
Bluup...bluup...bluupp....
Sesak.
Aku tidak bisa bernapas.
Aku mohon, tolong aku.
Seseorang, ku mohon aku tidak bisa mati di tempat seperti ini.
Tolong aku...
"Hhhaaaahhhh...hhhaaahhh...!!"
Mimpi, aku bermimpi, benar hanya mimpi. Tadi itu tidak nyata, aku yang tenggelam ke dasar lautan itu juga tidak nyata.
Keringatku mengucur deras sampai membasahi sprei, mimpi itu benar-benar menakutkan.
Tapi apa benar hanya mimpi, lalu dimana aku.
Ku amati sekitar dan menyadari kalau sekarang aku tidak berada di dalam kamarku, melainkan kamar seseorang yang sepertinya memiliki kuasa tertinggi di tempat ini. Kamar Archie.
Jdoor...
Pintu pun terbuka dan terbanting dengan keras, lalu pemilik kamar ini pun berlari dengan tergesah-gesah dan langsung mendekapku kuat dalam pelukannya seperti enggan untuk melepaskan.
"Lu sadar, akhirnya lu sadar!!" Ratapnya lalu mengelus lembut kepalaku.
Aku tak tahu pasti apa yang terjadi, tapi sepertinya ada yang tidak beres, dan keberadaanku di sini bukan sekedar untuk tiduran.
Archie lalu menceritakan padaku kalau beberapa jam yang lalu, tepatnya 7 jam sebelum aku siuman. Aku tenggelam karena terseret ombak ke tengah lautan dan hampir meregang nyawa, namun untungnya seseorang menyadari kehilanganku dan berhasil menyelamatkan ku dari maut.
"Terseret ombak katamu?" Ucapku yang gemetar dan menarik tubuhnya untuk meringkuk, karena bayangan sesak dan dingin yang ku rasakan di dalam mimpi itu ternyata sungguhan.
"Apa lu ga ingat, kenapa lu bisa keseret ombak, padahal tempat lu main kan ga jauh-jauh banget dari bibir pantai!!"
Aku memegang kepalaku sendiri dan mengingat sesuatu yang terlupakan dalam mimpi yang ku rasakan tadi. Sepertinya aku melewatkan sesuatu, tapi apa?
"Anya?" Panggil Archie yang melihatku menahan sakit karena mengingat sesuatu yang amat penting, tapi aku tak tahu apa itu.
"Aku benar-benar berfikir kalau itu mimpi!!" Jawabku sambil terus memegangi kepalaku. "Aku tidak tahu kalau itu nyata!"
Archie lalu memelukku lagi dan mengusap punggungku dengan berlahan.
"Harusnya gua lebih perhatiin lu, harusnya gua yang duluan sadar kalau lu ngilang." Nada bicaranya lirih. "Ada gua di sini. Gua ga bakalan ninggalin lu lagi. Udah ya tenang!!"
Aku tahu kalau Archie sedang menegar-negarkan diri, karena kalau dia menunjukan emosinya sedikit saja pada ku kalau dia khawatir, maka aku akan panik dan berusaha untuk menyalahkan diriku lagi karena merepotkan nya.
"Kalau lu ingat sesuatu yang berhubungan ama kejadian itu, kasih tau gua ya!" Ujarnya lagi dengan nada suara lembut.
Aku terdiam cukup lama dan berusaha lagi mengingat sesuatu. Rasanya memang ada yang aneh, dan aku benar-benar melupakan sesuatu yang amat penting.
__ADS_1
"Archie?!" Panggilku, "apa kau tau siapa yang menyelamatkan ku?"
"Tentu aja!" Jawabnya, "Tora!! Dia yang duluan sadar kalau lu ngilang."
Deg....
Aku bisa merasakan kalau seseorang sedang berenang di sekelilingku dan mengitariku sejak 28 detik yang lalu, ku pikir ini hanya permainan mereka saja dan tak terlalu mengidahkan tindakannya. Namun tiba-tiba dengan cepat, sebuah tangan merenggut tubuhku dan menyeretku berenang ke tengah lautan. Tak ada yang memperhatikan karena selain ombaknya yang tinggi, mereka juga sibuk bermain dengan sesamanya hingga tak memperhatikan ku.
Aku mencoba memberontak dengan cara menendang tubuhnya, dan melepaskan tangannya yang mengekang perutku, tapi sia-sia saja. Dalam sekejab, kaki ku tak bisa menapaki pasir, dan kepalaku sudah di penuhi oleh air laut yang membuat mata ku perih.
Gawat, tak ada yang melihat kejadian ini, aku benar-benar dalam bahaya. Baru beberapa detik aku berfikir untuk menyelamatkan diri, tubuhku sudah lemah tak berdaya.
Dalam waktu singkat, aku pun kehilangan tenaga akibat terombang-ambing oleh hempasan gelombang laut, lagi pula orang yang sedari tadi menyeretku tak berniat untuk melepaskan ku, dia bukanlah anak-anak yang mengajakku bercanda di tengah kegembiraan ini, tentu saja dia berniat untuk membunuhku dengan cara menenggelamkan ku di lautan.
"Aghhh.....!!" Aku kesakitan dan memegangi kepalaku sendiri.
"Anya?"
Kini aku pun ingat apa yang terjadi, apa yang telah menimpaku.
"SIAL..."
Braaakkk....
Archie marah dan memukul meja saat aku menceritakan kejadian yang sebenarnya. Dia terlihat sangat murka, bahkan wajahnya memerah sampai menjalar ke telinga.
"Bisa-bisanya gua kecolongan dan ga nyadarin kalau dia udah duluan bertindak!!" Runtuk Archie kembali memukul meja.
"Gua pikir lu ga bakalan bisa, selain karena ombaknya tinggi, dia juga ngekang lu dari belakang." Ucap Archie.
"Tapi, bagaimana dengan Tora!!" Ucapku terdiam cukup lama. "Kenapa hanya dia yang nyadar kalau aku hilang, padahal kan dia ga berada di dalam air."
Kami berdua pun bertatapan untuk waktu yang lama, dan sama-sama mempertaruhkan asumsi masing-masing.
**************
"Dimana lu saat itu?" Tanya Archie yang langsung mengundang Tora masuk ke kamarnya dan mengintrogasinya langsung.
"Kenapa lu nanyain gua dengan nada bicara kayak gitu?" Tora kesal karena memang dia merupakan anak yang susah di ajak bekerja sama.
"Jawab aja sih, lu mau ngeles!" Archie nya malah ikut tersulut emosi.
"Kenapa? Apa lu curiga ama gua, gegara gua nolongin bini lu!!" Tora ikutan tambah emosi.
"Udah, udah..!!" Ucapku melerai keduanya. "Archie, kamu ga seharusnya membentak orang yang udah nyelamatin aku kan!!"
"Cih..!" Archie tak terima.
"Maaf ya Tora, kita berdua ga bermaksud buat mencurigai kamu. Aku berterimakasih banget karena kamu udah nyelamatin aku, tapi sebenarnya ada hal yang harus kami berdua sampaikan, kenapa kami ingin tau keberadaan mu saat kejadian itu!!"
Tora terlihat mulai tenang dan mendengarkan perkataanku.
__ADS_1
"Sebenarnya, aku benar-benar tidak tenggelam karena terseret ombak. Melainkan, aku di seret paksa oleh seseorang agar tenggelam ke dalam lautan." Ucapku.
Tora terlihat kaget, sama seperti pertama kali aku memberitahukan hal ini pada Archie, tapi ekspresi kagetnya bukan seperti seseorang yang baru pertama kali mendengarnya, melainkan seperti orang yang terkaget jika mendengar asumsinya akan terjadi.
"Dimana lu saat kejadian itu, terus kenapa lu tau kalau Anya ngilang dan bisa langsung tau lokasinya ampe lu bisa nyelamatinnya. Padahal lu juga ga dekat di lokasi itu kan, lu juga ga nyebur ke air!?" Archie tak henti mendesaknya.
"Lu bener-bener ngira kalau gua yang ngelakuin ini ama dia!!" Tora terpancing.
"Jawab anj**g, nyolot mulu lu dari tadi!!" Archie kalap.
"Hei, udahlah!!" Aku langsung melerainya, dan mereka langsung diam dengan khitmat. "Kita berdua bakalan terus berasumsi ga jelas kalau kau tak mau mengatakan apa pun!" Ucapku memberi penjelasan pada Tora.
Tora diam saja dan memalingkan wajahnya.
"Lu tetap aja ga mau ngomong!?" Archie terus mendesaknya. "Kalau lu tetap aja ga mau ngomong gua bakalan paksa lu ampe ngo..."
"Gua abis dari kamar mandi." dengan wajah memerah dan menggaruk kepala tak gatal, "kalau lu tanya alasannya itu gara-gara lu yang ngira gua semangka."
Ahh aku ingat, Waktu itu Archie yang mendapat giliran memukul semangka dengan mata tertutup. Dia tak menyadari kalau arah yang dia tuju adalah salah. Spontan saja, dia pun mengayunkan tongkatnya tepat ke arah Tora, dan saking takutnya, Tora pun sampai terkencing-kencing di buatnya. Pantas saja dia tak mau mengatakannya karena kejadian itu memang memalukan.
"Lu nya aja yang ga bisa minggir!!" Tepis Archie tak perduli.
"Lalu, kalau kau dari kamar mandi. Kenapa kau bisa tahu keberadaan ku dan secepat itu pergi menyelamatkan ku? Padahal teman-teman yang berada di sekitarku saja tak menyadari kalau aku menghilang." Tanyaku kritis.
"Hah..lu ga tau ya!!" Jawabnya menghela napas. "Akan gua jelasin, biar kalian ga ngira gua pelakunya!?" Ucapnya, "pertama, anak-anak yang lagi di dalam air bareng lu ga bakalan nyadar kalau di antara kalian ada yang ngilang, kenapa gua bilang gitu? Karena selain ga nyangka bakalan ada kejadian kek gini, suara deburan ombak dari air laut yang lagi pasang di tambah angin kencang akan menyamarkan pendengaran dan memecah konsentrasi manusia apalagi kalian ada di dalam air."
Itu masuk akal juga, lagi pula saat itu, anak-anak berpencar dan bermain dengan permainan mereka masing-masing dan tak ada yang menyadari siapa saja yang menghilang.
"Kedua, kalau gua ada di daratan, otomatis gua bisa liat semuanya yang terjadi di dalam air, termasuk saat gua ngeliat seseorang yang menjauh dari bibir pantai dan pelan-pelan menuju ke arah laut dangkal, itu aneh banget karena ga ada yang nyadar sama sekali."
Aku dan Archie saling bertatapan dan manggut-manggut setuju.
"Ketiga, lu tanya kenapa gua bisa secepat itu pergi dan berenang nyelamatin lu kan?"
"Kenapa?" Ujarku penasaran.
"Karena gua atlet lari sekaligus renang." Jawabnya bangga, "sejak SMA, gua udah menjuarai dua cabang olahraga ini sampai tingkat nasional, jadi jangan heran kalau gua bisa secepat itu!!" Kelihatan sekali kalau dia pamer.
"Kalau gitu, karena lu yang bisa liat semua kejadian yang ada di dalam air. Lu juga bisa liat dong, gimana kejadiannya pas Anya di seret ke tengah!!" Tanya Archie lagi.
"Karna gua berada di daratan, gua bisa liat semua yang ada di permukaan laut ,tapi gak bisa liat orang yang lagi nyelam." Jelas Tora.
Lalu kami berdua terdiam cukup lama dan berfikir dengan keras.
"Udah gua duga ada yang aneh!?" Ujar Tora sembari menyeringai. "Dari awal gua udah curiga kalau kalian ngundang anak-anak sebanyak ini buat mastiin sesuatu!" Suasana hening ini membuat Tora terusik dan mulai menyelidiki kami.
Kami berdua pun terkesiap dan menatap tajam kepada nya, sejurus kemudian aku merasakan kalau Tora juga mengetahui sesuatu.
"Benarkan yang tadi gua bilang?!" Tanyanya lagi dengan ekspresi dukun yang seakan tahu apa yang kami berdua pikirkan.
"kau.. apa kau tahu sesuatu?" Tanyaku.
__ADS_1