Alasan Kami Menikah?

Alasan Kami Menikah?
Hari terakhir


__ADS_3

Minggu terakhir.


"Arya. Gak gini, maksudku gak harus di tengah juga!"


"Sorry Nya, gua bener-bener ga merhatiin!!" Jawab Arya tercengang dengan perubahan sikapku.


"Dafa. Siniin!" Aku menyita HP nya dan berlalu meninggalkannya yang bengong dengan mimik muka terpukul.


"Jahat banget!" Gumam nya dengan suara bergetar.


"Kak Gima. Pelit amat sih, semua bahan harus di keluarin. Mana bentuknya gak jelas!" Ujar ku kemudian turun tangan dan membongkar isi panel sintetis dalam kardus.


"Ahh.." Ujar Gima memandangi ku dengan wajah heran.


"Kak Roland. Kalau emang mau di bawa masuk, harus perhatiin tata letaknya juga, warna disini tuh udah cerah. Kita gak mungkin masukin semua warna cerah dalam satu tempat!" Ujar ku membawa furniture yang tersendat di pintu masuk.


"Dik Anya!!" Balasnya bengong menggaruk leher sendiri dengan tatapan heran.


"Cat nya salah!" Gumam ku sambil merunduk di dekat kaleng cat tersebut dan memeriksa merek dan warna nya.


"Broken white, bukan creme. Emang keliatan sama tapi kalau di aplikasikan bakalan beda, mereknya juga gak sesuai dengan apa yang di pesan. Merek ini tuh lebih murah dan kualitasnya jelek banget!" Omelku kepada mamang yang mengurusi perbelanjaan yang mengantar bahan bangunan ke proyek ini.


"Ini juga!" Ujar ku menunjuk sebuah kardus.


"Aku tuh nyuruh beli yang wood bukan malah panel kayu biasa yang warna gelap! panel ini juga harganya lebih murah!"


Mamang tersebut mengerucutkan tubuhnya saat menatapku yang biasanya lemah lembut dan selalu menolongnya menurunkan barang, sekarang malah berubah menjadi macan betina.


"Balikin. Aku gak mau tau, semuanya harus sama persis kayak yang tertulis di kertas!" Ujar ku dengan suara meninggi.


Semua orang menatapku dengan pandangan heran, karena sifatku yang berbalik 360° dari biasanya. Entah karena tekanan pekerjaan yang menyisakan waktu yang amat sedikit, atau karena bentuk pelampiasan terhadap masalah yang sering menghampiriku akhir-akhir ini.


"Anya lagi bad mood!" Bisik Kak Roland pada Arya.


Mereka semua tercengang menatapku yang membabat habis mamang tukang antar. Dia yang terkenal suka salah antar barang, dengan berdalih stock kosong dan segala macam, padahal duitnya masuk kantong. Dia meremehkan kami karena hanya mahasiswa, dia mengira aku bisa di bodohi dengan trik murahan semacam ini. Bahkan kemarin anak Arsitek bersitegang dan terpaksa memakai bahan murah yang terlanjur di antar, karena jumlahnya yang besar.


"Ma-maaf neng, sa-saya akan balik dan memeriksa kesedian stock!!" Jawabnya mohon diri.


"Apa dia beneran jadi beli majalah NOPA, makannya sifatnya mirip kek emak gua!" Gumam Arya yang membicarakan ku di belakang.


Minggu ini adalah hari tersibuk bagi timku, karena untuk sentuhan akhir proyek ini, tim kami lah yang paling bertanggung jawab. Mungkin itu juga yang membuatku menjadi sensitif.


Saking sibuknya, aku bahkan telah melupakan semua masalah yang telah terjadi di antara kami, begitu pun dengan Archie.

__ADS_1


Beberapa kali Archie berpapasan padaku, bahkan berada di dalam satu tenda yang sama saat sedang istirahat, tapi dia bersikap seperti tak mengenaliku sama sekali, kami berdua seperti tak punya hubungan apa-apa.


"Sayang. Makan dulu yuk." Panggil Yoona duduk di samping Archie. Dia tak memperdulikannya dan berkonsentrasi di depan laptopnya.


Aku memalingkan wajahku dan berusaha tak melihat pemandangan itu dengan menenggak habis jus jeruk yang sedang ku minum.


"Buseng, one shot!" Bisik Gima menyenggol Arya.


Ppraang...


Kami semua terkejut, mencari sumber suara itu dan tertegun saat mengetahui kalau makanan yang berada di paha Yoona barhamburan ke tanah.


"Kalau gua lagi kerja.." Ujar Archie murka menatap Yoona yang menunduk ketakutan dengan tubuh bergetar."Jangan sekali-kali gangguin gua." Sambungnya sambil berjalan pergi. dia tak mengidahkan belasan pasang mata yang melihat kejadian tersebut.


Yoona menangis sambil memegangi lututnya sendiri dengan tubuh gemetar, sedangkan kami yang melihat kejadian tersebut hanya diam dan tak berani mengusiknya, bahkan hampir semuanya tak memperdulikan kejadian tersebut!


*************


"Kerja bagus semua!" Ujar Archie membuka salam pembukaan, berdiri di tengah-tengah, saat acara makan malam kami yang terakhir.


"Gua terimakasih banget sama kalian yang udah bekerja sepenuh hati untuk kelangsungan proyek kerja sama yang berjalan kurang dari satu bulan ini. Menurut gua tim ini adalah tim terbaik yang udah mengerahkan semua kemampuannya demi kelancaran proyek in. So, besok adalah hari terakhir kita buat berada disini," Ujar nya diam sejenak.


Anak-anak tiba-tiba berbisik setelah mendengar hari terakhir.


"Jadi besok bakalan ada beberapa media percetakan dan media online yang datang meliput hasil kerja keras kalian untuk mereka jadikan berita di salah satu platform mereka!!" Lanjutnya sambil melirik ku dan Dimas yang duduk bersebelahan dalam satu meja.


"Jadi gua harap masing-masing ketua kelompok udah siap untuk memaparkan semua hasil kerja keras ini kepada awak media." Ucapnya yang terang-terangan menatap sinis pada kami berdua.


"Oke! Selamat buat keberhasilan tim kita." Dia mengalihkan tatapannya dan mengangkat tinggi-tinggi sirup marjan yang ada di dalam gelas piala.


Anehnya anak-anak malah mengikutinya, dan menghayal menganggap sirup rasa cocopandan tersebut adalah sebuah wine.


"Bersulang!" Ujar mereka semua.


Anj*r malu-maluin, menangislah film-film laga melihat aksi kami.


***********


"Bangunan rumah kontainer berukuran 32 meter persegi ini merupakan proyek kerja sama yang terjalin dari beberapa mahasiswa dari kampus WWE, Bukan sekedar rumahnya yang terlihat kecil, namun rumah ini juga memiliki tampilan yang mewah dan juga menakjubkan." Ujar Dimas sambil memperkenalkannya kepada awak media yang meliput.



"Pada bagian eksteriornya rumah ini tampak seperti kontainer biasa yang dilingkupi dengan kayu cedar dan atap tembaga. Terlihat pula pintu dan jendela kayu yang menghiasi rumah ini. Tapi jangan salah, rumah kontainer ini adalah hunian masa kini yang ramah lingkungan." Sambung nya lagi.

__ADS_1


Di lanjutkan lagi oleh ku.


"Hunian ini memiliki ketinggian tertentu sehingga terdapat tangga di depan pintunya untuk meraih ketinggian lantainya." Ujar ku sambil membawa mereka masuk.



"Lantainya didesain dengan kayu maple coklat yang memberikan pola tertentu di dalam hunian. Material kayu ini pun dipadukan dengan warna putih disekeliling interiornya. Baik dari dinding dan juga furniture didominasi dengan warna putih." Lanjut ku pada mereka.


"Rak ini bisa menjadi area mudroom dimana sepatu ataupun keperluan lainnya tersimpan." Lanjut Dimas.



"Tepat di sebelah kiri rak ini terdapat area dapur. Dapur yang berada di salah satu ujung ruangan didesain lengkap dan juga mewah. Membentuk lingkup U, dapur ini dilengkapi dengan kulkas dua pintu, kompor, dan juga area bersih-bersihnya. Meja dapurnya terbuat dari marmer sehingga memberikan tampilan berkilau dan bersih." Ujar ku.



"Rak di bawah meja dapat digunakan sebagai area penyimpanan peralatan dapur sedangkan untuk bahan makanan atau keperluan peralatan, diletakkan di rak yang tergantung di dindingnya. Jendela pada ujung ruangan ini tentunya akan sangat baik untuk sirkulasi udara dan pencahayaan di area dapur. Lampu di plafon pun memberikan penerangan yang cukup dan terpantulkan ke seluruh areanya. Tidak lupa pula terdapat exhaust fan di atas kompor yang tentunya membantu mengeluarkan asap dari masakan." Lanjut Dimas.


"Untuk area tengah hunian, dilengkapi dengan sofa nyaman sebagai ruang tamu dan ruang bersantai. Area ni pun juga dapat dimanfaatkan untuk tempat makan. Dihiasi jendela, dan tirai, dan tentunya memberikan privasi tersendiri pada ruangan ini." Ujar ku.



"Dengan ukuran 90 cm x 90 cm, tentunya area ini bisa terbilang cukup nyaman dan tidak sempit untuk aktivitas mandi. Area closet tempat menggantung pakaian pun berada di samping ruang shower. Sedangkan untuk laundrynya, tersedia mesin cuci yang dilengkapi dengan pengering." Ujar Dimas.



"Pada hunian ini terdapat dua buah kamar tidur pada loteng hunian. Kedua kamar tidur ini dapat diakses melalui tangga yang juga difungsikan sebagai rak pada bagian bawahnya. Tangganya dilengkapi dengan pegangan pipa besi berwarna hitam sehingga akan lebih aman ketika naik ke area kamar tidur." Lanjut Dimas.



"Kasur berukuran King menjadi bagian dari kedua kamar tidur ini. Kamar juga dilengkapi dengan railing sehingga aman untuk penghuninya yang sedang tidur. Tidak hanya kasur saja, kamar dilengkapi dengan meja dan ruang penyimpanan. Tidak lupa juga lampu baca dipasang pada dinding kamarnya. Penghangat dan pendingin ruangan terpasang untuk hunian yang nyaman ini." Ujar ku sebagai penutup.



Source, tinyhousetown.


Sesekali Dimas menatap padaku secara bergantian di saat kami bergiliran menerangkan proyek ini.


Akhirnya proyek kerja sama ini pun selesai, meskipun hanya berlangsung selama 23 hari tapi lelahnya seperti bekerja bertahun-tahun.


Aku mengemasi barang-barang ku di dalam penginapan, dan membuatnya menjadi satu di dalam tas besar.


Saat selesai berkemas dan menuju pintu keluar, seseorang telah menungguku di pintu masuk dengan hanya menampakan punggungnya di hadapanku.

__ADS_1


__ADS_2