Alasan Kami Menikah?

Alasan Kami Menikah?
Motivasi Atau Hancur


__ADS_3

"Anya!" Seru Dimas sambil melambai kan tangannya padaku, isyarat agar aku mendekat ke arahnya.


"Bentar ya!" Ujar ku pamit pada Arya dan beranjak ke arah Dimas.


"Kenapa kak?" Tanyaku sambil duduk di sisi nya.


"Lu lagi gak enak badan?" Tanya nya balik dan langsung mendaratkan telapak tangannya menyentuh pelipis ku.


"Eng-enggak!" Jawabku dan cepat-cepat menyingkirkan telapak tangannya dari dahi ku.


"Lu lagi ada masalah. Kok hari ini mood lu lebih berantakan dari biasanya?"


Aku duduk mematung sambil melamun, kejadian semalam masih membekas di pikiranku. Bahkan untuk agenda hari ini, aku tak menyiapkan bahan apa pun untuk menjelaskan konsep yang di usung untuk proyek ini.


"Aku cuman kecapekan aja kak!" Jawabku tertawa basi sambil menunjukan gigi-gigiku padanya.


Dimas menatapku sambil tersenyum getir, kemudian mendaratkan telapak tangannya di atas kepalaku.


"Gua bakalan dukung lu!" Ujarnya mengusap lembut kepalaku seperti yang biasa dia lakukan padaku dahulu."Meskipun lu gak ngasih hati lu ke gua. Gua bakalan terus dukung lu apa pun yang terjadi?"


"Iya. kak!!" Jawabku yang menundukkan tatapanku agar tak melihat wajahnya.


"Ayo, ayo. Cepetan. Udah kelar istrahatnya, cepetan kerja!!" Pekik Archie yang langsung mengomando kami semua untuk bergerak.


Dengan reflek kami semua langsung berpencar.


"Semangat lu pasti bisa?" Ujar Dimas berbisik pelan di dekatku sambil mengepalkan kedua tangannya menghadap ku.


"Gua tuh, menilai orang dari kinerja!" Ujar Archie yang menghentikan langkahku sebelum mencapai tempat rekaman."Kalau lu gak bisa ngelakuin hal mudah kayak gini mending mundur aja, biar semua tim lu gugur dan pulang ke rumah!"


Dia menatapku layaknya orang lain, tatapan tanpa belas kasihan, ekspresi dinginnya mengungkapkan kalau saat ini dia serius mengganggap ku sebagai rekan setimnya dan bukan sebagai orang yang mempunyai hubungan apa pun dengannya.


"Gua udah bilang dari awal!!" Ujarnya sambil berbalik menghadapku.


Aku meneguk liur ku sendiri karena merasa tegang.


"Kalau lu gak ada kemampuan, mending dari awal gak usah ikut tim ini. Buta kali dosen nya, udah masukin lu yang gak bisa jelasin proyeknya sendiri!!" Cerca nya yang terus menghujaniku dengan perkataan menyakitkan.


Aku mengepalkan kedua tanganku kuat-kuat mencoba menahan diri agar tak membuat keributan yang akan berakibat fatal pada tim ku.


"Ingat, gua tuh menilai orang berdasarkan performa, kalau lu gak bisa mengikuti standar dari sistem yang udah gua buat, mending lu mundur deh, jangan jadi beban!!"


Dia pergi meninggalkan ku yang masih mematung dengan perasaan yang amat terpukul.

__ADS_1


"10 menit!" Pekik ku menatap murka punggungnya.


Dia berhenti saat mendengar suaraku.


"Beri aku waktu 10 menit!" Pekik ku lagi.


Dia tersenyum menyeringai membelakangi ku, dengan menyembunyikan ekspresi puasnya, dia pura-pura tak mendengar perkataan ku dan berlalu begitu saja.


***********


"Ok. Take 31. Action!"


Aku memulainya dengan menebarkan senyuman ke arah kamera yang segede gaban, sehingga Adam yang merekam ku langsung tanpa sengaja mezoom muka ku dan membuat syuting ini berantakan.


"CUT!" Pekik Archie sebelum aku mulai bicara.


"Adam!" Pekik Archie dengan suara menggelegar seperti aura dewa kematian yang siap mencabut nyawanya.


"Kepencet bang!" Balasnya sambil merunduk.


"pala lu gua pencet!" Teriak Archie mengacungkan kepalan tinjunya.


Seketika suasana berubah menjadi ladang tawa saat melihat adam yang tiba-tiba mezoom wajahku.


Archie berdiam diri dan terus menatap ku yang sedang tertawa di balik kamera yang ada di hadapannya, lalu dengan sendirinya dia malah ikut tersenyum memandangi ku, namun karena sifat jaim dan harga dirinya yang terlalu tinggi. Dia langsung bersikap profesional dan menegakkan tubuhnya seperti tak ada yang terjadi.


"Action!"


"Tema yang kami usung dalam pembangunan rumah kontainer ini adalah rumah minimalis yang sangat nyaman untuk di tinggali oleh keluarga milenial, dan kali ini gaya yang kami pakai adalah menonjolkan sisi dari rumah minimalis tersebut yaitu gaya skandinavia.


Kenapa Skandinavia?


Karena gaya rumah seperti ini sedang tren dan sangat di gemari oleh kalangan penggemar rumah minimalis.


Pasalnya, desain seperti ini terkesan simpel dan fungsional, sedap dipandang dan dianggap cocok untuk gaya urban masa kini. Gaya desain ini umumnya digunakan pada hunian-hunian di wilayah Eropa utara, seperti Swedia, Norwegia, dan Denmark.


Namun kini desain Skandinavia juga telah diadopsi di seluruh dunia karena dianggap cocok untuk segala iklim dan terkesan modern. Nah, jika tertarik menerapkan desain Skandinavia pada hunian Anda, setidaknya ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan.


Yang pertama gaya hunian seperti ini memproritaskan furnitur yang fungsional.


Gaya desain Skandinavia memiliki ciri minimalis dalam penggunaan perabot. Perabot yang digunakan memiliki bentuk yang cenderung ramping, disesuaikan dengan fungsi dan kebutuhannya. Tak heran jika hunian yang menerapkan desain ini cenderung terlihat lapang dan clean.


Yang kedua gaya skandinavia cenderung memakai warna yang natural.

__ADS_1


Desain Skandinavia banyak menggunakan warna-warna natural yang terinspirasi dari alam, seperti krem, cokelat kayu, dan warna floral. Warna putih juga sering digunakan karena dianggap sebagai warna terbaik untuk memantulkan cahaya matahari untuk menyinari ruangan secara alami.


Yang ketiga adalah ramah anak.


Jika di perhatikan, desain Skandinavia cenderung simpel, lapang, dan ringkas. Hal itu dilakukan untuk memberi kenyamanan dalam bermobilitas di dalam ruangan, terutama untuk anak. Tak heran jika gaya desain ini digemari, pasalnya desain seperti ini mempertimbangkan banyak segi dan kebutuhan.


Nah terus yang terakhir adalah Eco - friendly atau ramah lingkungan.


Masyarakat Skandinavia sangat memperhatikan kelestarian alam. Karena itu dalam membuat hunian mereka selalu mempertimbangkan unsur keramahan alam. Maka dari itu bahan-bahan yang biasa di gunakan oleh mereka cenderung memanfaatkan potensi alam yang tak merusak kelestarian nya, mereka memanfaatkan potongan kayu ranting atau bahan alam lainnya untuk mempercantik hunian mereka."


Selesai!


Tapi Archie bahkan bergeming di depan kamera, dan tak meneriakkan kata-kata ajaib yang biasa di lontarkan oleh para sutradara.


Dengan bingung anak-anak film yang tergabung dalam tim nya saling bertatapan. Hingga datanglah Yoona di sisinya dan mendehem keras di samping Archie sambil menekuk kedua lengan di dadanya.


"CUT!" Pekiknya setengah kaget saat seluruh mata tertuju pada nya.


"Kerja bagus, Anya!" Pujinya sambil melirik dan melempar senyuman yang tertahan di sudut bibirnya.


************


Minggu ke tiga.


Tanpa terasa proyek kerja sama kami berjalan mulus dan lancar tanpa hambatan, entah karena fasilitas yang mendukung atau karena kerja keras anak-anak yang tak pernah surut dalam bekerja, atau mungkin karena sponsor besar yang mendukung karya kami sehingga berjalan dengan lancar dan berjalan sesuai harapan.


Tapi yang paling mendominasi keberhasilan kerja sama proyek ini adalah gaya kepemimpinan yang Archie terapkan kepada rekan setimnya, dia selalu mengutamakan kerja sama dan mengontrol semuanya tanpa ada sedikitpun celah yang rusak.


Aku bahkan sempat berfikir, bagaimana cara orang tuanya mendidik anak secemerlang ini.


Di usia muda yang biasa di habiskan oleh anak remaja normal dengan main-main dan nongkrong di cafe, dia malah bergelut dengan pengetahuan, dan melampaui ekspektasinya sendiri dengan menjadi CEO dalam 3 perusahaan berbasis elektronik yang paling di unggulkan di negara ini.


Setelah aku menimbang perlakuan terakhirnya padaku, barulah aku sadar! Kalau sifatnya yang keterlaluan itu lah kelebihannya.


Dia antusias memancing emosi seseorang dan memprovokasinya dari dalam yang bertujuan untuk kepentingannya sendiri namun berakibat positif bagi orang lain, tanpa sadar aku memang selalu mengikuti ritme permainannya.


Seperti yang terjadi beberapa minggu yang lalu saat dia memasang taruhan kepada temannya untuk bertarung di ring pertarungan, meskipun terlihat kejam, tapi dia berhasil mendongkrak kelebihan ku dan memasukannya kedalam ritme pertarungan. Begitu juga dengan saat ini, dia sengaja mempermalukan ku agar potensi ku keluar dengan sendirinya.


Tanpa ku sadari, selama ini dia mendidik ku untuk menjadi orang yang berbeda di balik sifat menyebalkan nya.


Akan tetapi?


Untuk sekarang, aku tak tahu harus merasa termotivasi atau hancur.

__ADS_1


Saat dengan terang-terangan dia membawa Yoona masuk ke dalam kamarnya di depan mataku.


__ADS_2