
"Ayah biarkan aku menginap disini, aku janji tak akan nakal aku ingin tidur bersama Melisa dan Melinda. Aku masih ingin bersama mereka ayah, aku janji tak akan pernah nahal" rengek Kamila pada Rio.
Mereka bertiga dari tadi bermain lari-larian, main boneka masak-masak pokoknya semua mereka lakukan. Mereka benar-benar menikmati semuanya.
"Tapi kan besok Kamila harus sekolah, nanti kalau misalnya hari libur Kamila boleh deh menginap di sini nanti bisa main sama Melinda dan juga Melisa"
"Kenapa begitu, kenapa tidak adil padahal aku masih ingin disini "
"Kalau tidak pulang nanti kalian bertiga malah akan terus bermain dan tidak akan ada hentinya, kapan akan istirahatnya kalian juga harus sekolah. Kalau tak tidur nanti malah akan mengantuk "
Melisa segera maju dan mengusap tangan Kamila "Benar Kamila, apa yang Ayah mau katakan sekarang kamu pulang dulu aja nanti main lagi ke sini. Kita nanti main sama-sama lagi kalau hari libur kan kita bisa main cukup lama"
Kamila langsung menatap Melisa "Bener kan kita nanti main lagi bersama nanti kita tidur bareng-bareng kan"
__ADS_1
"Iya nanti kita tidur bareng-bareng, kita main lagi nanti juga kita tidurnya agak malem, nanti aku izin sama mama sama ayah. Semoga saja mereka izinin dan nanti besoknya kita bisa main lagi kan, aku juga besok harus sekolah dengan Melinda kami akan pergi ke sekolah baru"
"Baiklah, aku akan pulang nanti aku akan kemari lagi ya untuk main dengan kalian "
"Iya tentu kami tunggu ya"
Melisa Melinda dan juga Kamila mereka saling berpelukan. Ayana yang melihatnya begitu senang sekali, mereka bertiga akhirnya bisa akur dan tak bertengkar lagi. Semoga saja akan terus begitu.
Ayana juga membawa anak-anaknya untuk segera bergegas mengganti pakaian, cuci kaki, sikat gigi dan rutinitas lainnya.
"Mama apakah nanti Kamila benar-benar boleh menginap di sini" tanya Melinda yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi, dan sudah siap-siap mau tidur bahkan Melinda sudah menarik selimutnya.
"Tentu saja boleh kenapa tidak, kalian kan sudah menjadi teman mama lihat kalian juga senang tadi bermain dengan Kamila"
__ADS_1
"Iya kami berdua itu senang sekali, awalnya aku kira Kamila seperti dulu lagi ternyata tidak ya, dia sudah baik dia tidak keras kepala lagi seperti dulu"
"Ya makanya kalian juga harus baik"
"Tentu saja kami baik mah " sela Melisa yang baru saja keluar dari kamar mandi dan mengikuti langkah adiknya untuk segera berbaring.
"Baiklah jadilah teman kalian bertiga, agar nanti kalau kemana-mana bisa bersama-sama siapa tahu nanti kalau kalian sudah masuk sekolah dasar bisa sama-sama"
"Itu sangat akan menyenangkan mah. Melisa setuju itu , Melisa berharap Kamila tidak akan pernah berubah Kamila akan terus seperti itu Kamila akan baik dan tidak kembali seperti Kamila yang waktu itu yang arogan menyebalkan"
"Iya doakan saja sayang "
Ayana mencium satu persatu kening anaknya, lalu mematikan lampu dan Ayana pergi ke kamarnya untuk segera tidur juga. Sekarang memang baru jam 08.00 malam tapi rasanya Ayana sudah mengantuk sekali karena kalau tengah malam suka dibangunkan oleh suaminya, dan kalian tahu lah rutinitas apa yang dilakukan suami istri.
__ADS_1