
"Ada masalah apa Marco sampai-sampai harus meneleponku. Apa masalahnya "
Marco hanya diam saja. Adnan yang curiga langsung masuk kedalam ruangannya ternyata malah ada Fira "Jadi ini permainanmu, mau apa lagi "
Fira mendekati Adnan dan mengusap dada Adnan dengan sensual. Adnan langsung menepis tangan itu "Kamu sudah membuatku malu Adnan"
"Makannya jangan berharap lebih padaku. Aku bukanlah laki-laki yang baik untuk mu maka lepaskan aku. Aku tak akan bisa menyayangimu "
Fira langsung membalikan badannya"Tidak, aku masih berharap lebih padamu. Aku ingin menikah denganmu. Aku sudah terlanjur mengumumkan segalanya tolong jangan buat aku malu untuk kedua kalinya "Fira kembali menatap Adnan.
"Aku tidak bisa, keluar dari ruanganku. Aku tidak mau membahas apapun denganmu tolong pergi dari sini"
Fira menghapus air matanya, lalu keluar begitu saja dari dalam ruangan Adnan. Adnan juga langsung saja duduk tak peduli dengan Fira yang tadi sempat menangis yang terpenting rumahnya tangganya aman kan.
Adnan yang rindu dengan istrinya segera melakukan video call, entah kenapa baru saja meninggalkan istrinya sebentar tapi rasannya sudah rindu sekali.
"Sayang bagaimana kabarmu apakah kamu senang dirumah itu "
"Aku senang, aku bahagia sekali. Kamu bagaimana apakah sudah selesai "
"Ternyata bukan masalah kantor tapi ini adalah tentang Fira dia sepertinya mengancam Marco"
"Hemm, sepertinya dia sangat marah ya padamu "
"Jangan fikirkan dia. Sudah kamu tak usah binggung dengan masalah ini. Aku memberitahumu bukan karena ingin membuatmu memikirkan semua ini. Aku hanya tak ingin ada yang disembunyikan diantara kita ini "
"Iya aku mengerti, aku tak masalah dan tak akan memikirkan ini semua "
Pintu ruangan Adnan tiba-tiba saja terbuka. Adnan langsung membisukan video call-nya"Kenapa kamu masuk dengan cara yak sopan seperti itu Lili "
__ADS_1
Lili menundukan kepalanya "Aku bertanya padamu Lili"
"Maafkan aku Pak, aku tadi tak sengaja. Aku kemari ingin menanyakan tentang kabar Ayana, apakah dia baik-baik saja. Aku begitu khawatir dengannya apakah dia tidak kenapa-napa"
"Ayana baik-baik saja, dia ada bersamaku kamu tak usah khawatir dia tak akan kenapa-napa. Lebih baik kamu kembali keruangan mu dan ingat jangan pernah lakukan hal seperti itu lagi "
"Iya Pak, maaf sekali lagi aku minta maaf "
"Ya keluarlah "
Setelah Lili keluar Adnan tak membisukannya lagi "Ada apa, apakah Fira datang lagi "
"Bukan temanmu yang datang sayang. Lebih baik kamu hubungi dulu saja dia sepertinya dia sangat khawatir sekali dengan keadaanmu. Aku akan bekerja sebentar setelah itu aku pulang jangan kemana-mana ingat"
"Baiklah sayang, bekerjalah dengan semangat "
"Tentu saja, aku akan bersemangat mengerjakan semua pekerjaan ini. Aku akan cepat pulang sayang "
...----------------...
Ayana mencari kontak Lili dan ketemu. Tak butuh waktu lama langsung diangkat telfonnya itu. "Ayana kamu ini ke mana saja, Pak Adnan sudah masuk kerja sedangkan kamu tidak ada. Kamu kapan masuk, kamu tidak kenapa-napa kan selama ini kamu kemana Ayana"
Ayana yang mendengar celotehan sahabatnya itu hanya bisa tersenyum, Lili ini memang cerewet sekali kalau urusan tentang Ayana tidak masuk kantor pasti Lili akan terus meneleponnya. Ayana lupa tadi mau nelpon tapi keburu suaminya menelpon jadi mengangkat dulu telfon dari suaminya.
"Maafkan aku, aku tiba-tiba menghilang begitu saja memang ini keadaannya genting sekali aku harus melakukan ini"
"Apa memangnya yang harus kamu lakukan sampai-sampai kamu harus menghilang begitu saja, apa karena Pak Adnan yang akan bertunangan tapi mereka tidak jadi kan, Pak Adnan tidak mendatangi pertunangan itu "
"Iya aku tahu Adnan tidak pergi ke pertunangannya sendiri, karena dia pergi denganku. Tapi kamu jangan pernah bilang pada siapa-siapa ya. Aku sengaja tidak mengaktifkan ponselku karena aku tidak mau dilacak oleh siapapun. Maksudku aku tidak mau kalau Adnan sampai ditemukan. Mana rela aku melihat dia bertunangan dengan perempuan lain"
__ADS_1
"Iya aku mengerti. Kalau aku ada di posisimu aku juga akan melakukan hal itu, hal yang sama. Tapi kenapa kamu tidak mengabari ku dulu. Aku jadi khawatir sekali denganmu bahkan Fabian menyuruh orang untuk mencarimu"
"Fabian melakukan itu"
"Tentu dia melakukannya, dia mencarimu kemana-mana. Bahkan dia mendatangi rumahmu pokoknya Fabian yang paling khawatir sekali denganmu. Kamu itu jangan kayak gitu lagi dong kita semua di sini khawatir sama keadaan kamu, takut terjadi sesuatu juga sama kamu. Kalau pergi sama Pak Adnan sih nggak masalah kalau kamu tiba-tiba pergi sendiri gimana, kita binggung mau cari kamu kemana "
"Iya aku ga akan lakuin itu lagi Li. Aku janji padamu"
"Terus kamu kapan masuk kerja lagi, aku udah kangen banget sama kamu ga ada temen ngobrol ga ada temen makan, pokoknya hidupku serasa hampa banget deh"
"Besok aku akan mulai bekerja. Aku ingin mengistirahatkan tubuhku dulu, besok aku sudah aktif lagi kok dan aku tak akan menghilang lagi "
"Bagus deh, aku jadi tidak kesepian lagi kan aku jadi tidak makan sendiri lagi. Nanti akan aku kabari Fabian ya kalau kamu sudah ada sudah pulang. Kasihan dia seperti orang stress mencarimu kurasa Fabian menyukaimu"
"Kamu ini berkata apa sih Lili, mana mungkin Fabian suka sama aku ga mungkin Fabian ga akan pernah mungkin suka sama aku. Dia itu temen aku dari SMA Jadi wajar kalau dia khawatir sama aku"
"Iya tapi gerak-geriknya tuh beda banget, kalau kamu ada di posisi aku kamu bakal lihat gimana Fabian yang khawatir banget dengan keadaan kamu, bolak-balik sana ke sini untuk cari informasi tentang kamu pokoknya Fabian tuh bener-bener stress kayaknya cariin kamu"
"Itu hanya menurut kamu saja, kalau emang Fabian suka sama aku dari dulu mungkin kita udah pacaran, tapi kan kenyataannya ga dia itu cuman khawatir aja emang dari semenjak sekolah Fabian itu yang selalu bela aku kalau aku ga ada emang dia yang cari aku, jadi kamu jangan pikir ke mana-mana ya kepalamu itu lebih baik digunakan untuk bekerja saja jangan memikirkan tentang Fabian yang khawatir padaku"
"Pasti kamu itu selalu saja begitu, baiklah pokoknya besok harus masuk ya tidak mau tahu, aku tidak mau melihat kamu tidak masuk lagi ke dalam kantor"
"Yah aku akan masuk aku tutup dulu ya"
"Oke deh pokoknya selalu hati-hati ya"
"Iya aku akan selalu hati-hati kok"
Setelah selesai mengabari temannya itu Ayana masih memikirkan bagaimana cara bertemu dengan ibunya, maksudnya memberi uang agar ibunya tidak membuat ulah.
__ADS_1
Tapi Ayana tidak akan memberikan uang yang ibunya minta. Ayana akan memberikan uang bulanan tapi ini untuk terakhir kalinya, mungkin Ayana tidak akan mengirimkan lagi Ibunya uang.
Ayana ingin ibunya itu berpikir dan merenungi semua kesalahannya, bukannya Ayana jahat tapi Ayana ingin ibunya itu berubah menjadi lebih baik jangan seperti itu terus-menerus.