Alasan Kami Menikah?

Alasan Kami Menikah?
Simalakama


__ADS_3

"Gua udah putusin!!" Ucap Rio dengan gelisah.


Hari ini adalah hari penentuan bagi Rio dan Tora, mereka sengaja mengajak kami bertemu di sebuah tempat ramai yang terletak di tengah-tengah kota, hal ini untuk mencegah Archie berbuat seenaknya.


"Gua udah mikirin ini dari awal!!" Ujar Rio lagi dengan pandangan gelisah.


Dengan sabar Archie dan yang lain hanya menunggunya menyelesaikan perkataanya.


"Gua bakalan gabung bareng lu, dan setuju nyerahin semua bukti yang ada terkait dengan mereka." Ucapnya dengan pasti. "Tapi..dengan satu syarat!!"


"Syarat?" Tanya Archie.


"Lu harus ngejamin keselamatan Ruana!!" Ujar Rio yang terlihat emosional lebih dari sebelumnya. "Dan juga, gua pengen Sabiru hancur berkeping-keping." Dia mengepalkan tangannya sendiri karena geram.


"Oke!!" Balas Archie, tanpa pikir panjang. "Gua turutin apa pun syarat lu."


Mereka pun akhirnya berjabat tangan dengan perasaan yang sama-sama tak bisa di tebak.


**************


"Katanya sebentar lagi dia datang!!" Ujar Sakurai yang sedari tadi menunggu dengan gelisah.

__ADS_1


"Telpon lagi deh!!" Perintah ku yang sama gelisahnya dengan Sakurai.


Tak lama kemudian, dari kejauhan terlihat seseorang yang berlari dengan tergopoh sembari membawa jajanan jalanan yang berada di dalam wadah plastik minyak.


"Maaf...Hosstt..hoosstt..!!" Ujarnya yang baru saja tiba dengan napas tersengal. "Gua gak sengaja liat cilor lagendaris di jalan, karna ga tahan, akhirnya gua berenti dulu buat beli!!" Ucap Dafa yang menunjukan makanan itu kepada kami berdua.


"Parah, ku pikir kau telat karena ada masalah!!" Responku yang dongkol.


"Dafa senpail!!" Ujar Sakurai dengan wajah kesal, lalu menarik Dafa dalam lingkaran tangannya. "Kalau senpai benar-benar tidak datang, aku sempat berfikir untuk membuang semua koleksi karya original ku." Ancam Sakurai dengan berbisik di dekat Dafa.


"Apa sih, gua dateng kok!!" Jawabnya sambil mengunyah cilor dalam mulutnya, "Kalian mau!!" Sempat-sempatnya dia menawarkan makanan itu di saat orang-orang sedang gelisah menunggu kedatangannya.


Di dalam restoran milik keluarga Rio, di sini kami semua berkumpul dalam suasana yang tak bisa di jelaskan, terutama atmosfir yang terlihat canggung dan saling menampakan wajah tak nyaman. Di dalam restoran ini tak ada siapa pun yang di izinkan masuk selain hanya kami, karena tempat ini sengaja di kosongkan sejak Rio setuju ingin bekerja sama.


"White Owl!!" Archie menatap Dafa dengan hati-hati, "Jadi selama ini lu itu white owl yang terkenal dan tersohor itu!!" timpal Archie.


"Lu bisa aja kak!!" Jawab Dafa cengengesan, "Guwe, juadi malo!!" Sambil mengunyah cimol. *Translate, gua jadi malu!!


"Gua pernah denger rumornya!!" Rio menambahkan, "Dari sekian banyak organisasi yang bergerak di bidang jasa penyedia informasi rahasia. Ada satu agen yang punya informasi yang sangat langka dan mustahil di dapetin oleh informan lain, mereka di kenal dengan sebutan white owl. Rumornya bilang, mereka susah untuk di taklukin, karena mereka meminta imbalan berupa sesuatu yang di luar logika manusia, dan tentu aja berbeda dengan informan lainnya yang cuman butuh duit." Jelas Rio.


"Lu gak salah lagi, itu beneran gua!!" Balas Dafa bangga dengan wajah nolep yang menyebalkan.

__ADS_1


Berlebihan, Rio pasti salah menafsirkan. Yang benar saja, bahkan aku bisa mendapatkan informasi apa pun darinya hanya bermodalkan seblak pedas, dan top up game.


"Dan orang seperti white owl berada di pihak kalian!!" Tora menyela dengan sinis.


Orang yang hadir di sana langsung menatap Tora dengan pandangan menyeka. Dia tak pernah bicara sepatah kata pun sejak berada di sini, namun saat melihat satu lagi kekuatan bertambah dia berubah menjadi antusias.


"Jadi...bisakah kita mulai sekarang!!" Pinta Sakurai yang menarik kursi dan mendudukan Dafa secara paksa.


"Ngomong aja!!" Sambung Archie melimpahkan tatapannya kepada Rio dan Tora.


Tora terhenyak, dan menatap Archie dengan pandangan mentah. "Gua bakalan kasih tau kalian semuanya mengenai informasi yang terkait Sabiru, cuman gua pengen kalian tau kalau gua punya urusan yang gak biasa dengan Sabiru!!" Ucapnya dengan nada bergetar.


"Lu bisa ngasih tau apa pun masalah lu di sini. Karena sekarang, lu bagian dari kami." Jelas Archie.


Pupil mata Tora membesar saat mendengar penuturan Archie. Meskipun dia terlihat apatis, tapi sebenarnya dia sangat termotivasi. "Dua tahun yang lalu ada suatu kejadian yang ngerubah idup gua sekarang ini, dan kejadian bagai neraka itu yang membawa gua terlibat lebih jauh dengan Sabiru." Ucapnya. "Waktu itu gua baru aja balik dari tongkrongan. gak sengaja papasan ama segerombolan preman yang bawa cewek ke arah tempat yang sepi. Karena gua pikir, pertunjukan kayak gini bakalan seru, jadi gua malah tergerak buat ngikutin mereka diam-diam dan bawa ponsel buat ngerekam." Ceritanya.


Lalu dia mulai dramatis dengan wajah ketakutan, "Tapi, pas mereka udah di tempat yang sepi, gua malah ngerekam sesuatu yang ga seharusnya gua liat. Awalnya mereka cuman ngobrol doang sambil becanda, tapi lama kelamaan mereka malah bersikap gak normal dengan saling bertengkar sampai nampar muka tu cewe, dan akhirnya gua malah nyaksiin mereka semua dengan kejamnya mukulin tuh cewek sampai ga bergerak, sampai gua yakin kalau tuh cewek beneran udah meninggal. Gua yang panik dan ga bisa berfikir logis karena ngerekam dan nyaksiin kejadian ini secara langsung cuman bisa diem dan terus ngerekam. Pas mereka pergi dan bawa jasad tu cewek ke dalam mobil, akhirnya gua mutusin buat keluar dari tempat persembunyian dan berencana buat ngelaporin ini ke polisi besok nya!!" Ceritanya.


Dia diam sejenak dan menunduk. "Cuman, pada waktu itu, karena gua pengecut dan gak berani berurusan ama orang-orang jahat. Akhirnya gua gak pernah ngelaporin kasus ini ama siapa pun, dan nyimpen video itu selama 2 tahun." Katanya dengan raut wajah menyesal. "Setelah dua tahun sejak kejadian itu, gua ngerasa idup gua udah baik-baik aja tanpa masalah. Tapi semua nya berubah saat adek gua Ruana bawa cowoknya dateng kerumah buat di kenalin ama semua orang, dia bilang namanya adalah Sabiru pemilik perusahaan real estate terbesar se kota dan merupakan jodoh yang udah di atur ama bokap gua selama bertahun-tahun. Waktu itu gua terlambat sadar kalau Sabiru adalah orang yang berada di balik tewasnya cewek yang udah gua liat 2 tahun yang lalu."


Seisi ruangan terkaget mendengarnya, aku bahkan meremas ujung bajuku sendiri karena merasakan penderitaan yang di rasakan Tora.

__ADS_1


Tora melanjutkan, "Akhirnya dia buka suara, dan ngomongin yang sejujurnya. Tentang siapa dia sebenarnya dan apa tujuannya masuk ke keluarga gua. Semua ini dia lakuin semata-mata cuman pengen ngancurin gua dari dalam." Dia berhenti sejenak untuk menarik napas, "Lama kelamaan semuanya jadi berantakan, mulai dari bangkrutnya perusahaan bokap gua, gua yang di paksa berenti kuliah karena rumor aneh yang ga jelas, sampai adek gua yang di buat tergila-gila ama bajing*n itu. Semua ini dia lakuin agar gua berada di bawah kendalinya, dan nurutin semua perintahnya. Termasuk nyerahin bukti video yang ngerekam kejadian itu 2 tahun yang lalu." Katanya melanjutkan. "Setelah gua memutuskan buat gabung, akhirnya gua menjalankan berbagai bisnis kotor di bawah naungannya dan bersedia buat ngelakuin apa aja seperti yang gua lakuin ama Anya. Sebagai jaminan gua gak bakal berkhianat, dia memakai adek gua dan bisnis bokap gua sebagai timbal baliknya."


__ADS_2