
*Panseksual adalah ketertarikan kepada orang lain tanpa memandang identitas, gender, jenis kelamin, atau orientasi seksual nya. Orang yang menderita panseksual bisa saja tertarik pada laki-laki, perempuan, transgender atau interseks. Mereka cenderung menemukan daya tarik pada seseorang lewat rasa romantisme, emosional, atau kepribadian.
*Note Author, di sini author mengatakan 'penderita', karena menurut pandangan author sendiri, kelainan merupakan suatu penyakit. Tapi cara pandang dan opini masing-masing publik tergantung dari bagaimana cara kita menyikapi. Ini menurut pandangan pribadi Author saja, semoga tidak ada yang tersinggung dengan hal ini.
"Tanpa gua sadari selama ini, kalau Todoroki adalah penderita panseksual!!" Ujar Sayang yang semangkin kuat menautkan cengkraman pada kedua tangannya.
"Penderita panseksual, maksudmu dia?!" aku memandangi Sayang menunggunya menjelaskan maksud itu.
Dia melirikku dari sudut matanya.
"Waktu itu kita lagi nginep di tempat Todoroki." Dia menceritakan masa lalu, sebelum aku menarik kesimpulan. "Kita semua kecapean, abis dagangin roti milik neneknya di pasar. Karena hari udah semangkin malam, sedangkan kereta terakhir udah lewat. Akhirnya gua ama Archie memutuskan untuk nginep aja di tempatnya." Dia berhenti sejenak.
Aku diam dan menunggu.
"Pas gua lagi tidur, gua tiba-tiba kebangun dan ga sengaja menemukan sesuatu yang bikin illfeel!"
"Illfeel?!" Ucapku.
Dia mengangguk.
"Apa yang terjadi?!" Tanyaku.
__ADS_1
"Dia nyium gua!!"
Aku menutup mulutku sendiri karena hampir memekik.
"Dia nyipok gua!!" Sayang memperjelas.
Aku tak bisa berkata-kata.
"Dan lu tau apa yang terjadi setelah itu?" Ucapnya dengan nada meninggi.
Aku diam dan menunggu.
Aku tercekat sambil menutup separuh wajahku sendiri.
"Astaga?!" Ucapku.
Sayang memalingkan wajahnya ke arah lain.
"Mulanya gua ga percaya, karena gua pikir itu cuman mimpi. Tapi yang membuat gua yakin adalah, dia ngelakuin itu ke gua untuk yang ke dua kali nya. Ampe gua bener-bener sadar kalau semua itu bukan mimpi."
"Todoroki benar-benar melakukan hal itu?!" Aku masih tak percaya.
__ADS_1
"Bisa-bisanya dia sang*an ama temen sendiri. Terlebih lagi gua ini cowok!!" Jelasnya lagi yang di bumbui oleh cacian.
Sayang langsung berdiri dari tempat nya, memegangi kepala nya sendiri, lalu mencengkram kuat rambutnya sambil memejamkan mata.
"Bangsat, Keparat, sialan!" Sayang tak hentinya meruntuk. "Dan yang terlambat gua sadari waktu itu adalah, Todoroki adalah seseorang yang punya obsesi tinggi terhadap sesuatu. Gua tau hal itu, tapi ga nyangka kalau dia bakalan ngelakuin tindakan yang di luar nalar!"
Aku menatapnya dengan pikiran yang berkecamuk di dalam kepalaku, dan langsung terpikirkan sesuatu yang langsung di jawabnya.
"Maksudmu Todoroki adalah orang yang melakukan itu kepada Fioner Kim!?"
Sayang diam saja. Mendengus sesaat dan menatap langit.
"Benar!!" Jawabnya.
Aku tak lagi mampu berkata-kata. Aku langsung membayangkan betapa menderitanya Sayang pada saat itu. Dia menyaksikan secara langsung, orang yang dia cintainya meregang nyawa di tangan sahabatnya sendiri.
"Hiru Todoroki adalah pelakunya. Dia membunuh Fioner Kim di depan mata gua, karena kim adalah orang yang gua sukai. Dan Todoroki tak terima akan hal itu."
Sayang memandangi langitan dengan mata merah. Harapannya teracung namun tumpul di tombak. Ini lah yang di namakan cinta tak selamanya indah. Filosofi laknat yang mencerminkan kebodohan nafsu manusia.
"Karena orang itu adalah Kim, dia membunuhnya tanpa memikirkan apapun. Dia marah karena orang yang gua sukai adalah Kim, Bukan dia!!"
__ADS_1