Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 9


__ADS_3

"Fira kamu akhirnya datang juga "


Mamah Linda langsung memeluk Fira yang datang ke rumahnya, tidak disangka-sangka Fira ternyata datang dengan sangat cepat. Mamah Linda kira Fira akan datang nanti besok atau lusa. Tapi sekarang Fira sudah ada di hadapannya.


"Tante ga nyangka kamu akan langsung datang kemari"


"Aku udah ga sabar Tante pengen miliki Adnan, jadi tante harus cepat-cepat membuat rencana supaya memisahkan mereka berdua. Aku ga mau tunggu lama-lama Tante "


"Iya Tante akan buat rencana. Tapi kamu juga sama harus bantu Tante gimana"


"Masalah itu gampang tante ga usah khawatir, aku pasti akan selalu bantu Tante. Adnan pulang kapan ?"


"Sore palingan dia pulang "


"Ya udah aku harus kekantor Adnan sekarang. Aku harus temui Adnan sekarang juga "


"Ya udah kamu temui Adnan ya, Tante udah ga sabar pengen kamu ketemu sama dia. Semoga saja dia bisa berpaling dari Ayana "


"Ya udah aku pergi sekarang ya Tan "


Setelah berpelukan Fira bergegas pergi lagi kekantor Adnan. Fira sangat penasaran sekali seperti apa wajah dari pacarnya Adnan itu.


Tak butuh waktu lama Fira sudah sampai dikantor Adnan. Fira berjalan dengan sangat angkuh sekali, dia menatap semua karyawan yang dari tadi menatapnya.


"Ada apa kalian menatapku seperti ini. Hormati aku di sini, aku adalah calon istrinya Adnan ingat bos kalian di sini"


Mereka langsung menundukkan kepalanya. Fira kembali berjalan dengan angkuh pergi keruangan Adnan tapi kosong tidak ada siapa-siapa.


Fira menatap jam tangannya ternyata jam istirahat "Aku tunggu saja dia disini "


Fira duduk dikursi kebesaran Adnan dan memainkan ponselnya. Tapi ada foto yang membuat Fira penasaran foto seorang perempuan dimeja Adnan.


"Siapa ini, apakah ini Ayana itu. Ini kah pacarnya Adnan beda sekali denganku "


Dengan jijik Fira melempar foto itu "Bukan saingan yang seimbang untukku. Adnan sebentar lagi akan bertekuk lutut dihadapanku. Lihat saja apa yang akan aku lakukan "


Fira kembali memainkan ponselnya. Menunggu Adnan yang masih makan. Ingin menyusul tapi Fira tak tahu dimana Adnan sekarang.


...----------------...

__ADS_1


"Yaudah kamu gih balik keruangan kamu Adnan"


"Aku masih mau ada disini " ucap Adnan dengan manja.


"Ga bisa, kamu harus kerja dan aku juga sama harus kejar gih balik dulu "


"Oke deh nanti kita pulang sama-sama awas kamu jangan duluan " ucap Adnan.


Adnan mencuri satu kecupan dan langsung berlari pergi meninggalkan Ayana, yang tersenyum melihat tingkah kekasihnya ini.


"Ada-ada saja Adnan ini "


"Ayana boleh aku masuk "


"Lili kamu buat aku kaget aja "


"Hehe maaf ada yang ingin aku kasih tahu sama kamu"


"Apa itu, kenapa ada apa, ada gosip apa lagi dikantor ini" Ayana sudah tahu kalau Lili datang pasti akan ada yang dibicarakan pasti itu tentang gosip dikantor.


Lili duduk berhadapan dengan Ayana. Lili tadi mendengar kalau ada seorang perempuan yang mengaku-ngaku sebagai calon istrinya pacar Ayana.


"Calon istrinya Adnan siapa ?" Ayana yang mendengarnya sampai kaget.


"Ga tahu pokoknya perempuannya itu ya dandanannya menor banget. Tadi ada yang foto dan aku minta fotonya ini nih. Kamu lihat ini fotonya" Lili memperlihatkannya pada Ayana.


Ayana tak kenal siapa perempuan itu, "Siapa itu, aku ga pernah lihat perempuan itu. Kamu pernah lihat ga"


"Ga pernah, aku ga pernah lihat perempuan itu. Baru pertama kali ini aku lihat dia ga tahu siapa"


Ayana hanya diam saja, apakah benar itu calon istrinya Adnan. Apakah Mamahnya Adnan menjodohkan mereka berdua.


Apakah Adnan selama ini menyembunyikannya dari nya. Ayana yang penasaran segera bangkit ingin melihat keruangan Adnan.


"Ehh mau kemana, Ayana kamu mau kemana, Ayana jangan cepet-cepet mau kemana "


Lili yang binggung akhirnya mengikuti langkah Ayana. Ayana berjalan dengan cepat. Saat sudah ada dihadapan pintu ruangan Adnan Ayana diam terlebih dahulu.


Menenangkan hati dan fikirannya terlebih dahulu. Perlahan Ayana membuka pintu itu agar tak ada suara.

__ADS_1


Alangkah kagetnya Ayana saat melihat Adnan berpelukan dengan perempuan itu. Adnan membelakanginya.


Tanpa menutup pintunya Ayana pergi dari sana. Sudah hancur hatinya ini melihat Adnan yang berpelukan dengan perempuan lain.


Apakah selama ini Adnan sudah mengkhianatinya, apakah Adnan sudah menduakannya dan baru ketahuan sekarang.


"Ayana "panggil Lili, Lili juga melihat apa yang Ayana lihat.


"Tolong tinggalkan aku sendiri Li, aku mau menenangkan hati ku dulu. Aku butuh waktu sendiri dulu"


"Baiklah tapi kamu jangan melakukan apa-apa ya. Aku ga mau sampai terjadi apa-apa sama kamu Ayana"


"Iya aku ga akan lakuin apa-apa Lili. Aku ga mungkin bunuh diri cuman gara-gara laki-laki dan diselingkuhi "


"Ya udah aku pergi dulu ya, kamu hati-hati ya "


Lili meninggalkan Ayana sendirian. Sedangkan Ayana masuk kedalam kamar mandi. Menatap pantulan dirinya di cermin.


"Aku seharusnya sadar diri, tapi aku harus tahu dulu apa maksud Adnan selingkuh dariku. Aku butuh kepastian yang jelas. Adnan udah kasih harapan sama aku "


Ayana mengusap air matanya yang dari tadi Ayana tahan. Kalau menangis dihadapan Lili sangat memalukan sekali. Meskipun mereka berteman tetap saja memalukan sekali kan.


Ayana membasuh wajahnya, setelah cukup tenang Ayana pergi keruangannya. Sekarang Ayana harus fokus dulu bekerja.


Jangan sampai kesedihannya ini menganggu pekerjaannya. Jangan sampai kinerjanya hancur. Ayana harus fokus dulu. Hubungannya biar dikesampingkan saja.


"Ayana sini dulu dong, ada yang ingin aku tanyakan penting banget, dan ini lagi jadi gosip hangat dikantor kita "


Ayana menatap orang yang memanggilnya "Kamu udah tahu belum Pak Adnan didatangi calon istrinya. Bukannya kamu ya calon istrinya kok ada lagi ya. Apa kamu itu sebagai pelariannya aja ya "


"Ga tahu kamu tanya aja sama Pak Adnan, aku ga urusan, atau ga tanya aja sama perempuan yang katanya calon istri Pak Adnan itu "


Ayana kembali berjalan dan tak memperdulikan temannya yang marah-marah dibelakang, karena mendapat jawaban yang ketus darinya.


"Dasar ya perempuan ga tahu diri, ditanya baik-baik malah jawab ketus gitu. Emang dia ga pantas sih sama Pak Adnan lebih cocok sama yang tadi "


Ayana mencoba untuk menutup telinganya saja. Ayana langsung masuk kedalam ruangannya dan menatap berkas-berkas yang menumpuk.


Ayana merenggangkan terlebih dahulu badannya, lalu mengambil salah satu berkas dan segera menggerjakannya.

__ADS_1


Bahkan sekarang Ayana tak memikirkan tentang hubungannya itu. Malah lebih fokus mengerjakan semua pekerjaannya.


__ADS_2