
Melisa dan juga Melinda sudah berkaca-kaca mereka seperti akan menangis. Melisa langsung menatap mamanya lalu kembali menatap ayahnya "Tidak mungkin mama melakukan ini, Mama tidak mungkin melakukan itu. Kami ini tidak mungkin dijadikan jaminan ayah, kamu jangan berbohong mama tak akan begitu pada kami berdua "
"Iya betul mana mungkin mama melakukan itu, ayahmu saja yang sedang bermusuhan dengan nenek buyut makanya melakukan hal itu. Ayah kalian itu sangat menyebalkan dia itu ingin menang sendiri. Coba kalian bujuk agar Ayah dan Nenek buyut tidak bermusuhan terus " Ayana tidak mau membuat anak-anaknya menangis. Ayana langsung saja menjawab semuanya. Adnan ini kadang-kadang selalu saja bercanda tapi berlebihan anak-anaknya ini seperti sudah sangat ketakutan sekali.
"Baiklah mama, kami akan membuat nenek dan juga Ayah akur kembali "jawab Melisa dan juga Melinda dengan kompak. Bahkan mereka mengusap air mata mereka yang sempat tadi terjatuh.
"Ayah nenek buyut ayo sekarang jujur pada kami berdua siapa yang sering mengajak bertengkar dan sekarang siapa yang terlebih dahulu membuat masalah ini. Ayo berkata jujur agar masalah ini segera selesai. Kami tak mau kalian terus bertengkar terus. "
Melisa sebenarnya tahu ayahnya dan juga nenek buyut selalu tidak mau mengaku, kalau mereka sedang berselisih mereka selalu keras kepala dan ingin menang sendiri tidak mau ada yang mengalah di antara mereka berdua.
Jika kalian tidak mau berkata jujur lebih baik kami berdua tidak mau bermain dengan ayah ataupun nenek buyut. Kalian berdua ini sama-sama keras kepala kalian tak mau mengalah aneh sekali "Melinda malah mengancam orang yang ada di hadapannya ini.
Adnan melirik neneknya, neneknya yang tidak terima tentu saja langsung memukul tangan Adnan "Apa kamu menatapku. Apakah aku yang harus mengaku kalau aku salah, jelas-jelas di sini kamu yang salah Adnan aku sudah meminta padamu untuk mengatakan pada guru-guru anakmu kalau aku yang menjemputnya, tapi kamu tidak berbicara pada mereka. Kamu ini memang benar-benar ingin membuat masalah dengan nenek "
"Baiklah aku yang minta maaf. Maafkan aku karena telah membuat nenek harus menunggu lama dan marah-marah seperti tadi, disini aku yang salah bukan nenek yang cantik "akhirnya Adnan hanya bisa mengalah saja, kalau sudah berdebat dengan neneknya Adnan tidak bisa apa-apa. Adnan hanya bisa mengalah seperti ini.
"Kenapa kalian tidak tersenyum, kalian seperti masih bermusuhan tahu, tersenyumlah dengan lebar lalu berpelukan ayah dan juga nenek itu harus selalu akur tidak boleh bertengkar terus-menerus. Apakah kalian tidak lelah, kami saja yang melihatnya sudah sangat lelah sekali "kembali Melisa mengomel.
Adnan juga nenek tersenyum terpaksa, lalu mereka juga berpelukan. Ini demi kedua bocah kembar yang ada di hadapan mereka, kalau tidak seperti ini mereka akan marah.
"Nenek maafkan aku yang sudah bersikap seperti ini, aku salah "
"Ya aku maafkan tapi jangan pernah kamu lakukan hal itu lagi, jangan lakukan hal konyol yang bisa membuatku marah. Kamu tahu kan aku ini gampang marah dan tersulut emosi, kesabaranku hanya setipis tisu jadi jangan main-main denganku Adnan"
Mereka segera melepaskan pelukannya. Sekarang senyum tulus yang mereka berikan tidak ada kata terpaksa lagi, memang mereka ini selalu seperti ini dari dulu tak pernah akur tapi saling menyayangi satu sama lain.
"Baiklah kalian berdua pulang bersama nenek buyut ya, ayah dan juga Mama akan pergi ke kantor ada pekerjaan yang harus segera diselesaikan tadi belum selesai Ayah kerjakan. Jadi sekarang Ayah harus kembali lagi ke sana"
Setelah mengatakan itu tanpa banyak basa-basi lagi Adnan menarik tangan istrinya dan membantunya juga masuk. Lalu Adnan melajukan mobilnya dan membiarkan anaknya itu bersama neneknya benar-benar tidak masuk akal sekali Adnan ini.
Bahkan Melisa dan juga Melinda sampai melongo melihat kelakuan ayahnya. Ayahnya dan juga mamanya hanya datang untuk setor wajah saja pada guru-guru mereka, lalu pergi lagi kalau tahu beginian ayahnya tinggal menelpon ibu guru saja dan membolehkan neneknya menjemput mereka.
"Lihatlah Ayah kalian itu menyebalkan, sudah nenek katakan Ayah kalian itu benar-benar konyol ayo cepat kita pulang. Nenek sudah membelikan banyak mainan untuk kalian nanti kita makan juga bersama Ayu ya. Nenek sudah tak sabar untuk bermain dengan kalian"
"Iya nenek "jawab mereka berdua kompak.
__ADS_1
Melisa dan juga Melinda masih kebingungan mereka masuk ke dalam mobil neneknya yang dari tadi menunggu mereka. Di perjalanan ke rumah neneknya juga hanya diam memikirkan tingkah ayahnya yang aneh. Ayahnya ini benar-benar ingin mempermainkan neneknya dan juga mereka berdua.
Ayana yang tersadar langsung menatap suaminya "Maksudmu ini apa kita dari kantor ke sekolah anak-anak lalu kembali lagi. Lebih baik aku tadi ikut nenek saja dari pada kamu, antarkan aku ke rumah nenek saja aku tak mau ikut kamu lagi "
"Tidak bisa kamu itu sebagai istri tugasnya hanya menemani suami bekerja. Biarkan anak-anak bermain dengan nenek, bukannya itu kemauan kamu kan kalau anak-anak dibebaskan untuk bermain dengan nenek dan tidak dilarang lagi olehku. Aku sudah memenuhi apa yang kamu mau sayang "
"Ya terus kita ke sekolah mau apa Adnan, kamu ini benar-benar tak masuk akal tahu " Ayana sudah sangat jengkel dengan tingkah suaminya ini. Rasannya Ayana ingin menarik rambut suaminya yang mulai panjang itu.
"Ya karena anak-anak tidak akan bisa pulang kalau aku tidak datang ke sana. Jadi kita harus datang ke sekolah dulu sayang. Itung itung kita jalan-jalan saja sayang "
"Kenapa tidak telepon saja guru anak-anak, kenapa semuanya dibuat rumit sih "
"Aku maunya datang ke sekolah, aku juga ingin melihat mereka bagaimana apakah benar-benar dijaga atau tidak "
"Adnan kamu ini membuat semuanya jadi repot, kamu juga tadi kan seharusnya meeting. Kamu itu seharusnya langsung telepon saja guru yang ada di sini tidak usah sampai harus datang ke sekolah, jelas-jelas nenek yang mau jemput anak-anak bukan orang lain dan satu lagi sudah jelas juga mereka menjaga anak kita dengan baik, bahkan nenek saja sulit untuk membawanya "
"Aku sama sekali tidak merasa direpotkan sayang, sudah meeting bisa dilanjutkan sekarang sekarang kita pulang ke kantor lagi. Sudah jangan membuatnya menjadi rumit aku saja tidak masalah kok"
"Kamu ini selalu saja ada jawaban kenapa kamu melakukan hal ini "
"Sudah aku jelaskan sayang, aku ingin melihat bagaimana kerja mereka. Apakah mereka mengikuti apa yang aku inginkan"
"Ya itu saja, kamu jangan marah-marah sayang kamu itu sedang hamil kamu itu harus senang dan selalu tersenyum lebar "
"Kamu yang membuat aku marah, kalau kamu tidak melakukan hal konyol seperti ini aku tidak akan marah Adnan. Kamu jangan terus membuat aku kesal"
Adnan malah tertawa mendengar hal itu "Kamu mau makan apa kita makan siang dulu ya "
"Aku malah ingin memakan kamu "
"Sinilah mendekat ayo makan aku sayang. Aku siap menjadi makan siangmu, aku akan pasrah saat kamu memakan aku nanti "
Ayana langsung menarik tangannya yang dari tadi dipegang oleh suaminya "Aku benar-benar marah padamu Adnan, aku kesal sekali "
"Sayang ini demi kebaikan anak-anak. Aku melakukan ini agar anak-anak selalu terjaga. Aku tidak mau terjadi sesuatu dengan mereka, aku ingin menjaga ketat mereka "
__ADS_1
"Biasanya juga tidak seperti ini, mereka baik-baik saja kan "
"Hei kita tidak tahu siapa musuh kita. Siapa tahu nanti ada yang mengincar anak-anak kita harus waspada dalam hal apapun"
"Memang nya siapa yang akan mengancam kita, tak ada Adnan hidup kita baik-baik saja dan kita juga tak memiliki musuh "
"Aku ini adalah seorang pengusaha, bisa saja ada orang yang iri padaku dan tiba-tiba mereka melihat kalau aku sudah mempunyai kedua putri yang cantik dan menggemaskan. Aku takut mereka melakukan sesuatu pada anak-anak kita. Aku tidak mau terjadi sesuatu pada mereka jadi mengertilah ya, aku lebih baik menghabiskan uang dari pada terjadi sesuatu dikemudian hari pada anak-anak "
Adnan mengusap belakang kepala istrinya, Ayana sedikit melunak, Adnan melakukan semua ini demi kebaikan anak-anak. Tapi tetap saja kesal nenek kan yang menjemput tapi Adnan mengujinya seperti itu, kasihan nenek menunggu lama nenek tadi menunggu hampir setengah jam itu waktu yang cukup lama juga kan.
...----------------...
"Bu kenapa saat Adnan ingin melepaskan kita kamu malah tetap ingin di sini. Bahkan kamu sampai sakit. Apakah kamu betah tinggal di kandang buaya seperti ini, Adnan akan melepaskan aku tapi kamu malah menangis terus menerus tidak membolehkannya jadi aku terjebak di sini lagi kan "protes Ayah tirinya Ayana.
Ibunya Ayana menatap suaminya itu, lalu memakan buah-buahan yang baru saja dikirim "Lihat meskipun kita tinggal di kandang buaya tapi makanan kita ini selalu enak, kita tidak memikirkan bayar kontrakan, mencari makanan kita hanya perlu diam saja di sini dan akan diberikan makanan. Sudah tak usah banyak protes yang terpenting makan saja kan "
"Ya tetap saja aku tidak betah. Aku ingin pulang, lebih baik aku bekerja daripada harus terus terancam setiap harinya oleh buaya-buaya kelaparan itu. Apakah kamu tidak berpikir kita ini sedang digemukkan oleh Adnan dan nanti setelah waktunya kita akan diberikan pada buaya-buaya yang ada di bawah itu, kamu seharusnya pakai otak mu itu bukannya malah hanya memikirkan makan saja "
Ibunya Ayana malah mengibas-bebaskan tangannya "Alah nggak usah mikirin itu nanti juga kita akan dilepaskan kok, tenang aja karena Adnan itu bukan orang yang tega sampai-sampai memberikan kita pada buaya-buaya kelaparan itu. Atau mungkin kita akan tinggal disini nanti dimasukan kerumah besarnya itu"
"Memangnya kamu sudah mengenal Adnan, kamu saja tidak berpikir kan akan ditempatkan di kandang buaya seperti ini"
"Ya seperti itu, tapi aku tahu dia tidak akan setega itu. Aku ini ibunya Ayana jadi dia tidak mungkin melakukan hal sekeji itu sudahlah jangan berbicara. Apakah kamu tidak mau memakan buah-buahan ini, sangat segar sekali tahu "
"Tidak aku tidak mau, aku ingin keluar dari sini. Aku sudah muak ada di sini. Jika Adnan datang lagi aku akan memintanya untuk mengeluarkan aku tidak peduli kamu mau menangis histeris sekalipun. Aku sudah muak ada di tempat ini aku tidak mau lagi ada disini "
Ibunya Ayana malah mengangkat bahu dan dia memakan kembali buah-buahan itu. Hari ini menunya adalah buah-buahan dan juga daging ayam besok apa ya rasanya ibunya Ayana ini tidak sabar untuk menanti menu yang baru lagi. Makanan di sini enak enak dan membuatnya ketagihan.
"Kamu benar-benar gila Bu, kamu benar-benar tak punya otak tahu "
"Hei kenapa kamu mengatakan aku gila, biasanya kita kekurangan makanan tapi sekarang tidak sama sekali. Seharusnya kamu menikmati semua ini bukannya malah protes seperti itu ah, cepat makanlah jangan banyak bicara kalau tidak aku habiskan semua makanan ini"
"Ya silakan habiskan saja semua makanan itu biar perutmu itu meledak nanti. Aku tak peduli dengan makanan-makanan itu "
Suaminya itu langsung membelakangi istrinya. Sungguh hidupnya ini malah menjadi seperti ini. Adnan juga tidak melepaskannya padahal sudah memohon-mohon untuk dilepaskan tapi apa Adnan malah masih menyimpannya di sini.
__ADS_1
Badannya sudah sangat bau sekali. Bahkan mereka berdua tidak diberikan pakaian ganti terus saja memakai pakaian ini setiap harinya sudah sangat bau sekali muak rasanya.
Disini memang makanan dijamin tapi kesehatan sama sekali tidak, bayangkan saja oleh kalian tidak menanti pakaian berminggu-minggu. Akan seperti apa baunya fan gatalnya serta akan sebanyak apa kumannya ini.