Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
bab 181


__ADS_3

"Apakah semuanya sudah siap sayang, jangan sampai nanti ada yang tertinggal kita tidak akan bisa kembali lagi nanti kalau bolak-balik akan lama sampai ke sananya"


Kamila menganggukan kepalanya dengan semangat "Semuanya sudah siap Ayah, ayo kita harus memberi kejutan pada ibu pasti ibu akan senang sekali saat melihat kita datang ke sana. Ibu pasti tidak menyangka kalau kita akan datang ke sana"


"Baiklah ayo kita pergi sekarang, kita kejutkan ibu"


Kamila dibantu oleh Rio untuk masuk ke dalam mobil, Kamila begitu senang sekali akan bertemu dengan ibunya sebentar lagi. Ibunya tidak tahu kalau Kamila akan datang ke sana, ini akan menjadi sebuah kejutan yang sangat berharga sekali. Kamila ingin cepat-cepat bertemu dengan ibunya. Kalau misalnya menunggu Ibunya datang kemari kapan pasti akan lama.


Pasti ibunya akan menabung terlebih dahulu, ibunya pernah bilang kan kalau ibunya harus menabung agar bisa datang kemari. Apakah ibunya itu sangat kesulitan. Kamila benar-benar bingung biasanya ibunya akan leluasa pergi kemanapun, bahkan dulu saja ibunya liburan tanpa harus memikirkan uang dan menabung.


"Apakah Ayah sudah berbicara pada ayah Adnan kalau aku tidak bisa menginap, karena aku harus pergi menemui ibu. Aku takut nanti Melisa dan juga Melina menunggu kabarku. Aku kan sudah janji pada mereka"


"Iya Ayah sudah berbicara kok kalau kamu hari ini tidak bisa menginap di rumahnya Paman Adnan, nanti kapan-kapan saja kata ayah begitu dan Paman Adnan juga tidak masalah Melisa dan juga Melinda juga tidak masalah. Mereka setuju saja dan menunggu kamu untuk menginap nanti "


"Baiklah Ayah nanti aku akan bercerita pada mereka berdua saat sudah bertemu dengan ibu, mereka pasti akan ikut senang juga saat aku ceritakan mereka itu kan sangat baik dan mendengar yang baik juga "


Rio hanya tersenyum sambil mengusap kepala anaknya. Rio sampai cuti untuk menemani Kamila pergi kesana, meskipun Rio belum tahu di mana lokasinya tapi Rio sudah menghubungi Papinya Fira kalau dirinya akan pergi ke sana dan jangan sampai Fira tahu.


Sekarang Rio sedang menunggu alamat yang tepat. Rio hanya tahu kotanya saja jadi sambil menunggu sambil jalan saja, daripada nanti kemalaman datang ke sana.


...----------------...


"Papi kenapa Papi berbelanja begitu banyak makanan. Memangnya akan ada tamu datang ke sini. Ini juga banyak makanan anak kecil untuk siapa sih Papi, bukannya kita ini sedang berhemat tapi kenapa tiba-tiba Papi berbelanja sebanyak ini apa tidak salah aku kan belum memberikan uang pada Papi lagi"


"Tidak, papih hanya ingin menyetok barang saja apakah tidak boleh, jadi nanti kita bulan depan tidak usah membeli barang lagi kan. Kalau masalah cemilan papi kadang ingin suka makan makanan ringan jadi papih membelinya saja "


Fira tidak banyak bicara lagi. Fira segera menghabiskan makanannya itu, Fira harus segera pergi ke tempat kerja pertamanya. Fira tak boleh sampai telat datang kesana. Bisa panjang urusannya ini nanti.


"Fira nanti kamu langsung pulang ya jangan langsung ke tempat kerja libur dulu saja untuk hari ini, kamu harus banyak istirahat tidak boleh terus bekerja, Papi takut nanti kamu malam jadi sakit kali ini saja jangan dulu masuk ya malam ini. Bilang saja kamu ada urusan keluarga mereka juga pasti akan mengerti, kamu kan selama ini belum pernah ambil libur "


Fira langsung menelan makanannya "Kenapa tiba-tiba seperti itu, papi apakah akan ada tamu atau mungkin teman papi kenapa tiba-tiba aku tidak boleh bekerja, aku benar-benar binggung. Aku tak bisa ambil libur sayang sekali Papih nanti gajihnya dipotong "

__ADS_1


"Iya tidak, kapan lagi kita akan menghabiskan waktu, kamu selalu saja sibuk bekerja dari jam 07.00 pagi nanti sampai jam 12.00 atau jam 01.00 malam kita tidak ada waktu untuk mengobrol Fira. Papih ingin bicara dengan kamu dan minum teh sama-sama "


"Papi tahu sendiri kan aku bekerja seperti ini untuk melengkapi semuanya, untuk kebutuhan kita juga belum lagi aku juga ingin bertemu dengan Kamila, aku tidak mungkin datang ke sana dengan tangan kosong, aku harus membawa sesuatu untuk anakku. Aku tidak mungkin membawa tubuhku saja ke sana, aku harus membawa banyak mainan papih "


"Iya Papi tahu, tapi untuk hari ini tolong ya jangan terlalu menyibukkan dirimu dengan pekerjaan setelah pekerjaanmu selesai yang pertama langsung pulang saja, izin dulu ya papih benar-benar ingin mengobrol denganmu banyak yang ingin papih bicarakan denganmu dan ini hal penting"


"Apakah Papih ingin bicara sekarang saja sambil Fira makan, agar Fira tak usah libur "


"Kamu pasti akan telat kalau misalnya kamu mengobrol dulu dengan papi, lebih baik kamu bekerja dulu dan nanti izin tidak bekerja"


Fira yang tidak mau malah jadi bertengkar dengan papihnya akhirnya hanya setuju saja, entah apa yang akan papihnya bicarakan itu sampai-sampai harus tidak bekerja tidak biasanya juga Papinya meminta hal seperti ini.


Fira juga sepertinya memang butuh istirahat karena badannya ini mulai pegal-pegal dan juga sakit. Fira juga nanti akan mencari obat agar tak sakit. Fira tak bisa kalau berbaring terus didalam rumah.


...----------------...


Kamila sudah sangat jenuh sekali dari tadi di dalam mobil dan pantatnya juga sudah sangat sakit, kenapa belum sampai-sampai juga kenapa rumah ibunya ini begitu jauh. Bahkan mereka juga melewati jalan yang begitu rusak.


Kamila sungguh tak kuat sekali menghadapi jalan yang begitu rusak, tak enak saja mau tidur juga sangat sulit sekali.


Rio tersenyum mendengar celotehan anaknya itu, untuk pertama kalinya Kamila protes karena bepergian jauh "Sebentar lagi juga kita akan sampai, memang rumah Ibu itu di daerah yang terpencil masih di pedesaan tapi ayah yakin kamu akan suka tempat itu. Tempatnya begitu menyenangkan sekali "


"Begitu ya, jauh sekali rasanya kenapa Ibu membeli rumah yang begitu jauh. Padahal sudah di sana saja di rumah kakek saja sama saja kan, tak ada bedanya mau main juga akan dekat sekali "


"Ibu kan bersama kakek perginya, mereka sama-sama tinggal di sana "


"Kalau rumah kakek siapa yang tinggal disana, seharusnya mereka sudah tinggal dirumah lama saja"


"Ayah juga tidak tahu, sebentar lagi kita akan sampai sabar ya sayang " Rio mengusap rambut Kamila.


Kamila mengganggukan kepalanya dan mengambil boneka beruangnya yang dia bawa. Kamila memeluk boneka itu dengan erat, Kamila yang ingin menghilangkan rasa jenuhnya hanya bisa bermain dengan boneka beruangnya ini. Mereka juga tadi sudah beberapa kali berhenti dan juga membeli makanan.

__ADS_1


...---------------...


Akhirnya Rio dan juga Kamila sampai, Kamila melihat dan menatap sekitar rumah. Kamila langsung turun dari dalam mobil tanpa dibukakan pintu dulu oleh ayahnya ataupun berpamitan dulu pada ayahnya, karena tadi Rio menunjukkan kalau itu rumah kakeknya dan juga ibunya.


Kamila begitu senang, halamannya begitu besar dan Kamila bisa berlarian disini dan juga main sepeda.


Kamila langsung mengetuk pintunya "Kakek-kakek ini Kamila. Kakek buka pintunya, Kamila sudah datangan buka Kakek pintunya "


Kamila terus saja mengutuk pintunya, karena belum dibuka juga dan akhirnya pintu dibuka juga. Kamila langsung memeluk kaki-kakeknya itu dengan erat sekali.


"Kakek aku begitu senang sekali. Akhirnya bisa bertemu dengan kakek Ibu mana, aku ingin bertemu dengan ibu "tanya Kamila dengan sangat riang.


Kakeknya itu langsung berjongkok dan memeluk cucunya, tak lupa dia juga mencium seluruh wajah cucunya ini sudah lama mereka tidak bertemu, bahkan sampai menangis begini rindu sekali dengan Kamila yang biasanya dulu selalu saja membuatnya tertawa tapi sekarang malah jauh.


Biasannya Kamila akan setiap hari bolak balik kerumahnya, tapi mau bagaimana lagi sekarang jauh dan tak bisa begitu.


"Kita masuk dulu ke dalam rumah ya, kita masuk dulu Ibu masih bekerja nanti sore Ibu akan pulang kakek sudah mewanti-wanti ibu untuk segera pulang"


"Yah kok gitu sih, aku kira Ibu sudah ada di rumah. Kenapa juga Ibu harus bekerja" Kamila malah jadi kesel kan ibunya ternyata tidak ada di rumah. Kamila kira Ibunya sudah pulang atau mungkin menunggunya, tapi ternyata tidak ada.


"Jangan sedih Ibu tidak dikasih tahu oleh kakek kan ini kejutan untuk ibu. Makanya Ibu tadi pergi dulu ke tempat kerjanya sebentar lagi tunggu 1 jam lagi ibu akan pulang ayo masuk dulu ke dalam rumah"


Kamila langsung masuk saja bersama kakeknya. Rio mengikuti dari belakang sambil membawa barang-barang Kamila dan juga makanan-makanan yang tadi sudah mereka beli di jalan.


"Om maaf ya kita datang tiba-tiba kayak gini, tiba-tiba aja aku pengen ajak Kamila kesini saja"


"Tidak apa-apa Rio, tidak masalah kok malahan aku senang kamu datang kemari membawa Kamila, aku tidak menyangka kalau kalian akan datang kemari tak masalah kan rumah kamu ini sangat kecil. Sangat berbeda sekali dengan yang dulu "


"Tidak apa-apa yang terpenting bisa tidur kan, tidak usah mempermasalahkan tepatnya sekecil apa atau sebesar apa sama saja. Aku ingin membuat Kamila selalu tersenyum makanya daripada menunggu Fira ke sana dan akan lama lebih baik membawa Kamila kemari saja, sekalian jalan-jalan juga besok juga dia kan libur sekolah"


"Iya iya benar kamu ingin kopi biar om membuatkan atau mungkin teh atau kamu ingin apa "

__ADS_1


"Tidak usah nanti kalau misalnya Rio mau Rio akan buat sendiri saja"


Akhirnya Papinya Fira segera bermain lagi dengan cucunya, banyak yang mereka bicarakan Rio hanya bisa melihat mereka dan tersenyum. Rio juga senang dengan perubahan Fira ini dan bisa membuat Kamila mendapatkan kasih sayang dari seorang ibu, semoga saja Fira akan tetap seperti ini tidak akan pernah berubah sampai kapanpun.


__ADS_2