Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 218


__ADS_3

"Kenapa Papi melakukan ini pada Fira kenapa Pi, papih benar-benar tega tahu "


Papinya Fira diam saja sekarang anaknya sudah tahu tentang semua kebenarannya. Fira yang tidak sengaja masuk ke dalam kamar Papinya mendengar semua percakapan Papinya itu dengan asistennya. Belum lagi berkas-berkas pekerjaan semuanya terbongkar sudah.


Tak ada yang bisa disembunyikan lagi, anaknya Fira tentu saja langsung tahu. Mau langsung disembunyikan juga tak mungkin Fira pasti akan mencarinya.


"Jawab pih, kenapa Papi melakukan ini sama Fira. Papi sama sekali tidak bangkrut papih masih punya perusahaan rumah kita masih punya kita. Lalu kenapa tiba-tiba kita pindah ke rumah kecil ini kenapa Papi lakuin ini sama Fira"


"Papi sengaja lakuin ini, agar kamu sadar agar kamu tidak terus seperti itu. Kalau Papi tidak melakukan ini kamu tidak akan pernah berubah kamu masih akan sama kamu masih akan menjadi Fira yang dulu mengganggu rumah tangga orang lain. Membenci anak kamu sendiri tidak mau bertemu dengan Kamila, tidak peduli dengannya tapi sekarang lihat kamu bahkan sudah melupakan Adnan kamu sudah bisa menerima anakmu Kamila, itu yang Papih inginkan. Papih memutar otak bagaimana cara agar kamu bisa berubah dan itu cara satu-satunya"


"Tapi tidak usah sampai segitunya. Fira sampai banting tulang cari pekerjaan cari ke sana kemari panas-panasan pih"


"Tapi sekarang kamu sadar kan bagaimana susahnya cari uang, bagaimana susahnya mencari pekerjaan dan kamu juga jangan pernah menyepelekan hal itu lagi. Sekarang kamu sudah berubah kan dan seharusnya kamu bersyukur Fira, papih melakukan ini agar kamu tak menyesal nanti di kemudian hari"


"Tapi Fira nggak suka dibohongin papih, Fira ga suka dipermainkan seperti ini "


"Kalau kamu nggak dibohongin kamu akan tetap sama, kamu akan tetap mengejar-ngejar Adnan yang memang tidak mencintai kamu. Apa yang Papih lakukan sudah benar. Mungkin memang sudah saatnya kamu tahu sekarang kalau pada kenyataannya itu kita tidak pernah bangkrut. Papih melakukan ini demi kebaikan kamu Fira kenapa papi sudah pusing dengan tingkah kamu itu, kamu sudah pura-pura menjadi orang gila, sudah pura-pura menjadi itu ini papih sudah pusing. Papih ingin yang terbaik untuk kamu nak apakah salah keputusan papih mu ini "


Fira malah menangis mendengar hal itu. Memang selama ini Fira anak yang kurang ajar, anak yang tidak tahu diri anak yang hanya bisa menyusahkan orang tua saja. Memang selama ini Fira benar-benar salah. Fira mendekati Papinya itu dan langsung memeluknya.

__ADS_1


"Maafkan Fira Pih, selama ini memang Fira bukanlah anak yang baik untuk Papi. Padahal Papi sudah sangat baik ingin mengurus Fira bahkan Papi tidak pernah lelah untuk melakukan itu. Maafkan Fira yang tadi juga marah-marah, Fira kesal dengan papih kenapa harus seperti ini caranya sih "


Papinya Fira tentu saja langsung memeluk anaknya dengan erat "Papi ingin kamu berubah Fira kalau nanti Papi tiada kamu akan bisa hidup mandiri, kamu akan bisa mengurus dirimu sendiri jadi kamu tidak ketergantungan dengan orang lain itu yang Papih inginkan, papih melakukan ini demi kebaikan kamu"


"Iya Fira tahu maafin Fira pih, tadi udah marah-marah sama papi, Fira tahu papi ingin yang terbaik untuk Fira. Fira seharusnya nggak marah-marah maaf ya Papi"


Mereka langsung melepaskan pelukannya, "Apa kamu mau pulang ke sana apa kita pulang lagi ke kota saja, papih ingin kamu yang mengurus perusahaan nanti. Papih yakin kamu bisa nanti "


Fira menggelengkan kepalanya "Jika papi ingin pulang ke sana dan ingin mengurus perusahaan papi silakan, tapi Fira lebih baik di sini saja dulu. Sebenarnya Fira belum bisa melupakan Adnan sepenuhnya, Fira tidak mau nanti melihat Adnan lagi dan malah Fira mencintainya lebih dalam lagi dan menghancurkan keluarganya. Fira ingin di sini saja Fira masih akan tetap bekerja di cafe itu, di cafe yang sama di dua tempat pekerjaan yang sama. Fira akan di sini saja Papih. Fira sudah terlalu betah di sini untuk menemui Kamila Fira nanti bisa datang ke sana sambil melihat papih tapi untuk kembali ke sana sepertinya Fira tidak bisa, Fira ingin disini saja. Tempat ini sudah sangat nyaman sekali untuk Fira "


"Papi tidak bisa pulang sendirian, Papi tidak mungkin meninggalkan kamu sendirian di sini Fira. Kita datang ke sini sama-sama, maka pulang pun kita harus sama-sama"


"Kamu yakin, apa tidak akan berubah pikiran"


"Tidak akan, Fira tidak akan pernah merubah pikiran Fira lagi. Fira sudah memutuskan kalau Fira akan tinggal di sini. Papih tenang Fira akan baik-baik saja Fira tidak akan membuat masalah selama di sini. Fira tidak pernah membuat masalah kan"


"Iya tapi Fira hanya khawatir saja meninggalkanmu sendirian kalau misalnya papih menyimpan salah satu pelayan di sini bagaimana"


Fira lagi-lagi menggelengkan kepalanya, dia tidak mau, Fira ingin mandiri Fira kan sekarang sudah bisa memasak, mencuci sendiri, mencuci piring juga sudah bisa bahkan beres-beres rumah juga sudah bisa jadi Fira tidak mau ada yang membantu biar semuanya Fira bereskan sendiri.

__ADS_1


Fira ini nanti saat sudah mempunyai suami, dia yang mengurusnya jadi Fira tidak akan ketergantungan dengan siapapun seperti yang papihnya katakan.


"Hanya untuk menemanimu saja"


"Tidak papih Fira sudah bisa melakukan segalanya sendiri dan Fira juga berani untuk tinggal sendiri. Kalau ada apa-apa Fira bisa langsung telepon kan di belakang rumah juga ada orang-orang Papih kan jadi mereka bisa mengawasi Fira kalau Papih takut"


"Akan papih pikirkan dulu semuanya. Papi tidak bisa meninggalkan kamu sendirian Fira, selama ini kita selalu saja berdua selama ini kita selalu bersama-sama tidak pernah terpisah. Meskipun kamu yang selalu membuat papi kecewa tapi Papi tetap menyayangimu, papi tetap mencintaimu mau bagaimanapun kamu adalah anak satu-satunya Papi'


Mereka berdua kembali berpelukan, Fira begitu bersyukur memiliki orang tua seperti ini, meskipun dia tidak memiliki Ibu tapi dia mempunyai seorang Papi yang begitu hebat. Dia bisa menjadi seorang ibu bisa menjadi seorang ayah juga.


Fira sangat bersyukur sekali di luaran sana banyak yang kurang kasih sayang tapi Fira tidak. Papinya ini selalu memberikan kasih sayang penuh sebesar apapun kesalahannya Papinya ini selalu saja merangkulnya.


Tidak pernah meninggalkannya sendirian. Mungkin memang papihnya keras tapi dia tidak akan pernah meninggalkannya sampai kapanpun. Fira harus selalu tetap bersyukur.


"Aku begitu menyayangi papih "


"Apalagi Papi sangat menyayangimu. Papi harap hubungan kita akan terus seperti ini"


Fira menganggukkan kepalanya, dia lebih mempererat pelukannya lagi.

__ADS_1


__ADS_2