
"Wanita itu cantik rupawan tiada banding, matanya berwarna coklat berkilat-kilat, rambutnya blonde terang bergelombang menjutai sedada, lehernya jenjang seperti angsa, langkah kakinya panjang-panjang cepat dan menyilang seperti langkah pragawati, dan jika tersenyum akan nampak lesung pipi di sebelah kanan." Paisee menatap wajah Archie, karena deskripsi yang di katakannya terpampang jelas di depan matanya. Archie dan ibunya bagai pinang di belah dua, serupa, sama, tak ada bedanya.
"Perempuan itu bernama Heiron Von Hohonzolerint seorang putri bangsawan terkemuka di jerman, menyebutkan nama nya saja susah, apalagi mengerti bahasanya?" Lanjutnya.
Meskipun Archie hanya diam mendengarkan, sebenarnya gerak-geriknya terlihat ingin menimpuk kepala Paisee.
Paisee melanjutkan.
Mereka bertiga bersedia menolong Heiron dan menyediakan tempat tinggal yang layak sampai badai salju mereda, dan di tengah situasi yang tak terduga itu ternyata pesona Heiron mampu meluluhkan Konisuke sang kutu buku, tapi meski pun demikian, Konisuke yang pemalu dan jarang bicara tak kan mudah mengungkapkan perasaanya begitu saja.
Dua bulan setelah pertemuan itu, Heiron kembali lagi ke jepang untuk membalaskan budi, Heiron dengan senang hati memberikan bantuan finansial dan berinvestasi penuh atas proyek yang sedang mereka kembangkan.
Namun semuanya akan terpenuhi jika mereka mampu mengabulkan permintaan Heiron.
Heiron ingin setidaknya satu kali dalam seumur hidupnya, menjadi aktris yang berperan sebagai peran utama wanita, meskipun hanya di dalam sebuah Film pendek yang tak di kenal, yang tak pernah di tonton orang-orang, dan meskipun hanya dia yang menonton film itu, Heiron tak perduli, yang dia inginkan hanyalah menjadi peran utama dalam sebuah Film.
Akhirnya mereka pun setuju dan membuat film pendek dimana Heiron menjadi pemeran utama wanita, yang di garap langsung oleh Arlangga Tiam dengan judul 'Flame To Desire'. Sejauh ini hanya Arlangga Tiam yang mempunyai banyak pengetahuan di bidang tersebut, karena kedua orangtuanya aktris dan aktor.
Setelah berhasil menggarap sebuah Film, Herion mengabulkan keinginan mereka bertiga berupa tunjangan finansial, dan berinvestasi dalam jumlah yang cukup besar dalam proyek terencana di bidang teknologi informasi berbasis masa depan yang langsung di ketuai oleh Yuaga Konisuke.
Meskipun Konisuke merupakan otak dari segala ide cemerlang, dia tak kan bisa melakukannya sendiri tanpa bantuan kedua temannya.
Sampai akhirnya, proyek yang di ketuai oleh Konisuke mengalami peningkatan pesat dan berkembang dengan cepat. Dalam beberapa bulan, programnya banyak di pakai oleh berbagai negara dan di akui sebagai teknologi pemutakhir masa depan.
"Dalam waktu singkat kami bertiga kaya mendadak, ternyata mengumpulkan uang tidak sesulit yang terlihat." Ucapnya menggebu-gebu.
__ADS_1
Namun sejurus kemudian, tatapannya berubah menjadi kosong. "Tapi itu bukan pemikiran ku." Ucapnya tertunduk lesu. "Itu pemikiran mereka berdua."
Dalam waktu kurang dari tiga tahun, Konisuke berhasil menaikan status dirinya dan keluarganya menuju strata teratas di negara itu, dia kembali naik mimbar dan menjadi konglomerat sukses sepanjang masa. Sedangkan Arlangga dan Paisee juga mendapatkan kemewahan sama persisi seperti dirinya.
Namun di tengah lautan yang tenang, selalu saja ada badai yang mengamuk tak tahu tempat.
"Heiron di culik!!"
Archie melepaskan tatapan jengahnya, dan mengangkat kepalanya.
"Tak ada yang tahu selain aku, kalau Heiron sedang berada dalam bahaya." Ucap Paisee menatap searah.
Paisee yang panik, langsung pergi ke tempat kejadian untuk menyelamatkan Heiron. Dia berlari pontang-panting membawa koper yang berisi uang tebusan, tanpa memberitahukan terlebih dahulu hal ini kepada dua orang sahabatnya.
Namun setelah sampai di tempat kejadian, ternyata tak ada siapa pun di sana selain Heiron yang seorang diri terkapar lemas tak berdaya, dalam kondisi pinsan, dengan busana robek.
Paisee di tuduh telah melecehkan putri bangsawan jerman dan mengambil uang perusahaan untuk kepentingan dirinya sendiri, tuduhan tak berdasar itu menjerat lehernya dan membuatnya benar-benar tak berkutik karena bukti-bukti yang ada.
Namun kedua sahabatnya tak mudah percaya begitu saja dengan kejadian itu. Mereka akhirnya menang di pengadilan, dan membebaskan Paisee atas tuduhan-tuduhan tersebut.
"Rasa bersalahku karena tak mengatakan hal itu terlebih dahulu mengenai keadaan Heiron membuatku kehilangan muka di hadapan mereka bertiga." Ujarnya tertunduk. "Sehingga aku pergi dengan rasa bersalah dan tak pernah muncul lagi di hadapan mereka!!"
Kemudian Paisee memegangi tepian kursi itu dengan kuat sampai terdengar bunyi gemeretak. "Namun entah kenapa, setelah kepergian ku, tiba-tiba muncul rumor aneh."
Aku dan Archie saling pandang untuk yang kesekian kali.
__ADS_1
"Rumor aneh!?" Aku tergagap.
"Rumor yang mengatakan kalau mereka berdua menyingkirkanku karena berimbas dari kesalahan program yang ku buat. Rumor itu juga mengatakan kalau aku marah dan berniat untuk membalaskan dendamku kepada mereka." Ucapnya dengan nada bergetar dan napas memburu.
"Lalu kematian Arlangga!!" Paisee diam sejenak, "aku sengaja membiarkan diriku menjadi tersangka, meskipun aku tak pernah berniat melukai siapapun."
"Jadi, kabar itu bohong!!" Ujar Archie yang langsung menyentak meja di hadapannya. "Semua itu bohong!!"
Namun Paisee tak menjawab dan memalingkan wajahnya.
"Kalau semua itu bohong, lalu kenapa paman tak langsung mengatakan kepada ayahku kalau semua itu salah paham. Katakan kepada dunia kalau Paman tak membunuh Paman Arlangga.."
"Jika aku mengatakan kalau semua itu hanyalah fitnah, maka aku tak kan bisa menangkap siapa pelaku yang sesungguhnya." Potong Paisee yang langsung menghardik Archie.
Pupil mata Archie bergetar, untuk sesaat aku bisa melihat dengan jelas jika pada saat ini Archie sedang berusaha menerima kenyataan.
"Ayahmu, ibumu, dan juga Arlangga. Mereka tak pernah berniat menyakitiku, bahkan pada saat-saat terakhir kepergianku, mereka masih memintaku tinggal." Paisee mengidar pandang dengan putus asa.
"Tapi kenapa?" Ujar Archie lirih, "kenapa paman tak mengatakan ini dari awal."
Paisee mendengus, "karena kau harus membenciku, agar bisa melindungi wanita yang kau sayang."
~
~
__ADS_1
Slow Update, author sedang Self Revisi.