Alasan Kami Menikah?

Alasan Kami Menikah?
Ketahuan


__ADS_3

"A-aku..." Lidah ku kelu tak bisa mengatakan apa pun di depan mereka semua yang sedang memperhatikan ku.


Dimas masih memegang erat kedua lenganku, meskipun dia hanya diam dan menunggu ku bicara, cengkramannya pada lenganku semakin kuat seakan dia sedang melihat sesuatu yang tak ingin dia lihat.


"Dia abis ngasihin flashdisk ke gua karena data kemaren pada ke format!" Ujar Archie yang sedari tadi diam dan menonton pertunjukan ini di gawang pintu kamarnya.


Seketika cengkraman Dimas pada lenganku melemas dan tak lagi menatapku dengan pandangan murka.


"Tapi ini kan udah malem, kenapa gak besok aja?" Ujar Dimas yang belum puas mendengar penjelasan Archie dan berusaha menggalinya sendiri.


"Gua yang nyuruh!" Ucap Archie lagi, sambil mendekat di sisi tubuhku yang lain.


"Sini!!" Archie langsung menarik tanganku sehingga tubuhku terlepas dari rangkulan Dimas.


"Gua anter lu sampe kamar!" Ujar Archie sambil memegang kedua pundakku.


Situasi hening dalam sesaat, seolah udara di sekitarnya menyusut saat mereka berdua saling berpandangan dengan pandangan sengit tanpa berbicara sepatah katapun.


"Gak usah kak!" Tepisku menatap Archie yang tinggi menjulang di belakang ku.


"Biar Arya aja yang nganter." Ucap ku sambil menyingkirkan tangan Archie yang berada di atas kedua pundak ku.


Arya menatapku dari kejauhan dan langsung melangkah maju saat ku ucapkan namanya di depan mereka berdua.


"Ayo sini!" Ucap Arya yang langsung memegang lenganku dan berjalan menjauh dari kerumunan.


"Anya!?" Panggil Arya yang tiba-tiba menghentikan langkahnya sebelum mencapai kamar.


"Lu sama kak Archie..." Dia menghentikan pembicaraanya. "Kalian, bukan sodaraan kan!"


DEG...


Apa yang barusan Arya katakan?


Apakah dia tahu sesuatu.


Seketika keringan dingin menetes dari balik pipi ku, menandakan betapa gamangnya perasaanku saat ini.


"Jadi tadi gua balik duluan.." Ucapnya mulai bercerita sambil menyandarkan punggungnya menyentuh pilar kayu berwarna coklat di samping air mancur."Terus, gak sengaja liat lu lagi mengendap-endap deket kamar Archie!"


Perasaanku mulai bercampur aduk di iringi keringat dingin yang semakin menetes jatuh dari balik pangkal rambutku.


"Karena gua penasaran kenapa lu ke kamar Archie di jam segini, akhirnya gua mendekat dan pengen nyapa lu, jadi...pas sebelum pintunya ketutup rapat. Gua liat semuanya...gitu!"


Oh tidak!!


Aku ketahuan.


"Bentar!" Ujarku menutup wajahku dengan tangan dan berusaha menata perasaan ku sendiri.


Arya melihat adegan hot itu. Ya ampun, sumpah malu-maluin banget. Apa yang dia pikirkan selama aku berada di kamar Archie.


Aku menatap Arya yang dengan sabar sambil menunggu ku yang masih bertingkah konyol di hadapannya.


"Jadi. Hubungan kalian yang sebenarnya itu gimana!?" Tanyanya mendesakku.

__ADS_1


Aku menarik nafas panjang dan menghembuskannya berlahan. Sepertinya, hubungan antar umat memang terkesan sensitif jika di biarkan berlarut-larut.


"Archie, bukan sodaraku!" Ucap ku sambil berdiri di sisinya memandangi air mancur."Dia suamiku!!" Aku menelan ludah yang tertahan di tenggorokan.


"WHAT?" Pekiknya sampai terdengar memenuhi seisi lorong penginapan tersebut.


"Sstt...,Gak usah kenceng-kenceng, ahhh bege lu!!" Ucap ku sambil mencubit pinggangnya dan menatap sekitar."Entar kalau ada yang denger gimana?"


"Sorry, sorry. Gua kaget." Ujarnya yang sekarang berubah menjadi suara bisikan.


"Makanya gak usah teriak segala!"


"Tapi..Nya. Sejak kapan, lu gak lagi ngeprank kan!" Tanya dengan suara rendah.


"Kayaknya udah jalan kurang lebih dari 3 bulan. Alasan aku cuti 2 minggu itu bukan buat pergi ke luar kota, tapi buat nikah!"


"WHAT?" Pekiknya lagi.


"Aryaaaa..." Gumamku sambil mencubit lagi pinggangnya sambil menatap sekitar.


"Selama itu lu, siapa yang udah tau selain gua." Bisiknya mendekat kearahku.


"Gak ada, ga ada yang tau!!" Jawabku dengan wajah sebal.


"Gua ga bakalan percaya kalau ga liat dengan mata kepala gua sendiri!" Ujarnya dengan wajah memerah.


"Ga-gak usah di bahas yang itu!" Ujar ku memalingkan wajahku.


"Tapi, Nya. Kenapa harus di rahasiain, lu tau sendiri kan kelakuan Archie itu meresahkan!"


"Aku bukannya gak mau ngumumin, ini udah kesepakatan kita berdua buat ngerahasiain ini sampai dia lulus!" Jawabku dengan tatapan kosong.


"Setelah lulus. Duh..lulusnya Archie tuh masih lama. Bahkan kelakuannya dia itu..."


Dia diam sekejab sambil menatap ku yang melihat kedepan dengan tatapan kosong.


"Aagghhhh...."Arya terlihat kesal sambil menggaruk kepalanya sendiri.


"Selain itu, gua tadi juga liat Yoona dengan Archie peluk-pelukan di depan kamar!!"


DEG...


Aku memegangi kepalaku lalu meraup wajahku sendiri dengan gamang.


"Gua gak bisa biarin lu di perlakuin kayak gini!" Ujar Arya yang marah dan meninggalkan ku.


Aku langsung menarik lengannya dan memaksanya untuk berhenti.


"Bakalan jadi aneh kalau kamu bersikap kayak gini demi aku!" Pekik ku menahan nya agar tak gelap mata."Aku bukannya gak tau semua kelakuannya di luar sana. Aku udah sering liat dia jalan bareng cewek lain, bahkan terang-terang memperlihatkannya padaku!!" Jelasku yang masih tetap memegangi lengannya.


"Dan lu tetap diam aja?"


Aku hanya mengangguk malu sambil menundukan tatapanku.


"Aku ga tau alasan kami menikah. Kedua orang tua ku bahkan gak ngasih tau apa pun, meskipun dari awal kami berdua di jodohkan, gak mungkin bisa secepat ini!" Ucapku yang mulai melonggarkan peganganku pada lengannya.

__ADS_1


"Meskipun lu tau kelakuan Archie kayak gitu, lu tetap ngasih dia jatah. Terus kenapa tadi lu malah nangis keluar dari kamarnya?" Tanya ngegas.


"Gak gitu. Maksud ku..kita bahkan belom ngapa-ngapain!" Jawabku malu dan tak berani menatapnya.


"W-wait. What?" Ucapnya kaget. "Belum pernah di apa-apain. Serius lu. Kalian udah nikah 3 bulan bahkan belum....Aduh!"


Aku langsung mencubit lagi pinggangnya sebelum dia melanjutkan perkataannya.


"Terus yang gua liat tadi barusan tu apaan?" Ujarnya memegangi pinggangnya yang baru saja ku cubit.


"Baru aja ma-mau mulai!" Ucapku malu-malu sambil meliriknya.


"Gak usah di bahas, aku gak mungkin bahas beginian ama kamu!" Ucapku malu.


"Gua kan gak pernah lu anggap lawan jenis?" Jawabnya.


"Kamu lupa, dulu pernah nolak pernyataan cintaku!" Ujar ku dengan nada bercanda.


Dia hanya diam dan menatapku, sesekali memutar bola matanya mencoba mencerna kata-kata ku.


"Dulu kan aku pernah suka sama kamu. Astaga, aku ampe bilang!!" Ujarku terkekeh.


Dia terlihat berwajah setengah kesal dan iba padaku.


"Mangkannya, gua kesal saat lu di giniin!!" Dia menunjukan simpatinya lagi. "Meskipun gua gak ada hak buat mencampuri urusan rumah tangga orang! Tapi gua harap, lu gak keberatan ngasih tau gua kalau suatu hari Archie nyakitin lu atau bertindak gak menyenangkan terhadap lu!" Sambungnya tersenyum hangat menatapku.


"Makasih Arya! Untuk saat ini, aku cuman mau kamu ngerahasian ini dulu ke semua orang dan anggap aja gak ada yang terjadi."


"Tentu aja, gua bakal ngerahasian ini dari semua orang. Ini juga bentuk balas budi gua karena selama ini lu udah jagain Laila buat gua!!" Jawabnya tersenyum malu-malu saat mengungkapkan isi hatinya.


"Aku bakalan bikin sampai kalian jadian, tenang aja!" Ujar ku menggodanya.


"Apa sih.Gua gak butuh bantuan lu.. gua bisa sendiri!" Ujarnya sambil menggiriku berjalan menuju kamar ku.


***********


"Take 30. Action!"


"Jadi..kali ini ki-kita ba-bakalan!"


"CUT!" Pekik Archie dari kejauhan.


Wajahnya terlihat kesal memandangku yang terus melakukan kesalahan dari tadi.


"Lu bisa ngomong gak sih. Ngenjelasin yang kayak gini aja musti harus ngulang ampe 30 kali, apa lu nih beneran punya bakat. Apa proyek yang di hotel G itu lu dapetin karena ada orang dalam!" Cercanya yang membuat orang-orang di sekitarku kaget bukan main.


Mereka menatap iba padaku karena mendapat perlakuan tak menyenangkan dari Archie.


"Istirahat aja deh dulu. Kayak nya Anya udah kecapek an!!" Ujar rekan-rekan setimnya yang merekam ku, karena kasihan melihat wajahku sudah pucat pasi sambil diam mematung.


"Manja!" Ujar Archie ngambek sambil meninggalkan tempatnya menuju tenda.


"Anya. Biar gua aja yang gantiin lu!" Ujar Arya memberikan ku sebotol minuman dingin."Gua ngerasa, Archie sengaja ngelakuin ini buat bikin lu kesal!"


"Aku juga ngerasa kalau dia emang sengaja!!" Jawabku sambil menenggak minuman tersebut dan mengelap peluh yang sudah menggenang di pelipis ku.

__ADS_1


__ADS_2