Alasan Kami Menikah?

Alasan Kami Menikah?
Hiduplah Di Dalam Bayangan Part 7


__ADS_3

"Sebenarnya, yang ngasih benda ini ke gua adalah seseorang yang spesial. Yang bahkan bisa bikin gua senyum-senyum sendiri kalau tiba-tiba keinget wajah cemberutnya kalau lagi marah." Kelakar Sayang yang sontak tiba-tiba tersenyum saat mengatakannya.


Aku meringsutkan tubuhku mencondong ke depan, demi untuk melihat senyuman nya yang seperti bunga mawar yang merekah di musim semi. Menyejukkan. Indah. Dan membuat hati tentram. Sayang adalah perwujudan peri, terlepas dari apapun gender nya.


"Orang yang spesial!!" Responku sambil menopang daguku sendiri dengan tangan. "Dia pacarmu?"


Sayang langsung tersipu malu saat mendengarku berbicara seperti itu. Wajahnya langsung memerah.


"Dia orang yang spesial tapi, bukan cewek gua juga!!" Reaksi nya benar-benar membuat orang lain ketagihan untuk mengerjainya.


"Oh..ya!!" Ucapku sedikit meledeknya.


Dia mengangguk antusias dengan wajah berbinar-binar karena senang.


"Lalu di mana orang itu. Apakah dia berasal dari sini, atau di jepang!!" Tanyaku.


Sontak senyuman itu langsung menghilang dari wajahnya secepat sapuan ombak yang memecah bibir pantai. Seketika keindahan itu sekejab sirna bagai siang berganti malam.


"Dia sudah meninggal!!" Jawabnya dingin.

__ADS_1


DEG...


Aku merasakan ada pukulan di dadaku saat memandangi ekspresi nya. Ada rasa sakit di setiap tatapan yang dia layangkan ke arah terarium itu.


Aku diam tak lagi mengatakan apapun setelah mendengarnya. Aku sadar, jika terlalu banyak bertanya tetang sesuatu yang menyakitinya. Maka aku akan menjadi orang yang tak tahu diri, karena telah berani mengusik rasa sakit orang lain.


"Dia meninggal karena keteledoran yang gua buat!!" Lanjutnya seakan ingin terus membuka lukanya padaku.


Aku langsung memegangi lengannya, isyarat agar dia berhenti bicara.


Sayang melihat ke arahku dan memandangi ubun-ubunku.


Sayang membalasku dengan menggeleng sepintas dan tersenyum masam.


"Karena kita berteman, jadi gada salahnya kalau gua juga ngomongin kegalauan diri gua sendiri!!" Balasnya yang berusaha terlihat tegar.


"Tapi kalau kamu ga nyaman..."


"Gua ga pernah cerita ke siapa pun selain Archie yang tau sendiri kejadian ini!!" Potongnya sebelum aku mengatakan kekhawatiranku sendiri.

__ADS_1


Aku mengangguk setuju dan memegangi lengannya untuk membesarkan hatinya.


"Namanya Fioner Kim." Ucapnya yang langsung tersenyum lagi setelah mengucapkan nama itu. "Kita udah kenal dari semenjak duduk di sekolah dasar. Dia adalah satu-satunya temen cewek pertama gua, sejak di pindahkan ke jepang. Dan kita jadi lebih akrab karena gua ga pernah bilang kalau gua ini cowok dari awal."


"Kau tidak mengatakan kalau kau cowok ke teman-temanmu?!" Aku tiba-tiba penasaran dan terbesit pertanyaan seperti itu dan langsung lolos begitu saja keluar dari mulutku.


"Enggak sama sekali. Gua kan pernah ngomong ke lu kalau gua pacaran sama Archie sampai SMA!!" Dia memperjelas sesuatu yang tak ingin ku dengar.


"Ahhh..itu..." aku sampai tak mampu berkata-kata.


"Intinya gua merahasiakan gender gua sampai menginjak bangku SMA!!"


Aku mengerling sesaat dan memikirkan ke absurb-an itu. Benar-benar tak habis fikir, bagaimana dia melakukannya sampai bertahun-tahun.


"Yah, semuanya baik-baik aja seperti ga terjadi apa-apa. Meskipun Kim ga tau gender asli gua, tapi kita berinteraksi normal dan gada masalah." Jelasnya.


Lalu ekspresinya lagi-lagi berubah drastis dalam sekejab.


"Sampai gua beranjak dewasa, dan mulai menyadari ada yang gak beres dengan diri gua sendiri!!"

__ADS_1


__ADS_2