
Ayana menatap anaknya yang sedang bermain. Ayana hanya bisa tersenyum kecil saja kepalanya masih memikirkan tentang Adnan yang datang tadi. Ayana binggung harus mengambil keputusan apa. Bukan apa-apa pasti Adnan akan mengejarnya.
"Jangan terus melamun Ayana. Kita pergi ya "
Pandangan Ayana langsung tertuju pada Fabian "Sampai kapan Fabian aku dan anak-anak harus berlari. Aku yakin Adnan akan terus mengejar ku. Aku binggung harus seperti apa "
"Tetap disampingku maka semuanya akan baik-baik saja "
"Aku tidak bisa terus begitu Fabian. Aku tidak mau membuatmu selalu direpotkan oleh ku. Apalagi kamu juga akan menikah kan sebentar lagi. Aku tidak mau calon istrimu berfikir yang tidak-tidak karena aku selalu ada bersamamu"
"Aku dijodohkan Ayana, aku sebenarnya belum siap untuk menikah sebelum melihat kamu bahagia "
Ayan tersenyum dan menatap Fabian dengan lekat "Kamu harus menjalani kehidupan kamu Fabian. Pasti pilihan orang tua kamu sudah yang terbaik. Jangan pernah kecewa kan mereka ya. Aku yakin perempuan itu akan sangat baik dan bisa mencintai kamu dengan sangat besar"
"Tapi aku mencintai perempuan lain "
"Lalu kenapa kamu ga bilang sama kedua orang tua kamu dan kamu lamar perempuan itu "
"Aku ga yakin perempuan itu akan mau dengan aku. Aku takut pertemanan kami hancur hanya karena perasaan ku saja. Aku tak mau sampai berpisah dengannya. Aku tak akan sanggup "
Tatapan Fabian begitu dalam, tapi Ayana tak menyadari semua itu. Fabian mengalihkan pandanganya, kalau terus dipandang Fabian tak akan kuat.
"Coba dulu saja "
Fabian kembali menatap Ayana dan mengelengkan kepalanya "Mencintai tak harus memiliki kan. Yang terpenting aku masih bisa bersamanya, masih bisa berbicara dengannya dan tak ada kecanggungan sedikitpun. Kalau pun jodoh nanti pasti akan bersatu kan Ayana bagaimana pun caranya "
Ayana menganggukan kepalanya "Iya kamu benar sekali"
"Ayana "
"Hemm"
__ADS_1
"Adik kamu waktu itu datang padaku "
"Mau apa, apa dia membuat masalah dengan kamu "jawab Ayana dengan wajah paniknya. Ayana takut keluarganya membuat ulah dengan Fabian.
"Tidak, dia menanyakan keberadaan mu. Dia mencari kamu Ayana. Mereka benar-benar memprihatinkan tanpa kamu. Mereka berantakan adik kamu juga berhenti sekolahan dia sudah bekerja "
"Aku tidak bisa kembali pada mereka. Aku ingin melupakan segalanya Fabian. Tapi aku juga tak tega dengan mereka bisa kamu nanti beri uang pada mereka aku akan menitipkan uang itu sama kamu "
"Kamu ga dendam pada mereka, mereka udah ga baik sama kamu "
"Mau gimana pun mereka tetap keluargaku aku Fabian, aku tak akan pernah bisa memungkiri semua itu. Aku tidak akan pernah bisa mengelak sampai kapan pun itu "
Fabian suka dengan sikap Ayana. Ayana begitu baik tapi kenapa nasibnya tak pernah baik. Mungkin sekarang Ayana sudah lebih baik tapi sebelumnya Ayana begitu hancur sehancur-hancur nya.
"Hemm, benar kamu terlalu baik Ayana "
Ayana hanya tersenyum saja. Fabian kembali terpesona dengan Ayana, entah untuk kesekian kalinya.
"Ayah kamu pulang, akhirnya kamu pulang juga " teriak Kamila sambil memeluk Ayahnya yang ada dihadapannya.
Adnan kaget sekali sebenarnya. Adnan kira tak akan cepat seperti ini, tapi nyatanya sangat cepat sekali. Adnan memeluk balik anaknya Kamila lalu kembali melepaskannya dan menatap Kamila lagi.
"Ayah ayo kita pulang. Aku ingin terus bersama Ayah. Jangan di sini terus, ayah harus pulang. Aku begitu rindu dengan Ayah. Aku tidak mau ditinggal-tinggal lagi oleh Ayah "
Adnan menatap papihnya Fira yang malah membuang pandangannya. Adnan membawa Kamila duduk bersama. Lalu mengusap rambut Kamila dengan lembut.
"Boleh Ayah minta sesuatu "
"Apa itu Ayah "jawab Kamila dengan sangat semangat sekali.
"Kamu bisa tinggal bersama paman Rio, Ayah yakin paman Rio sangat menyayangi kamu dan bisa terus bersama kamu. Bukan apa-apa Ayah disini masih banyak pekerjaan "
__ADS_1
Wajah Kamila yang tadinya tersenyum senang, sekarang berubah menjadi murung. Kamila langsung mengelengkan kepalanya dengan sangat kuat sekali.
"Ayah sudah tak mau bersama aku ya. Ayah sudah punya yang lain ya. Kenapa Ayah apa Kamila nakal, apa Kamila bukan anak baik untuk Ayah "dengan air mata yang sudah mengalir.
Adnan mengusap air mata Kamila "Bukan begitu kasih sayang Ayah akan tetap sama tak akan pernah berubah. Ayah disini sedang banyak pekerjaan kamu bersama paman Rio dulu ya "
"Ini pasti gara-gara anak-anak itu ya. Apa mereka tak suka dengan aku. Apa mereka ingin memiliki Ayah "
"Tidak ada hubungannya Kamila. Ayah minta kamu sama Paman Rio ya "
Adnan sudah mengambil keputusan. Adnan akan memberikan Kamila pada Rio. biarkan Rio saja yang menjelaskan semuanya. Adnan tak tega untuk mengatakan hal itu pada Kamila. Rio harus bertanggung jawab atas semua kejadian ini.
"Tapi Kamila tidak mau, Kamila ingin bersama Ayah saja. Kamila janji tak akan menganggu Ayah. Kamila juga mau mempunyai adik jangan tinggalkan Kamila Ayah. Kamila tidak mau bersama siapa-siapa Kamila hanya ingin dengan Ayah saja "
Adnan tak membalasnya. Adnan memeluk Kamila dengan erat. Sebenarnya Adnan juga tak mau mengambil keputusan ini, tapi mau bagaimana lagi Adnan tak akan fokus untuk mengejar anak-anaknya bersama Ayana.
Adnan tak mungkin terus membagi-bagi waktu seperti ini. Adnan bisa-bisa kewalahan yang Adnan mau sekarang adalah anak-anaknya itu saja. Kamila pasti akan bahagia dengan Rio. Rio adalah Ayahnya pasti dia akan sangat menyayangi Kamila.
Adnan tak mau sampai nanti anak-anaknya malah bertengkar dengan Kamila. Adnan tahu Kamila sampai kapan pun tak akan pernah menerima anak kandungnya.
"Ayah tolong ubah keputusan Ayah. Aku tidak mau bersama orang lain. Aku janji sama Ayah akan menjadi anak yang baik. Tolong Ayah "
Adnan mengusap punggung Kamila dengan sayang. Mungkin ini adalah terakhir kalinya mereka bisa berpelukan seperti ini. Adnan janji akan selalu melihat keadaan Kamila nanti.
"Adnan kamu yakin dengan semua ini "
Adnan menatap papihnya Fira dan menganggukan kepalanya "Aku sudah yakin dan aku ingin Rio sendiri yang menjelaskan semuanya. Aku tak berhak melakukan itu biarkan dia yang melakukannya dia yang memulai kan maka Rio yang harus mengakhirinya juga, aku awalnya tidak tahu apa-apakan "
"Ini adalah keputusan yang lebih baik aku ambil, aku tidak mau terlalu lama menyimpan semuanya. Lagi pun Rio juga ingin mengurusnya kan. Aku akan mencoba merelakannya. Meski aku tidak bisa aku sudah terlanjur menyayanginya"
Adnan membawa Kamila yang masih menangis. Adnan akan menghabiskan waktunya dulu dengan Kamila. Adnan akan tak bertemu dengan Kamila dengan waktu yang begitu lama. Pasti kalau pun ingin bertemu harus ada janji dulu.
__ADS_1