangun dan akan terus tidur seperti ini "
"Hmm sayang "Adnan hanya membuka sedikit matanya lalu kembali menutupnya, sepertinya Adnan sangat mengantuk sekali.
"Aku menganggu kamu ya, aku kira kamu mau bangun pagi-pagi Adnan. Ya sudah kamu tidur lagi saja Adnan, aku tak akan menganggu kamu "
Ternyata Adnan tidak pernah berubah dia masih bisa langsung dibangunkan, tidak sulit untuk membangunkan Adnan dari dulu. Pasti dengan sedikit sentuhan Adnan akan terbangun.
"Aku bangun sayang, selamat pagi bagaimana tidurmu nyenyak bersamaku."sambil mengecup kening Ayana dan juga kedua pipi Ayana.
"Pagi, tidur ku nyenyak "
"Aku juga sama sayang sangat nyenyak sekali, rasanya aku senang bisa tidur dengan kamu lagi, bisa menghabiskan waktu kembali dengan kamu perempuan yang dari dulu aku cintai tak terasa kita bisa kembali lagi seperti ini. Aku merasa seperti mimpi, tapi aku ingat lagi saat kita malam menikah, berarti ini adalah kenyataan "
Ayana tidak bisa menanggapi semua itu dia hanya bisa tersenyum dan mengalihkan pembicaraan pada yang lain "Apakah anak-anak tidak ada yang mengetuk pintu atau mungkin mereka datang kemari Adnan. Kita seharusnya sudah bangun dari tadi kan anak-anak pasti sudah bangun, anak-anak pasti sudah menunggu kita untuk sarapan kasian mereka "
"Tenang sayang anak-anak sudah dibawa nenek, kamu tahu sendiri kan kalau ada nenek semuanya beres. Kita tidak akan memikirkan tentang anak-anak, mereka sudah aman dan pasti sekarang sudah sarapan mereka "
__ADS_1
"Nenek membawanya pagi-pagi sekali, kenapa kamu bisa tahu kamu kan tidur "
"Iya begitulah nenek. Mungkin nenek tahu kita akan melakukan sesuatu yang sangat menyenangkan. Aku tentu saja tahu karena nenek kemarin malam sudah berbicara pada aku akan membawa anak-anak pagi-pagi "
Ayana yang kesal dengan bicaranya Adnan yang melantun langsung mencubitnya. Adnan ini sudah mulai lagi.
"Sakit Ayana sakit jangan lakukan ini lepaskan, jangan seperti ini pada suami mu ini, apakah kamu tak kasian dengan aku Ayana "
"Tidak aku tidak mau melepaskannya, kamu ini yang menyebalkan sekali selalu saja bicara ke mana-mana. Aku padahal bertanya benar loh"
"Ya memang itu yang akan dilakukan oleh sepasang suami istri. Apalagi sayang kita ini sudah menikah, kita sudah bebas melakukan apapun itu, tak akan ada yang melarang kita tak akan ada yang memarahi kita juga, kamu bisa tenang sayangku "
"Ya tapi tidak baik juga dibicarakan di pagi hari seperti ini. Kamu ini kita ini baru bangun loh, kita ini baru saja memulai hari yang baru "
"Ini sangat baik sayang, lepaskan sakit aku benar-benar kesakitan sayang. Cubitan kamu benar-benar menyakitkan sekali "
Ayana melepaskan cubitannya dan melipat tangannya. Adnan berbicara seperti itu terus memang dari kemarin Adnan ini sudah sangat mesum sekali.
"Oh ya kalau aku boleh tahu kenapa Fabian kemarin menemuimu dan tiba-tiba pergi begitu saja. Aku sedikit aneh saja dengan tingkah Fabian"
Ayana masih ingin berteman dengan Fabian, dan Fabian juga berjanji kan padanya tidak akan pernah melakukan apa-apa pada rumah tangganya ini, dan Ayana percaya penuh dengan Fabian. Ayana yakin kalau Fabian tak akan ingkar dengan semua janjinya itu.
Ayana membalikkan tubuhnya dan bertatapan kembali dengan suaminya "Tidak ada apa-apa, hanya pembicaraan seorang sahabat saja tidak lebih. Fabian mungkin sedang tak enak badan makannya seperti itu, bahkan Fabian juga pulang cepat karena ingin ada yang bertemu dengannya juga "
"Takin aku melihat bahwa Fabian seperti kecewa saja dengan kamu, tapi apa yang membuat Fabian kecewa ya "
"Benarkah Fabian kecewa, kenapa dia harus kecewa. Fabian juga berkata padaku kalau dia setuju dengan pilihanku dia tidak akan melarangku untuk melakukan apapun "
"Iya mungkin itu hanya penglihatan ku saja, tapi ya syukurlah kalau dia tidak akan berbuat apa-apa, takutnya Fabian malah akan melakukan sesuatu dan menghancurkan rumah tangga kita"
"Jangan berpikir seperti itu, Fabian tidak akan pernah mungkin melakukannya, Fabian adalah laki-laki baik dia bukan orang licik. Aku sudah mengenal Fabian lama sekali, jadi aku menjamin semuanya "
__ADS_1
"Iya iya aku minta maaf, aku tahu sahabatmu itu orang yang baik dan tidak mungkin melakukan hal itu. Hanya fikiran ku saja yang kemana-mana, saking aku tak mau kehilangan kamu sayang "
"Hemm, baiklah jangan pernah berfikir seperti itu lagi pada Fabian. Dia adalah laki-laki baik "
Mereka berdua sekarang saling diam. Adnan memegang dagu Ayana dan makin mendekatkan wajahnya ke arah istrinya itu, dengan perlahan namun pasti Adnan menyatukan bibir mereka berdua dengan perlahan sekali.
Adnan tidak mau terburu-buru ini untuk pertama kalinya lagi dirinya dan juga Ayana melakukan hal semacam ini. Adnan akan memberikan kesan yang begitu baik untuk Ayana.
Ayana sendiri menutup kedua bola matanya menerima ciuman yang diberikan oleh Adnan, dengan perlahan Ayana juga membalasnya. Ayana harus bisa mengimbangi apa yang Adnan lakukan.
Adnan terus memperdalam ciuman mereka berdua, ciuman manis di pagi hari. Adnan ingin membuat Ayana lebih rileks dulu dan juga nyaman dengan apa yang akan mereka lakukan nanti. Ya intinya Adnan tidak mau terburu-buru saja.
Adnan sudah menunggu hal ini terjadi dari semalam, dan sekarang adalah waktunya mereka melakukannya di pagi hari yang cerah. Mumpung anak-anak juga tak ada.
Jemari Adnan masuk ke dalam pakaian Ayana mengusap punggungnya dengan lembut, ciuman Adnan sekarang berpindah ke pipi Ayana, lalu ke rahang dan yang terakhir adalah leher istrinya. Adnan juga memberikan tanda di leher istrinya itu. Jangan sampai terlewat hal itu. Agar semua orang tahu Ayana hanya miliknya saja.
Nafas Ayana sudah memburu, Ayana sangat takut bukan apa-apa ini untuk pertama kalinya lagi disentuh oleh seorang laki-laki. Ayana memegang kedua bahu Adnan dengan erat, saking gugupnya dan juga takutnya, tapi tak mungkin kan Ayana menolaknya, Ayana harus melayani suaminya dengan baik.
Adnan lalu membaringkan istrinya dan membuka satu persatu kancingnya, dengan mulutnya yang masih ada di leher sang istri, masih setia memberi tanda disana. Adnan akan memenuhi leher istrinya ini dengan tanda cintanya.
Adnan mengangkat kepalanya dan memandang wajah istrinya yang seperti ketakutan. Adnan tahu pasti apa yang pernah terjadi pada Ayana itu membuatnya trauma. Membuat Ayana takut melakukan hal ini kembali.
"Jangan takut, aku akan pelan-pelan "bisik Adam dan kembali mencium bibir istrinya.
Adnan melepaskan piyama yang sudah tadi dia buka kancingnya, lalu melemparkannya asal begitu saja, bibirnya itu sekarang mencium telinga Ayana dan sedikit menjilatinya.
"Jika ada yang sakit kamu bilang padaku, jangan pernah ragu. Aku akan pelan-pelan Ayana aku janji itu "bisik Adnan sebelum dia melanjutkan kembali kegiatannya menciumi telinga istrinya.
Ayana sendiri menahan desahannya. Ayana menggigit bibirnya tak ingin suaranya itu keluar rasanya malu itulah yang Ayana pikirkan sekarang, Ayana takut sekali.
Tapi ternyata semua itu gagal Ayana malah mendesah dia tak bisa menahannya lagi "Akh Adnan "
__ADS_1
"Keluarkan sayang, tidak akan pernah ada yang mendengarnya di kamar ini hanya ada kita berdua, tidak akan pernah ada yang berani masuk ke dalam kamar keluarkan lah semuanya sayang "
Adnan lalu melanjutkan kegiatannya itu, Ayana hanya bisa menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh suaminya. Ayana hanya bisa pasrah dan Ayana juga sudah terlena dengan setiap sentuhan yang diberikan oleh suaminya, geli tapi Ayana mulai suka juga dengan hal itu.