Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 118


__ADS_3

Saat Ayana akan berteriak, Adnan malah membekap mulut Ayana, lalu menutup tubuh mereka dengan selimut Adnan tak mau ketahuan oleh anak-anaknya Adnan masih ingin menghabiskan waktu bersama ibunya ini. Belum puas Adnan, kapan lagi kan mereka akan berduaan didalam kamar seperti ini.


"Apa apaan kamu ini Adnan lepaskan, lepaskan aku. Jangan membuat mereka makin marah lepaskan aku"


Pintu terbuka dan di situlah anak-anak muncul dan berteriak "Paman kamu jahat, kenapa membawa mamaku kabur "


Adnan sudah pasrah saat melihat wajah menyebalkan anaknya itu, Adnan mengintip sedikit dari balik selimut, Melisa pasti akan memusuhinya lagi lihatlah dia sudah melotot matanya seperti akan keluar saja.


"Ayah menculik Mama kenapa ayah melakukan ini, ayah jahat tahu kami mencari Mama ke mana-mana tapi ternyata Ayah sudah menculik Mama, Ayah menyebalkan sekali, lepaskan Mama "


Adnan malah makin menutup tubuh mereka berdua, Adnan benar-benar sedang menguji kesabaran anak-anaknya ini.


"Ayah kamu kenapa menyembunyikan Mamahku "teriak Melinda dengan kesal


Mereka berdua naik ke atas tempat tidur, lalu menindih tubuh ayahnya, Adnan mencoba menahan tubuhnya agar tidak menindih Ayana, anak-anaknya ini benar-benar menginjak tubuhnya mereka benar-benar menyebalkan.


Mereka berat juga, Adnan sampai kewalahan menahan semuanya, Adnan tak mau menyakiti Ayana, tapi anak-anaknya ini terus menekan tubuhnya.


"Ayah kenapa kamu menculik mamahku, ayo lepaskan jangan disembunyikan "


"Paman ayo kita bertengkar saja, kamu sudah berani membawa kabur mamah ayo paman jangan sembunyi keluar kamu, jangan terus menyembunyikan mamaku paman. Kamu jangan menjadi pengecut kamu adalah laki-laki ayo hadapi aku paman "


"Adnan ayo cepat buka selimutnya, aku malah jadi gerah, rasakan saja kemarahan anak-anak kamu itu"


"Aduh mereka kenapa bar bar seperti ini, titisan apa sebenarnya mereka berdua ini Ayana, kenapa mereka mengamuk seperti ini padaku "


Mereka berdua turun dari atas tempat tidur, mereka menarik selimut agar ayahnya mengeluarkan Mamanya, selimut sudah tertarik mereka benar-benar menariknya dengan sekuat tenaga, sekarang mereka melihat kalau mamanya memang disembunyikan oleh Ayahnya yang menyebalkan.


Ayana yang punya kesempatan langsung mendorong tubuh Adnan, Ayana benar-benar sudah gerah ditutupi oleh selimut, belum lagi ditutupi oleh tubuh Adnan yang besar.


"Paman aku akan mengigit mu sampai kamu kesakitan, berani sekali ya kamu membawa mamaku"


Melisa naik lagi ketempat tidur, dia sudah bersiap-siap akan mengigit Adnan, tapi Adnan langsung saja turun dan berlari keluar dari dalam kamar. Adnan harus melarikan diri dan jangan sampai tertangkap oleh Melisa, karena apa gigitan Melisa akan sangat menyakitkan lebih dari Ayana.


Adnan sudah pernah merasakannya, sakitnya sampai beberapa hari.

__ADS_1


Melisa yang melihat itu turun lagi dan mengejar Ayahnya yang kabur "Hey paman jangan kabur, bukannya kamu laki-laki ayo hadapi aku jangan pergi seperti itu, kamu sangat menyebalkan sekali tahu, tunggu aku paman nakal "


Ayana yang melihat itu sungguh binggung, sedangkan Melinda mendekati Ayana, dia tak mengikuti kakaknya yang mengejar Ayahnya.


Melinda hanya ingin bersama Mamanya saja, takut mamanya nanti malah dibawa kabur lagi, Melinda tak mau sampai itu terjadi.


"Mama"


Melinda langsung duduk dipangkuan Ayana, Ayana yang melihat rambut Melinda yang berantakan langsung tertawa, tapi Ayana langsung membereskan rambut anaknya itu.


"Mama kenapa Mama bisa hilang dari kamar, apakah Ayah yang sudah menculik Mama apa dia membawa Mama keluar dari kamar kami"


Ayana hanya tersenyum, karena memang kan pada awalnya dia ingin melihat bintang dan merasakan angin malam sendiri, tapi malah bertemu dengan Adnan.


"Mama jangan tinggalkan kami lagi ya, kami berdua begitu ketakutan takut Mama meninggal kan kami "


"Mama tidak akan pernah meninggalkan kalian berdua. Memangnya Mama akan tega melakukan itu, kita sudah sama-sama kan sejak dulu bertiga mana mungkin Mama akan tega. Mama hanya kemarin malam ingin sedikit bersantai dan melihat bintang begitu. Jadi Mama keluar dan bertemu dengan ayah"


"Oh berarti Ayah tidak menculik mama ya"


"Bisa tidak dan bisa iya"


Sedangkan Melisa masih mengejar Ayahnya, Melisa benar-benar tak mau menyerah meskipun dia sudah lelah mengejar Ayahnya yang berlari dengan sangat kencang sekali.


"Paman kamu jangan kabur, kenapa kamu menculik Mama, kenapa paman menyebalkan sekali. Kenapa paman selalu saja membuat kami marah "


"Hey anak Ayah yang cantik, dengarkan dulu perjalanan Ayah jangan terus seperti ini, ayah akan jelaskan semuanya "


Adnan menatap kearah belakang dan anaknya masih saja mengejarnya, dia benar-benar tak mau mengalah. Adnan sudah lelah dia tak semuda dulu.


"Aku ingin menggigit Paman dulu setelah itu aku mau mendengarkan penjelasannya. Paman sudah membuat aku khawatir aku kesal dengan Paman "


"Kamu ini kenapa sangat dendam sekali pada ayahmu sendiri, dengarkan penjelasanku nanti juga kamu akan mengerti. Jangan tiba-tiba menggigit lihat bekas gigitan di kaki ayah saja masih ada, apa kamu ingin membuat ayah sakit lagi"


Melisa akhirnya berhenti, dia juga sudah lelah, Melinda berkaca pinggang sambil menatap Ayahnya yang tak jauh darinya.

__ADS_1


"Aku padahal sudah memegang tangan Mama dengan erat, Melinda juga sama tapi bagaimana paman bisa menculik Mamaku, bisa mengambil Mamaku apa yang kamu lakukan saat mengambil Mamaku "


"Hey aku tak menculik Mamamu "


"Oh ya Mama buktinya, aku tak percaya paman sudah tidur dengan Mama, paman sudah menyembunyikan Mama apa Paman tidak malu "


"Aku kekasih mamamu jadi tak masalah "


"Tidak aku tidak mau, kamu tak boleh bersama Mamaku "


Melisa kembali mengejar Ayahnya, Adnan tentu saja kembali berlari Adnan tak mau tertangkap oleh Melisa. Harus kemana Adnan berlari sekarang.


"Ayah jelaskan semuanya sekarang, mamamu sendiri yang mendatangiku, aku tidak menculiknya mana mungkin aku menculik Mama kalian, dia memang kekasihku makanya dia mendatangiku, Ayah sudah menjelaskan semuanya Melisa "


"Aku tidak percaya mana mungkin mama mau menemui Paman. Paman ini selalu saja membual Paman ini memang menyebalkan sekali. Aku tidak percaya dengan kata-kata paman, aku tak akan percaya paman sekali berbohong padaku "


Adnan terus saja menghindari kejaran anaknya itu, mau melemparnya tapi bagaimana dia adalah anaknya. Tak mungkin kan Adnan setega itu.


"Ya sudah kalau begitu kamu tanya saja pada mamamu itu, dia tahu apa yang terjadi sebenarnya. Kalau kamu tidak percaya dengan ayah maka tanya dengan mamamu. Ayah sudah mengatakan yang sejujurnya kalau mamamu yang mendatangi Ayah, harus bagaimana lagi Ayah berbicara dengan kamu Melisa. Apa kamu tidak lelah berlari sambil berbicara seperti ini Ayah sudah sangat lelah sekali Melisa"


"Jika paman yang bohong aku akan gigit semua tubuh Paman, lihat saja aku tidak akan melepaskan paman. Aku akan memberi pelajaran pada Paman karena paman sudah menculik Mamaku "


"Ya silahkan aku sudah berkata jujur sama kamu Melisa, sudah lepaskan aku, ayah sangat lelah sekali. Ayah belum sarapan perut Ayah masih kosong, ayah juga baru bangun tidur Melisa jangan siksa ayahmu ini nak "


Adnan yang sudah kelelahan berhenti sejenak, tapi tiba-tiba saja ada yang menggigit kakinya Adnan langsung mengangkat tubuh Melisa tinggi-tinggi, Melisa berteriak, Adnan tidak akan menurunkannya sampai anak ini tenang, Adnan tak mau digigit lagi rasannya sakit sekali.


"Turunkan aku paman, turunkan aku tak mau seperti ini. Kamu begitu menyebalkan sekali "


"Maka berhentilah menggigitku kamu dan juga ibumu sama saja suka menggigit. Jadi kalian berdua memang vampir kalian berdua memang keturunan vampir sakit tahu digigit, coba kamu rasakan bagaimana kalau digigit"


"Akh kamu menyebalkan Paman, kamu selalu saja membuat aku kesal "


Ayana melewati Adnan dan Melisa begitu saja sambil menuntun tangan Melinda, Adnan sudah memasang wajah memelas pada Ayana, tapi apa Ayana hanya acuh dan turun begitu saja.


"Ayana apakah kamu akan membiarkan aku habis oleh Melisa "

__ADS_1


"Ayana jangan pergi, bantu aku Ayana jangan seperti itu "


Tapi apa, Ayana malah mengangkat bahunya acuh dan makin turun sampai sudah tak terlihat lagi oleh Adnan.


__ADS_2