
Fira mengurung dirinya di dalam kamar, setelah tadi berbicara dengan Papihnya dan melihat pernikahan Adnan bersama Ayana begitu hancur segalanya. Fira benar-benar tidak bisa menerima semua ini. Tapi apa yang Papihnya katakan itu benar, kalau dirinya harus melupakan Adnan kalau dirinya harus melupakan segalanya.
Fira harus bisa, Fira tak mungkin kan terus mencintai Adnan, tapi Adnan nya malah bahagia dengan perempuan lain.
Mau dipaksakan dengan cara apapun jika laki-lakinya tidak menyayangi kita pada akhirnya apa hanya sebuah kecewa saja, sebuah perjuangan yang sia-sia saja. Seharusnya dari awal juga Fira tidak memperjuangkan Adnan. Karena hati Adan dari awal bukan untuknya.
Padahal Fira sudah bisa melihat kalau Adnan itu begitu mencintai Ayana, begitu tergila-gila pada Ayana tapi Fira malah terus saja maju dan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan Adnan.
Fira mengambil tisu dan mengusap air matanya yang terus saja mengalir dari tadi, Fira tidak bisa mendeskripsikan bagaimana perasaannya sekarang. Pokoknya semuanya hancur sehancur-hancurnya. Fira rasannya sudah menyerah untuk hidupnya ini, tapi kalau dirinya menyerah. Papih nya akan bersama siapa.
Fira membuka jendela kamarnya terlihat di luar sana begitu gelap. Tapi Fira tidak takut. Fira hanya ingin merasakan angin malam yang menerpa tubuhnya, Fira ingin tenang. Mungkin dengan cara ini dirinya bisa lega.
"Mulai hari ini aku harus bisa melupakan Adnan dan membiarkannya bahagia dengan pilihannya, mungkin Adnan dan juga Ayana memang sudah berjodoh makanya mereka kembali lagi. Aku saja yang bodoh telah memisahkan mereka "
"Aku tidak bisa merusak kembali kebahagiaan mereka. Seharusnya aku sadar kalau aku ini bukanlah jodoh Adnan, kalau aku ini bukanlah perempuan yang diinginkan oleh Adnan. Karena kekayaan aku malah menghancurkan kebahagiaan Ayana dan juga Adnan dulu"
"Kenapa aku jadi malu sendiri dengan tingkahku yang dulu. Aku menghalalkan segala cara hanya untuk mendapatkan laki-laki padahal waktu itu aku sudah punya Rio dan akan memiliki anak dengannya"
"Aku harus bisa berubah seperti yang apa Papi katakan, aku harus bisa melupakan segalanya aku yakin aku juga akan bahagia dengan nanti laki-laki yang bisa menyayangiku sepenuhnya"
"Jika aku ingin mendapatkan laki-laki yang baik berarti aku juga harus menjadi perempuan baik-baik dulu kan, tidak mungkin aku terus seperti ini dan menginginkan laki-laki yang baik-baik, sedangkan sikapku saja belum berubah aku harus merubah segalanya"
__ADS_1
"Aku juga harus kembali pada anakku Kamila. Seharusnya aku dulu tidak begitu keras padanya, dia hanyalah seorang anak kecil yang hanya ingin disayangi seorang ibu, tapi aku malah membiarkannya begitu saja. Bahkan aku selalu menyakitinya, aku sudah menyakiti hati Kamila, aku sudah membuat dia tak bahagia, aku adalah ibu yang jahat "
Fira membawa ponselnya dan menghubungi Rio, rasanya dia ingin berbicara dengan anaknya itu. Fira ingin minta maaf atas apa yang pernah dia lakukan atas apa yang pernah dia perbuat pada Kamila.
Selama ini tidak ada kasih sayang yang Fira berikan pada anaknya itu, yang ada hanya kesakitan ketakutan yang Fira belikan pada Kamila, padahal Kamila adalah anaknya satu-satunya.
Kamila adalah hartanya yang paling berharga, seharusnya dia bisa menyayangi anaknya itu bukannya sebaliknya seperti ini. Fira benar-benar sangat menyesal sekali.
Cukup lama Fira menunggu Rio mengangkat teleponnya. Tapi Fira tidak mau menyia-nyiakan semuanya, dia terus saja menghubungi Rio mana mungkin dia sudah tidur jam segini. Fira sangat tahu Rio pasti akan bergadang.
"Ada apa Fira kamu menelpon di jam 12.00 malam, apa kamu tidak sadar apa kamu gila menghubungi aku jam segini tak ada kerjaan sekali "
"Mungkin ini belum terlalu larut untuk kamu Rio, aku tahu hanya saja aku ingin menanyakan kabar Kamila apakah dia baik-baik saja"
"Maafkan aku jika aku mengganggu malammu, tapi aku benar-benar ingin mendengar suara anakku. Aku ingin mendengar suara Kamila, aku begitu merindukan Kamila, aku waktu itu hanya bertemu dengan Kamila sebentar saja. Tolong Rio biarkan aku berbicara dengan anakku itu "
"Sudahlah jangan banyak drama lagi, kamu ini terus saja membuat drama. Apa kamu tidak bosan dengan apa yang kamu lakukan. Kamu seharusnya sadar Fira kalau apa yang kamu lakukan itu tidak benar, kamu ini sudah mulai tua, seharusnya kamu mulai berubah"
"Aku tidak sedang membuat drama. Aku memang ingin mendengar suara anakku apa salah, aku ingin berbicara dengannya. Aku ingin minta maaf atas apa yang pernah aku lakukan padanya, aku ingin menebus semuanya Rio. Aku tak akan seperti dulu lagi "
"Benarkah kamu berubah, kurasa ini hanyalah sebuah drama lagi sebuah jebakan lagi yang kamu buatkan. Aku yakin kamu hanya ingin membuat Kamila menjadi pancingan kamu untuk Adnan kan, aku tahu kamu masih ingin mendapatkan Adnan, kamu ingin menikah kembali dengan Adnan kan melalui Kamila, tapi jangan harap rencanamu itu berhasil, aku tak akan membiarkan itu terjadi "
__ADS_1
"Tidak aku benar-benar ingin bertemu dengan anakku. Aku ingin mendengar suaranya terlebih dahulu, nanti kalau aku sudah punya uang aku akan pergi ke rumahmu dan menemui Kamila, aku sadar apa yang aku lakukan selama ini salah Rio. Aku memang bukan ibu yang baik, tapi aku akan menebus semuanya"
"Aku tidak percaya kalau kamu sudah berubah, kamu ini seperti bunglon yang bisa berubah-ubah kapan saja. Jadi besok saja jika ingin berbicara dengan Kamila karena ini sudah sangat malam sekali, aku tidak mungkin membangunkannya. Seharusnya kamu tahu jam tidur anakmu itu Fira, tapi aku baru ingat kamu kan memang dari dulu tak pernah peduli dengan anak mu itu jadi wajar juga kalau tak tahu "
"Satu lagi aku tidak akan melarangmu untuk bertemu dengan Kamila, tapi asal kamu jangan pernah meminta sesuatu yang tidak bisa anak kamu kabulkan, jika ingin menyayangi Kamila sayangi dia karena dari awal dia hanya butuh sosok Ibu, sedangkan kamu tidak bisa memberikan semua itu padanya. Kamila begitu ingin disayang oleh seorang ibu "
"Aku akan menebus semuanya. Aku tahu aku salah, aku akan menebus segala kekuranganku, aku akan menebus segala kesalahanku pada Kamila. Tapi tolong beri aku kesempatan untuk dekat dengan Kamila, biarkan aku pergi bersamanya dan menghabiskan waktu bersamanya juga "
"Iya tapi dalam pengawasanku, aku tidak akan pernah membiarkanmu untuk pergi hanya berdua dengan Kamila saja, aku akan selalu ada di samping kalian. Aku tidak mau sampai anakku nanti malah kamu sakiti atau malah dicuci otaknya. Aku harus selalu waspada dengan kamu "
"Iya silakan, aku tidak akan pernah keberatan meskipun nanti kamu terus mengikuti kami berdua, tidak masalah yang terpenting aku ingin bertemu dengan Kamila dan bisa dekat bersamanya aku tahu sikapku yang dulu memang salah. Sikapku yang dulu begitu menjijikan sekali "
"Ya syukurlah kalau kamu memang sudah sadar, aku tutup dulu teleponnya. Aku juga mau istirahat ini sudah sangat malam sekali. Jangan telfon lagi karena aku tak akan mengangkat telfonnya"
Tanpa menunggu jawaban dari Fira Rio langsung mematikan sambungannya. Fira tidak masalah dia akan melupakan Adnan dengan cara mengalihkan semua pikirannya pada anaknya Kamila, dan kembali membangun kedekatannya dengan Kamila.
Semuanya masih bisa diperbaiki kan. Fira yakin Kamila suatu saat tidak akan pernah takut lagi padanya. Kamila akan bisa menyayanginya. Fira mulai sekarang akan melupakan segala tentang masa lalunya, tentang dirinya yang begitu terobsesi pada Adnan.
Meskipun semuanya akan sulit dan mungkin banyak rintangan tapi Fira yakin, kalau Fira akan bisa kalau Fira akan dengan mudah melupakan Adnan, saat dekat dengan anaknya saat lebih memprioritaskan anaknya Kamila. Meskipun akan sulit untuk mendekati Kamila yang sudah dia jauhi bertahun-tahun. Bahkan dia bentak-bentak terus.
Tapi Fira tak akan pernah menyerah untuk mendapatkan hati anaknya Fira akan terus berjuang. Selagi dia masih hidup Fira akan terus membujuk anaknya untuk bisa dekat dengannya. Sekarang Fira sadar keluarga lebih penting dan anaknya juga lebih penting dari segalanya.
__ADS_1
Fira menutup kembali jendelanya, tubuhnya sudah menggigil kedinginan.