
Note author, karena sekarang sedang memasuki bulan suci Ramadhan dan seluruh umut muslim di dunia sedang menjalankannya. Di himbau bagi yang sedang melaksanakan ibadah puasa, agar tak melanjutkan membaca part ini pada siang hari. Berisi adegan slebew, yang membuat konsentrasi buyar hingga putus urat. Author ga tanggung jawab. Awowkwowk..
"Hahahaha parah..ketimbang Aang kenapa ga mirip Saitama aja sih!!" Ucapku.
"Jangan lah bege, lu mau pas di dalam kandungan perut lu memar-memar kena tendangan super!!" Jawabnya menimpali.
Saking asiknya tertawa, kami sampai berguling-guling di atas lantai tanpa memperdulikan rasa dingin yang mulai merajai tubuh kami, karena jika bersama Archie aku selalu merasa hangat meskipun tubuhku kedinginan.
Lalu dia berhenti tertawa dan memegang daguku.
"Hei Anya, gua cinta lu!!" Ucapnya dengan pandangan yang penuh kehangatan.
Aku meraih jangkauannya dan mendekatkan wajahku ke hadapannya, sampai kedua pandangan kami beradu hingga yang tersisa hanyalah antara batas hembusan napas.
"Aku juga, aku mencintaimu!!" Balasku.
Kami berciuman, bahkan seperti nya bukan hanya sekedar ciuman. Aku mau pun Archie merasakan gejolak napsu yang bahkan sudah lama tak pernah keluar dari permukaan.
__ADS_1
Kami saling membalas ciuman demi ciuman, hingga berujung gila sampai saling mencengkram baju masing-masing. Aku bahkan tak sadar kalau telah menyusupkan kedua tanganku ke kulit punggung Archie.
Di titik ini kami berdua pun sama-sama mengalah terhadap hasrat, dan membiarkan napsu mengambil alih sehingga yang terdengar hanyalah suara hembusan napas yang saling beradu, hentakan detak jantung yang tak bisa di perlambat, serta gerakan aneh layaknya dua penari balet yang kehilangan gerakan indahnya.
Tiba-tiba Archie menghentikan ciumannya dan menatapku dalam irama napas yang cepat. Lalu dia menggendong tubuhku dari lantai dan membawa ku naik ke atas kasur.
Kemudian dia mulai melucuti baju ku satu persatu namun dengan terus memberikan ciuman. Jujur saja, aku suka pada saat-saat ini, karena Archie tak kan melepaskan ciumannya meskipun kedua tangannya sedang bekerja keras melepas semuanya tanpa tersisa.
Saat seluruh tubuhku telah terbebas dari pakaian, sekarang lah waktunya, dia mulai memanjakan ku.
Pertama-tama dia akan menciumi seluruh tubuhku mulai dari dahi, bibir, lalu turun ke leher, bahu, punggung, dada, perut, dan turun ke bagian paling sensitif tubuhku. Dia paling jago dalam hal memainkannya, bahkan teknik lidahnya sudah tak di ragukan lagi. Kadang aku mengejang bahkan sampai klim*ks berkali-kali dan tak jarang sampai membasahi sprei, tapi itulah permainannya. Semangkin aku mengejang dan berteriak untuk di sudahi, dia akan semangkin liar dan menambah tehnik gila nya.
Biasanya pada tahap ini, aku akan memohon agar tak usah di lanjutkan bahkan menyerah karena tak sabar untuk di buahi, namun khusus untuk malam ini aku berusaha untuk menikmatinya dan membiarkannya berbuat sesukanya.
"Aaawwhhh..ahhh..thats.. so..weird, A-Archie..please..aahhh...come to me!!" Racauku tak terkendali, karena dia mengeluarkan jurus terlarangnya dengan menggunakan dua jarinya sekaligus.
"Anyaa...hhhhhh..gilak lu, berisik banget tau ga!!" Ucapnya yang bahkan menambah kecepatan akselerasi tehnik mautnya.
__ADS_1
"Aaaahhhhhggghh...Ssshhhh...ahhhh...!!" Aku benar-benar tak bisa mengontrol suaraku. Meskipun aku menghawatirkan akan di dengar oleh anak-anak di bawah sana, tapi aku tak perduli. Archie terlalu berbahaya.
"Kalau lu terus-terusan kayak gini, tar anak-anak lain bisa denger loh!!" Sialan, dia mengatakan hal tersebut dalam kondisi yang tak memungkinkan ku dapat diam dan menutup mulutku sendiri.
Sampai akhirnya, aku pun sampai dalam batasan ku.
"Aaahhhh....aaahhh!!" Seluruh tubuhku mengejang hebat, sprei pun menjadi gumpalan di telapak tanganku, kedua kaki ku terangkat lurus sampai ujung-ujung jariku menggulung. Tak henti sampai di situ, sesuatu yang berdenyut menyeruak memenuhi liang v***na ku, kedua jari Archie seperti terhisap ke dalam dan menimbulkan sensasi nikmat yang tiada bandingannya. Inilah yang di namakan perhelatan puncak acara dari aktifitas sakral manusia ini, begitu membuat mabuk kepayang sampai nyawa terasa di atas angan-angan.
Archie tau kalau aku telah mengeluarkan air kenikmatan untuk kesekian kali nya. Dan dia pun tersenyum puas, amat sangat puas melihat ekspresi tak berdaya ku, karena ulahnya yang seperti setan tak tahu diri itu telah berhasil memperdayaku.
"Sumpah lu tuh cantik banget!!" Ucap Archie sambil menyibak rambut halus yang memenuhi wajahku, kemudian dia terseyum smirk melihatku yang di penuhi keringat dengan wajah lelah penuh kepuasan.
Aku tak bisa berkata-kata, untuk sekedar mengatakan iya saja pun tak sanggup.
Kemudian dengan cepat dia sudah berada di atasku dan melucuti baju nya sendiri secara berlahan, dia bermaksud menaikan lagi semangat libido ku dengan cara mempertontonkan tubuhnya sendiri yang mirip pahatan manekin.
"Dan sekarang waktunya, lu lagi yang kerja!!" Ucapnya nakal dan mulai membuka sleting celananya sendiri. Dan terlihatlah benda pusaka miliknya yang mangkin besar dan bertumbuh seiring berjalannya adegan panas ini.
__ADS_1
Padahal napas ku belum teratur, tapi dia sudah siap untuk memblokade kewarasanku. Archie benar-benar tak membiarkan ku beristirahat untuk sekedar mengumpulkan nyawa.