Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 33


__ADS_3

Ayana merasakan ada yang memeluknya dari belakang, baru saja tadi Ayana terlelap, "Adnan kamu pulang "


Tak ada jawaban, lampu kamar tiba-tiba dimatikan. Ayana mencium parfum itu bukan parfum suaminya apalagi saat Ayana memegang tangannya ini bukan tangan suaminya.


Ayana langsung bangkit dan was-was "Siapa disana jangan macam-macam "


Tapi tak ada jawaban, Ayana hanya mendengar suara seseorang turun dari tempat tidur. Ayana berlari kearah saklar dan menyalakan lampunya.


"Siapa kamu berani-beraninya yah "


Ayana mencoba membuka pintu kamar tapi hasilnya nihil sama sekali tak bisa dibuka. Laki-laki itu terus saja mendekati Ayana dengan seringai liciknya.


"Menjauhkan "


Ayana mengambil apa saja yang bisa dia ambil, Ayana melempar foto, pas bunga semuanya Ayana lempar tapi hasilnya nihil, sama sekali tak mempan laki-laki itu malah makin mendekat.


Ayana berlari kembali tapi tertangkap, Ayana sudah meronta-ronta tak karuan. Ayana terus saja bergerak sana sini, badan Ayana yang memang kecil langsung dibanting ketempat tidur.


Pakainnya pun disobek, Ayana berteriak histeris "Akhh tolong Adnan tolong aku " teriak Ayana, dia memukuli orang itu dengan tangan kecilnya, tapi kedua tangannya langsung ditangkap dan dipegang dengan erat.


"Tolong, lepaskan aku jangan apa-apakan aku tolong"


"Shut diam cantik, nanti juga kamu akan merasakan nikmat. Kamu hanya perlu diam saja dan menikmati semuanya "


"Tidak dasar brengsek lepaskan aku, lepaskan aku tolong "


Mulut Ayana langsung dibungkam oleh mulut laki-laki itu. Ayana sudah menghindar tapi sangat sulit sekali.


Ayana sudah tak bisa melakukan apa-apa, Ayana sekarang diperkosa oleh laki-laki itu. Ayana hanya bisa menangis sambil mengambil nama suaminya.


Begitu sakit apa yang Ayana rasakan sekarang, dipaksa melakukan hubungan dengan orang asing seperti ini.


Suaminya tak ada pulang, tak ada yang bisa membantu Ayana, Ayana sekarang hancur sehancur-hancurnya.


...----------------...

__ADS_1


Adnan terbangun dan sudah pagi, Adnan menatap jamnya sudah jam 06.00 kenapa bisa ketiduran disini. Adnan begitu khawatir dengan keadaan istrinya.


"**** kenapa bisa telat seperti ini "


Adnan turun kelantai bawah dengan terburu-buru. Mama Linda yang melihatnya hanya bisa tersenyum "Adnan sarapan dulu "


"Kenapa Mama tak membangunkan Adnan, pasti Ayana sekarang sendirian Ma "


"Boleh Mama ikut sekarang, Mama juga ingin menemui Ayana boleh ya "


"Baiklah cepat, Adnan begitu khawatir pada Ayana" tanpa fikir panjangan Adnan mengajak Mamanya. Tak ada curiga sedikitpun dari diri Adnan.


Padahal dibelakang Adnan Mamanya sedang senyum-senyum bahagia. Apa yang dia mau akan terjadi. Ayana akan hancur.


Mereka sudah sampai dirumah, Adnan membuka kuncinya dan langsung masuk kedalam rumah "Ayana sayang kamu dimana, tumben kamu belum bangun "


"Sayang kamu dimana sayang "


Tak ada sahutan, Adnan membuka pintu kamar dan alangkah kagetnya saat melihat istrinya sedang tidur dengan seorang laki-laki sambil dipeluk, satu lagi tanpa busana.


"Ayana " teriak Adnan dengan marah.


"Kamu sialan "


"Hey tenang, dude jangan seperti ini"


Laki-laki itu membalas apa yang Adnan lakukan "Stop jangan seperti ini, tanyakan pada istrimu itu kenapa dia memanggilku. Dia membeliku lewat sebuah aplikasi "


Ayana langsung memelotkan matanya, Ayana menarik selimutnya untuk menutupi tubuhnya.


"Tidak Adnan dia bohong dia datang kemari dan memperkosa aku, lihat foto dan vas bunga itu pecah karena aku ingin melawan dia tapi sulit, tolong percaya padaku " sambil menangis.


Adnan melihat foto dan vas bunganya baik-baik saja. Ayana juga yang melihat itu kaget semalam benar-benar Ayana ingat kalau dia melempar semua itu dan foto itu sampai pecah, bahkan sampai tidak berbentuk, tapi kenapa sekarang menjadi utuh lagi.


"Jika tak percaya lihat diponsel istrimu ada chat ku dan dirinya "

__ADS_1


"Bohong " teriak Ayana dengan sangat marah.


Adnan melepaskan laki-laki itu. Dia memakai pakaiannya dengan lengkap, Mama Linda hanya diam menatap drama ini.


Adnan benar-benar mengecek semuanya, dan benar ada chat Ayana disebuah aplikasi dan memesan laki-laki bahkan mengirim alamat rumah ini.


Mama Linda memberi kode pada laki-laki itu untuk pergi. Mama Linda tak mau semuanya terbongkar jadi kita lihat drama suami istri ini.


Adnan memperlihatkan ponselnya kearah Ayana "Ini yang kamu maksud ga lakuin apa-apa, ini maksudnya apa. Jadi selama ini di belakang aku kamu kayak gini"


"Engga, aku ga mungkin lakuin itu Adnan buat apa. Dia pasti udah apa-apain ponsel aku dia kasih minuman sama aku, aku dicekoki aku ga tahu apa-apa beneran. Kita visum kita ke rumah sakit kita visum aku benar-benar diperkosa Adnan" ucap Ayana dengan air mata yang mengalir dan juga hati yang begitu sakit, tak dipercaya seperti ini oleh suaminya sendiri


Adnan malah melemparkan ponsel Ayana ke wajah Ayana, dia menatap Ayana dengan jijik "Pakai bajumu dan pergi dari rumahku, sekarang juga. Mulai hari ini aku menceraikan mu Ayana, aku kecewa dengan apa yang kamu lakukan. Aku mempertahankan segalanya tapi kamu malah seperti ini menjijikan sekali, ternyata pilihanku itu tidak benar"


Ayana langsung bangkit dan mengelengkan kepalanya ingin mendekati suaminya, tapi malah didorong oleh Adnan "Jauhi aku, aku jijik dengan perempuan murahan sepertimu. Lebih baik sekarang pakai pakaianmu dan pergi dari rumahku. Jangan pernah menampakan dirimu lagi di hadapanku atau aku akan menghancurkan mu sampai kamu tidak ada di dunia ini"


"Tidak, tolong dengarkan aku dulu Adnan aku diperkosa apa kamu ga lihat keadaan aku sekarang. Aku ini diperkosa dan kapan aku khianatin kamu, kapan ini semua jebakan, itu permainan seseorang aku benar-benar enggak lakuin itu. Aku mohon Adnan dengerin aku dulu ";


"Jebakan siapa. Mana ada buktinya. Foto kita masih aman kata kamu pecah pas bunga juga masih aman kan, semuanya aman-aman aja bahkan pintu depan aja ga dibobol, kalau emang ini ada pemerkosaan pintu akan dibobol. Mana ga ada aman semuanya, pergi dari rumah aku sekarang juga dasar perempuan murahan"


"Adnan tolong dengerin aku "


Tapi Adnan langsung keluar dari dalam kamar itu dan menutup pintunya dengan sangat kencang. Ayana langsung menangis sejadi-jadinya hatinya begitu sakit, badannya juga sakit semuanya sakit, tapi suaminya tidak mau mendengarkan penjelasannya sedikitpun.


Tidak mau suaminya mendengarkannya. Kenapa ini bisa terjadi padahal Ayana jelas-jelas tidak mengunduh aplikasi itu ataupun membeli laki-laki untuk apa Ayana melakukan itu.


Ayana sungguh tak menyangka semua ini akan terjadi padanya apalagi suaminya tak percaya dengan ucapannya.


Ayana memukul-mukul dadanya yang sakit, dengan tertatih Ayana berjalan kearah lemari dan mengambil satu set pakaiannya.


Ayana memakainya dengan pandangan kosong, bagaimana menjelaskan semuanya pada suaminya. Apakah Ayana harus pergi, atau Ayana harus lapor polisi saja. Ya lebih baik lapor polisi saja.


Ayana keluar dari dalam kamar, Ayana melihat Adnan yang duduk bersama Mamanya, tatapan Adnan begitu sinis pada Ayana "Lupakan kalau kita ini pernah menikah aku tidak sudi kalau mengingat-ingat semua itu. Dan jangan pernah muncul di hadapan aku dan menjelaskan apapun itu, karena aku pun tidak akan pernah percaya. Kalaupun kamu sampai melaporkan kepada polisi itu tidak akan berhasil, visum di manapun itu tidak akan pernah bisa karena pada kenyataannya kamu adalah perempuan murahan "


Ayana yang akan menjelaskan kembali urung untuk melakukannya. Adnan sudah berbicara seperti itu. Ayana menatap Mama mertuanya ada senyum mengejek disana.

__ADS_1


Ayana sampai berfikir kalau ini adalah kelakukan Mama mertunya, lalu Ayana sekarang harus pergi kemana. Apakah pulang ? Apa akan diterima oleh orang tuanya.


Ayana keluar dari rumah itu dengan gontai, percuma sekarang Ayana melakukan apapun karena itu tidak akan pernah bisa berhasil. Pasti ini adalah ulah Mamanya Adnan.


__ADS_2