
Ceklek...
Suara pintu yang tertutup rapat, membuyarkan lamunannya yang sedang membelakangi ku.
"Archie?"
Dia hanya menatapku tanpa berbicara, dan merebut tas gedong yang berisi perlengkapan ku.
"Hendri udah nunggu di parkiran!" Ujar nya singkat, dan kemudian pergi meninggalkan ku yang terpaku menatap punggungnya.
Aku mengikutinya dari belakang dan berjalan setengah berlari karena tungkai kakinya yang 2 kali lebih panjang dari punya ku.
Aroma bedak bayi yang berasal dari tubuhnya memenuhi hidungku, bau yang sangat ku rindukan setelah lama tak pernah lagi bertemu dengannya secara pribadi.
Apakah mungkin dia juga merasakan hal yang sama seperti ku!
Atau mungkin tidak!
Aku menggeleng-gelengkan kepalaku sambil memejamkan mata!
Bagaimana bisa aku sampai berfikir Archie mempunyai perasaan yang sama terhadapku, di saat aku sedang risau dengan hubungan yang tidak jelas ini, dia malah bersenang-senang dengan Yoona di dalam kamar.
"Aduuh..!"
Tanpa sengaja, tubuhku malah menabrak seseorang saat pikiranku sedang melamun.
"Doyan banget sih lu nabrakin diri ke badan gua!" Ucap Dimas sambil memegangi lenganku.
Sepertinya aku menabrak sesuatu yang keras di tubuhnya sehingga keningku merasakan sakit.
"Sorry. Duh..." Jawabku memegangi pelipis ku sendiri.
"Kayaknya tadi kepala lu abis nabrak siku gua deh!!"
Dimas langsung menyibak rambut yang menutupi dahiku dan menggosok lembut bekas memerah dengan telapak tangannya.
Tap...
Tiba-tiba sebuah tangan menangkap pergelangan tangan Dimas dan memaksanya untuk melepaskan tanganya dari dahiku.
Mereka berdua saling berpandangan dengan tatapan murka, bahkan dari auranya saja, mereka terlihat jengah dengan kehadiran masing-masing.
7 detik pun berlalu dan tak ada salah satu pun dari mereka yang mau berbicara dan mengalah, seakan mereka berdua sedang memperlihatkan kuasa dan kekuatan dari pandangan mata.
"Archie cepetan?"
Tiba-tiba saja Yoona mengeluarkan kepalanya dari kaca mobil Hendri, dan terang-terangan mencibirku dengan pandangan tak menyenangkan.
"Ngapain lu ada di situ!" Bentak Archie sambil setengah berlari menuju pintu mobil Hendri.
"Maaf Tuan. Wanita ini memaksa untuk masuk, bahkan dia mengancam ku dengan wajahnya." Jelas Hendri.
"Maksud?" Tanya Archie.
"Saya lemah terhadap wanita cantik!" Jawab Hendri malu-malu.
Archie memegangi kepalanya sendiri sambil menatap ke angkasa, dia memang lelaki pemarah dan bertindak semaunya. Tapi di hadapan Hendri, dia malah terkadang seperti orang lain dan mentolelir segala ke absurd-an Hendri.
"Bareng gua aja!" Ucap Dimas sambil memegang tangan ku.
"Enggak!" Pekik Archie lalu mendekat kearah kami berdua.
"Dia bareng gua!"
Archie langsung memaksa Dimas melepaskan tanganku kemudian mendekap tubuhku di sampingnya.
"Di mobil lu kan udah penuh. Masa iya, lu mau bikin Anya gak nyaman." Balas Dimas melirik ke arah Hendri dan Yoona yang menunggu Archie dari dalam mobil.
"Gua cuman ngajakin orang yang pengen gua ajak. Selain itu, gua bakal ngusir orang yang gak berkepentingan." Jawab Archie semakin mendekap tubuhku ke sisinya.
__ADS_1
"Di dalem kan udah ada cewe lu. Masa iya Anya yang gak ada hubungannya malah keseret-seret. Bukannya itu malah bikin Anya gak nyaman." Balas Dimas yang kekeh mempertahankan pendapatnya.
Gak ada hubungannya sama lu!" Jawab Archie.
Dan mereka pun kembali beradu pandang yang membuat udara di sekitar ku menyusut akibat tekanan yang mereka berdua keluarkan.
"Arya!" Pekik ku saat melihat penolong ku yang berkuda motor matik butut lewat di tengah-tengah situasi sengit ini.
Dengan cepat aku melepaskan diri dari Archie dan langsung mengambil helm yang ada di motornya.
"Aku bareng kamu ya!!" Ucapku dengan tergesah memakai kan sendiri helmnya dan naik ke atas motor.
Arya melajukan motornya tanpa menanyakan apa pun padaku! Karena dia sudah mengetahuinya dahulu di saat melihat Archie dan Dimas yang menatap punggungku dengan wajah kesal.
***********
Dddrrtt..ddrrt...
'Gua gak bakalan balik, jangan bikinin gua makan malam.' Chat dari Archie.
"Cihh..!" Ujar ku yang langsung melempar HP ku ke atas kasur tanpa membalasnya dahulu.
Ddrrt..drrt..
'Balas..'
Aku tak menghiraukannya dan melempar kembali HP ku ke atas kasur.
Ddrrt..drrt..ddrrt..ddrtt..ddrt...ddrr...
"Ttckk..!" Decak ku yang mulai risih.
'Bales gak..'
'Anya..'
'Bales woi.."
'p'
'Udah bosan idup lu..'
'p'
'p'
'Mau gua sedot ubun-ubun lu!'
"Apasih ni anak!" Gumamku sambil membalas chatnya.
"Aku baru aja selesai mandi, ini aku udah balas." Balasku.
'Alesan lu doang, dahal emang sengaja gak pengen bales.'
Ternyata dia udah tau akal-akalan ku, mengelabuhi seseorang yang punya intuisi kuat memang susah.
"Pokoknya aku udah balas!" Tulis ku membalas chatnya.
'Lu gak papakan kalau gua tinggalin selama 2 minggu.'
2 minggu, apa dia berencana untuk membuat Yoona hamil sampai tak punya waktu untuk pulang ke rumah.
"Gak apa-apa! kamu senang-senang aja di sana, aku baik-baik aja kok dirumah."
Sent.
Ku baca ulang balasan terakhirku.
"Tunggu-tunggu!" Pekik ku sambil buru-buru ingin menghapus chat terakhir yang ku kirim pada nya.
__ADS_1
Tapi belum sempat aku menghapusnya, chat tersebut malah terbaca olehnya.
"M*mpus!" Gumamku sambil memegangi kepalaku sendiri.
Sedang mengetik pesan.....
Duh gimana nih!
Aku bakalan kena semprot habis-habisan karena membalas chat posesif seperti itu.
'Sip👍'Balas nya.
"Ttcckk..." Decak ku sambil melempar HP ku ke atas kasur.
"Apa yang ku harapkan?" Gumamku sendiri memandangi langit-langit yang terlihat lebih luas dari biasanya.
**********
2 minggu pun telah berlalu dan sesuai perkataanya, dia memang tak pernah pulang kerumah, chat yang dia kirimkan kepadaku adalah chat terakhirnya, setelah nya dia tak pernah menghubungi ku lagi bahkan sekali pun.
Sekarang aktifitas ku kembali di sibukkan dengan acara rutin kampus yang memang secara berkala di adakan setiap penghujung tahun yaitu festival akhir tahun kampus WWE.
Festival di kampus kami ini, sangat terkenal di ibukota sebagai bazarnya makanan dan kreatifitas seni.
Selama 3 hari menjelang tahun baru, area depan kampus akan di penuhi oleh orang-orang yang sekedar ingin menikmati liburan akhir tahun atau ingin menikmati pemandangan indah dari pameran yang berasal dari para mahasiswa kampus ini sendiri.
Yang paling di tunggu adalah acara puncak pergantian akhir tahun yang selalu meriah dengan ratusan kembang api yang memenuhi langit malam di atas gedung kampus.
Aku berharap menikmati festival ini dengan penuh kebahagian seperti tahun lalu, akan tetapi semua tak sesuai dengan ekspektasi.
Sialnya tahun ini, aku malah menjadi panitia dan membantu jurusan ku memamerkan karya design kami kepada para pengunjung.
Pameran yang kami pertunjukan berupa homeshow yang bertujuan mengedukasi para pengunjung untuk dapat melihat dan menyentuh langsung kebutuhan kamar mandi, dapur, ruang tamu, sampai kamar tidur yang secara langsung di design oleh mahasiswa kampus ini.
*********
"Nya. Boleh minta tolong ambilin payung gede kayak gini lagi gak di gudang. Soalnya gak ada yang bisa gua minta tolongin." Ujar seniorku yang sedang kerepotan saat tiba-tiba hujan deras mengguyur.
"Oh ok. Bentar ya..Kakak tahan aja dulu!" Jawabku yang suka rela membantunya sambil berlari menuju belakang sekolah.
Ddduaarrrr....
Tiba-tiba saja petir menyambar-nyambar di atas kepalaku di iringi suara guntur yang saling menyahut.
Sampailah aku di gudang belakang sekolah, gedung besar yang menyimpan seluruh peralatan sekolah, dari mulai benda-benda yang tidak penting dan yang paling penting.
Tubuhku gemetar saat membuka pintu masuk ke dalam gudang, karena suasananya gelap dan penuh sesak barang-barang kebutuhan kampus.
Dduuaarrr...
Suara petir di sertai guntur yang menggelegar membuat ku mau tak mau harus masuk dan berlindung kedalam gudang yang gelap gulita.
Ku hidupkan flashlight HP ku dan menyorot ke setiap sisi untuk menemukan payung besar.
Namun aksi ku terhenti saat menyadari ada sesuatu yang aneh di tempat ini.
"Wait!" Gumamku yang tak lagi menyorot cahaya kesegala arah dan terpaku pada sesuatu yang berada di bawah flashlight.
Alangkah terkejutnya aku saat flashlight menyorot ke arah pojok kanan area gedung.
Pasalnya aku menemukan sesuatu yang membuat seluruh darahku berdesir kuat karena terkeget.
Seorang anak manusia sedang meringkik ketakutan dengan tubuh bergetar penuh kepiluan, dia menutup kedua telinganya dengan mulut meracau dan menghadapkan wajahnya kearah tembok.
Kejadian tersebut mengaktifkan sensor ingatan masa lalu di kepalaku, ingatan mengerikan yang membuat kondisi kejiwaanku dalam bahaya, dan membawa luka lama yang tak kan pernah sembuh.
__ADS_1
"Archie!"