
"Abis dari mana?" Tanya Archie.
Dia masih memakai baju yang sama seperti tadi pagi, jadi ku rasa dia tak beranjak dari ruang tengah dan sengaja menunggu kedatanganku sejak pulang dari kampus.
"Abis main bareng Dafa." Ujarku sambil meletakkan sepatuku di rak dan menggantinya dengan sandal rumahan.
Archie terlihat merenung dengan tatapan searah. Dia bahkan tak sadar kalau ekspresinya terlihat sedang mengkhawatirkan sesuatu.
Aku bergegas kearahnya dan memeluknya dari samping. "Capek banget!!" Curhatku manja dan mengusapkan wajahku ke tubuhnya yang berbau keringat.
Archie menyambutku dengan tatapan hangat dan menciumi dengan beruntun ubun-ubunku. "Kok capek, lu abis ngapain aja bareng tu anak?" Tanyanya.
"Makan doang kok?" Jawabku, "Di tiga restoran yang berbeda biar katanya ga mainstream. bayangin!!" Ucapku mengungkapakan kekesalanku. "Apaan coba alasan ga masuk akal kayak gitu, padahal menu yang dia pesen itu semuanya sama."
Archie tersenyum seringai dan menepuk-nepuk punggungku.
"White owl terkenal di kalangan informan dengan ketelitian dan skala tak terbatasnya dalam mencari informasi rahasia, karena sifat keras kepalanya itu dia menjadi satu-satunya yang susah di taklukan." Jelas Archie. "Selama ini, dia ga pernah nunjukin diri apa lagi nawararin diri buat ngasih informasi berharga. Karena dia hanya tertarik dengan orang-orang yang menarik seperti Sakurai, dan lu juga termaksud."
Dafa memang orangnya tertutup dan tak memperdulikan sesuatu yang di luar urusannya, seperti yang di katakan Archie, aku dan Sakurai memang orang yang menarik baginya, karena kami berdua mengetahui apa yang dia inginkan selain uang.
"Terima kasih, aku memang menarik!!" Jawabku berbangga diri sembari terus memeluknya sampai kepalaku tenggelam di antara lengan dan tubuhnya.
"Itu bukan pujian geblek, lagian lu tuh pergi keluyuran bareng cowok lain. Lu ga mikirin gimana perasaan gua!!" Dia malah protes.
"Aku kan ga macem-macem!!" Ujarku, "Lagi pula, memangnya aku ini kau yang suka pegang-pegang wanita sembarangan." Aku mengungkit perbuatannya di masa lalu yang sering gonta-ganti wanita.
"What!! Kapan gua kek gitu?"
"Tentu aja pernah, aku bahkan melihatmu di templokin cewe semok waktu aku belanja bareng Hendri di mall." Ungkitku.
"Itu kan cuman tanda keakraban doang!!" Dia berusaha berdalih dengan wajah masam.
"Apa aku harus pegang-pegangan juga ama setiap cowok yang ku ajak ketemu biar di sangka akrab." Ujarku mengomporinya.
__ADS_1
"Lu ga boleh pegang-pegang orang sembarangan, lu cukup pegang gua aja!!" Ucapnya panik dengan suara menggelegar.
Sontak Archie menarik tanganku dan meletakkanya sendiri ke wajahnya. "Lu cuman boleh pegang gua, selain gua, lu ga boleh pegang cowok lain yang bukan muhrim, haram." bisa-bisanya dia mengatakan kata-kata menggelikan seperti itu.
Aku diam termenung dengan tanganku yang terus memegangi wajahnya. Archie sangat rupawan, bahkan memikirkan dia adalah suamiku terasa mustahil sampai sekarang.
"Wajahmu mirip sekali seperti mommy," Ucapku yang langsung terpesona pada pandangan pertama. "Bagaimana ada mahluk seindah kalian yang menghuni bumi ini." Aku mulai ngelantur.
Tanganku melorot dan menyentuh bibirnya dengan ke ujung jempolku lalu beralih dengan menekan bibir bawahnya dengan lembut. "Sejak kapan bibirmu jadi berwarna coral cerah," Ujarku yang terus mengusap bibirnya dengan sentuhan ringan."Sial, aku malah jadi ingin menciummu."
Archie langsung menatap heran dengan kening mengernyit. Tanpa sadar, aku malah mengatakan apa yang ingin ku katakan, dan malah bertindak mesum di hadapannya.
"Ma-maksudku...." Ahhhggg, aku tak tahu harus membuat alasan seperti apa di saat seperti ini.
Namun terlambat, dia sudah bereaksi duluan sebelum aku menyadari tindakanku. Dengan sengaja dia membuka mulutnya lebar-lebar sampai seluruh jempolku masuk ke dalam mulutnya, saat itu juga lidahnya dengan bebas memainkan jari jempolku seperti menari-nari dalam tarian basah nan erotis. Aku berusaha menarik jempolku keluar, tapi dia malah menahanku dengan cara menggigitnya agar tak terlepas.
"A-Archie...apa ya-yang kau la-lakukan?" Ucapku dengan wajah memerah. Karena saat ini, dia seperti sangat menikmatinya sampai-sampai kedua matanya terpejam.
Tiba-tiba dia menyudahi perlakuan absurdnya lalu menatapku dengan mata sayu dan wajah memerah.
"Temenin gua mandi!!" Ucapnya dengan suara yang hampir tak terdengar sambil menyeretku ke atas.
***************
"Kau dapat ini dari mana?" Tanyaku yang menenteng bungkusan kertas cantik berwarna pink dengan gambar bunga mawar.
"Oowwhh..itu hadiah pernikahan dari kerabat di jepang." Ucapnya sambil mematikan keran setelah bathtubnya terisi penuh.
"Aku udah sering memakai bath bomb, tapi gak pernah nemu yang modelan cantik seperti ini." Ujarku yang terpana melihat tampilan bath bomb yang berbentuk bulat berwarna pink dengan bercak pelangi, dan yang membuatnya tampak indah ialah bentuk bagian tengahnya yang menyerupai bunga mawar.
"Beda lah, bath bomb yang ini memiliki senyawa afrodiasiak." Ucap Archie yang memungutnya dari tanganku dan langsung melemparkannya ke air.
"Senyawa apa?"
__ADS_1
"Kalau pengen tau, lu baca aja!" Jawabnya yang menghancurkan bath bomb di dalam air dengan tangannya.
Ku balik kemasan dan membacanya di dalam hati.
Ingin menikmati momen romantis dengan pasangan?
S*x bath bomb dari L*sh bisa menjadi pilihan yang tepat. Produk ini mengandung senyawa afrodisiak yang mampu meningkatkan gairah s*xs dan juga meredakan stress yang berkepanjangan. Di proses dengan baik dari bahan utama seperti ekstrak bunga melati dan ylang-ylang.
Rasakan dan nikmati sensasi romantis dan intim bersama pasangan anda.
Tunggu, meningkatkan gairah ****. Ku tatapi punggung Archie yang bersenandung ria sambil mengaduk air di dalam bathtub agar bath bomb nya menyebar. Ternyata malam ini dia benar-benar ingin menelanku bulat-bulat.
"Lu nungguin apa lagi!!" Ucapnya yang membuka kimono handuknya sendiri, dan terlihatlah pemandangan surga yang hanya bisa di saksikan di penampakan film biru nan lagendaris, sosok lelaki yang telanjang dari arah belakang yang menonjolkan otot-otot punggung dan juga bokongnya, dari sudut ini pun aku merasa ingin mengabadikan pemandangan indah ini sebagai karya seni.
"Woi, ngapain lu?" Tanyanya yang menyadari kalau aku dengan mesum mengaggumi keindahan tubuhnya. Dia berlahan menceburkan dirinya ke bathtub dan bersantai di dalamnya. "Cepetan sini!!" Pintanya sambil melirku.
Ini adalah kali keduanya kami berendam bersama di dalam satu bathub sejak terakhir kalinya berada di hotel. Rasanya canggung karena selama ini aku hanya memperlihatkan tubuhku dengannya hanya dalam keadaan gelap.
Berlahan ku buka pengikat kimono handukku, begitu terlepas tubuhku langsung terlihat polos tanpa mengenakan apa pun. Archie menatapku tanpa mengedipkan matanya sampai kerongkongannya bergerak sendiri karena menelan ludah.
Ku ceburkan tubuhku sendiri kedalam air dengan posisi berhadap-hadapan dengannya lalu bersandar di ujung bathtub.
Ternyata sensasi aromaterapi yang di keluarkan bath bomb ini sangat kuat, seisi kepalaku sekejab menjadi ringan dengan aroma lembut nan memikat dari wawangian bunga. Dalam sekejab suasana seperti ini langsung membuat tubuhku rileks sampai kedua mataku terpejam saking tentramnya. Namun hanya sesaat setelah rasa nyaman ini pudar, tubuhku tiba-tiba merinding saat menyadari sepasang mata liar yang sedari tadi memperhatikan ku dengan pandangan ingin menerkam.
"Kenapa kau melihatku seperti itu terus?" Tanyaku.
"Kenapa, ga boleh?" Dia tersenyum nakal tanda mempermainkan ku.
"Kalau kau sampai seserius itu menatap orang, jelas orang yang sedang kau tatap akan merasa tak nyaman." Jelasku.
"Lu tau gak," Ucapnya yang beranjak dari tempatnya dengan cara merangkak kearahku, "Akhir-akhir ini, kita gak bisa nikmatin waktu berdua dan selalu di rundung ama masalah-masalah yang ga ada abisnya." Archie berada di hadapanku sampai tubuhnya yang telanjang mengukung tubuhku. "Gua dari dulu penasaran gimana rasanya gulat di dalam air."
"Hah!!" Responku kikuk.
__ADS_1