Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 88


__ADS_3

Saat melihat bukan ayahnya yang datang Kamila mencoba kabur, tapi tangannya digenggam erat oleh anak perempuan itu "Kamu mau ke mana kenapa mau lari, itu pasti ayah kamu. Kamu jangan kemana-mana ya "


"Aku ga mau sama Paman Rio lagi, aku nggak mau aku mau pulang aja. Aku pengen ketemu Ayah bukan paman Rio tolong lepaskan tanganmu ini Kakak "


Rio yang melihat Kamila ingin kabur lagi segera menghampirinya dan menggenggam tangan Kamila yang sebelahnya, agar Kamila tak bisa kabur lagi. Rio tak mau sampai harus kehilangan Kamila lagi.


"Terima kasih kamu telah menolong anak saya, maaf ya merepotkan mu sampai-sampai harus menunggu di pinggir jalan seperti ini. Sekali lagi terimakasih ya "


"Tidak masalah Pak sama-sama. Tapi bapak benar Ayahnya kan ? "


"Benar saya ayahnya, memang Kamila ini sering begini, dulu dia diasuh oleh Ayah angkatnya makannya dia tak mau denganku. Kamu tak usah khawatir aku benar-benar Ayahnya"


Kamila sudah menangis tidak mau, dia menggelengkan kepalanya dengan kuat. Kenapa rencananya malah gagal. Kenapa yang menjemputnya bukan Ayahnya.


"Ayo Kamila pulang bersama ayah, ayah sudah pusing mencari kamu "


"Tidak Kamila tidak mau pulang dengan paman Rio, Kamila mau pulang sama Ayah saja lepaskan, aku tidak mau ikut "


Tapi Rio langsung membawa Kamila masuk kedalam mobil, anak perempuan itu juga hanya bisa diam menatap Kamila yang dibawa pergi.


Saat mobil Rio sudah jauh anak perempuan itu bingung "Apakah itu benar ayahnya, tapi Kamila menangis dengan kencang apa aku harus melaporkannya ke kantor polisi, tapi aku tidak punya bukti. Aduh kenapa aku melepaskannya begitu saja"


"Emm, bagaimana ya aku malah jadi binggung seperti ini "


Anak perempuan itu kembali menelfon nomor yang tadi tapi tak diangkat. Anak perempuan itu melihat waktu juga sudah menunjukkan sore hari segera berlari, harus segera pulang nanti ibunya malah mencarinya lagi.


Kamila yang ada di dalam mobil sangat ketakutan karena Rio dari tadi marah pada Kamila. Bahkan berteriak-teriak sampai-sampai Kamila tidak mau menatap Rio.


"Kamu ini sebenarnya maunya apa Kamila, aku sudah bilang kan kamu adalah anakku. Kamu tidak akan pernah bisa kembali sama Adnan sampai kapanpun, jangan rewel jadi anak. Aku ini banyak pekerjaan aku ini tidak hanya mengurusi mu saja Kamila tolong jangan buat aku selalu kesal "

__ADS_1


"Rasanya aku lelah sekali melihat tingkahmu yang makin hari makin menjadi-jadi saja, apa perlu aku buang saja kamu di sini agar kamu tidak bisa kembali pada Adnan juga"


"Pusing aku melihat sikapmu yang tak berubah rubah Kamila, cobalah menerima aku pasti semuanya akan baik-baik saja "


"Paman jahat jahat sekali, aku tidak suka paman aku tidak suka dengan paman. Aku ingin pulang saja aku hanya ingin Ayah saja tolong lepaskan aku, aku ingin bersama Ayah saja kamu jahat "


"Tidak peduli, aku ini adalah ayahmu mau suka ataupun tidak kamu harus menerimanya. Aku ini ingin menjagamu Kamila "


"Akhh ayah aku ingin pulang, tolong aku Ayah " teriak Kamila dengan sangat histeris. Kamila tak mau kalau harus dengan paman Rio terus, lihat dia begitu jahat memarahinya dengan sangat seram.


Ayahnya saja tak pernah marah, tapi paman Rio begitu jahat memarahinya terus menerus. Kamila tak suka dibentak seperti ini.


"Aku mau ayah, ayah aku mau pulang Ayah "


"Diam Kamila "teriak Rio lagi


Kamila makin mendekatkan tubuhnya pada pintu, Kamila benar-benar takut sekali. Kamila tak mau berbicara lagi dengan paman Rio, paman Rio jahat sekali.


"Fira ayo makan dulu, kamu haru makan nak "


Fira hanya menatap Papinya dengan tatapan kosong. Sudah beberapa hari ini Fira tidak bisa makan, dia hanya diam dan tidak banyak bicara seperti biasanya. Badannya juga makin hari makin kurus saja.


"Fira ayo makan dulu, kamu harus minum obat, kamu tidak mungkin terus begini kan ayo minum obat dulu ya. Papi ingin kamu sembuh sayang, papih tak mau kamu terus seperti ini kamu haru sehat kembali seperti semula Fira. Ayo nak makan ya "


Pandangan Fira langsung beralih pada ayahnya "Ingin aku sembuh, memangnya aku sakit apa suamiku mana. Kenapa dia tidak ada di sini, kenapa dia tidak pulang-pulang dan kenapa juga kakiku harus seperti ini, aku kesakitan tolong lepaskan aku papi aku akan mencari suamiku aku tidak suka seperti ini. Aku sangat-sangat kesakitan papih, tolong jangan sakiti aku papih "


"Kamu dan juga Adnan sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi, kalian berdua sudah bercerai. Kalian tidak akan pernah bisa kembali lagi. Ayo cepat makan dulu ya, ayah akan suapi kamu sayang "


"Kapan, aku masih bersamanya kan kenapa juga Adnan tidak pernah memberikan aku uang, dia kan suamiku seharusnya dia memberikan aku uang kan papi. Kenapa Papi diam saja, kenapa Papi tidak mencari Adnan untuk pulang kemari aku begitu merindukannya sekali. Aku ingin bercerita padannya banyak yang ingin aku bicarakan dengannya "

__ADS_1


"Makan dulu nanti Papi akan bawa kamu ketemu sama suami kamu kalau kamu mau makan, papi janji sama kamu "


"Beneran ga bohong kan, Papih ga lagi mainin Fira kan, Fira bener-bener pengen ketemu sama suami Fira, pengen berduaan "


"Ga papih ga akan bohong sayang, papih berkata jujur nanti kita akan ketemu ya. Kita nanti makan sama-sama "


Fira langsung menganggukan kepalanya dia mau disuapi oleh Papinya. Para pelayan yang tadi ingin menyuapi Fira pun hanya bisa menatapnya dari pintu saja, mereka sungguh takut kalau mereka yang masuk pasti mengamuk. Kalau Papinya yang masuk biasa-biasa saja seperti itu.


Lalu pelayan yang satu lagi menyenggol pelayan yang di sampingnya "Kamu percaya tidak kalau Nona Fira itu stress, aku lihat dia baik-baik saja apa dia sedang pura-pura agar dilepaskan oleh Bapak. Aku yang melihatnya curiga saja dengan Nona Fira " bisiknya agar tak terdengar oleh Bapa.


"Aku juga tidak tahu, ya mungkin dia ingin dilepaskan makanya pura-pura seperti itu. Lihat kalau dengan Bapak dia tenang sekali, bahkan tidak memberontak sama sekali kan. Kalau dengan kita wajah kita hancur di cakar cakar, belum juga rambut di jambak-jambak, makanan yang dibuang-buang pokoknya penuh perjuangan untuk menyuapinya saja "


"Iya bener makanya, aku berfikir kalau Nona Fira itu sedang pura-pura, dia sedang membuat Bapak lengah agar dia bisa dilepaskan aku yakin itu, awalnya juga Nona Fira baik-baik saja kan masa tiba-tiba jadi seperti ini tidak masuk akal sekali kan. Nona Fira itu kan pintar memainkan peran"


"Benar, yang penting kita harus selalu waspada saja ayo cepat kita pergi dari sini. Daripada nanti kita dimarahi bapak karena tidak kerja, ayo cepat pekerjaan kita sedang menunggu "


Mereka berdua melangkah pergi dan meninggalkan Fira bersama papihnya berdua. Mereka sudah tidak bisa dan tidak mau lagi memberi makan Fira karena kelakuannya itu sangat-sangat di luar batas mereka.


"Sekarang kamu minum obat ya, biar cepat sembuh dan ketemu sama Adnan"


Lagi-lagi Fira patuh-patuh saja, dia langsung meminum obatnya lalu dia melihat ke arah kakinya "Bisa lepaskan sekarang aku ingin bertemu suamiku sekarang Papi. Aku tidak mau kakiku terus seperti ini, aku ingin pergi pada suamiku. Aku ingin pulang ke rumah suamiku saja, aku rindu dengannya pasti dia juga merindukanku kan tolong lepaskan aku jangan biarkan aku terus seperti ini Papi, apa kamu tidak kasihan dengan aku. Suamiku juga kasian tak ada yang mengurus aku ingin pulang saja Papih "


"Kamu harus sembuh dulu baru Papi akan melepaskannya, dan kamu juga harus menyesali apa yang pernah kamu lakukan pada seseorang. Dan kamu juga harus minta maaf nanti padanya. Kamu harus mendapatkan maaf dulu darinya baru Adnan juga akan memaafkan kamu "


"Siapa aku tidak pernah jahat pada orang lain yang ada orang lain jahat padaku, mereka selalu jahat padaku aku tidak pernah melakukan itu. Aku tak pernah menyakiti orang lain Papih kamu percayakan sama aku "


Fira kembali memain-mainkan rambutnya yang panjang, lalu dia bersenandung kecil. Papinya Fira yang melihat anaknya mulai kembali seperti ini meninggalkannya. Bukan apa-apa dia harus mengerjakan pekerjaannya yang di kantor.


Masih banyak yang harus dia selesaikan, apalagi banyak meeting meeting yang ditinggalkan semenjak Adnan dan juga Fira bercerai, semuanya memang menjadi kacau bahkan tidak ada lagi yang membantunya untuk meeting.

__ADS_1


Biasanya Adnan akan membantunya dia akan meluangkan waktunya untuk mengganti dirinya meeting ke tempat-tempat yang jauh, karena tahu sendiri kan dirinya ini sudah terlalu tua kalau untuk pergi keluar kota berhari-hari lalu pulang lagi rasanya lelah sekali badan ini.


Dikunci lagi pintu tak mau sampai Fira lari. Meskipun kakinya dipasung tetap saja takut Fira bisa melepaskannya.


__ADS_2