Alasan Kami Menikah?

Alasan Kami Menikah?
Tren Percintaan Masa Kini


__ADS_3

BLaaaaarrrrrr......


Entah aku sedang berhalusinasi atau memang ada api yang berkibar-kibar di belakang Archie yang sedang menatap ke arah ku seperti tatapan ingin membunuh kepada kedua orang yang berada di kiri dan kanan ku.


"Sayang, kayak nya udah ngumpul semua nih." Ucap Yoona berbicara pada Archie sambil mengusap lembut lengannya.


Ingin rasanya ku menyumpah melihat kemesraan mereka berdua.


Archie meletakkan console portable nya dan berdiri. Seketika jiwa para potato yang menatapnya menjadi ciut, aura nya menunjukan segenap kekuatan murni seorang pemimpin. Visual, kuasa, status, kepintaran, dia memiliki semuanya, seolah dia merupakan salah satu manusia yang berasal dari spesies lain yang lebih di unggulkan mendekati kesempurnaan.


"Hallo!" Sapanya pada anggota tim nya.


"Hallo." Balas kami semua.


"Ok. Gua gak perlu perkenalan diri! ga mungkin kalian gak tau siapa gua." Ujar nya memperkenalkan dirinya dengan cara tidak normal seperti kebanyakan orang. Tapi para hadirin dan hadirat malah manggut-manggut mengerti.


"Jadi karena ini pertemuan pertama kita. Gua gak bakalan ngomong panjang lebar, yang artinya kalau kalian berada dalam satu tim bareng gua berarti kalian adalah orang yang di unggulkan dari segi kecekatan dan kepintaran." Jelasnya membuka rapat dengan memberikan penekanan yang kuat terhadap tim yang dia pimpin.


Cara yang sama seperti dia memimpin perusahaannya, dia selalu menekankan pekerjaan yang sempurna dengan mengumpulkan orang-orang berbakat.


"Para dosen di fakultas ini tau, kalau gua cuman mau bekerja sama dengan orang-orang yang kompeten dan berdedikasi tinggi terhadap pekerjaan, jadi gua harap perkataan gua ini bisa bikin kalian mengerti kalau kerja sama bareng gua gak boleh setengah-setengah, karena gua udah ngorbanin kerja sama dengan kru film profesional demi acara kolaborasi kampus. Gua harap kalian menghargai pengorbanan gua ini dengan bekerja secara sungguh-sungguh." Ujar nya kembali memberikan penekanan kepada anggota tim nya seakan setiap perkataanya membuat seisi ruangan ini penuh sesak dan kekurangan udara.


"Sampai sini ada pertanyaan?" Tanyanya.


Kami semua diam dan terus memperhatikannya.


"Gua anggap gak ada!" Jawabnya sendiri.


"Rapat lanjutan bakalan diadakan 3 hari setelah ini,dan gua harap para ketua kelompok udah siap dan nentuin apa yang harus kita kerjaian." Ucapnya seperti ingin cepat-cepat menyudahi pertemuan ini.


Pandangan nya tak pernah lepas dari pergerakan ku, aku seperti domba yang di awasi karena tidak di pagar.


**********


"Anya!" Panggil Dimas yang tiba-tiba menyusul ku kembali ke gedung C bersama anggota tim lainnya.


"Kalian duluan aja ya! Kalau makan ke warteg, aku gak ikutan." Ujar ku pada mereka yang sekarang sudah berjalan menjauh.


"Sorry, buat yang kemarin!" Ujar Dimas ragu-ragu mengatakannya.


Dia tidak salah apa-apa sih, hanya saja aku yang ingin sekali menghindarinya. Makanya terjadi kesalahpahaman sampai melibatkan Hendri.


"Gak apa-apa kok." Jawab ku.


"Yang kemaren itu sepupu lu."


Mungkin yang dia maksud adalah Hendri yang hampir saja meremukkan pergelangan tangannya.


"Iya, dia sepupuku." Jawabku.


"Kok gua belum pernah ketemu!"


"Dia baru aja pulang dari luar negri, makannya gak pernah ketemu!"


"Oh gitu, emhh.. Gua boleh main kerumah lu gak! udah lama gak ketemu sama bapak dan ibuk."


Main kerumah ku, duh mamp*s. Dia kan gak tahu kalau aku sudah menikah dan tinggal dengan Archie.

__ADS_1


Aku harus membuat alasan secepatnya.


"Eehh..itu, aku sebenarnya..."


"Dimas!"


Tiba-tiba saja seorang wanita datang dan memotong perkataan ku.


Dia terlihat tak tenang memandangi kami berdua dengan raut muka gelisah dan menunggu Dimas datang menghampirinya.


Sudah terlihat dari gerak gerik Dimas kalau wanita tersebut adalah pacarnya.


"gua pergi dulu ya! Ntar bales aja chat gua." Ucap nya lalu bergegas menemui pacarnya, kemudian buru-buru pergi dari hadapanku.


Aku menghembuskan napas panjang karena lega pacarnya datang di saat yang tepat, sehingga aku tak harus membuat alasan agar dia tak datang kerumah ku.


"Lu ama kak dimas ada hubungan apa!" Tanya Arya yang ternyata menungguku di depan dan bersembunyi di balik pilar.


"Temenan dari SMA!!" Jawabku menghampirinya.


"Dia kayaknya lagi deketin lu tuh!"


"Aku gak mau ada hubungan apa-apa dengan orang yg udah punya pacar!" Jawab ku.


"Dia kan cuman ngajakin lu main bareng, gak ngajakin pacaran!"


"Tapi dulu aku sempat punya rasa!" Jawabku.


"Emang sekarang gak lagi?"


"Enggak, kayaknya aku udah gak tertarik sama sekali dengannya!" Jawab ku."Aku udah punya orang yang aku sukai walaupun dia terlihat seperti mempermainkan ku"


"Aku gak mau ada orang yang tau kalau aku lagi suka seseorang, walaupun aku kasih tau kamu gak bakalan percaya?"


"Aku percaya kok!"


"Gak, aku gak bakalan ngasih tau, aku udah nyerah dengan diriku sendiri!!"


"Lu hidup di jaman apa sih!" Ledek Arya."Lu pikir ini jamannya Romeo dan Juliet, yang kisah cinta mereka harus berbalas dan mati bersama!"


Aku mendengarkannya dengan malas.


"Seiring berjalannya waktu, cinta yang merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling mendasar, berubah menjadi kebutuhan yang bersifat kontras dan bervariasi, Sekarang cinta bertepuk sebelah tangan malah menjadi tren masa kini. Bahkan ada yang menikahi papan idola mereka sendiri dan tidur bersama layaknya manusa. Itu menunjukan perubahan pola prilaku manusia tentang pandangan cinta, yang pada umumnya bersifat baku dan berbalas. Maka nya lu jangan mikir terlalu sempit kalau orang yang lu suka gak suka sama lu." Jelasnya.


"Hmmm..bingung deh sama kalian berdua, kok bisa tau banyak tentang cinta, sedangkan gak pernah pacaran. Laila juga banyak banget ngasih pelajaran tentang cinta, padahal dia sendiri gak pernah pacaran." Ucapku mengheran.


"Emak gua langganan majalah NOPA."


***********


"Jadi gak enak gak ngikutin anak-anak makan ke warteg." Ujar Arya memeriksa HP nya saat melihat SW kak Roland yang lagi berfoto ria bersama jengkol dan kawan-kawan.


"Ogah, udah ku bilang kalau mau makan di warteg, makan aja sendiri, gosah ngajakin aku. Sumpah gak tahan banget kalo gak makan jengkol, tapi ujung-ujung malah nyesel karena udah makan, karena bau nya bikin tingkat kepedean ku menurun drastis." Jawab ku kesal sambil memakan bakso.


"Yah, deh. Makan di kantin juga enak." Ujar Arya menaruh kembali HP nya dan ikut melanjutkan memakan makanannya. "Abis ini lu mau kemana!"


"Gak kemana-mana, paling pulang dan mensucikan diri dengan bertapa di dalam kamar ku sambil memandangi damai nya dunia ini."

__ADS_1


"Anj*r, wahahaha.. omongan lu kayak tom sam cong."


"Siapa!"


"Kakeknya Ferguso!"


"Sapa lagi tu!"


"Ferguso se ekor kera ,yang melompat kesana kesini dengan sesuka hati dan..."


Arya menghentikan melanjutkan candaan garing nya dan menatap lama sesuatu yang menarik perhatiannya di belakang ku. Kemudian dia tersenyum kaku, seolah-olah sedang berinteraksi dengan seseorang.


"Hai kak!" Sapa Arya ramah.


"Hahhh..lagi ngomong sama siapa!" Tanyaku sambil melihat ke belakangku.


Archie berdiri menatapku dengan wajah datar, pandangannya tegas mengarah lurus ke arah mataku.


Tatapan mengintimidasi lawan yang membuat nyalinya ciut, kekuatan orang yang cemburu setara dengan kekuatan 10 raja hutan yang mengamuk.


"Dah lama gak nongkrong bareng, kakak lagi sibuk apa!" Tanya Arya yang memecah suasana, dan mengalihkan tatapannya dari ku.


"Gak usah sok akrab." Jawab Archie.


"Gak pegel bediri terus kak, duduk aja kak biar enak ngobrolnya."


"Gua bisa sendiri!"


"Kakak mau pesan apa, biar gua yang pesenin!"


"Gua udah kenyang!"


"Kakak sakit ya, kok muka nya pucet."


Gak usah ngomong ama gua!"


"Mau gua beliin obat gak kak."


"Gua gak butuh bantuan lu!"


"Kaki kakak gemeteran."


"Berisik lu!"


"Kak awas pinsan, duduk aja kak."


"Apaan dih, gak usah ngomong ama gua!"


"Itu tangan kakak juga gemeteran, awas kak kejang-kejang nanti kalo gak duduk."


"Insects lu, diam aja napa!"


"Kakak ga lagi.."


"Arya!" Potong ku agar tak terjadi kekacauan yang lebih besar. "Bayarin makanan gih, aku udah selesai"


Arya menatapku dan juga Archie, dia selalu peka dengan keadaan dan melihat kearah kami berdua, dan sudah terlihat di wajahku jika aku sedang menyuruhnya meninggalkan kami.

__ADS_1


"Oooh, oke!" Jawabnya sambil beranjak dari hadapan kami.


__ADS_2