
Lagi lagi Adnan memanfaatkan waktu, saat anak-anak sibuk bermain dengan hewan-hewan Adnan malah menarik Ayana dan membuat Ayana duduk kembali di pangkuannya.
Anak-anak tidak mau pulang dan malah mau kembali masuk dan bermain-main dengan hewan yang ada disini. Adnan tentu saja senang dan bahagia dia bisa menghabiskan waktu bersama ibunya.
"Jangan mulai lagi Adnan lepaskan aku, kamu mau tiba-tiba Melisa datang kemari. Jangan buat dia marah lagi seperti tadi, apa kamu mau Melisa makin tak mau dengan kamu"
Adnan melongok sedikit kearah anak-anaknya"Mereka jauh, jadi Melisa tidak akan datang kemari lagi, kenapa sih kamu tidak mau berduaan denganku seperti ini, enak loh berduaan itu"
Ayana memberontak tapi lagi-lagi tengkuknya di ditahan oleh Adnan "Kenapa kamu selalu seperti ini, lepaskan aku Adnan "sambil memegang punggung tangan Adnan yang ada di tengkuknya, Ayana ingin mencoba melepaskannya tapi sangat sulit sekali.
Adnan menyatukan kening mereka berdua "Bagaimana kalau kita bulan madu sayang. Mungkin nanti sambil ajak anak-anak jalan-jalan juga pasti mereka akan senang sekali, mereka pasti akan sangat bahagia, apalagi akan diberi adik "
Ayana yang melihat Adnan yang memiringkan kepalanya seperti akan menciumnya, Ayana segera menutup kedua bola matanya dan juga melipat bibirnya kedalam agar Adnan tidak bisa melakukan apa-apa padanya, karena memang kepalanya sulit sekali untuk bergerak.
Adnan yang melihat itu tentu saja tersenyum, tahu saja Ayana apa yang akan dia lakukan. Adnan menggesekkan hidung mereka berdua "Kenapa aku selalu tergoda denganmu Ayana, kenapa kamu bisa membuat aku seperti itu "
Ayana langsung membuka matanya "Kamu sendiri yang melakukannya, aku tak pernah menggoda mu sama sekali"
Adnan melepaskan tangannya di tengkuk Ayana lalu mengalungkan tangan Ayana ke lehernya "Begini lebih baik, peluk aku Ayana " Adnan juga memeluk tubuh Ayana dengan erat agar Ayana tidak kabur.
"Kamu ini sebenarnya kenapa sih dari tadi manja kayak anak kecil " Ayana benar-benar bingung dengan tingkah Adnan yang seperti ini, Adnan begitu manja padanya sebenarnya Ayana ingin marah pada Adnan tapi rasannya sulit sekali.
"Aku butuh pelukan dari istriku ini yang cantik, tapi kamu tidak pernah mau memelukku"
"Aku bukan istrimu ya, sejak kapan aku kembali menikah denganmu kita sudah tidak menikah lagi "Ayana mencubit pipi Adnan dengan keras agar dia sadar.
"Ya tapi sebentar lagi kita akan rujukan Ayana, maka tidak masalah kan mengatakan kalau kamu itu istriku, tidak ada yang salah kok dalam kata-kataku ini. Semuanya sudah benar " jawab Adnan dengan Pd nya.
"Kata siapa, memangnya aku pernah mengatakan itu. Aku tidak pernah mengatakan kalau akan kembali lagi padamu Adnan, aku begitu ingat dengan setiap kata yang aku ucapkan tak ada yang aku lupakan "
"Tapi aku akan melakukannya bagaimanapun caranya, aku akan membuat kamu kembali "Adnan mendongak dan menatap wajah Ayana yang sedang cemberut "Aku akan meminta bantuan anak-anak, apalagi Melisa akan aku belikan monyet pasti dia akan nurut padaku dan mau membantuku untuk meluluhkan hatimu, bagaimana ideku sangat bagus kan"
"Itu tidak akan pernah berhasil Melisa itu tidak akan pernah bisa disogok ya "Ayana menggelengkan kepalanya dengan kuat, dia yakin kalau Melisa tidak akan mungkin tergoda dengan ucapan-ucapan yang diberikan oleh Adnan.
"Tapi aku mau menikah denganmu. Aku mau punya anak laki-laki kita sudah punya anak kembar perempuan 2, nah yang belum itu anak laki-laki pasti akan seru sekali nanti di rumah mereka berdua akan menjadi kakak yang baik. Menjaga adik mereka dan nanti setelah besar anak kita yang laki-laki menjaga kakak-kakaknya pasti akan menyenangkan sekali hidup kita akan sempurna Ayana, aku sudah membayangkan semuanya Ayana "
"Adnan kamu ya "Ayana memukul dada Adnan cukup keras, tapi Adnan malah tertawa seperti tidak merasakan sakit saja, padahal Ayana memukulnya dengan tenaga yang besar.
"Kenapa kamu ini suka sekali memukul Ayana, dulu kurasa kamu tidak seperti ini sayang. Kamu itu sangat lembut sekali "
"Aku berlatih otodidak untuk bisa bela diri, aku tidak mau sampai kejadian masa lalu itu terjadi lagi padaku. Saat nanti ada yang menjebak aku lagi dan melecehkan ku, aku bisa melawan aku bisa mengajarnya habis-habisan. Aku tak akan kalah"ucap Ayana dengan bersungguh-sungguh.
__ADS_1
"Kamu yakin "tanya Adnan yang memang terkejut dengan jawaban yang akan diberikan oleh Ayana.
"Tentu saja aku yakin, aku tidak mau kejadian yang dulu itu terulang lagi. Aku tidak mau hal yang sama kembali menimpaku, aku tidak mau sampai anak-anakku melihat aku sedih. Aku ingin membela diriku sendiri, aku tidak mau terus tergantung dengan orang lain. Aku harus bisa melawan mereka yang ingin menghancurkan ku, aku harus selalu kuat "
Adnan makin kagum saja dengan mantan istrinya ini, Ayana makin kemari memang sangat banyak perubahannya dan Adnan senang melihat itu"Lalu sekarang bagaimana perkembangannya? Kulihat kamu belum bisa melawanku bahkan untuk pergi dari pangkuanku saja kamu tidak bisa, kamu masih betah duduk disini Ayana "
Ayana mendelikan matanya dengan kesal "Aku tidak melawan kamu karena ada anak-anak di sini, lihat mereka bisa saja melihat ke arahku saat aku melakukan kekerasan padamu. Aku tidak mau menjadi contoh yang buruk untuk anak-anak, makanya aku diam. Kalau misalnya tidak ada anak-anak mungkin aku sudah menghajar mu habis-habisan"
Ayana menoleh pada anak-anak, mereka masih fokus dengan hewan-hewan yang ada di sana "Aku kira semuanya sudah aman Adnan, kalau kita ini tidak akan pernah bertemu lagi sampai kapanpun. Tapi kita malah bertemu lagi kan, kalau tahu begini aku akan berlatih bela diri dengan sungguh-sungguh bahkan menyewa pelatih untuk dapat mengasah semuanya"
Adnan menyandarkan kepalanya di bahu Ayana "Sekarang tidak usah melakukan itu lagi, aku yang akan menjagamu. Aku akan selalu ada disampingmu, jika ada masalah aku yang akan menghadapinya"
Ayana mengangkat bahunya "Entahlah apakah aku harus percaya atau tidak, karena yang sudah-sudah saja kamu tahu kan bagaimana aku tidak mau berharap lebih pada orang lain. Makanya aku harus selalu bisa melakukan apapun, bahkan untuk membela diriku sendiri dan juga untuk menjaga anak-anakku sendiri, aku tak mau terlalu berharap pada orang lain termasuk kamu "
"Aku janji tak akan seperti itu lagi Ayana, kamu hanya perlu percaya saja dengan aku ini "
"Hemm, aku tidak suka orang yang berjanji tanpa menepatinya"
"Aku akan menempatinya Ayana, jika suatu saat kamu bertemu dengan ibuku lagi bagaimana ? " entah kenapa Adnan ingin menanyakan hal itu. Adnan kan akan menikah dengan Ayana nanti, dan Adnan perlu bertanya tentang ibunya pada Ayana.
"Mungkin biasa-biasa saja, memangnya apa yang harus aku lakukan jika bertemu dengan ibumu ? Apakah aku harus menjambak rambutnya, apakah aku harus marah-marah di depannya, apakah aku harus mencaci makinya, apakah aku harus meminta uang kompensasi karena dia telah melakukan ini telah menghancurkan hidupku ? "
"Iya mungkin kamu akan marah sekali dengan apa yang Ibuku lakukan, ini kan semua terjadi juga karena ibuku Ayana "
Adnan hanya mengangguk-anggukkan kepalanya, dia tidak mau membela ibunya memang ibunya salah sangat-sangat salah, tapi mau bagaimanapun dia tetap ibunya tapi Adnan tidak akan pernah percaya lagi dengan kata-kata ibunya itu sampai kapanpun.
Jika tidak ada bukti yang jelas dan mungkin dirinya akan lebih dulu untuk mencari tahu, tidak gegabah seperti dahulu. Adnan benar-benar tak mau terulang apa yang pernah terjadi padannya itu.
Ayana menyandarkan punggungnya ke dada Adnan, setelah mereka diam cukup lama " Kenapa kita harus menikah ?"
"Maksudmu apa kenapa seperti itu Ayana "
"Karena kalau aku pun mau aku bisa lari kapanpun darimu meskipun kita nanti sudah menikah, aku bisa saja lari Adnan, pernikahan tak akan mengikatku untuk tidak pergi dari samping kamu "
"Memangnya kamu punya pikiran untuk kabur lagi dari aku Ayana. Apa kamu mau lari lagi dariku dan menjauhkan aku serta anak-anak?"
"Bagaimana jika suatu saat nanti kamu yang pergi seperti dulu, kamu yang pergi meninggalkan aku terlebih dahulu. Bagaimana jika kejadian itu kembali terulang, semua bisa terjadi kita tidak tahu kedepannya kita akan seperti apa"
"Itu tidak akan pernah terjadi Ayana, aku sudah pernah bilang kan padamu aku tidak akan pernah pergi lagi dari sampingmu dan juga anak-anak. Aku harus mengatakannya berapa kali lagi padamu. Aku akan tetap ada disampingmu apapun yang terjadi aku akan tetap ada bersamamu"
"Apakah menurutmu ada yang kurang dariku atau kata-kataku memang kurang meyakinkan untukmu, sampai-sampai kamu selalu saja menolak ajakanku untuk kita menikah, untuk kita rujuk lagi aku benar-benar ingin menikah denganmu Ayana. Aku ingin memulainya dari awal lagi, aku ingin kita sama-sama lagi. Kita punya peluang besar untuk bersama lagi Ayana "
__ADS_1
"Kenapa aku selalu bertanya hal ini padamu, kenapa aku selalu mengulang-ulang kata yang sama aku hanya ingin kamu tidak menyesal seperti dulu telah menikahi aku, penyesalan itu datang di akhir seperti kamu waktu itu menyesal menikahi aku karena kesalahpahaman itu, meskipun itu salah paham tapi tetap saja kan semua hal yang terjadi itu membuat kamu sakit hati. Membuat kamu tidak percaya sama aku, membuat kamu menceraikan aku begitu saja tanpa tahu ceritanya terlebih dahulu bagaimana. Aku ingin kamu memikirkan semuanya dulu Adnan, memikirkan bagaimana nanti ke depannya. Aku tidak mau kalau kita harus menikah lalu berpisah menikah berpisah lagi. Memangnya sebuah pernikahan itu sebuah permainan bukan, itu adalah sesuatu yang sakral aku tidak mau mempermainkan hal itu lagi"
"Dulu kita juga menikah tanpa restu, kita menikah tanpa ada saksi dari keluarga kita masing-masing mungkin apa yang terjadi pada kita itu adalah sebuah hukuman, karena kita telah melakukan hal yang tak seharusnya. Kita menikah saat kedua belah pihak tidak merestui hubungan kita kan"
"Iya aku tahu apa yang terjadi itu salah, aku benar benar salah. Aku gegabah Ayana, aku terlalu terburu-buru dalam mengambil sebuah keputusan"
"Nah maka dari itu kamu bisa melakukan itu kapan saja, kamu bisa pergi dariku kapan saja seperti saat itu. Mungkin kamu bisa terus memaksa untuk masuk ke dalam kehidupan aku dan juga anak-anak, tapi bagaimana dengan aku ? Jika kamu pergi aku tidak bisa mencegah mu Adnan"
"Sekarang apa kamu sudah mengeluarkan segalanya, apa yang ada dalam pikiranmu itu, jika belum keluarkan semuanya Ayana. Karena aku tidak akan pernah melakukan hal yang sama lagi, tidak akan melakukan kesalahan yang sama lagi untuk kedua kalinya aku tidak akan melakukan itu"
Ayana menatap Adnan dengan lekat, Ayana melihat tatapan serius dari Adnan yang meyakinkan kalau dia memang benar-benar sungguh-sungguh ingin kembali dengannya. Tapi tetap saja, Ayana sangat takut sekali.
"Ini bukan tentang tanggung jawab saja Ayana, aku memang benar-benar ingin rujuk denganmu. Aku ingin kembali dengan kamu. Cintaku ini dari dulu sampai sekarang tidak pernah hilang padamu. Meskipun aku dulu kecewa tapi tetap hatiku ini untuk kamu, aku tidak pernah bisa berpaling dengan siapapun bahkan saat menikah dengan Fira pun aku tidak pernah memegangnya atau melakukan apa yang pernah kita lakukan dulu saat menikah. Cintaku ini sangat besar padamu Ayana sulit untuk melupakanmu, bahkan sekarang lebih lebih besar lagi cintaku ini, lalu apalagi alasannya aku meninggalkan kamu dengan anak-anak"
"Aku tidak mau kamu menikah dengan orang lain, bahkan saat kamu bersama Fabian aku merasa cemburu. Aku merasa kalau Fabian itu lebih tahu kamu segalanya, lebih dekat dengan kamu aku cemburu cuman aku tidak bisa mengatakannya. Aku tidak mau membuat kamu sakit hati dengan kata-kataku, aku tahu kalian berdua sudah berteman sejak lama. Tapi tetap saja cemburu itu tetap Ayana"
"Saat Melinda ingin kamu dan Fabian bersama aku begitu tak rela aku Ayana, aku tak menerima semua itu. Aku benar-benar tak terima "
Ayana menundukkan kepalanya, dia memainkan tangannya. Ayana tidak pernah menyangka kalau selama menikah Adnan dan juga Fira tidak pernah melakukan sesuatu yang pernah mereka lakukan saat menikah tapi masa iya sih.
Adnan meraih dagu Ayana untuk kembali bisa menatapnya "Jadi apakah ada sesuatu lagi yang mengganjal dalam hatimu, apakah ada masa lalu yang belum kamu keluarkan atau rasa sakit kamu yang belum kamu keluarkan padaku Ayana "
Ayana menggelengkan kepalanya "Tidak ada, semuanya sudah aku bicarakan semua ketakutanku sudah aku bicarakan juga padamu dan tidak ada lagi yang aku sembunyikan darimu "
"Jadi sekarang apa lagi masalahnya, kita bisa kembali kan kita bisa kembali rujuk lagi Ayana "Adnan begitu berharap besar tentang hubungan ini.
"Kamu tidak mengerti Adnan suatu saat pikiran orang lain itu bisa berubah, pikiran kamu juga bisa berubah kapanpun"
"Ya memang orang itu bisa berubah pikiran kapanpun, tapi apalagi yang membuat kamu ragu dengan aku bahkan aku akan memberikan asetku padamu, memberikan diriku ini untukmu, semuanya aku berikan padamu lalu apalagi yang harus aku berikan padamu Ayana. Tanda tangani semua aset ku itu, itu adalah milikmu aku memberikannya memang benar-benar untukmu itu adalah jerih payah aku selama ini, lalu apalagi yang harus aku berikan padamu apalagi yang harus aku buktikan padamu Ayana"
Ayana membuang pandangannya "Aku tidak tahu aku bingung dengan semua ini, aku sungguh tak bisa menjawab semuanya "
Adnan menghela nafasnya "Baiklah aku tidak akan membicarakan tentang pernikahan lagi, aku tidak akan memaksamu tapi suatu saat jika kamu sudah percaya lagi padaku, jika kamu sudah mau kembali denganku maka bicaralah langsung maka saat itu juga aku akan mempersiapkan pernikahan untuk kita berdua dan restu pun sudah kita pegang nenek sudah merestui kita"
Adnan langsung mencium pipi Ayana "Aku mencintaimu dari dulu sampai sekarang Ayana, tidak pernah ada yang berubah aku tetap untukmu hanya kesalahpahaman lah yang memisahkan kita, tapi semua itu tidak merubah apapun aku tetap tidak bisa melupakanmu dan rasa cintaku ini makin besar\= "
Ayana kembali menundukkan kepalanya, tapi Adnan lagi-lagi membuat pandangan Ayana terarah lagi padanya. Adnan benar-benar tak membiarkan Ayana berpaling darinya.
"Aku akan tetap mengatakan semua ini sampai kamu bisa membuka hati kamu lagi untukku, sampai kita akan bersama lagi dan sampai kita tua bersama. Aku akan terus mengungkapkan isi di dalam hatiku ini, Ayana aku tidak akan pernah bosan mengatakan semua ini, karena memang pada dasarnya kamulah cinta sejatiku tidak pernah ada lagi perempuan yang bisa memikat ku selain kamu, kamu adalah segalanya untuk Aku Ayana "
"Hanya karena keegoisanku saja dulu yang membuat kita harus berpisah, membuat kita harus salah paham, membuat kita harus jauh dan anak-anak yang menjadi korban tapi aku janji semua itu tidak akan pernah terjadi lagi apa yang pernah terjadi pada kita itu, tidak akan pernah terulang lagi sampai kapanpun "
__ADS_1
Ayana tidak bisa menjawab apa-apa. Dia hanya bisa diam dan mendengarkan semua apa yang Adnan katakan, karena hatinya pun belum bisa terbuka untuk sepenuhnya hatinya sudah terlanjur tertutup 5 tahun yang lalu, untuk dibuka lagi sangat sulit dan entah akan sampai kapan tertutup seperti ini, Ayana juga tak tahu.