Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 144


__ADS_3

Mereka sudah sampai di depan rumah, Melisa langsung berlari dan membuka pintu tanpa mengetuk lagi Melisa langsung berteriak mencari mamanya dan juga adiknya. Sedangkan Adnan dia sibuk mengeluarkan semua barang-barang yang dia beli tadi.


"Mama, Melinda aku pulang aku sudah pulang. Aku sudah ada disini dimana kalian berdua "


Ayana dan juga Melinda yang sedang ada di kamar tentu saja kaget mendengar suara Melisa, mereka langsung keluar dari dalam kamar dan langsung memeluk Melisa dengan sangat erat sekali.


"Kakak aku begitu senang. Akhirnya bisa bertemu dengan kakak, inilah yang aku tunggu-tunggu aku senang sekali kakak aku bahagia sekali. Akhirnya bisa berteman dengan kakak lagi, jangan pergi pergi ya"


"Iya aku tidak akan pergi-pergi lagi. Mama mau ya pulang saja ke rumah ayah, di sana juga enak di sana juga tempatnya luas. Mama juga seharusnya sudah tak bekerja kan sudah ada ayah. Mama bisa diam disana nanti "


Melinda ikut-ikutan menatap mamanya "Iya Mama agar kita bisa bersama-sama, Mama tahu sendiri kan aku tidak bisa tidur kalau tidak bersama kakak, kita ikut ayah saja agar kita bisa berkumpul. Agar kita bisa terus bersama-sama Mama "


Ayana hanya diam saja, dia melihat Adnan yang membawa beberapa koper. Ayana mengerutkan keningnya dan mendekati Adnan. Ayana tidak menjawab apa kata-kata dari anaknya, Ayana harus memikirkan semuanya dulu.


"Ini apa, kenapa kamu membawa koper yang sangat banyak sekali. Apakah ini tak salah Adnan "


"Ini hadiah untuk kalian semua, aku sudah berbelanja. Kamu juga udah izinin aku kan Ayana "


Ayana langsung menjewer telinga Adnan "Sudah aku bilang kan jangan beli barang-barang terlalu banyak, dan mahal-mahal pasti kamu membeli apa yang kamu mau, bukan yang Melisa mau. Kalau Melisa yang mau tak akan sebanyak ini "


"Aduh aduh sakit Ayana jangan kayak gini, kamu kok gitu sih Ayana galak "


Melisa dan juga Melinda yang melihat Ayahnya dijewer seperti itu oleh mamanya hanya tertawa, sungguh lucu sekali ayahnya hanya bisa pasrah saat dijewer seperti itu oleh Mamanya.


"Jewer yang keras Mama. Melisa sudah berbicara pada ayah jangan berbelanja yang banyak-banyak. Tapi Ayah terus saja melakukannya, dia itu benar-benar membeli segalanya dan mahal-mahal semua Melisa melihatnya Mama "


"Apa, kamu kan sudah aku bilang Adnan jangan beli barang-barang yang mahal, apakah kamu mulai kehilangan pendengaran kamu "

__ADS_1


"Ampun Ayana, ampun kali ini saja kali ini saja nanti aku tidak akan beli barang yang mahal lagi. Ayo kita buka hadiah ini jangan jewer aku terus, seharusnya kamu itu aku datang peluk bukannya malah di marahi kayak gini "


"Ga akan aku lepasin, padahal aku sudah bilangkan sama kamu jangan beli barang-barang mahal tapi kamu malah beli dan membawanya kemari juga"


"Iya iya Maaf ga lagi, ga akan ulangi lagi Ayana aku janji sama kamu "


Ayana melepaskan jeweran itu lalu Adnan membawa barang-barangnya tadi, membukanya satu persatu memperlihatkan pada Ayana dan juga anak-anak. Ayana di sana hanya melipat tangannya dan menatap Adnan yang begitu senang memperlihatkan semuanya pada anak-anaknya.


...----------------...


Mama Linda membuka pintu rumahnya tanpa mengintipnya terlebih dulu. Alangkah kaget saat Fira ada di hadapannya. Mama Linda yang akan menutup pintu tidak bisa karena Fira menahannya dengan kakinya.


"Aku ingin bicara denganmu mantan Mama mertua, kenapa kamu seperti tak mau padahal dulu kita dekat loh "


"Mau apa lagi, aku tidak mau berurusan lagi denganmu. Lebih baik kamu pulang sana bukannya kamu sedang sakit kenapa tiba-tiba ada di sini, pulang kerumah kamu lebih baik jangan ada disini "


"Bagus juga rumahnya, sangat bagus cocok juga untuk kamu. Tidak bisa tinggal di rumah besar lagi ya, apakah kamu mau kembali lagi kesana "


"Tidak, aku tidak mau pulang. Sekarang aku tidak mau lagi berurusan denganmu, sana pergi "


"Yakin tidak mau berurusan lagi dengan aku ? "sambil menatap Mama Linda.


"Iya aku yakin, aku tidak akan pernah mau lagi terlibat dengan kamu ataupun berurusan lagi denganmu. Lebih baik sekarang kamu pergi dari rumahku dan jangan pernah ada di sini, jangan pernah datang kesini juga "


"Tapi aku suka rumah ini, bagaimana kalau aku ikut tinggal di sini saja. Aku akan jadi anak yang baik dan menurut pada kamu "


Mama Linda tentu saja langsung melotot kan matanya, mau apa perempuan gila ini tinggal di rumahnya tidak, Mama Linda tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi. Enak saja Mama Linda sudah bahagia hidup sendiri. Mama Linda tidak mau berurusan lagi dengan Fira perempuan licik.

__ADS_1


"Pergi sekarang atau aku panggil satpam. Jangan ganggu aku lagi, aku sudah muak dengan kamu tahu. Aku sudah tak mau berurusan lagi dengan kamu "


"Ayana akan kembali, apakah kamu tidak mau menyingkirkannya. Mungkin kita bisa bekerja sama lagi untuk menyingkirkan dia dan juga anak-anaknya. Pasti akan sangat seru sekali "


"Gila kamu, aku tidak akan mungkin melakukan hal seperti itu lagi. Lebih baik pergi dari sini. Aku tidak akan pernah melukai Ayana ataupun cucuku lagi. Cepat pergi dari sini" Mama Linda terus saja mengusir Fira, tapi dia masih saja diam seperti ini.


"Sudah menerima sekarang. Sudah bisa menerima Ayana menjadi menantumu ya. Apa karena anak-anak itu bagaimana kalau anak-anak yang Ayana urus itu bukan anak Adnan?"


"Tidak akan mungkin, Ayana bukan kamu"


"Kamu lupa. Dia pernah diperkosa loh"


"Aku tahu tapi kenyataannya Ayana mengandung anak-anak Adnan. Jangan lagi ganggu keluargaku pergi dari sini Fira. Aku tidak mau berurusan lagi denganmu. Lebih baik kamu urus saja hidupmu itu. Aku tidak mau ada pembicaraan lagi denganmu dan membuat Adnan curiga, menyangka kalau aku berurusan lagi denganmu aku tidak mau"


Fira menatap Mama Linda dari atas sampai bawah "Kamu sekarang sudah berubah ya, sangat berubah sekali "


"Keluar aku bilang keluar jangan ada di sini lagi, aku tidak mau melihat wajahmu. Aku begitu muak dengan kamu tahu "


"Tapi aku ingin di sini dulu, apa kita boleh minum teh dulu sambil memakan camilan. Mungkin itu akan lebih menyenangkan untuk kita bisa mengobrol berdua"


"Kamu ini benar-benar tidak tahu malu pergi dari sini Fira, dasar orang gila susah sekali untuk diusir "


Fira bukannya pergi dia malah duduk dan melipat tangannya, menyuruh Mama Linda untuk mengambilkannya minum "Ambilkan aku minum yang segar ya, kalau ada sih aku mau jus strawberry itu akan sangat nikmat sekali. Tolong buatkan sekarang aku ini tamu loh kamu harus mengikuti kemauan aku"


"Kamu tidak tahu diri keluar dari sini" teriak Mama Linda sampai urat-urat dilehernya terlihat.


Mama Linda keluar dari dalam rumah. Dia memanggil satpam kompleks untuk mengusir Fira, dia tidak mau berurusan lagi dengan Fira sudah cukup apa yang sudah Fira lakukan dan membuat hidupnya hancur, anaknya juga Adnan hancur. Mama Linda tak mau membuat Adnan kembali kecewa karena ulahnya ini.

__ADS_1


__ADS_2