
"Kata dokter kalau kau makan yang banyak dan beristirahat dengan baik, mungkin anemia mu akan sembuh, dan kau bisa cepat pulang dalam waktu beberapa hari lagi!!" Ucapku sambil menyuapinya makan.
Archie diam saja, dia memandangi langit-langit dengan terus mengunyah makanan.
"Archie. Makan yang benar dong. Masa ngunyah makanan aja kudu nunggu tiga menitan baru kelar. Kamu makan aja baru dua sendok ni!!" Aku merentetnya dengan omelan.
"Daging nya alot!!" Dia beralasan karena sebetulnya Archie sangat membenci masakan rumah sakit.
Aku pun dengan sabar menunggunya mengunyah makanannya pelan-pelan.
"Lu ga kuliah?" Tanyanya sambil membuka mulutnya.
"Daring aja!!" Jawabku.
Kampus kami memberlakukan sistem kuliah di rumah. Mahasiswa yang kuliah di kampus tersebut tidak harus masuk kuliah untuk belajar, kampus memberikan waktu empat bulan selama satu tahun untuk tak wajib tatap muka. Hal ini di lakukan agar mahasiswa yang punya keperluan mendesak seperti pergi mengikuti orang tua yang bekerja di luar negeri, atau bosan pulang pergi ke kampus dapat menikmati waktu luangnya.
"Lu ga ke kampus bukan karena gada temen-temen yang bisa lu ajak main kan!!"
Aku berhenti menyendok makanan dan menatap kosong ke depan.
Archie selalu saja bisa membaca isi hati dan kepalaku. Satu-satunya alasan ku enggan kuliah adalah tak ada teman yang bisa ku ajak main seperti dulu lagi. Entah kenapa mereka secara bersamaan pergi meninggalkan ku seperti sebuah mimpi buruk. Yang tak ku pahami adalah mereka bertiga pergi dengan cara paling menyakitkan.
"Temanku banyak kok!!" Jawabku berusaha menegar-negarkan diriku sendiri dan menyuapi nya lagi.
Archie menatapku dengan mata memicing.
"Ga usah kuliah, nemenin gua aja di sini!!" Ujarnya sinis.
"Iya. Mangkanya makan ni yang banyak, biar kamu cepat sembuh!!" Aku menyuapinya.
"Lu sekelas ama Dafa!!" Tanyanya.
"Sekelas!!" Jawabku mengangguk.
"Ahhh..pantas aja tu anak ga berenti gangguin gua dari kemaren!!"
"Gangguin?" Aku penasaran.
"Dia minta tugas kelompok yang ga lu kumpulin minggu kemaren, katanya HP lu mati dan ga bisa di hubungin. Mangkanya tuh anak ga berenti nelponin gua!"
Aku menampar jidatku dan langsung merogoh HP di dalam tas ku. Astaga, bagaimana bisa aku melupakan tugas kelompok itu. Pasti anak-anak lainnya bakalan mengomel.
Setelah ku periksa, ternyata banyak panggilan masuk dan juga beribu chat yang mempertanyakan keberadaanku.
Namun fokusku terhenti atas chat aneh yang mereka lontarkan satu persatu padaku. Dan mata ku seketika langsung terbelak saat mendapati sebuah screen shot postingan di sosial media yang memperlihatkan foto ku bersama Archie bersamaan dengan caption aneh yang menyudutkan ku.
Dafa berkali-kali menelpon Archie ternyata bukan untuk menanyakan tugas, melainkan mempertanyakan kehadiranku atas kasus aneh yang terjadi di kampus.
"Archie aku ke kampus sebentar!!" Ucapku yang langsung mengemasi perlengkapanku dan menghampirinya.
__ADS_1
"Katanya tadi lu daring aja!!"
"Ada hal penting yang harus aku lakuin di kampus!!" Ucapku sambil mencium keningnya.
"Cih..yang ngasih gua makan siapa ni!!" Archie beralasan agar aku tak pergi.
"Nanti Sakurai yang bantuin!!" Jawabku setengah berlari menuju pintu.
***************
Setelah kaki ku menginjakkan area kampus, ternyata benar. Semua orang sedang melihatku dengan tatapan jijik dan mengintimidasi.
Sial, bagaimana bisa kejadian seperti ini terjadi.
"Dateng juga lu!!" Sapa Dafa yang sedang menungguku di pusat informasi kampus.
"Kenapa kau ga bilang dari awal sih, aku kan ga tau ada hal beginian di kampus!!" Aku mengomelinya.
"Udah. Dah gua coba berulang kali ngasih tau lu tapi HP lu malah ga aktif. Gua nyoba nelponin laki lu tapi malah gua yang di omelin balik!!" Jawabnya ikutan ngegas.
"Melihat reaksinya, sepertinya Archie juga tidak tahu kalau ada hal seperti ini terjadi di kampus!!"
"Postingan itu ada di fanpage komunitas kampus yang aktif setiap 3 hari sekali untuk kegiatan mahasiswa dan jarang di lirik anak-anak kampus karena ga terlalu penting. Cuman masalahnya karena ini adalah Archie Yuaga, maka sejak 3 detik postingan itu di terbitkan anak-anak langsung heboh dan mem-viralkan kisah ini!!" Jelas Dafa menunjukannya padaku postingan itu yang telah di penuhi oleh 770 komentar, dan telah di bagikan sebanyak 2.200 orang.
Caption foto itu bertuliskan 'Perempuan pembawa sial bagi keluarga Yuaga' dan di sana tertera jelas wajahku yang sedang berjalan bersama Archie di lingkungan kampus. Mungkin seseorang yang berada di dalam kampus ini secara diam-diam mengambil gambarku di saat kami berdua lengah.
"Siapa yang melakukannya?" Ucapku dengan gelisah.
"Siapapun dia. Pasti mereka adalah salah satu dari fans nya Archie!!" Aku memegangi kepalaku sendiri.
"Gua berusaha ngasih tau lu, tapi dengan kondisi Archie yang sekarang ga mungkin gua blak-blakan ngomongin yang sebenarnya!!" Dafa menjelaskan situasi yang sulit.
"tck..bisa gila aku!!" Ucapku putus asa.
Dafa menatapku dengan raut wajah kasihan.
"Karena artikel itu di kirim lewat komunitas informasi kampus, jadi gua rasa pihak kampus tau siapa yang melakukannya!" Ucap Dafa yang langsung mengajakku masuk ke dalam ruangan Penyiaran Dan Informasi.
*************
"Ini dia!!" Ucap staff yang bekerja di ruangan Penyiaran dan Informasi.
Kami berdua mendekat dan merubung di dekat monitor.
"Tapi, saya penasaran. Kenapa orang ini memakai ID e-mail yang sama dan membuat banyak akun untuk berkomentar jahat di postingan yang dia buat sendiri!!" Ucap staff itu lagi.
"Terimakasih atas informasinya. Dari sini biar kami berdua yang ambil alih!!" Ucapku pada staff itu sebelum dia keluar ruangan.
Dafa dengan cekatan mengobrak-abrik isi komputer itu dan tak harus menunggu lama, dia langsung menemukan pelaku nya.
__ADS_1
"Anayah Yoona!!" Ucap kami berdua bersamaan.
***********
"Hei cewek ga tau diri!!"
Tiba-tiba saja saat aku menuju ke gedung jurusan ku, aku di cegat oleh segerombolan wanita yang menatapku dengan pandangan sinis.
"Jadi lu, cewe pembawa sial yang di beritakan itu."
Aku terdiam sambil mengundurkan langkahku karena di desak oleh mereka.
"Ini semua gara-gara lu kan, Archie jadi sakit sampai pinsan!!"
"Apa yang kalian bicarakan!?" Aku terdesak.
"Lu kan yang bersekongkol dengan temen-temen lu buat nyelakain Archie. Di kampus ini siapa yang ga tau kalau kalian berempat selalu jalan bareng."
Mereka mengira kalau aku, Arya, Libiru, dan Laila adalah orang-orang yang secara sepihak ingin mecelakai Archie.
Aku mangkin terpukul mundur dan terdesak. Karena mustahil jika aku menjelaskan segalanya kepada mereka semua. Kebenaran itu malah akan menjadi sebuah tombak yang akan semangkin menghancurkan ku.
"Kenapa lu bisa bebas sendirian setelah temen-temen lu ilang, masuk penjara dan meninggal. Kenapa setelah perbuatan yang fatal kayak gitu, lu malah masih bisa berkeliaran dengan bebas!!"
Semua orang yang ada di kampus ini melihatku dengan tampang jijik dan mengintimidasi. Mereka seolah menghakimi ku agar bernasib sama seperti temen-temanku.
Byuuurrr....
Tiba-tiba saja aku di guyur oleh sekaleng minuman soda dingin di atas kepalaku. Dan seketika saja, aku menjadi orang yang paling memalukan dan juga menyedihkan di mata mereka.
Pembulian yang sangat jelas ini, adalah sebuah ketidakadilan yang sengaja untuk menghukum orang yang pantas di hukum menurut pemikiran masa.
Namun aku tak bisa berbuat apa-apa lagi karena kebenaran yang tak bisa ku katakan.
Orang-orang di sekitarku mulai ikut terlibat dan menyoraki ku setelah sekaleng soda yang tumpah. Ini adalah sifat masa. Mereka akan tergerak melakukan hal yang sama, karena sekelompok individu yang menilai dirinya melakukan hal yang benar bertindak atas nama keadilan. Hal yang sama sering terjadi di media sosial, mereka hanya membaca berita yang memposting tulisan sepihak tanpa tahu kisah yang sesungguhnya. Begitulah alam bekerja. Seperti itulah cara alam menyeleksi. Yang lemah akan di makan oleh yang kuat. Yang lemah akan di kalahkan oleh yang berkuasa.
"Cukup!!" Pekik seseorang yang menghalau para wanita-wanita binal itu.
Tapi sekelompok wanita itu seperti segerombolan kera yang berhasil menjajah wilayah kekuasaan lutung, dan berorasi sejadi-jadinya karena menang.
"Gua bilang, CUKUP!!"
Mereka semua terdiam dan menatap Dimas dengan pandangan benci.
Dafa menarik tubuhku dan membawaku pergi dari hadapan orang-orang itu.
"Gua bantuin lu bersihin diri!!" Ujar Dafa.
Aku tak menjawab dan menundukan tatapanku agar tak di lihat oleh orang-orang yang menonton kejadian ini.
__ADS_1
Tepat 12 meter dari hadapanku. Yoona tersenyum senang atas kemenangan yang gemilang ini. Senyuman lebarnya menandakan kalau dia berhasil memprovokasi keadaan.