Alasan Kami Menikah?

Alasan Kami Menikah?
Alasan Kita Menikah ( Season 1 Tamat)


__ADS_3


Salah satu andalan pariwisata di Bangka Belitung adalah Pulau Lengkuas.


Pulau Lengkuas merupakan salah satu pulau dari berbagai pulau yang mengelilingi Pulau Belitung. Pulau kecil dengan luas kurang dari satu hektar ini terletak di sebelah utara Pantai Tanjung Kelayang, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung . Di sekitar pulau banyak terdapat batu-batu granit yang bisa dicapai dengan berjalan kaki melewati lautan dangkal dengan kedalaman kurang dari 1,2 meter.


Pantai di Pulau Lengkuas ini sangat indah, air lautnya sangat bersih dan jernih bahkan bisa dengan jelas menyaksikan ikan-ikan berenang di dalamnya. Sangat cocok untuk snorkeling. Pasirnya putih dan banyak ditumbuhi oleh pepohonan.


Yang paling menarik di Pulau Lengkuas ini yaitu sebuah mercusuar tua yang telah dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1882. Walaupun usianya sudah sangat tua tapi sampai saat ini mercusuar tersebut masih berfungsi dengan baik sebagai rambu lalulintas kapal yang keluar masuk ke Pulau Belitung. Tinggi mercusuar ini kurang lebih 50 meter. Namun untuk alasan keamanan, mercusuar tersebut sudah tak menerima pengunjung untuk naik menuju puncaknya, selain kondisinya yang tua dan sudah rapuh, keselamatan pengunjung juga menjadi alasan.


Source; utiket.com


*************


Padahal kami berdua sudah melakukan semua nya sampai sejauh itu, tapi kenapa situasinya selalu canggung saat aku memandangi tubuh nya yang setengah telanjang.


"Anya, woi!"


Sontak sapaan Archie membuyarkan lamunanku, yang sedang menatap nya hanya memakai celana renang sepaha.


"Lu gak ikut nyebur ke laut nih?" Tanyanya sambil mengibaskan rambut basahnya dan mengangkat kacamata snorkeling sampai ke jidat.


Ooohhh...my goooood. Jantungku serasa ingin meledak.


Tamvan sekali.


"Eng-enggak!" Jawabku dengan wajah merona semu dan mengalihkan pandangan ku ke samping. "Aku takut badanku lengket kena air laut!"


"Bukannya bekas merah-merah nya udah agak pudar!" Sergap Archie yang mengetahui isi pikiranku.


"Ahhh...aku gak permasalahin itu kok!" Jawab ku cepat-cepat dan dengan reflek malah menutupi leherku sendiri.


"Aneh banget!" Ucapnya lalu menghampiri ku. "Lagian gak ada siapa-siapa juga. Di pulau ini cuman ada kita doang."


Aku memalingkan wajahku melihat ke arah sisi kananku yang terdapat Hendri dan juga supir boat yang merupakan orang lokal, mereka sedang berbincang-bincang.


"Kita, termasuk mereka." Sambung ku sambil menutup rapat topi lebar menghalangi sinar matahari redup.


"Lu malu." Ucapnya.


"Enggak, bukan itu!" Jawab ku cepat.


Archie memandang ku dengan tatapan kesal yang hampir setiap hari di tampakan jika merasa risih. Lalu tanpa persetujuan ku, dia langsung membuka sleting belakang baju terusan yang ku gunakan, sehingga kini tubuhku hanya memakai baju renang yang menampakan paha ku yang terbuka.


"Archie, aku bisa buka sendiri!" Pekikku sambil memungut kembali baju dress pantai semata kaki yang sudah terlepas dari tubuhku dan menaikkan dress itu kembali sampai ke dada.


"Lamak." Balasnya sambil menyentil jidatku. "Dari tadi cuman gua aja yang snorkeling."

__ADS_1


"Tapi kan aku belom pake sunscreen!"


"Dari tadi alasannya banyak banget!" Ucapnya lalu dengan sengaja mengajakku tarung dengan menarik paksa dress pantai yang ku tahan agar menutupi tubuhku.


"Sialan, Kau mau baju ku sobek!" Pekikku sambil menepis-nepis tangannya berusaha agar dia tak berhasil mencopotnya.


****************


"Lu yang jadi tour guide gua, nah sekarang jelasin tentang pulau keceh ini!" Perintah Archie sambil berdiri di sisiku di samping mercusuar yang tinggi menjulang ke angkasa.


"Ini adalah mercusuar!" Ucap ku kikuk sembari tersenyum terpaksa.


"Yah gua tau, sape yang bilang ini kertas bungkusan nasi!" Cablak Archie.


Siaaal. Meskipun ini adalah tempat kelahiran ku, aku bahkan tak tahu menahu tentang sejarah panjang yang terjadi di tempat ini, sangat memalukan.


"Mercusuar ini di bangun pada jaman belande!" Jelasku yang ku campurkan dengan bahasa logat lokal.


"Itu juga gua tau, kan tadi dah di jelasin ama bapak-bapak boat!" Sanggah Archie yang menikmati kegundahan ku yang buta pengetahuan tentang pariwisata.


"Kalau udah tau kenapa harus nanyain ke aku lagi!"


"Kali aja lu bisa ngasih tau gua sejarah panjang pulau ini. Kayak kenapa namanya pulau lengkuas, kenapa gak kunyit aja. Terus, sesuatu yang gak di jelasin ama bapak-bapak tadi!"


"Aku beneran gak tau apa-apa mengenai hal ini, bahkan aku tak mengingat apa pun yang pernah terjadi di tempat kelahiran ku!" Jawabku bermuka suram sembari menatap kebawah.


"Lu ilang ingatan kek gini karena gua!" Ucapnya sambil menarik tangan ku dan membawaku berjalan di tepi pantai. "Meskipun lu gak ingat apapun yang terjadi, tapi gua ingat semuanya dengan jelas, sampai gua kebayang kejadian itu di setiap ratusan kali mimpi gua."


"Mulai dari sekarang mungkin perjalanan kita berdua gak bakalan mudah." Ucap Archie membidik tatapan sejurus kepadaku, lalu menarik tubuhku kedalam dekapannya. "Mungkin lu udah tau garis besarnya dari omongan Bapak waktu itu, tapi... sekarang keadaan nya bakalan jadi semakin rumit. Jadi Anya.. persiapkan diri lu untuk suatu hal yang tak terduga."


Aku menengadah kan kepalaku untuk menatap matanya. "Apa yang akan kita lalui?" Tanyaku.


Belum sempat Archie menjawab pertanyaan ku, matanya langsung teralihkan kepada sesuatu di belakang ku.


"Ahhh...maaf!" Ucap Hendri sambil membalikkan badannya.


"Hendri!" Panggil Archie melepaskan pelukannya pada tubuh ku.


"Ahh Tuan!" Balas Hendri kikuk. "Tapi kalau Tuan masih mau melanjutkan, biar saya tunda dulu laporan saya!"


"Hendri!!" Balas Archie dengan wajah datar.


"Akan saya sampaikan!" Jawabnya."Tuan, sepertinya ada sebagian orang yang mencurigakan mengikuti kita sampai ke sini."


**************


"Kau sibuk!" Sapa ku yang risih melihatnya fokus di hadapan laptop nya selama berjam-jam tanpa mengindahkan hamparan pemandangan pantai yang indah didepan matanya.

__ADS_1


"Hmmmm...!!" Balas Archie yang tanpa sedikitpun menoleh kearah ku.


Aku melingus sebal dan menutup wajahnya ku sendiri dengan topi lebar, menghalangi sorot cahaya matahari yang telah meninggi.


Archie bergumam sesuatu yang tak jelas lalu menatap lekat layar monitor nya dengan khidmat.


Aku tak mengindahkan nya dengan tetap berbaring di kursi senderan dengan wajah ku yang tertutup topi.


Sssraaakkk....


Tiba-tiba Archie mengambil topi lebar ku dan menyembunyikan nya di belakang tubuhnya. "Tadi gua lagi ngajakin lu ngomong!" Ucapnya duluan sebelum sempat memprotes kelakuan nya barusan.


"Sini!" Pintanya agar aku mendekat kearahnya. "Apa lu tau apa yang udah kita lewatin selama ada di sini!" Tanyanya sambil menunjukkan padaku seorang lelaki memakai mantel coklat berada di depan apartemen kami.


"Dia siapa?"


"Entahlah!" Jawab Archie meregangkan bahu-bahu tegangan nya. "Menurut lu gimana?"


Aku mengernyitkan keningku di saat dia melemparkan pertanyaan seperti itu padaku. Terkesan kalau dia berusaha menggali sesuatu yang harus nya ku ingat.


"Dia mencurigakan!"


"Tepat!" Jawab Archie.


"Siapa orang-orang ini?"


"Entahlah!!" Jawabnya seperti terkenang sesuatu yang tak menyenangkan.


Aku mengerutkan keningku dan menatap nya yang gelisah.


"Apa mereka itu yang sedang kau maksud kemarin?" Ujarku menatap ekspresi gelisah nya.


"Benar!" Jawabnya spontan. "Sesuatu sudah menunggu kita. Kita berdua bakalan menjadi target!!"


Aku langsung menampakan wajah menegang dan menatapnya.


"Jika suatu saat ingatan lu udah balik, dan mengingat semua kejadian yang terjadi beberapa tahun lalu. Mungkin posisi mereka yang pernah melakukan hal ini akan terancam." Jelas Archie.


Aku hampir tak bisa berkata-kata. Karena peringatan ini acap kali sering ku dengar.


"Tapi berbahagialah!!" Ujarnya mengusap lembut wajahku. "Karena ada gua di sini yang bakalan jagain lu, gua ga bakalan ngelakuin hal yang sama seperti kejadian 14 tahun silam. Dimana gua ga bisa ngelindungin lu dari orang jahat!!"


Archie berdiri dan menegaskan sekali lagi perkataanya padaku.


"Itulah satu-satunya alasan kita menikah!" Sambungnya tersenyum smirk memandangku.


^^^The Five Satins-^^^

__ADS_1


^^^In The Still Of The Night. BGM.^^^


...Season 1 Tamat....


__ADS_2