Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 195


__ADS_3

Perjalanan Adnan juga Ayana ditempuh dengan sangat cepat karena memang Ayana waktu itu mencari sekolah yang dekat dengan kantor Adnan kan, Ayana mengerutkan kening saat mobil mereka masuk karena ada sebuah hiasan bunga di depan pintu


"Adnan apakah ada acara sampai-sampai harus ada bunga di depan pintu seperti itu, apakah akan ada tamu spesial "


"Ayo masuk dulu saja nanti juga kamu akan tahu sayang"


Adnan langsung menarik pinggang istrinya dan mereka masuk ke dalam lebih masuk ke dalam Ayana melihat banyak sekali dekor balon balon dan juga dinding yang sudah dihias.


Ada bunga juga di dalam lobby ini, seperti ada acara anak kecil saja karena banyak sekali balon-balonnya. Ayana benar-benar bingung tiba-tiba saja karyawan di sini berjajar dan memberikan satu tangkai bunga kepada Ayana semuanya memegang bunga itu dan saat Ayana melewatinya memberikannya pada Ayana langsung.


"Nyonya Ayana selamat beraktifitas"


Ayana mendapatkan setangkai bunga juga, Ayana mengerutkan keningnya, lalu menatap orang yang memberikannya "Ini untuk apa"


Tapi orang itu malah tersenyum saja, lalu kembali ada yang memberikannya bunga sampai lif terbuka barulah mereka berkumpul dan berbicara bersama-sama dengan sangat kompak sekali.


"Nyonya Ayana dan Pak Adnan selamat untuk pernikahan kalian "teriak semua karyawan. Ayana begitu kaget sekali di tangannya juga sudah dipegang berbagai macam bunga, sampai-sampai sebagian dipegang oleh Adnan juga karena banyak sekali.


Ayana tersenyum mendengar teriakan mereka. Jadi ini semua untuknya. Ayana menatap suaminya yang juga tersenyum padannya.


"Karena kalian semua sudah membuat istriku tersenyum dan memberikan bunga yang sangat banyak sekali, maka besok kalian libur hanya besok saja ingat"


"Terimakasih Pak Adnan dan nyonya Ayana" mereka langsung membungkuk hormat.


Sungguh ini adalah sesuatu yang baru mereka dapatkan dari bosnya itu, biasanya mereka hanya libur di hari Minggu saja dan sekarang hari Kamis mereka libur senang rasanya.


Adnan hanya tersenyum saja, dan mereka masuk kedalam lift.


"Kamu yang udah bikin ini " tanya Ayana pada suaminya yang masih tersenyum.


"Emm, kamu suka ga sayang "

__ADS_1


"Aku suka, sangat suka sekali mereka begitu kompak sekali "


"Mau setiap hari seperti ini "


"Tidak, jangan Adnan kamu gila setiap hari seperti ini. Satu kali saja cukup aku suka sekali ini bungannya banyak sekali"


"Syukurlah sayang kalau kamu suka, aku tak suka melihat kamu terus cemberut makanya aku memiliki ide untuk memberikan kejutan ini untuk kamu. Ternyata kamu suka"


Ayana memeluk tangan suaminya "Terimakasih ya kamu sudah membuat aku selalu tersenyum "


"Sama-sama sayang, jangan murung lagi ya. Kamu harus selalu seperti ini "


Ayana menganggukan kepalanya. Ayana tidak menyangka saja Adnan akan melakukan hal semacam ini padannya.


...----------------...


Bruk


"Kamu ini ya main patahkan saja ini itu dibeli pakai uang" teriak Melisa dengan kesal. Bukan apa-apa itu pemberian dari paman Fabian saat mereka ulang tahun meskipun satu yang dipatahkan tetap saja itu sangat berharga sekali.


"Tidak usah dorong-dorong juga, berapa sih pensil warna yang seperti itu akan aku ganti semuanya, akan aku lengkap semuanya"


"Mana aku mau ganti sekarang kamu itu ya mengganggu anak-anak yang lain, kamu mengganggu Barbara, lalu Martha sekarang adikku juga kamu ganggu apa salah mereka, mereka ini sedang bermain kamu tidak punya teman ya makanya mengganggu teman-teman yang lain"


Alifah yang memang selalu mengganggu teman-temannya langsung mendorong Melisa, tapi Melisa yang memang tahan banting dia masih tegak dan menatap Alifah dengan kesal.


Melisa malah seperti menantang sekarang, Melisa melipat kedua tangannya dengan tatapan yang begitu tajam menatap Alifah yang ada dihadapannya.


"Jangan jadi sok jagoan kamu ya "teriak Alifah yang tidak terima karena Melisa hanya diam berdiri tanpa jatuh sedikitpun, sedangkan dirinya tadi didorong Melisa langsung terjatuh sakit sekali rasannya itu.


"Siapa yang jadi sok jagoan kamu sudah mengganggu adikku, maka kamu berurusan denganku. Kamu ini ingin punya teman tapi kelakuanmu seperti itu sangat aneh sekali"

__ADS_1


Saat ada guru yang datang Alifah langsung menangis, dia langsung berlari ke arah guru itu dan menunjuk-nunjuk Melisa "Ibu lihat dia, dia mendorong aku sampai rok ku ini kotor. Melisa benar-benar kasar sekali harusnya anak kasar seperti Melisa tak ada disini "


"Dasar pengadu "sambil berkaca pinggang, Melisa benar-benar tidak suka dengan teman sekelasnya yang ini dari pertama Melissa dan juga Melinda masuk Alifah itu sudah mengganggu teman-teman yang lain, dan sesekali juga mengganggu adiknya. Melisa sudah benar-benar tidak suka dan sekarang sudah tak bisa ditahan lagi rasa marahnya ini.


"Lihat Bu, dia itu sangat menakutkan sekali Bu, Melisa itu preman Bu "


"Jangan mengadu kamu ini, coba Ibu lihat CCTV semua bukti ada di sana Alifah itu mengganggu teman-teman yang lain. Lihatlah pensil warna adikku saja sampai di patahkan lalu Martha dicubit dia itu menyebalkan sekali Bu, banyak saksi mata juga. Teman-teman kata-kataku benarkan kalau Alifah itu yang mulai "


Teman-temannya langsung menganggukan kepalanya. Apalagi yang laki-laki berteriak dengan semangat.


Ibu guru itu membawa Melisa untuk maju ke arahnya "Ayo kalian saling memaafkan tidak boleh begini ya, kalian kan teman tidak boleh bertengkar"


Alifah malah langsung melipat tangannya "Aku tidak mau minta maaf sampai kapanpun, aku tidak akan pernah minta maaf mereka yang salah bukan aku. Akan aku adukan pada Mama aku, kalian semua yang salah "


Melisa kembali berkaca pinggang "Akan aku adukan juga pada Ayahku lihat saja nanti. Ayahku akan datang kemari dan memarahi mu, kamu ini terlalu tinggi. Kamu ini terlalu menyebalkan sebagai anak kecil Alifah, kamu yang salah seharusnya kamu minta maaf pada teman-teman yang lain bukannya malah seperti ini. Dasar perempuan s pengadu "


"Tidak aku tidak salah kamu yang salah, aku tak pernah salah "


Bu guru langsung memisahkan mereka berdua, tidak biasanya Melisa akan bertengkar dengan temannya seperti ini. Melisa adalah anak yang tenang.


"Lebih baik kita belajar ya ayo duduk ditempat masing-masing "


"Bu guru semua ini tidak adil, seharusnya ibu meminta Alifah untuk meminta maaf pada anak-anak yang lain tidak boleh didiamkan seperti ini, nantinya akan menjadi kebiasaan bagaimana kalau Alifah melukai teman yang lain juga"


"Ya sudah sekarang ayo saling memaafkan ya Alifa, Alifa minta maaf dulu sama temen-temennya "ibu guru itu mencoba terus saja meminta Alifah untuk meminta maaf tapi apa Alifah malah menangis, disuruh minta maaf seperti itu dia tak mau.


Melisa yang melihatnya mengerutkan keningnya, "Kenapa malah jadi menangis, kan disuruh minta maaf bukan nangis. Kamu ini kenapa sih Alifa apakah sangat sulit meminta maaf pada seseorang.Kata Mamahku jika kamu salah maka harus minta maaf bukannya menangis seperti itu "


"Akan aku adukan pada Mamaku, akan aku adukan kalian memang jahat kalian jahat sekali padaku "


"Dasar pengadu dasar pengadu "Melisa malah meledek Alifa sambil mengerak gerakan badannya.

__ADS_1


Tangis Alifa makin keras saja, dia tidak terima malah di ledek seperti itu oleh anak baru ini, apalagi teman-temannya juga malah ikut meledek juga.


__ADS_2