
"Gua sadar kalau lu pasti bakalan nemuin penunjuk kode yang udah gua tuliskan di dalam fotokopian itu." Ucap Libiru menundukan tatapannya.
"Aku gak melakukan apa-apa, semua ini karena Archie!!" Jawabku. "Dia yang mengetahui hal ini terlebih dahulu!!"
"Karena itu gua ga segan-segan buat datang ke sini, setelah gua ngerasa ada yang ga beres saat kalian semua memutuskan untuk berlibur ke tempat yang udah gua kasih petunjuk!!" Ujarnya berbicara dengan nada cepat dan napas tersengal.
"Kau mengikuti kami?" Tanyaku, "sejak kapan?!"
"Kira-kira tiga hari setelah kalian sampai di tempat ini. Gua mengikuti jejak kalian dan menemukan sesuatu yang mengejutkan." Ucap Libiru, "tempat yang kalian jadikan tempat berkemah kosong. Dan gua menemukan jejak kalian setelah menyusuri hutan, dan tak lama kemudian menemukan bekas gedung yang sedang terbakar. Saat itu gua langsung sadar kalau terjadi sesuatu ama kalian. Dan langsung beranjak ke tempat ini karena gua ngerasa lu bakalan ada di sini."
Libiru menatap dalam kedua mataku.
"Dan ternyata benar lu ada di sini, meskipun gua hampir terlambat datang!!" Ujarnya mengidar sekitar.
"Bir!!" Panggilku membalas tatapannya, "apakah semua ini perbuatan Arya. Apa dia yang melakukan ini padaku?"
Libiru tak menjawab, dia memalingkan wajahnya dan berdiri.
"Sebenarnya gua punya maksud yang jelas ngasihin lu kode penunjuk itu, karena ingin memberitahukan sesuatu yang amat penting!!"
Dia beranjak dari hadapanku dan berjalan menyusuri sepanjang lemari kabinet yang terdapat di sisi barat ruangan. Ruangan ini berbentuk persegi panjang mirip seperti berada di dalam kontainer.
Dia mengendap-endap di lemari kabinet itu seperti sedang mencari sesuatu, dan fokusnya terhenti di saat melihat sebuah laci dengan kunci yang masih menggantung di lubangnya.
Sebelum dia membuka laci itu, dia mengisyaratkan kepadaku untuk mendekat ke sisi nya.
"Inilah alasan, gua membawa lu ke tempat ini!!" Ucapnya pelan lalu membuka laci itu dan menunjukan isi nya kepadaku.
Aku terpaku saat mengetahui isi nya. Di dalam laci itu, terdapat banyak tumpukan kertas atas nama Dien Wijaya yang merupakan identitas asli dari Arya Pangestu.
Aku membaca kertas itu satu persatu, dan kebanyakan isinya tentang perizinan resmi memakai pasukan aparat negara untuk menghapuskan atau memberantas isu kecelakaan maupun bencana luar biasa yang di gariskan merujuk kepada orang-orang berbahaya yang memakai senjata api di depan umum.
__ADS_1
Dan semua kejadian yang tertera di dokumen itu adalah hal-hal berbahaya yang pernah mengancam nyawaku. Seperti kejadian di restoran Rio tempo hari, dan juga perjalanan ke kampus bersama Hendri dan Sakurai.
Perizinan ini secara detil benar-benar legal dan di sahkan oleh pihak-pihak yang berwenang, yang itu berarti semua yang tercantum di sini merupakan tanggung jawab penuh negara untuk memberantasku.
Hal ini terjadi karena tentu saja, Bapak Arya sebagai orang yang berwenang dan juga merupakan aparat negara, ikut andil dalam pengesahan dokumen-dokumen ini.
Dan terjawab sudah, semua yang terjadi selama ini. Kenapa berita tentang kecelakaan besar yang terjadi tempo hari tak tersebar dan hilang bak di telan bumi dari sorot masyarakat. Ternyata, sesuatu memang terjadi di belakang kami.
"Ini!?" Aku memandangi dokumen-dokumen itu.
"Gua udah menuliskan secara detil petunjuk yang ada di fotokopian itu." Ujarnya sambil menatapku yang masih tercenung memandangi dokumen-dokumen itu.
"Pertama gua mengatakan, LINDUNGILAH DIA YANG KAU CINTAI. Kata-kata itu sebenarnya merujuk kepada lu, agar Archie selalu waspada terhadap musuh-musuh yang selalu mengintai."
Libiru melanjutkan.
"Lalu bait kedua gua juga mengatakan, MUSUHMU BERASAL DARI ORANG YANG SAMA DENGAN KU. Dan lu tau sendiri siapa yang gua maksud, karena orang itu sedang berada di sini, di ruangan ini." Dia menatap Arya yang terkapar dengan pandangan murka.
Aku langsung membeliak dan menatapnya dengan padangan dalam.
"Gua sengaja, ngirim lu ke tempat ini karena ingin menunjukan rahasia ini sama lu." Ujarnya sambil menunjuk dokumen ini. "Bahwa, selama ini Arya lah yang berkhianat, dia lah yang udah memperdaya gua buat ngelakuin itu semua sama lu. Dia yang membuat semua ini terjadi. Arya lah dalang dari semua tragedi yang menimpa lu!!"
Aku diam membatu memegangi dokumen-dokumen itu sambil memandanginya.
"Maksudmu, selama ini. Arya yang telah mengatur semua kekejian yang terjadi padaku." Ucapku menunduk.
Aku menatap Arya yang sedang terbaring di atas lantai dalam keadaan tak sadar.
"Apa maksudnya ini, kenapa Arya melakukan semua ini kepadaku!?" Ujarku bingung sambil memegangi dokumen-dokumen itu.
"Ada satu hal yang dapat menjelaskan semua kejadian ini." Ucap Libiru sambil mendekat ke sisi ku.
__ADS_1
Dia berhenti sejenak, menghembuskan napas panjang. Seolah jika apa yang ingin dia ungkapkan adalah hal berat yang tak seharusnya ku ketahui.
"Sebenarnya, Arya adalah salah satu dari sisa-sisa anak buah Pay Long Tse yang pernah mencelakai lu beberapa tahun yang lalu bersama Archie." Ucapnya.
Aku menutup mulutku sendiri karena kaget mendengar hal itu dan memandangi Arya.
"Dan selama ini dia mengincar dan menargetkan kalian berdua sebagai sasaran pembantaian. Dia bersekongkol dengan Sabiru yang merupakan anak angkat Pay Long Tse untuk melakukan hal itu. Dan gua.." Libiru menunjukan wajah meringis menahan gejolak penderitaan. Dia menunjukan mimik muka menderita memandangi Arya yang terkapar.
"Mereka menekan gua karena gua berasal dari keluarga Arlangga Tiam. Mereka selalu memperdaya gua, dengan mengancam buat ngembantai semua keluarga papa Arlangga yang masih tersisa, kalau gua nolak ngelakuin semua yang mereka inginkan!!"
"Apa!?" Aku terhenyak dan menatapnya.
"Gua ga punya pilihan lain, gua ga bisa ngapa-ngapain. Gua..gua ga punya keluarga lain selain mereka. Keluarga asli gua ngembuang gua karena perceraian. Gua ga bisa balik ke tempat keluarga gua yang asli, gua ga sanggup." Libiru berhenti sejenak dan menatapku.
Aku membalas tatapannya dengan perasaan yang tak karuan.
"Maka dari itu gua ga bisa nolak keinginan mereka berdua, gua benar-benar di peralat. Gua ga tau apa-apa. Gua di sini pun cuman korban!!" Ucapnya dengan nada serak.
Aku memandangi Libiru dari dekat.
"Jadi selama ini, kau di peralat oleh mereka untuk menjatuhkan ku. Dan pelaku sebenarnya dari kejadian ini adalah Arya dan Sabiru!!" Ucapku.
"Benar!!" Jawab nya spontan, "maka dari itu. Gua ngirim lu kesini, karena ingin menunjukan kebenaran ini!!" Ucapnya memandangi dokumen-dokumen itu.
"Arya, bagaimana bisa!!" Responku kalut sambil menutup wajahku sendiri.
Libiru maju selangkah dan menghampiriku.
"Anya.."
Aku membuka telapak tangan yang menutupi wajahku.
__ADS_1
Libiru semangkin mendekat sampai pandang kami berdua sejajar.