Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 38


__ADS_3

"Adnan ada apa dengan wajah kamu "


Fira mendekati Adnan yang sedang bekerja. Fira langsung memegang wajah Adnan tapi Adnan langsung menepisnya.


"Tidak usah pegang-pegang "


"Adnan ini harus diobati kenapa kamu malah diemin aja. Ini lihat darahnya sampai mengering kayak gini. Aku obati ya "


"Ga usah, nanti aku obati sendiri"


"Ga bisa, akan aku obati jangan banyak membantah ya. Aku ga mungkin tega liat kamu kayak gini "


Fira mencari kotak obat diruangan Adnan. Fira tahu Adnan pasti akan selalu menyimpannya. Dengan cekatan Fira mengobati Adnan meskipun sesekali Adnan selalu menghindar tapi Fira tak mau kalah.


"Udah tenang dulu ya, jangan banyak gerak kayak gini deh "


"Udah aku baik-baik aja lebih baik kamu pulang saja. Aku harus bekerja tolong jangan ganggu aku Fira "

__ADS_1


"Aku mau disini aja. Aku turut prihatin ya atas kejadian itu, Ayana udah selingkuhi kamu ya. Aku tahu dari Tante Linda. Padahal aku udah rela loh kamu nikah sama Ayana tapi Ayana malah sia-sian kamu gitu aja "


"Hemm, ga usah kasian sama aku. Emangnya apa yang harus dikasihani tak ada. Memang aku saja yang salah memilih perempuan "


"Hemm, iya tapi ya tetap saja aku kasian dengan kamu. Kamu sudah mencintai Ayana dengan dalam seperti itu tapi dia malah selingkuh emang kebangetan banget dia itu "


"Udah bicaranya "


"Belum, mending kita makan yu. Udah lama kita ga makan bareng. Aku janji ga akan bahas tentang hubungan kita. Aku ga akan paksa-paksa kamu beneran deh "


Adnan diam cukup lama. Adnan juga butuh menenangkan hatinya kan. Meskipun kecewa dengan Ayana tapi tetap saja Adnan masih mengingatnya. Tak pernah ada yang Adnan lupakan.


"Baiklah, nanti kita akan makan siang sama-sama "


"Bagus Adnan, aku akan kembali lagi nanti. Kamu kerja dulu ya, semangat kerjanya Adnan "Fira mengecup pipi Adnan dan keluar dari ruangan Adnan.


Tak ada penolakan dari Adnan, Adnan membiarkannya saja. Toh sekarang tak ada yang perlu Adnan jaga hatinya. Adnan sekarang sendirian.

__ADS_1


...----------------...


"Kenapa kamu lakuin itu Fabian, kamu jadi ga punya kerjaan. Kamu sekarang jadi pengangguran gara-gara aku "


"Ga kok, memang dari dulu aku ingin keluar jangan salahkan diri kamu sendiri. Aku sudah tidak betah bekerja disana. Sudah jangan menyalahkan diri sendiri. Ini cepat makan sebelum tidak enak "


Fabian menyimpan makanannya dihadapan Ayana. Ayana begitu merasa bersalah karena masalah ini. Fabian sampai berkelahi dengan Adnan.


"Apalagi yang kamu fikirkan ayo makan sekarang "


"Kamu mau kerja dimana nanti kalau sampai keluar, aku ga mau ya nanti kamu malah jadi luntang-lantung"


"Tenang Ayana, aku akan membuka usaha atau tidak aku akan masuk kantor temanku. Tidak usah takut aku akan baik-baik saja. Cepat makan kalau kamu ga makan-makan akan dingin dan tidak enak. Cepat Ayana"


"Baiklah, jangan lakukan apa-apa lagi untukku "


"Makan Ayana. Cepat nanti ga enak lo"

__ADS_1


Ayana menganggukan kepalanya dan segera memakan makanannya. Ayana baru bisa makan sekarang banyak sekali yang Ayana fikirkan.


Ayana kaget tadi waktu Fabian pulang dengan wajah yang memar dan juga ada darahnya. Ayana kira Fabian ada yang mengeroyok ternyata saat tadi cerita Fabian malah berkelahi dengan Adnan.


__ADS_2