
Kamila melipat tangannya saat sudah ada di dalam mobil, dia kesal saat ayahnya malah membawanya ke dalam mobil padahal Kamila masih ingin bertemu dengan ayah Adnan. Dia sudah lama tidak bertemu dengan ayah Adnan tapi malah dibawa pulang seperti ini.
Kamila kan masih ingin banyak bercerita dan juga menanyakan kemana saja ayahnya itu. Sampai-sampai melupakan dirinya. Padahal kan selama ini yang menari ayahnya adalah dirinya.
"Kamu tidak boleh seperti itu Kamila, mau bagaimanapun Melisa adalah anaknya Paman Adnan kamu harus ramah dan baik padanya kenapa kamu selalu saja memusuhinya. Padahal dia terlihat baik dan tidak mengusik kamu sama sekali, kalian bisa loh jadi teman baik "
"Ya karena anak itu aku harus berpisah dengan ayah, aku harus pergi dari samping ayah gara-gara dia. Menyebalkan sekali kan, padahal aku juga mau bersama ayah Adnan, aku biasannya yang selalu menemaninya tapi sekarang malah anak kembar itu, padahal anak itu baru saja bertemu dengan ayah "
Rio menjalankan mobilnya dan segera menjelaskan pada Kamila "Bukan karena dia, kamu diberikan pada ayah karena memang seharusnya kamu itu Ayah yang mengurus, paman Adnan itu tidak bisa lagi mengurus Kamila lagi, sudah ayah jelaskan beberapa kali pada kamu Kamila, kamu harus mengerti atas semua yang terjadi ini "
"Kenapa tidak, aku dari dulu bersama ayah Adnan, lalu sekarang kenapa aku tidak bisa bersamanya apa yang salah. Apakah tak boleh aku ingin menghabiskan waktu bersama ayah Adnan 1 hari saja hanya kami berdua saja, aku sudah lama tak pergi bersamanya dan menghabiskan waktu bersamanya juga "
"Begini Ayah kamu adalah aku, makanya yang lebih berhak atas kamu adalah aku, makanya sekarang kamu bersama aku Kamila, Ayah tidak bisa menjelaskan secara terperinci sekarang padamu dan ayah yakin kamu tidak akan mengerti. Suatu saat juga kamu nanti akan mengerti semuanya, lebih baik kamu berbaikan saja dengan anaknya Paman Adnan, kalian bisa bermain bersama kan nantinya dia juga terlihat baik dan ramah. Jangan terus memusuhinya kasian dia, ajak bicara dia dengan baik-baik pasti kalian akan dekat "
"Baik bagaimana, lihat saja tadi dia menatapku dengan sangat tajam sekali lalu berbicara seperti itu. Aku tidak mau berteman dengan anak yang seperti itu. Dia itu sangat menyebalkan sekali aku tidak mau main dengannya, aku tak mau bertemu lagi dengannya aku kesal pada anak itu, pokoknya aku tak akan pernah mau baikan dengan anak itu "
"Mungkin dia menatapmu seperti itu karena kata-katamu tadi, ayah sudah bicarakan kalau pada orang lain itu jangan pernah berbicara yang tidak-tidak, apalagi kalau orang itu tidak menyerang kita, kita harus baik kepada siapapun kalian sepertinya bisa menjadi teman baik suatu saat nanti "Rio terus saja mencoba membuka hati anaknya agar tak ada kebencian pada siapapun. Kamila masih kecil tak baik memendam kebencian begitu dalam pada orang lain, seharusnya Kamila bisa bermain dengan anaknya Adnan dan mereka bisa akur juga.
"Tidak mau aku tidak mau menjadi teman baik bersamanya, dia sudah merebut apa yang aku punya pokoknya aku tidak terima, aku masih tidak terima Ayahku diambil olehnya, dia benar-benar anak nakal beraninya mengambil apa yang aku punya. Ayah Adnan adalah milikku berarti dia harus selalu ada untuk aku, aku benar-benar kesal sekali. Sudahlah ayah jangan membahas akan itu lagi, aku tak suka dengannya, aku juga tak akan pernah baik padannya sampai kapan pun, aku akan selalu mengingat kalau dia adalah perebut ayahku "
__ADS_1
Rio mengatur nafasnya, dia sudah tahu akan seperti ini pada ujungnya. Rio tidak tahu kalau Adnan akan pergi ke tempat makan itu, kalau tahu mungkin Rio tidak akan pergi ke sana.
Dan tidak akan membuat Kamila bertemu dengan Adnan juga kan. Sekarang pasti Kamila akan merengek padanya untuk terus bertemu dengan Adnan, harus dengan cara apa lagi nanti Rio menjelaskannya. Sungguh akan bertambah lagi beban Rio ini.
Mau bagaimanapun Rio menjelaskan pasti Kamila tidak akan mau mendengar, harus Adnan sendiri yang menjelaskan semua tentang ini pada Kamila, agar Kamila lebih mengerti juga.
Adnan kan yang lebih mengerti bagaimana karakternya Kamila, Adnan sudah mengurus Kamila dari kecil. Nanti Rio akan coba berdiskusi dengan Adnan ini kan demi kebaikan anak-anak mereka juga bukan untuk yang lain.
...----------------...
"Apakah masih ada yang mau dipesan Melisa, mungkin kamu ingin sesuatu yang manis sayang " tawar Adnan saat melihat makanan serta minuman anaknya sudah habis tak tersisa.
Adnan sedikit kaget saat mendengar Melisa memanggilnya ayah, tapi Adnan tidak mau mempermasalahkan itu. Adnan akan membiarkan Melisa, Adnan tidak akan mengejeknya nanti Melisa malah tidak mau lagi memanggilnya dengan sebutan ayah.
"Yakin tidak mau makan es krim atau membawa es krim untuk di sana nanti, ayah pesankan sekarang atau mungkin camilan yang lain untuk kamu nanti menunggu ayah meeting. Ayah tak akan marah kalau kamu mau membeli banyak makanan ayah akan membebaskan kamu sayang jadi bagaimana"
Melisa berfikir sebentar lalu mengelengkan kepalanya "Tidak ayah, nanti perutku akan sakit ini saja sudah sangat banyak. Aku tidak mau makan lagi sudah aku mau pulang ke kantormu saja. Aku ingin cepat semuanya selesai ayah, aku ingin ayah segera istirahat dengan aku, banyak sekali yang ingin aku tanyakan pada ayah jadi kita harus segera pulang ayah "
"Baiklah ayo kita pulang kekantor, ayah akan segera menyelesaikan semua pekerjaan ayah "
__ADS_1
Melisa menganggukan kepalanya, dia turun dari kursi dan menggapai tangan ayahnya. Mereka berjalan sambil bergandengan Adnan juga tadi sudah membayarnya "Kita akan pulang bersama paman Marco ya"
"Kenapa, aku suka kalau ayah yang menyetir kita bisa mengobrol banyak hal"
Bukan apa-apa Melisa suka saat ayahnya tidak fokus dengan ponsel dan juga laptopnya, mereka bisa mengobrol apa saja. Banyak hal yang bisa mereka bicarakan
"Lebih enak kalau ada paman Marco yang menyetir, kasian paman Marco juga sudah datang kemari"
"Hemm, begitu ya. Yasudah tak masalah"
Mereka segera masuk kedalam mobil, tak lupa Adnan juga membantu Melisa untuk naik kedalam mobil.
Saat sudah ada didalam dan mobil berjalan Melisa duduk dipangkuan Ayahnya. Melisa ingin kembali melihat gedung-gedung besar.
"Ayah aku ingin berbicara dengan Mama, tadi belum sempat berbicara banyak. Aku ingin berbicara banyak hal dengannya. Aku juga ingin menceritakan bagaimana disini "
"Baiklah kita hubungi Mama ya, sebentar akan ayah hubungi "
Melisa menganggukan kepalanya dan menyandarkan tubuhnya di dada ayahnya.
__ADS_1