Alasan Kami Menikah?

Alasan Kami Menikah?
Vacation Part 3


__ADS_3

"Tck, ada ribut-ribut apa sih di luar.." aku yang sedang merapikan barang-barangku pun pergi untuk melihat yang terjadi.


Namun Sayang tiba-tiba mencegatku dengan merentangkan tangannya.


"Lu kalau masih mau liat gua idup, mendingan gausah keluar dulu!!" Ujarnya dengan ekspresi waspada.


Terdengar lagi suara keras seperti orang gila yang sedang memanggil-manggil nama seseorang.


"Pokoknya Archie ga boleh tau kalau gua sekamar bareng lu!?"


"Apa maksudmu.."


Braakkk....


Tiba-tiba pintu terbuka sendiri, dan terlihatlah Archie yang kelelahan dengan wajah panik.


"Archie..!!"


"Gua nyariin lu kemana-mana!?" Ujarnya kesal.


"Aku ga kemana-mana kok.."


"Gak kemana-mana gimana, lu kok tega banget ngilang gitu aja, terus ngambil kamar sendiri lagi. Terus gua nya gimana masa gua tidur sendirian, kan lu bini gua!!" Rentetnya dengan kekesalan yang memuncak.


"Bu-bukan gitu.."


"Parah sih lu, masa gua di tinggalin!!" Dia masih tak mau diam dan tak terima.


"Karna kita lagi liburan bareng temen-temen, ada bagusnya kalau aku juga tidur bareng mereka. Masa iya sih, kita honeymoon di tengah kesengsaraan mereka menapaki jalan kejombloan!!" Aku beralasan.


"Cih, serah lu deh.." dia tambah kesal.


Aku tersenyum dan mengusap lenganya.


"Terus, lu sekamar bareng siapa?"


Aku pun langsung sadar dan melihat sekeliling kamar. Bukannya tadi Sayang ada di sini dan merapikan barang-barangnya bersamaku, tapi sekarang dia dimana. Setelah lama mencari akhirnya aku menemukannya bersembunyi di bawah kaki Archie ,dan berkamuflase menjadi seonggok barang-barang yang belum di rapikan.

__ADS_1


"Anya, lu bareng siapa?"


Aku terhenyak dan buru-buru mengalihkan pandanganku.


"Laila!!" Ucapku spontan. "Aku bareng Laila!"


Archie menghela napas dan menepuk ubun-ubunku.


"Yaudah sih kalau lu mau bareng temen lu, tapi inget satu hal!!"


"Ya, apa?"


Dia lalu mendekat ke sisi telingaku, "gua tuh ga tahan kalau ga ngelakuin yang engga-engga kalau lu ada di dekat gua."


Seketika wajahku langsung memerah karena menahan malu apalagi ada orang lain yang mendengarkan.


"Jadi pahamilah kondisi gua, karna gua ga bisa toleransi ama urusan begituan!!" Tambahnya lagi dengan di iringi suara ******* di tiap bicaranya.


Ahhh..sial, aku malu banget. Bisa-bisa nya Archie berbicara vulgar seperti ini.


*************



"Bisa-bisa nya ujan, padahal kan gua pengen berenang!!" Runtuk Dafa memperhatikan keadaan di luar yang sedang hujan deras.


"Istirahat aja napa sih, kan lu juga baru dateng!!" Arya menyela.


"Jadi beneran ga ngapa-ngapain ni ampe malem, ujan nya deres banget!!" Sambung yang lainnya karena memang sekarang kami sedang berkumpul di hall room.


"Ngomong-ngomong karna kita lagi ngumpul kek gini, gua mau nanya ama lu!?" Ujar Sayang menatap Archie. "Sebenarnya acara liburan ini buat celeberate sesuatu, atau emang lu cuman iseng doang ngajakin kita rame-rame!?"


Archie diam sejenak dan menghentikan aktifitasnya yang membaca majalah, kemudian memutar bola matanya tanda dia berfikir. "Kalau gua bilang karna gua gada kerjaan napa, duit gua kan banyak!?" Jawabnya seperti biasa.


"Cih, harusnya gua diem aja!" Sayang kesal.


"Woi Anya!?" Tiba-tiba Laila turun dari atas dan langsung menunjukku. "Ga ada nuraninya lu jadi temen, masa lu ga mau sekamar bareng gu..."

__ADS_1


Aku langsung berdiri dan menyosor mulut Laila, dan menyeretnya jauh dari hall room.


"Apa sih?!" Dia kesal dan melepaskan tanganku.


"Lai aku pengen minta tolong nih?" Pintaku.


"Dih lu bener-bener, udah ga sohib ama gua dan berani ngacangin gua, sekarang malah ngemis-ngemis minta tolong!" Congornya di majukan biar dramatis.


"Ya maaf, tapi ini aku beneran minta tolong!" Aku memohon.


"Yaudah apasih, aneh banget!?"


"Bisa ga, lu pura-pura sekamar bareng gua kalau seandainya Archie yang nanya!"


Dia menatapku heran dengan kening mengernyit. "What, ada apa nih! Kalian berantem, ampe pisah kamar segala?!"


Untungnya Laila tak peka sampai menyimpulkannya seperti itu. "Ahhh..pokoknya, tar kalau Archie nanya bilang aja sekamar bareng aku."


Dia langsung setuju tanpa bertanya macam-macam. Dengan begini aku bisa melancarkan rencanaku.


Benar saja, hujan deras mengguyur hampir seharian sehingga anak-anak tak bisa pergi keluar untuk menikmati keindahan alam yang mempesona dari tempat menakjubkan ini. Untungnya pada malam hari cuaca kembali cerah namun sisa-sisa dari hujan sore tadi membuat udara di malam hari menjadi sangat dingin, apalagi kami berada di kawasan pinggir pantai.


Karena cuaca dingin, akhirnya anak-anak menyarankan untuk mengadakan acara bakar-bakar sekaligus membuat api unggun untuk menghangatkan badan. Ku pikir itu ide yang bagus, apalagi sekarang ini adalah kesempatanku untuk membuat Sayang benar-benar jauh dari Archie.


"Ada yang mau pergi belanja ga nih, kita keabisan stock arang, ama saus barbeque!!" Tanya Dafa yang keluar memakai celemek para pekerja di dapur.


"Suruh bapak penjaga aja sih!!" Sambung yang lain.


"Gada yang bisa di suruh belanja, kan semuanya udah jadi bawahan Hendri buat nyiapin tempat reservasi!!" Jawab Arya.


"Ahh..aku aja, aku aja!?" Ucapku yang mengangkat tangan mengajukan diri.


"Kakak kan ga bisa nyetir?!" Ucap Sakurai.


"Bareng Sayang aja, dia kan bisa nyetir!"


Sayang yang sedang merapikan bahan makanan menghentikan pekerjaannya dan menunjuk dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2