
Ayana sendiri langsung memeluk tangan suaminya, tangan yang satunya yang tidak sedang memegang apa-apa. Ayana dari tadi sendirian tidak ada yang mengajaknya mengobrol suaminya juga hanya fokus memanggang makanan-makanan yang ada di sanam
"Kamu lihat Melisa dan juga Melinda begitu pintar sekali, mereka itu seperti sudah tak butuh bantuan aku tahu "
"Ya karena ibunya juga pintar kamu itu sangat pintar Ayana"
"Benarkah, saat dulu aku mengandung mereka berdua aku benar-benar takut, aku takut tidak bisa mendidik mereka dengan benar, tidak bisa mengurus mereka dengan benar sedangkan aku belum pernah punya bayi tapi aku banyak membaca buku dan mencari referensi di manapun itu, aku tak mau menjadi ibu yang gagal untuk mereka berdua "
"Tapi sekarang kamu berhasil kan. Lihatlah anak-anakmu itu mereka pintar, mandiri dan juga cantik-cantik seperti ibunya. Aku begitu beruntung mendapatkan kalian bertiga "
"Hemm iya, aku senang sekali"
Adnan mencium kepala istrinya dengan sayang. Adnan memberikan kembali daging ke piring istrinya itu, lalu mereka makan sama-sama saling suap seperti Melisa dan juga Melinda. Kalau Marco sendiri dia di suapi oleh Melisa dan juga Melinda, mereka ini memang tidak bisa dilepaskan sepertinya.
Tapi tak masalah, Adnan tak keberatan juga. Marco juga asistennya dia tak akan mungkin melakukan sesuatu yang fatal pada anak-anaknya itu.
...----------------...
Malam sudah menunjukkan jam 12.00 malam, Ayana terbangun karena ternyata yang dia peluk bukan suaminya, tapi malah bantalnya sepertinya sudah lama suaminya meninggalkannya. Ke mana suaminya itu Ayana mengucek-ngucek kedua bola matanya tidak biasanya suaminya itu pergi.
Ayana tentu saja langsung mencari keberadaan suaminya, tidak enak kalau tidur sendiri. Ayana juga takut ditinggalkan oleh suaminya itu.
Sedangkan Adnan sendiri dia sedang ada di teras, melihat video yang dikirimkan oleh anak buahnya ibu dan juga ayahnya Ayana menerobos masuk ke dalam rumah dan anak buahnya itu membawa mereka ke kandang buaya.
Memang Adnan memiliki beberapa peliharaan yang buas untuk apa, untuk menghukum orang-orang yang bersalah padanya, Adnan akan memberi pelajaran disana, apalagi dulu semenjak Ayana pergi Adnan selalu menghukum orang-orang yang bermain-main dengannya disana.
Dulu juga mau menghukum Fira disana, tapi Adnan waktu itu terlalu sibuk untuk mendapatkan Ayana. Jadi tak ada waktu.
Adnan juga mengecilkan suaranya, takut-takut nanti anak-anaknya ataupun Ayana mendengarnya bisa gawat kalau Ayana melihat ibu kandungnya sedang Adnan permainkan, di sini memang Adnan yang menyuruhnya kalau sampai hal itu terjadi maka berilah pelajaran yang setimpal untuk orang tuanya Ayana itu.
Adnan sudah punya firasat dan meminta orang-orang yang dirinya percaya untuk melakukan hal itu. Benar saja kan kedua orang tua Ayana malah muncul.
__ADS_1
Mereka berteriak-teriak karena buaya terus melompat-lompat karena ada darah yang mengalir, apalagi kursi dengan digantung seperti itu bisa saja kan langsung terjatuh karena bergerak terus menerus, Adnan suka melihat hal ini seperti hiburan saja untuknya.
Adnan tersenyum senang melihat itu, Adnan menyuruh pada anak buahnya untuk jangan sampai kedua orang tua Ayana itu meninggal, kalau kematian yang mereka terima itu tidak setimpal dengan apa yang Ayana rasakan.
Yang sudah trauma dengan ibunya itu, maka ibunya juga harus trauma dengan sesuatu agar dia bisa merasakan bagaimana menjadi anaknya enak saja dia tiba-tiba mati begitu saja, tak seru rasannya.
Adnan tidak akan melepaskan mereka dengan mudah. Kenapa juga mereka mau menerobos masuk ke dalam rumah disaat dirinya dan juga Ayana tidak ada, sepertinya mereka memang sudah tahu kalau Ayana dan juga dirinya tidak ada di rumah.
Saat mendengar pintu villa yang terbuka Adnan langsung menggantinya dengan yang lain, dia juga menghapus video itu jangan sampai nanti Ayana melihatnya.
Adnan membuka email pekerjaannya, apa saja yang bisa dia buka yang terpenting tidak ketahuan karena tadi dari sudut matanya Adnan melihat istrinya yang datang.
"Terbangun sayang, apa kamu bermimpi buruk"
Ayana menggelengkan kepalanya dan duduk di samping suaminya "Tidak aku hanya kaget saja, tadi saat bangun kamu tidak ada, dan aku hanya memeluk bantal saja, kamu tega tahu"
"Maaf sayang tadi ada pekerjaan yang harus segera aku kerjakan. Aku tidak mau mengganggumu makannya aku keluar dari dalam kamar, aku tidak melakukan apa-apa kok hanya ini lihat mengecek email-email yang masuk "Adnan memeluk istrinya sambil membaca email-email lagi agar istrinya percaya "Kamu yakin tidak mimpi buruk jangan sembunyikan sesuatu dariku sayang, aku ingin selalu tahu apapun yang terjadi sama kamu "
Lagi-lagi Ayana hanya menggelengkan kepalanya, dia menyandarkan kepalanya di dada suaminya. Adnan suka sekali kalau misalnya istrinya ini manja padannya.
Adnan langsung membawa istrinya masuk ke dalam vila dan membaringkannya di atas tempat tidur juga, Adnan membuka pakaiannya seperti biasa lalu berbaring di samping istrinya, Ayana langsung mendekatkan tubuhnya dan memeluk lagi suaminya.
"Nanti kalau kamu misalnya mau keluar kamu harus beri not ataupun pesan padaku, jangan tiba-tiba kamu meninggalkan aku seperti itu. Aku takut kalau kamu benar-benar meninggalkan aku lagi, aku tak akan pernah siap Adnan "
Adnan mengusap-usap punggung istrinya "Iya aku minta maaf, nanti aku akan selalu mengabari mu. Maaf ya aku tadi tiba-tiba pergi begitu saja"
Adnan mencium kening istrinya dan memeluk istrinya lebih erat lagi, Adnan tahu istrinya tidak suka ditinggal sendirian. Adnan akan berpikir dua kali nanti, tadi juga Adnan kaget saat dikirim video oleh anak buahnya dan ditelepon terus-menerus dikabari tentang hal ini.
Makanya tadi Adnan tiba-tiba saja keluar dari dalam villa, kalau misalnya Adnan mendengarkan di dalam kamar Ayana malah akan tahu, dari teriakannya saja Ayana pasti sudah tahu kalau itu adalah ibunya. orang tuanya.
...----------------...
__ADS_1
"Tolong lepaskan kami, lepaskan kalian ini gila membawa kami ke kandang buaya apa kalian ingin membunuh kami. Lepaskan kami kesini hanya ingin bertemu dengan Ayana saja, kenapa kalian begitu tega pada orang tua "
Orang suruhan Adnan itu malah tertawa melihat ketakutan ibunya Ayana beserta ayahnya, enak saja mereka tadi tiba-tiba menerobos begitu saja membawa mobil dan menabrak pagar rumah. Untung saja pagar rumah itu kuat dan tidak sama sekali ada yang rusak malahan mobil itu yang rusak.
"Makanya jangan main-main ngapain juga tabrak-tabrak mobil ke pagar rumah, inilah akibatnya. Makanya jangan main-main dengan Tuan kami, dia bisa saja melakukan hal yang lebih dari ini jika kalian terus saja menganggu "
"Aku ini Ibu mertuanya, aku berhak masuk ke dalam rumah itu kenapa kalian ini sama saja, aku ini adalah ibunya Ayana. Aku ini berhak tinggal disini juga lepaskan aku "
"Benarkah kamu orang tuanya, kalau kamu memang benar orang tuanya maka Pak Adnan tidak akan membiarkan kalian bergelantungan seperti itu, kalian itu tidak pantas untuk tinggal di rumah besar itu"
"Akhh jangan sampai buaya itu memakan kakiku, aduh aduh tolong lepaskan. Aku minta tolong lepaskan aku tidak akan datang lagi ke rumah ini lepaskan ayo cepat, aku akan pergi yang jauh dan tak akan pernah kemari lagi "
"Emm, aku tidak percaya kalau kamu tidak akan datang kemari lagi, nikmati sajalah hari ini kakimu itu pasti akan sangat lezat jika dimakan oleh buaya-buaya yang kelaparan, mereka juga belum makan aku belum memberi mereka makan jadi pas kan "
Ibunya Ayana sudah berteriak-teriak histeris dia tidak mau sampai mati konyol, tidak mau pokoknya.
"Sudah diam-diam kita hanya perlu tenang. Jangan terus mengerak gerakan kursi ini yang ada kita akan jatuh dan dimakan oleh mereka, tenanglah tenanglah. Jangan membuat semua menjadi makin kacau "
"Kamu gila tenang yang ada jantungku ini akan copot, lihat di bawah buaya semuanya aku tidak mau mati konyol aku tidak mau mati dengan sia-sia "teriak ibunya Ayana sambil memelotot kan matanya pada suaminya itu.
Dia tidak terima dengan tingkah suaminya yang hanya diam saja, tadi suaminya berteriak histeris tapi sekarang dia seperti tenang dan tidak akan terjadi apa-apa. Padahal di bawah mereka itu banyak sekali buayanya bahkan tidak terhitung ada berapa.
"Kalau kamu terus bergerak kamu akan jatuh. Makanya kalau tidak mau mati konyol diam lah aku juga disini sedang ketakutan tahu "
ibunya Ayana sudah tidak karuan dia bahkan sudah menangis, dia menatap orang-orang yang menertawakannya, lihat saja suatu saat dirinya akan membalas semua ini.
Jika Ayana tahu pasti mereka akan dipecat, dirinya akan berbicara pada Ayana. Kenapa dirinya sampai menerobos masuk ke dalam rumah ini ya karena dirinya juga mau tinggal di sini.
Tidak mau kalau harus sampai tinggal di rumah kontrakan yang kecil yang hanya sepetak saja, belum lagi mereka juga kekurangan makanan, makanya mereka datang kemari dan menyewa mobil tapi bukannya berhasil malah mobil itu rusak dan harus diganti uang dari mana coba untuk menggantinya nanti.
"Lepaskan lepaskan aku akan memberitahu anakku nanti, aku akan membuat kalian menyesal "
__ADS_1
Orang-orang yang ada di bawah malah menguap dan mereka langsung keluar dari ruangan itu "Lebih baik kalian diam saja di sini, kami semua mau tidur ini sudah sangat malam. Lihatlah sudah jam 01.00 malam tidak baik untuk kami begadang besok kami harus bekerja lagi"
Setelah mengatakan itu mereka benar-benar meninggalkan kedua orang tua Ayana di sana. Mereka benar-benar takut sekali, yang lebih takut sih ibunya Ayana tapi suaminya itu terus menenangkannya.