Alasan Kami Menikah?

Alasan Kami Menikah?
Kontradiksi Part 5


__ADS_3

"Teman katamu!!" Ucapku dengan nada bergetar. "Si*lan. Kau bilang ke orang lain temen macam apa mereka!!" Aku menunjuk Archie dan Sayang.


Libiru bungkam dengan kepala menghadap ke tembok setelah ku tampar.


"Karena kau merasa menderita di masa lalu. Apa kau pikir sekarang kau melakukan tindakan yang benar!!"


Libiru pelan-pelan mengangkat wajahnya dan memandangiku dari balik rambut yang menutupi wajahnya.


"Kau meminta teman-temanmu untuk memaafkan perbuatan mu di masa lalu, yang bahkan orang sintingpun akan meludah di depan wajahmu!!" Aku mengarahkan tatapanku kepada Sayang dan Archie. "Lantas. Kau pikir kau pantas mendapatkan pengakuan dari mereka berdua. Apa yang kau pikirkan, kenapa kau merasa berhak berada di sisi mereka setelah kau melakukan semua itu!!"


"Ya aku pantas!!" Jawab Libiru tanpa segan-segan.


Aku tercengang hampir tak percaya mendengar jawaban spontannya.


"Aku pantas. Anya. Aku pantas mendapatkan pengakuan mereka!!" Libiru menatapku dengan mata meradang.


"Apa!?" Aku tak percaya.


"Kalau aku tak pantas mendapatkan pengakuan dari mereka, lalu kenapa mereka membiarkan ku bebas berkeliaran dan tak melaporkan tindakanku kepada pihak yang berwajib. Kenapa mereka masih memberikanku kesempatan kedua untuk masa depanku. Coba kau jelaskan, kenapa mereka berdua melakukan itu, untuk apa mereka melakukan tindakan yang tidak berguna seperti itu!?"


Sayang dan Archie menatapku dengan pandangan putus asa penuh penyesalan, mata mereka berkaca-kaca menahan emosi.


Di titik ini, aku pun langsung mengerti arti dari sebuah kemahatololan toleransi harkat. Bahwa sesungguhnya rasa empati manusia itu lebih tinggi kedudukannya di bandingkan mahluk lainnya. Kadang kita mengasihani sesama tanpa alasan.

__ADS_1


"Apa kau merasa lebih baik jika merenggut kebahagian orang lain dengan mementingkan keegoisan mu sendiri!!" Balasku.


Libiru bungkam.


"Kau melakukan itu kepada Sayang dan melenyapkan Kim. Dan sekarang kau juga ingin melakukan hal yang sama kepada Archie dengan membawaku pergi." Ucapku menatapnya dalam. "Apakah itu yang kau sebut dengan kebebasan. Dengan merenggut kebahagian orang lain."


"Kau tak kan mengerti, Anya. Kau tak kan mengerti dengan apa yang telah aku lalui selama ini!!" Jawabnya. "Mereka berdua itu segalanya bagiku, melebihi apapun yang aku punya di dunia ini!!"


Archie dan Sayang mengangkat kepala mereka secara serempak.


"Maka dari itu, aku harus membuat mereka berdua sama menderitanya seperti yang aku alami selama ini. Bagaimana rasanya jika perasaan mereka tak berbalas. Bagaimana rasanya jika di tinggalkan oleh orang yang paling berharga di dunia ini. Aku ingin berbagi rasa sakit kepada mereka berdua, aku harus memberikan pemahaman seperti itu kepada mereka berdua agar mereka mengerti apa yang ku rasakan."


"Lu bener-bener psikopat gila!!" Ujar Archie dengan nada suara menggeram.


"Apa maksud lu?" Tanya Archie.


"Tentu kau mengerti, jika di balik tindakanku ada seseorang yang mengendalikan ku."


Archie langsung menatap Arya, hal yang pernah di dengarnya sebelum pengakuan ini.


"Aku bekerja sama dengan orang itu dan setuju mengikuti perintah nya untuk melenyapkan Anya sebelum dia sadar dan ingatannya kembali pada masa itu!!" Ucap Libiru mengidar pandang.


"Ingatan pada masa itu?!" Ucapku termangu.

__ADS_1


"Kau pasti tau betul apa yang aku ucapkan, Archie. Tentu kau tau. Tapi, hal yang tak bisa ku kendalikan lagi-lagi adalah keegoisan ku sendiri. Aku berfikir, ketimbang membalaskan dendamku untuk melenyapkan Anya, lebih baik jika aku mengambil Anya untuk diriku sendiri dan melenyapkanmu. Bukankah itu lebih baik!!"


"Keparat!!" Archie menggeram dengan menggenggam tinju.


"Archie. Kau bilang kita berdua ini mirip!!" Balas Libiru.


Archie terdiam dengan tubuh bergetar.


"Dari awal kau bilang kalau kita ini berdua mirip. Tapi kenapa, kau tak membiarkanku membuatmu menderita seperti yang aku alami selama ini." Ucapan libiru benar-benar di luar perkiraan.


"Berhenti mengatakan sesuatu yang membuat merinding!!" Archie menahan diri.


"Jika kita berdua mirip. Maka kau juga harus menderita seperti ku. Kau juga harus hancur sepertiku!!" Ucap Libiru.


Sakurai tiba-tiba menarik tubuhku agar menjauh dari hadapan Libiru. Dia merasa kalau situasi ini akan menjadi tak terkendali.


"Aku ingin mendapatkan apa yang menjadi milikmu. Bukankah selama ini kita berdua saling memahami satu sama lain!!"


"Si*lan!!" Archie menggeram menahan emosi.


"Jika aku mati!!" Ucap Libiru sambil menundukan tatapannya ke bawah.


Dia berhenti untuk beberapa saat dan meraba sesuatu yang berada di belakang celana nya.

__ADS_1


"Maka milikmu juga harus mati!!"


__ADS_2