Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 127


__ADS_3

Sedangkan Adnan dan juga Melisa sedang ada di tempat makan, mereka sedang menunggu makanan mereka berdua jadi. Melisa juga duduk dengan tenang dia sama sekali tak mengajak ayahnya berbicara. Rasannya Melisa lelah terus bertanya pada Ayahnya.


Nanti saja lah kalau sudah beres makan, baru Melisa akan berbicara lagi dengan ayahnya dan juga bertanya banyak hal lagi. Masih banyak yang ingin Melisa tahu disini, disini banyak sekali hal yang baru untuk Melisa.


"Kamu senang selama ada di sini bersama ayah, kamu betahkan disini bersama ayah Melisa "


"Tentu saja aku senang paman, di sini banyak hal baru yang bisa aku pelajari. Di sini juga orangnya ramah-ramah tapi aku tidak suka dengan orang-orang yang ada di tempat kerja Paman mereka terus saja menatapku seperti itu, lalu mereka berbisik-bisik seperti membicarakan aku. Memangnya ada yang salah ya dengan penampilan aku"sambil menatap pakaiannya, Melisa benar-benar kefikiran tentang hal itu.


"Tidak mereka hanya kagum saja dengan Melisa, mereka kan baru pertama melihat Melisa jadi mereka bertanya-tanya siapa Melisa ini, sebenarnya tidak ada hal yang buruk mereka bicarakan, nanti ayah akan bicara pada mereka agar tidak berbisik-bisik lagi seperti itu ya, kamu bisa ikut nanti saat ayah berbicara dengan mereka "


"Iya harus Paman, kalau mau bicara ya langsung depan mata saja langsung pada orangnya saja jangan bisik-bisik seperti itu tidak enak kan nanti malah berpikir yang tidak-tidak seperti aku ini. Mereka itu kan padahal sedang bekerja tapi masih saja suka mengobrol "


"Iya iya nanti ayah akan bicara ya, Melisa bisa tenang sekarang adalah waktunya Melisa makan. Kalau Melisa telat makan pasti Mama akan marah pada Ayah"


Ternyata tak buruk juga membawa Melisa kemari Adnan suka dengan Melisa yang tak marah-marah, lalu mau digendong olehnya, mau digandeng olehnya juga. Pokoknya Melisa yang sekarang sangat berbeda sekali seperti Melinda malahan.


"Ayahh ayahhh, ayah kamu ada disini "


Tiba-tiba saja ada yang berteriak. Adnan yang kaget langsung menatap anak kecil yang berteriak padanya, Adnan sungguh tahu suara siapa itu ternyata Kamila dia datang bersama Rio.


Kamila langsung mendatangi meja Adnan dan memeluk kaki Adnan dengan erat. Tentu saja Adnan langsung memangkunya, Adnan juga senang bertemu dengan Kamila sudah lama kan mereka tak bertemu.


"Ayah kenapa kamu baru datang kemari dan kenapa juga kamu tidak pernah mendatangiku, katanya Ayah akan datang tapi tidak ada. Apa kah ayah sekarang sudah tak mau bertemu lagi dengan Kamila, padahal Kamila begitu rindu dengan Ayah, Kamila ingin tidur dengan ayah, Kamila ingin selalu bersama ayah "


Adnan melihat Melisa yang diam saja lalu Adnan melihat ke arah Kamila lagi, Adnan takut malah Melisa berfikir yang tidak-tidak "Ayah banyak pekerjaan makanya Ayah belum bisa menemui Kamila, nanti setelah ayah punya waktu pasti ayah akan menemui kamu Kamila, bahkan sekarang saja ayah harus pergi meeting lagi "

__ADS_1


"Sekarang pulang kenapa tidak langsung bertemu dengan Kamila, kenapa tak menyempatkan waktu untuk melihat Kamila dulu ayah, padahal hanya sebentar saja, Kamila hanya butuh waktu ayah sebentar tak lama "


Kamila langsung menatap anak yang ada di hadapannya, dia tahu siapa itu tapi dia tidak tahu siapa namanya. Melisa yang sudah melupakan 2 anak kembar itu kembali mengingatnya dan melihatnya dengan tidak suka.


"Pasti Ayah sibuk karena bermain dengannya kan. Pasti ayah terlalu sibuk bersamanya sampai-sampai melupakan Kamila, katanya Ayah akan selalu menelpon Kamila tapi tidak ada, ayah hanya bicara saja tapi tak pernah menemui Kamila, kenapa sekarang ayah malah jadi pembohong sih "


"Ayah sibuk dengan pekerjaan ayah, kenalan dengan Melisa ya, kamu masih ingat kan dengan Melisa waktu itu kamu berkenalan dengan Melinda dan ini kakaknya Melisa "


Kamila langsung menggelengkan kepalanya dan melipat kedua tangannya sambil menatap Melisa yang tidak acuh padanya. Melisa malah sibuk dengan melihat-lihat menu yang ada di tangannya dan juga meminum jus yang baru saja tadi sampai.


Melisa bahkan tak peduli dengan adanya Kamila, Melisa sudah tahu siapa anak yang ada dipangkuan Ayahnya. Dia adalah anak yang menyebalkan itu.


"Aku tidak mau berkenalan dengannya, waktu itu pernah kan di pantai anak itu kasar. Aku tidak mau Ayah, aku malah akan dilukai lagi oleh dia, sudahlah ayah jangan hiraukan dia. Ayah hanya perlu berbicara dengan aku saja tidak dengannya "


Rio yang tahu situasi segera mengambil alih Kamila, "Kamila kita harus pulang, kita baru saja selesai makan jangan ganggu Paman Adnan ya dia sedang bersama anaknya kita pulang sekarang. Kamu juga sedang banyak pr kan, ayo akan ayah bantu untuk mengerjakannya ya "


Melisa yang merasa kalau dirinya lah yang dimaksud oleh Kamila langsung menatap Kamila dengan mata yang tajam, dia benar-benar tak suka dengan kata-kata Kamila "Aku juga tidak mau denganmu. Memangnya kamu siapa, aku saja tidak kenal denganmu. Aku juga tidak mau berjalan denganmu dasar anak cengeng kamu itu anak cengeng yang waktu itu kan, kamu itu selalu saja mengadu tak bisa membela diri sendiri, dasar anak cengeng bisanya hanya menangis saja memalukan sekali sudah besar tapi hobi menangis "


Kamila langsung memasang wajah galaknya "Kamu sudah mengambil Ayahku. Seharusnya kamu itu tidak ada, kamu seharusnya jauh jauh dari ayah ku, sebelum adanya kamu kami baik-baik saja ya, kamu harus pergi dari samping Ayahku "


"Aku tidak pernah mengambil ayahmu, ayahmu sendiri yang mendatangi Mamaku. Dasar anak cengeng, kalau tidak tahu apa-apa lebih baik jangan bicara saja " kembali Melisa mengejek Kamila.


Rio langsung menengahi mereka berdua "Adnan, Melisa aku pulang dulu ya maaf Kamila sudah mengganggu, aku akan menasehatinya nanti agar tak seperti ini "


"Iya tidak masalah Rio"

__ADS_1


Kamila malah meronta-ronta ingin diturunkan oleh Rio, tapi Rio dengan cepat berlari ke arah mobilnya. Dia tidak mau ada masalah Rio juga tidak mau Kamila terus ingat dengan Adnan, baru saja Kamila bisa akur dengannya.


Dia bisa menerimanya jangan sampai nanti Rio disibukan kembali dengan Kamila yang rewel ingin pulang pada Adnan. Rio tak mau hal itu sampai terjadi.


"Kenapa anak itu sangat tidak suka denganku Paman, apa salahku dia itu dari pertama bertemu tidak pernah ramah, selalu saja bersikap seperti itu, padahal waktu itu kita baru bertemu kan "


"Mungkin Kamila belum kenal dengan kamu. Makanya seperti itu dia anaknya baik kok, suatu saat kamu akan bisa berteman dengannya. Kalian hanya sedang salah faham saja, ayah yakin nanti kalian akan baik-baik saja "


"Baik apanya, dia waktu itu mendorong adikku. Lalu sekarang dia berbicara seperti itu. Aku kesal dengannya aku sebal, aku tidak mau bertemu dengan dia lagi dan aku juga tidak mau berteman dengannya menyebalkan sekali rasanya. Lebih baik bermain dengan Melinda saja, kami berdua tak malah bermain berdua juga"


Adnan hanya bisa tersenyum saja dia juga bingung bagaimana menjelaskan pada Melisa dan juga Kamila nantinya, di satu sisi memang Kamila adalah anak yang dia urus dari dulu. Tapi mau bagaimanapun Melisa adalah anaknya. Jadi harus bagaimana Adnan ini bersikap.


Kalau pun dia membuat ketiga anak ini akur pasti akan sangat sulit sekali. Kamila saja tak mau mengalah dan juga Melisa juga sama tak mau mengalah mereka berdua sama-sama keras kepala.


Makanan sudah sampai, Melisa kembali tersenyum mood-nya sudah kembali lagi, dia sudah tidak cemberut lagi Melisa mengambil makanannya dan melahapnya langsung, dia juga tak lupa meniup dulu makanannya.


Melisa suka dengan makanan yang dia pesan, dan rasannya juga cukup enak.


"Apa kamu mau Ayah bantu, mau Ayah suapi sayang makannya "


"Tidak usah paman, aku tidak mau disuapin. Aku ini sudah besar, aku harus mandiri seperti yang selalu mama katakan aku tidak boleh menyusahkan orang lain selagi aku masih bisa, kenapa tidak aku lakukan sendiri. Nanti kalau aku butuh bantuan aku pasti akan bilang sama paman kok "


Melisa memasukkan nasi serta lauk-pauknya ke dalam mulutnya, sambil menggerak-gerakkan kepalanya "Ini enak sekali aku suka makanan di sini, nanti kapan-kapan kita makan di sini lagi ya paman dengan Melinda juga dan juga mama jangan lupakan itu"


"Iya nanti kita makan di sini lagi ayo habiskan makanannya. Nanti kalau masih ingin kamu bisa langsung memesannya lagi Melisa "

__ADS_1


Melisa menganggukan kepalanya, dia makan dengan sangat lahap Adnan yang melihat itu tentu saja senang. Melisa benar-benar tidak rewel di sini bahkan Melisa tidak menanyakan mamanya atau ingin pulang, dia benar-benar mengikuti kemanapun Adnan pergi, tidak ada bantahan sedikitpun dan tidak ada protes sedikitpun darinya.


Kalau tahu akan sebaik ini saat dibawa pergi olehnya, Adnan akan terus membawanya. Adnan juga bisa mengambil hatinya juga kan.


__ADS_2