
"Duh kayaknya ketinggalan!!" Gumamku merogoh lebih dalam tas yang ku gunakan untuk ke kampus. "Yah, lowbet." Sebentar lagi laptop ku menemui ajalnya sedangkan tugas-tugasku masih berada di lapisan terjauh atmosfer.
Tok tok tok...
"Sakurai, apa kau di dalam!" Pekikku di depan pintu kamarnya. "Aku mau pinjam charger!"
Namun tak ada sahutan sama sekali. "Aku masuk ya!" Ucapku sendiri sambil membuka pintu kamarnya.
Tak ada siapa pun di dalam kamarnya, padahal hari ini aku yakin sekali dia ada di rumah. Ku hampiri charger laptopnya yang masih menancap di saklar dan mencabutnya. Namun saat itu langkahku malah tak hati-hati dan menjatuhkan barang-barangnya yang ada di antara bupet dan meja belajar, sehingga benda-benda seperti kertas dan buku yang benumpuk berhamburan bebas di atas lantai.
"Kenapa harus jatuh sih!!" Gumamku sambil merapikannya.
Sraaaakkkk.....
Tanpa sengaja aku menemukan sebuah buku canvas tebal yang di gunakannya untuk menggambar manual menggunakan pensil. Karena penasaran akhirnya aku pun memberanikan diri melihat barang pribadinya tanpa izin.
Dan terlihatlah, manga asli buatan tangan Sakurai yang penggambarannya begitu detil dan amat berkharisma, bahkan hanya menggunakan pensil saja latar tempat yang dia gambarkan begitu hidup dan nyata. Ku bolak-balik kertas bergambar itu dengan penuh rasa takjub karena aku tak pernah menemukan seseorang yang amat berbakat dalam menggambar dengan hanya bermodalkan pensil dan imajinasi.
Lalu fokus ku terhenti saat melihat manga berbahasa indonesia yang berjudul TINGGAL SERUMAH DENGAN KAKAK IPAR.
Dari judulnya saja sudah kelihatan sekali kalau dia sangat niat untuk menulis kisah ini. Karena penasaran akhirnya aku membaca karyanya.
Halaman pertama.
Terlihatlah karakter utama pria bernama Mirai Oboyashiki yang berjalan seorang diri memegang tas koper besar yang di gambarkan amat tampan dan mempunyai wajah rupawan seperti kebanyakan karakter utama pada umumnya. Dia bergumam kalau kehidupan di desa sangat membosankan sehingga pergi mengunjungi rumah kakaknya yang kebetulan ada di kota untuk sekedar mencari pekerjaan tetap.
__ADS_1
Halaman kedua.
Karakter utama mengetuk pintu kediaman kakaknya dan terdengarlah suara wanita yang menyuruhnya untuk menunggu. Tak lama kemudian keluarlah seorang wanita cantik yang mempunyai tubuh kepalang semok ala mbak ara-ara khimoci, bahkan dadanya hampir tumpah di balik bajunya yang ketat. Hei, ****, Bisa-bisanya Sakurai membuatku merasa malu dengan kemahirannya dalam menggambarkan tubuh wanita yang sedemikian detil.
Halaman ketiga.
Karakter utamanya merasakan debaran cinta saat pertama kali berjumpa dengan kakak iparnya tersebut, apalagi tubuh kakak iparnya yang membuat hasrat kelelakiannya kian meng ara-ara khimoci. Kakak iparnya itu pun sangat baik dan lembut, dia mempersilahkan Mirai Oboyashiki untuk masuk dan menghantarnya pergi ke kamar untuk beristirahat. Dan yang membuatku tak habis pikir adalah nama kakak iparnya yang kebetulan mirip dengan namaku yaitu Anya Oboyashiki.
*Di jepang, marga keluarga laki-laki akan menjadi nama belakangnya saat resmi menikah.
Halaman keempat.
Malam pun tiba, kakak iparnya mengatakan kalau suaminya hari ini akan kerja lembur sehingga sengaja mempersiapkan makan malam untuk mereka berdua, dan di saat itulah si karakter utama berfikiran mesum saat kakak iparnya tak sengaja menumpahkan kuah kari di atas celananya dan membersihkannya dengan tisu. Aku terbelak saat melihat dada Anya Oboyashiki yang terekspos sedemikan besar tanpa bra, yang tentu saja membuatku iri kerena dadaku terlampau standar. Berkali-kali karakter utama menelan ludah dan berusaha membuat pikirannya menjadi waras kalau wanita di hadapannya adalah kakak iparnya.
Suasana berganti di pagi hari. Saat karakter utamanya terbangun, dia tampak kaget saat mendapati kakak iparnya yang hanya menggunakan sehelai handuk yang menutupi tubuhnya sedang berada di kamarnya mencari sesuatu yang membuatnya tampak kebingungan. Saat itu karakter utamanya hanya tidur menggunakan semp*k sehingga tanpa di pungkiri benda yang berada di antara kedua s*langk*nganya kian meninggi di balik selimut, saat melihat tubuh kakak iparnya yang kelewat erotis.
Halaman keenam.
Kakak iparnya kaget saat melihat benda familiar yang berada di antara s*l*ngk*ngan adik iparnya yang semangkin meninggi di balik selimut. Walaupun Mirai berusaha agar tak terlihat h*rni tetap saja ekspresinya tak bisa di sangkal-sangkal.
Halaman ketujuh.
Ini adalah penggambaran yang amat mendebarkan saat tiba-tiba kakak iparnya mendekat ke sisi futon dan menanyakan apakah tidurnya nyenyak semalam. Adek iparnya tak bisa berkonsentrasi menjawab pertanyaannya karena matanya hanya fokus melihat dada kakak iparnya yang berisi seperti buah melon matang yang setengah di bungkus.
*Futon, tempat tidur datar mirip sleeping bag ala jepang.
__ADS_1
Halaman kedelapan.
Dialognya malah berubah menjadi sanak pancingan dan rayuan. Sepertinya kakak iparnya tertarik dengan adek iparnya karena dirinya sudah lama tak di berikan jatah batin oleh suaminya, begitu juga karakter utamanya juga sangat menikmati situasi tersebut dan menanyakan. Apakah boleh kalau melakukannya denganku?. Otakku langsung melayang saat di halaman delapan gambar berhenti saat kakak iparnya mengajaknya untuk mandi bersama dan mengatakan dengan terang-terangan kalau sudah lama tak ada yang menggosok punggungnya. Tentu saja mereka berdua sedang melakukan rayuan yang berujung ke jalan yang lurus.
Ahhhghh....****, aku semangkin ingin mengetahui kelanjutannya.
Namun baru setengah kertas ku balik halaman yang kesembilan, Sakurai tiba-tiba muncul di hadapanku sembari melongo mendapati diriku yang sedang bersemangat membaca karya masterpiece nya.
"Kak Anya!!" Sapanya agak ambigu sembari melotot, saat menatap buku yang telah ku balik pada halaman kesembilan.
Wajahku langsung berubah bersemu merah saat menyadari kalau halaman kesembilan yang telah ku balik ternyata berisi adegan tak senonoh yang menggambarkan imajinasi liar mangakanya. Bahkan gambarnya full tanpa sensor dengan gerakan berseng*ama yang bermacam-macam dan juga posisi ekstream yang tak pernah ku bayangkan.
"A-aku bi-bisa jelasin!!"
***************
"Kumpulin tugas kalian!!" Pinta Pak Retno di akhir pelajaran.
Namun saat di akhir, Pak Retno malah diam terpaku dan menatap selembar tugas yang membuatnya keheranan.
"Mmmhhh..bentar-bentar!" Ujarnya sambil menghentikan anak-anak yang mulai ingin berhamburan keluar dari kelas. "Anya Oboyashiki ini siapa?" Tanya Pak Retno sembari menunjukannya pada seluruh kelas.
"Ppppppfftttt....!!" Tiba-tiba Dafa menyembur tertawa di belakangku sembari menahan ekspresinya karena geli. Dari reaksinya berarti dia juga tahu.
Sialan, gara-gara membaca manga hentainya Sakurai, otakku tak bisa di ajak bekerja sama, bahkan saking kepikirannya, aku bahkan salah menulis namaku sendiri.
__ADS_1