Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 205


__ADS_3

Mereka semua sekarang sudah pulang bahkan Melisa dan juga Melinda sudah kembali ke sekolah, mereka membagikan barang-barang yang mereka beli waktu itu bersama ayahnya semuanya dibagi kecuali Alifah. Karena mereka tahu Alifah tidak akan menerima barang pemberian dari mereka.


Alifa malah akan membuangnya atau menghinanya, sungguh menyebalkan Alifa itu. Teman yang harus dihindari Alifa itu.


Melinda memberikan pensil warna yang sudah dia beli pada Ayu "Ini untuk kamu agar kamu bisa menggambar di rumah juga, aku tahu gambar mu selalu bagus jadi kamu harus mewarnai juga dengan bagus. Kamu suka tidak dengan pensil warna ini"


Ayu yang melihat pemberian dari Melinda berbinar begitu senang, dia tidak menyangka akan diberikan barang sebagus ini. Ayu kira dirinya tidak akan pernah mempunyai barang sebagus ini dan sebanyak ini, warnanya ini pasti akan sangat lengkap sekali.


"Kamu yakin memberikan semua ini padaku. Apakah orang tua kamu tahu, ini sangat banyak selai dan pasti sangat mahal sekali aku tidak mau "


"Tahu dong ini kan aku yang beli bersama ayah, aku sudah minta pada ayah dan ini untuk kamu pakai yang baik ya agar nanti kita bisa menggambar sama-sama yang bagus, agar kamu juga mengerjakan PR tidak di sekolah kalau ada PR menggambar"


Ayu langsung tersenyum senang dia menganggukkan kepalanya "Terima kasih ya Melinda kamu baik sekali, aku senang sekali mendapatkan pensil warna ini. Aku tidak menyangka kalau kamu akan memberikan ini padaku, warnanya sangat banyak sekali Melinda"


"Sama-sama gunakan yang baik ya pensil warnanya ini"


Ayu menganggukan kepalanya dan memeluk pensil warna itu. Sedangkan Alifah yang ada di ujung mendelikan matanya dia tidak suka Ayu mendapatkan barang seperti itu dari orang lain. Apalagi dari Melinda.


Sedangkan dirinya tidak diberi apa-apa, semua temannya diberi hadiah oleh anak kembar itu tapi Alifah kenapa tidak. Kenapa hanya dirinya saja yang dari tadi diacuhkan menyebalkan sekali.


Kalau saja tadi dirinya sampai dikasih akan dirinya lempar ke wajah dua anak kembar itu, sudah ditunggu dari tadi tapi tak ada yang mendekatinya. Jadi tak jadi deh menjahili mereka berdua.


Alifah langsung maju dan mengambil pensil warna itu lalu membantingnya ke lantai, "Kamu ini apa-apaan kenapa tiba-tiba membanting pensil warna Ayu, tidak sopan sekali kamu ini "

__ADS_1


Alifah langsung berkaca pinggang "Kamu ini sebenarnya mau di puji di sekolah ini sampai-sampai bagi-bagi hadiah pada teman-teman, kenapa aku saja yang tidak diberikan dan kenapa juga dia diberikan yang paling besar. Dia itu cuma anak pembantu kamu itu jangan sok baik di sini, jangan sok perhatian juga dasar menyebalkan "


Melinda mengerutkan keningnya "Kalau kamu mau bicara baik-baik aku masih ada kok, kenapa aku tidak memberimu karena kamu juga tidak akan mau. Kamu tidak boleh seperti itu merendahkan pekerjaan orang lain meskipun ibunya bekerja sebagai asisten rumah tangga kamu, tapi dia juga sama seperti kita kamu tidak boleh seperti itu Alifah. Kamu seharusnya hormat pada orang yang lebih dewasa tak baik sikap kamu yang seperti itu "


"Aku tidak mau, aku tidak akan menerima barang yang akan kamu berikan padaku. Harganya sangat murah, yang ada aku bisa gatal-gatal menerima itu dari kamu "


"Memangnya siapa yang mau kasih sama kamu, ga ada kok. Kamu jangan kepedean deh jadi anak "sekarang Melisa yang datang dan berkaca pinggang juga berhadapan langsung dengan Alifah.


Alifa mundur karena dia tahu Melisa itu seperti apa, Melisa tidak akan bisa dikalahkan dengan cepat, berbeda dengan adiknya Melinda yang gampang sekali dia intimidasi dan kalahkan juga.


"Ambil pensil warna itu dan berikan lagi pada Ayu, kamu tidak berhak membanting punya orang lain kalau kamu mau beli bukannya kamu itu orang kaya ya, jangan rusak punya orang lain "


"Iya aku akan membelinya bahkan lebih bagus dari yang kalian berikan pada Ayu, aku tidak sudi mengambil pensil warna itu, kalian memang anak-anak yang menyebalkan. Kalian itu tak pantas sekolah disini tahu "


Alifah malah menginjak-injak semua pensil warna itu, tapi dia malah tergelincir dan jatuh anak-anak bukannya menolong mereka malah tertawa melihat Alifah yang terjatuh. Mereka juga bersorak.


Alifah langsung bangkit dan berlari ke arah ruangan guru-guru, Alifa benar benar membalikkan semua faktanya. Dia berbicara kalau Melisa yang mendorongnya lah itulah sampai-sampai Melisa harus dipanggil lagi ke ruang guru, ke ruangan kepala sekolah dan pasti orang tuanya akan datang lagi kemari.


Ayu yang merasa bersalah menatap Melisa dan juga Melinda "Maaf gara-gara membela aku kamu malah harus dipanggil lagi ke ruang guru. Aku minta maaf aku akan menjadi saksi dan menjelaskan semuanya, aku akan ikut kalian nanti "


Melisa malah tersenyum dan menggandeng tangan Ayu "Kamu tenang saja aku tidak salah, aku tidak akan pernah takut aku akan menghadapi Alifa bersama ibunya itu. Mereka itu memang sama saja kamu tenang saja di dalam kelas kita ini ada CCTV, jadi ada bukti kamu tidak usah takut ya"


Ayu menganggukan kepalanya, Ayu tahu Melisa akan bisa menghadapi mereka. Tapi tetap saja dirinya di sini yang salah "Aku akan ikut dengan kalian aku akan menjadi saksi, aku janji akan berbicara yang sebenarnya. Mamanya Alifa itu sangat galak sekali"

__ADS_1


"Jangan kalau nanti kamu ikut malah kamu yang disalahkan oleh orang tuanya Alifah. Mama kamu kan masih bekerja di sana nanti takutnya mereka malah kasar sama kamu dan juga mama kamu, kamu tenang aja di sini pokoknya masalah ini pasti akan beres dengan cepat. Aku akan mengurusnya ya "


Melisa melepaskan genggaman tangannya pada Ayu dan menggandeng adiknya. Mereka pergi ke ruang guru bersama-sama, Alifah di sana sudah ditenangkan oleh beberapa guru bahkan orang tuanya dipanggil, Melisa dan juga Melinda duduk dengan tenang menunggu kedua orang tuanya datang.


Melisa juga didekati oleh salah satu guru "Apa yang terjadi Melisa, apakah kalian bertengkar "


"Dia nakal dan merusak pensil warna Ayu, menginjak-injaknya jadi dia terjatuh sendiri tidak ada yang mendorongnya Ibu bisa lihat dari CCTV yang ada di ruangan kelas kami, kami sudah berkata jujur ibu"


Ibu guru itu mengusap rambut Melissa, dia tahu pasti ini adalah perbuatan Alifah lagi, memang setiap harinya Alifah itu selalu membuat masalah tapi saat dilawan dia tidak mau malah seperti ini menangis dan nanti akan Ibunya datang.


Sudah beberapa anak memang di sini yang pindah gara-gara Alifah, gara-gara kenakalannya dan selalu tidak mengaku apapun yang dia lakukan. Dan orang tuanya juga suka membelanya dan tak mau disalahkan juga.


Sedangkan Ayu yang ada di dalam kelas mengambil pensil warna yang sudah diinjak-injak oleh Alifah, dia memeluk pensil warna ini, untung tidak rusak hanya kotor. Ayu akan tetap menyimpannya ini adalah pemberian dari temannya Ayu harus menjaganya dengan baik.


"Sini Ayu duduk jangan berdiri terus "panggil Martha sambil menepuk tempat disebelahnya.


Ayu langsung pergi ke arah sana dan duduk bersama Martha, "Apakah Melisa dan juga Melinda tidak akan keluar dari sekolah ini, kamu tahu sendiri kan kalau misalnya sudah berurusan dengan Alifa kebanyakan anak-anak kelas kita malah pada keluar, mereka tak akan masuk lagi, aku takut sekali kalau mereka akan seperti itu juga "


"Aku yakin mereka tidak akan keluar dari sekolah ini, sepertinya nanti orang tuanya Melisa dan juga Melinda akan datang dan menegur ibunya itu, sudah kamu tenang ya. Aku yakin Melisa dan Melinda akan tetap menjadi teman kita mereka akan tetap sekolah di sini"


"Hemm, aku sangat takut sekali, takut mereka nanti akan tidak sekolah lagi di sini"


"Sudah tenang pasti mereka akan sekolah lagi di sini, pasti yang akan keluar itu Alifah. Aku dengar-dengar orang tuanya Melisa dan juga Melinda itu bukan orang sembarangan, aku pernah dijemput oleh orang tuaku dan menunjuk pada mereka kalau itu adalah orang tua Melissa dan juga Melinda, mereka cukup kaget sudah aku yakin Melisa dan Melinda bisa menghadapi semuanya. Mereka juga tak salah, kita akan membela Melisa dan juga Melinda nanti "

__ADS_1


Akhirnya Ayu hanya bisa menganggukkan kepalanya, Ayu menepuk-tepuk pensil warna yang kotor itu tapi tidak ada yang patah tidak ada yang rusak di dalamnya, hanya tempatnya saja yang memang sudah kotor.


Ayu sangat gelisah sekali, dia ingin cepat-cepat menemui Melisa dan Melinda, Ayu ingin tahu kabar mereka berdua. Semoga saja apa yang dikatakan oleh Martha benar, semoga saja mereka akan tetap sekolah disini dan bersama mereka nantinya.


__ADS_2