Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 157


__ADS_3

"Anak anda dan juga nona Ayana akan menikah hari ini. Apakah nyonya mau datang "


Mama Linda diam, Adnan akan menikah kembali dengan Ayana. Tapi Adnan tak ada datang kemari padanya. Apakah Adnan sudah lupa dengan ibunya ini.


"Kamu yakin mereka akan menikah "


"Tentu nyonya, bahkan sore hari ini mereka akan menikah langsung. Saat Nona Ayana datang kemari Tuan Adnan langsung melamarnya dan mereka akan segera menikah"


Mama Linda malah menangis, dia begitu bahagia dengan kabar ini. Tapi juga Mama Linda sedih karena Adnan tidak memberitahunya, tidak berdiskusi dengannya.


Biasanya Adnan akan selalu berdiskusi dengannya, tapi karena sebuah kesalahan nya itu membuat Adnan tidak percaya lagi padanya bahkan Adnan belum pernah mendatanginya kemari.


Mama Linda begitu menunggu hari itu, hari dimana Adnan menemuinya. Mama Linda disini sendirian tak ada teman. Sri juga tak mau tinggal disini saat Mama Linda memintanya.


"Nyonya apa kamu bauk-baik saja "


"Tentu aku baik-baik saja. Tolong berikan hadiah ini untuk mereka hadiah dariku, hadiah pernikahan mereka simpan saja tidak usah langsung diberikan padanya nanti juga mereka akan tahu sendiri kalau itu dari aku "


Mama Linda memberikan sebuah kotak pada orang suruhannya itu, Mama Linda sudah menyiapkan sesuatu untuk Adnan dan juga Ayana, semoga saja mereka menerimanya dan tidak menolak hadiah ini dan siapa tahu mereka juga akan datang kemari nanti setelah melihat kadonya ini.


Mama Linda juga ingin bertemu dengan cucu-cucunya itu. Mama Linda ingin memeluknya dengan erat.


"Baik nyonya akan saya bawa dan berikan nanti"


Mama Linda hanya bisa menganggukkan kepalanya, dia masih menangis rasanya begitu sedih saja saat anaknya menikah dia tidak ada, apalagi waktu itu Adnan juga Ayana pernah menikah tanpa dihadirinya, sekarang juga sama tanpa dihadiri olehnya bahkan Adnan tidak berbicara padanya lagi.


----------------


"Fira apa kamu tidak salah memasak makanan untuk Papi tapi semuanya gosong apa kamu tidak salah. Ini akan pahit semua Fira "


"Sudah Fira katakan, Fira itu tidak bisa memasak kenapa Papi tidak mencari pelayan saja satu saja untuk di sini, untuk beres-beres rumah dan memasak hanya itu saja mungkin gajinya juga tidak akan terlalu besar. Kita mungkin masih bisa membayarnya Papih "

__ADS_1


"Ya lalu yang menggajinya siapa, kamu saja belum dapat kerja siapa yang akan menggajinya tiap bulan tidak ada kan Fira, kamu ini bagaimana sih "


"Apakah Papi tidak menyimpan uang sepeserpun, lalu mobil papi yang kemarin ke mana kenapa tiba-tiba menghilang mobil itu. Seharusnya mobil itu ada di sini kan seharusnya aku bisa memakainya untuk mencari pekerjaan, aku begitu binggung dengan keberadaan mobil itu "


"Iya sama mobil itu disita juga, Papi sudah tidak punya apa-apa pokoknya semuanya disita yang Papi punya hanya rumah ini saja tak ada lagi. Untung saja waktu dulu Papih menyisihkan uang dulu untuk membeli rumah ini "


Fira mengerutkan keningnya lalu dia menatap papinya dengan serius "Fira mulai curiga dengan Papi, sebenarnya Papi ini pura-pura kan"


"Pura-pura apa"


"Pura-pura semuanya disita, padahal kenyataannya tidak mobil itu pasti pulang ke rumah kan. Pasti mobil itu sudah terparkir ditempatnya lagi "


"Sama sekali tidak untuk apa papi pura-pura, tidak ada gunanya juga. Kamu ini ya sama Papi sendiri tapi pikirannya melenceng sampai situ, gimana kita mau makan memasang makanan dan tenang makan kam, makannya saja begini aku benar-benar kaget dengan keadaan memasak ku ini "


"Ya tidak akan. Enak kalau sampai dimakan ya dan kita juga tak akan membuang bahan makanan"


"Hemm, dimana ya apakah ada tempat makan "


"Ya sudah mungkin kita harus memakan makanan ini, makanan yang sudah kamu buat, ayo Fira kamu duluan saja "


Fira lantas langsung menggelengkan kepalanya, tidak Fira tidak akan pernah memakan makanan yang sudah dia buat ini benar-benar tidak layak untuk dia makan, pulang ke rumah itu Fira ingin makan tapi malah seperti ini perutnya sudah sangat lapar sekali dan keroncongan dari tadi apalagi tadi pagi juga Fira tidak sarapan kan.


"Jadi tak akan makan saja"


"Tapi aku sangat kelaparan sekali Papih "


"Ya sudah kamu makan saja"


Fira duduk di kursi meja makan dia menatap makanan yang dia sajikan itu, nasi juga tidak enak tidak benar memasaknya lauk pauknya sama saja.


----------------

__ADS_1


Ayana lupa kalau dia belum ngabarin Fabian, dengan cepat Ayana segera menghubungi nomor Fabian. Sekarang Ayana sedang didandani. Ayana begitu takut akan memulai semuanya dari awal lagi.


"Ayana sudah lama kamu tidak menghubungiku kenapa"


"Aku akan menikah"


"Apa menikah tiba-tiba seperti ini, kamu tidak salah bicara kan Ayana, kamu sedang tidak bergurau "


"Tidak aku benar-benar akan menikah sekarang saja aku sedang didandani, aku lupa untuk memberimu kabar karena ini sangat mendadak sekali. Aku baru saja kemarin sampai di rumah Adnan tiba-tiba saja dia melamar ku dan sore ini kami menikah"


"Kamu masih mau kembali sama laki-laki itu yakin Ayana "


"Demi anak-anak mereka ingin keluarga yang utuh. Aku hanya ingin membuat anak-anak selalu tersenyum mereka butuh sosok ayah, aku mungkin tidak percaya dengan Adnan sebelumnya tapi anak-anakku sangat membutuhkannya"


"Harus sampai menikah"


"Mau bagaimana lagi anak-anak begitu berharap aku menikah dengan Adnan, kamu datang ya ke pernikahanku ini nanti kita bicara lagi. Aku ingin bicara banyak denganmu Fabian, ini begitu mendadak tadinya aku ingin pergi ke kantor kamu tapi Adnan malah mengadakan pernikahan secepat ini awalnya aku tidak menyangka kalau akan secepat ini"


"Ya karena dia ingin menjebak mu agar kamu cepat-cepat menikah dengannya. Kamu sudah kembali ke mari. Tapi aku tidak tahu kenapa tidak dari awal kamu memberitahu kalau kamu akan kembali"


"Ceritanya panjang sekali pokoknya aku datang kemari juga secara mendadak, jangan pernah beritahu orang tuaku apa mereka sering datang ke rumahmu lagi"


"Iya begitulah mereka sering datang dan menanyakan apakah kamu mengirimkan uang atau tidak, dan mereka juga menanyakan nomor telepon kamu tapi aku tetap pada pendirian aku sendiri aku tidak pernah memberikan apa-apa pada mereka dan tidak pernah memberikan nomormu itu aku akan datang. Tunggu aku langsung share loc tempatnya di mana"


"Baiklah akan aku kirimkan sekarang. Maafkan aku tiba-tiba mendadak seperti ini"


"Lain kali tidak boleh seperti ini lagi"


"Iya iya Fabian"


Ayana segera menyimpan ponselnya, dia harus segera fokus untuk didandani tidak bisa sambil memainkan ponselnya, kasihan nanti yang akan mendandaninya malah akan terganggu.

__ADS_1


__ADS_2