Alasan Kami Menikah?

Alasan Kami Menikah?
Kontradiksi Part 3


__ADS_3

"Lu juga sama beg*nya kalau mikir gua ga normal. Bukannya waktu itu kita udah buktiin sendiri soal beginian!!" Jawab Archie dengan tatapan dingin.


Mungkinkah yang Archie maksud pembuktian itu adalah saat mereka berdua pergi ke hotel dan ternyata Archie tak bereaksi apa-apa setelah melihat tubuh polos Sayang, yang di akhiri saling timpuk karena merasa jijik.


Astaga. Bagaimana bisa mereka berdua membicarakan hal itu di depan orang ramai.


"Terus kenapa lu biarin hal ini terjadi ama gua. Kenapa lu diam dan ga mengatakan apapun. Apa lu sengaja pengen jadiin gua barang lelucon!!"


"Enggak!!" Balas Archie spontan. "Enggak sama sekali!!"


Sayang melengus gelisah seakan ingin menyerang Archie.


"Gua sama sekali ga terpikirkan kalau Todoroki adalah seorang panseks, gua benar-benar mengira kalau tindakan nya selama ini adalah lelucon buat ngerjain lu!!" Jawab Archie dengan nada tenang. "Gua baru sadar setelah malam itu. Setelah dia bener-bener udah kelewatan dan ngelecehin lu dengan amat sangat jelas!!"


"Lu tau semua itu dan lu ga ngasih tau gua!!" Sayang semangkin tak terkendali.


Archie diam saja.

__ADS_1


"Kalau lu ngasih tau gua dari awal. Mungkin masalahnya ga ampe sebesar ini. Dan pastinya Kim masih idup sampai sekarang!!" Sayang memojokkan Archie.


"Apa yang bakalan lu lakuin kalau lu udah tau semuanya dari awal, hah!!" Archie mendorong Sayang.


Sayang terpukul mundur dengan wajah memerah karena marah.


"Apa yang bakalan lu lakuin!?" Archie balik mendesak Sayang.


Sayang menatap Archie dengan murka dan mengacungkan tangannya ke arah Libiru.


"Gua.." Ujar Sayang dengan jari teracung. "Gua bakalan bunuh dia, sebelum dia ngembunuh Kim terlebih dahulu!!"


Archie memalingkan wajahnya dan menatap Libiru yang tersenyum puas melihat pemandangan ini. Libiru merasa berada di atas awan setelah menyaksikan mereka berdua yang saling menyalahkan.


"Kalian sudah selesai?" Tanya Libiru dengan nada mengejek.


Archie dan Sayang menatap benci ke arahnya.

__ADS_1


"Meskipun kau sudah mengetahui hal ini dari awal. Apa kau pikir kau bisa membunuhku!!" Dia mengintimidasi Sayang.


Sayang mendengus kasar berusaha menahan amarah.


"Meskipun kalian berusaha mati-matian untuk bertahan hidup, kalian tak kan bisa merubah apapun. Yang menang adalah yang terkuat." Lanjut Libiru menatapi kami satu persatu.


"Apa yang sedang kau ocehkan nak. Apa kau tak melihat situasi sekarang?!" Paisee bersuara dan membeberkan realita.


Dilihat bagaimana pun Libiru telah kalah, dia sudah tak berkutik karena babak belur, di tambah jumlah kami terlalu banyak untuk bisa di hadapinya sendirian.


"Oh ya benar!!" Ujar Libiru dengan senyuman yang tambah lebar. "Benar sekali. Aku sudah kalah!!"


Dia lalu tertawa dan mengidar pandang menatapi kami satu persatu.


"Lalu apa kalian pikir dengan membunuh dan melenyapkanku sekarang, semuanya sudah selesai!!" Tawanya mangkin nyaring.


Seisi ruangan ini menatapnya dengan pandangan iba. Dia benar-benar tidak waras.

__ADS_1


"Akan ku katakan kepada kalian semua yang ada di sini, semua hal yang tak pernah kalian ketahui!!" Ujarnya seperti pemimpin parade siluman yang ingin menjajah perkampungan manusia.


"Biar kalian semua tahu, jika selama ini aku punya alasan yang jelas, mengapa aku sampai melakukan hal yang tidak berguna seperti ini!!"


__ADS_2