Alasan Kami Menikah?

Alasan Kami Menikah?
Selamat Dari Maut


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang sangat melelahkan bagiku.


Bertemu dengan Dimas untuk pertama kalinya setelah sekian lama, melihat Archie bermesraan bersama wanita lain di depan mataku, hingga mengalami kejadian dimana pertama kalinya dalam hidupku aku berciuman berdasarkan inisiatif ku sendiri.


Yang terbayang di otakku adalah wajah terpejam nya yang menunggu ku menciumnya, dan bayangan itu masih melayang mengambang-ngambang di pikiran ku, seperti lem super yang lengket di kaki, semakin di jejakan semakin erat pula lem itu merekat.


"Haaaahhh..." Desah ku sambil menyusuri seluruh tubuhku yang basah karena dibaluri oleh air hangat. Seolah rasa penat yang ada di sekujur tubuhku ikut terbawa bersama dengan air yang mengalir di bawah kaki ku.


Bisakah aku melupakan kejadian seperti ini untuk sedetik saja, kenapa sukar sekali menghilangkan wajah itu dari hadapan ku.


"Kuatlah Anya." Lirih ku di bawah tetesan air hangat yang menghujani seluruh tubuhku.


Tok tok tok...


"Sebentar." Teriak ku yang sedang memakai kan baju ke tubuh ku, dan cepat-cepat membuka pintu.


Ceklek...


"Lama banget sih, abis boker lu!?" Tuding Archie sambil memasuki kamar ku.


"Abis ganti baju!" Jawab ku, sambil mengusap rambut basahku menggunakan handuk."Kamu ngapain kesini!?"


"Hmmmhh.." Ujar nya sambil menatapku seperti sedang berfikir keras.


"Apa?" Tanyaku tak sabar karena reaksinya lama.


"Ahh iya." Ujarnya lalu duduk di kursi belajar ku, dan langsung membuka laptop."Pinjem bntar ya."


"Loh, laptop kamu kan ada banyak. Kenapa pinjam punya ku." Tanya ku sambil mengeringkan rambutku dengan hair dryer.


"Bentar aja." Jawabnya dan langsung fokus.


Dia tak pernah bicara sepatah kata pun selama lebih dari 3 menit.


"Kamu lagi ngapain?" Tanyaku yang penasaran dan mendekat.


Dia seperti meretas Sebuah akun, kemudian beralih ke sebuah program yang berderet angka serta kode barwarna hijau di layar yang berwarna hitam.


"Kayaknya benar." Ujar nya namun tetap fokus merapal sesuatu.


"Kenapa?" Tanya ku yang sangat penasaran tentang dunia nya yang tak ku mengerti.


"Ahh..ada seseorang yang meretas sistem, dan ngerusak properti di apertemen ini yang tersambung dengan sistem keamanan." Jawabnya pelan dengan tetap berkonsentrasi tingkat tinggi memperhatikan layar monitor.


"Hah, kenapa bisa!" Tanyaku mendekat ke sisinya.


"Entahlah, gua juga bingung padahal keamanan tempat ini telah di lengkapi sensor tingkat tinggi." Jawabnya tetap fokus.


"Bagaimana dengan rekaman CCTV, apakah ada petunjuk?"


"Ga ada jejak apapun di CCTV!!" Jawabnya.

__ADS_1


"Kira-kira apa yang mereka targetkan?" Tanyaku.


"Seluruh data perusahaan. Sebelum ini juga, ada seseorang yang menaruh virus di sistem game yang telah gua rilis selama 4 tahun. Pekerjaan orang ini beneran rapi, dan yang pasti dia ini profesional." Jawabnya semakin cepat mengetik beberapa kode.


"Kalau data kamu beneran kecuri, terus bagaimana ama perusahaan kamu." Tanyaku khawatir.


"Tenang aja, gua gak sebege itu. Gua udah tau kejadiannya bakalan kayak gini, makannya hal ini udah gua antisipasi dari jauh. Data perusahaan yang sebenarnya berada di tempat paling aman, dan gabakalan ada orang lain yang tau selain gua sendiri." Jawabnya.


"Kenapa mereka ngelakuin hal jahat gini ke kamu!?" Tanyaku mengigit kuku ku sambil memperhatikan fokus matanya.


"Tentu aja, mereka mengingkan kejatuhan gua." Jawabnya sambil mengistirahatkan jari jemarinya sejenak."Menjadi orang besar dan berkuasa di atas segalanya gak semudah seperti yang di bayangkan kebanyakan orang, kadang dalam setiap proses yang terjadi, selalu ada duri yang menyakitkan dan duri itu akan tertancap kedalam daging sampai menyatu bersama serat otot-otot. semakin di bawa bergerak makan akan semakin sakit untuk di cabut. Begitulah persaingan di dunia bisnis, semua orang mungkin terlihat baik-baik saja kepada satu sama lain, padahal mereka saling membantai dan menginginkan kejatuhan salah satu dari mereka, apalagi saat orang tersebut berkuasa di atas segalanya." Jelas nya sambil memperhatikan layar monitor yang sekarang bertuliskan loading 88%.


"Aku gak tau persaingan dunia bisnis sampai seseram itu." Ujar ku sambil berada di dekat pundak nya.


Dia diam sejenak, menoleh ke arahku dan sesekali mengendus bau tubuhku."Lu pake parfum apa?"


Aku mengendus-endus bau tubuhku sendiri. "Oh..ini sabun mandi kok, aku gak pake parfum!!"


"Wanginya kok enak banget!!" Ucapnya sambil meraih tanganku, dan mengusap punggung tanganku dengan wajahnya.


"Kalau kamu suka, mending besok kita beli sabun mandi samaan aja." Ujar ku sambil menarik tanganku keluar dari wajahnya.


Dia berdiri dari tempat duduknya dan mendekat ke arah ku. Aku mengimbangi jalan nya yang maju beberapa langkah mendekatiku sehingga aku bergerak mundur ke belakang dan berakhir di muka tembok.


"Padahal tadi siang, lu malah dengan senang hati ngasih ciuman pertama lu ke gua." Ucapnya dengan senyum menyeringai menatapku.


"Aku gak ngerasa beneran ngasih!!" Jawabku canggung sambil menggaruk belakang leher ku.


"Kalau gua minta lagi boleh gak!!" Ucapnya sambil mensejajarkan pandangan kami.


"Kasih gak!" Paksanya sambil menepuk-nepuk tangan yang menghalangi bibirku.


"Gak!"


"Gua paksa nih!"


"Enggak!" Ucap ku sambil berlari dan kabur dari hadapannya.


Tapi karena jangkauan tangannya lebih panjang dan lebih lebar, maka dengan mudah dia bisa menangkap tubuhku. Sampai akhirnya kami terbaring berdua di atas lantai.


"Mau kabur kemana lu, hah!!" Ujar nya berbisik di telingaku.


"Gak usah ngomong di situ!" Teriak ku yang tak tahan menahan geli akibat hembusan nafasnya saat berbicara.


"Padahal lu sendiri malah suka, gimana kalau kita laa...njuuut!"


Tiba-tiba dia terpaku menatap kolong bawah tempat tidur ku dengan pandangan bengong di sertai kaget yang luar biasa.


"Kenapa?" Tanyaku sambil melihat ke kolong bawah tempat tidurku.


"Ahhhgg....."

__ADS_1


Dengan cepat dia langsung mendekap mulutku sebelum aku memekik.


Terdapat seorang laki-laki berada di kolong tempat tidurku, tubuhnya menghadap kearah tembok dengan senjata tajam di dekat pinggangnya.


"Ssssstt..."Ujar Archie mengisyaratkan kepada ku untuk tetap diam dan jangan panik.


"Ikutin gua!" bisiknya di dekat telingaku.


Dia mengangkat tubuhku, dan langsung menghempaskan ku diatas tempat tidur dimana di bawah kolong nya ada pria yang sedang berbaring menunggu kesempatan.


"Pelan-pelan sayang, kita belum pemanasan!" Ujar Archie membuat seolah-olah kami sedang bercinta di atas kasur, dan menggunakan kekuatan tubuhnya untuk membuat kasur itu bergoyang.


"Buat suara palsu!" Bisiknya di telingaku, kemudian mencubit perut ku.


"Aaaaaauuwwwhhhh..."


Erang ku dengan kuat sampai suara ku memenuhi seisi kamar ini.


"Enak ya sayang, kalau lu kayak gini terus gua gak bakal bisa tahan!" Teriaknya heboh sambil terus mengguncang-guncang kasur dengan tenaganya.


"Cepetan, bikin suara palsu!" Perintahnya sambil meraih sesuatu di balik hordeng yang menghubungkan balkon dengan kamar ini. Kemudian meraih senjata api yang entah dari mana datangnya.


"Aaahhh..ahhh..huuuu..ah yes, motto, motto, motto hayaku, motto hayaku..." Ujar ku menirukan kata-kata yang sering di ucapkan oleh mbak-mbak jepun dalam adegan film asek-esek, walaupun gak tau artinya tapi tetap ku ucapkan karena populer.


Archie yang mendengar ku berakting sedemikian hebat, terdiam menatap ku bengong dan kaget untuk beberapa saat.


"Aaaaaahhhhh..." Pekiknya ber akting seperti sedang ******* sambil menghujamkan senjata api di bawah tempat tidur.


Dooooor.....


Pria di kolong tempat tidurku memekik keras kesakitan, pasalnya Archie berhasil mengenainya tepat di bahu kirinya.


***********


"Nyonya aku membawakan air untuk mu!" Ujar Hendri yang sedang mengusik ku duduk di atas kasur Archie sambil memegangi tubuhku.


Aku tak menjawabnya, bahkan rasanya tubuhku terus bergetar karena takut.


"Tuan sedang bersama tim pasukan khusus dan memeriksa identitas pria tersebut. Jadi saya mohon agar nyonya berhenti khawatir, orang tersebut akan di hukum dengan hukuman yang paling pantas untuk kejahatannya." Hibur Hendri agar aku tak begitu terpuruk dengan keadaan ini.


"Terima kasih Hendri, kau boleh keluar!" Perintah ku karena tak ingin di ganggu oleh siapa pun.


Dia mengangguk setuju, lalu keluar dari kamar dengan menutup pintu.


Aku syok berat dengan kejadian barusan. sungguh pengalaman pahit yang akan ku kenang sepanjang hidupku. Tanpa sepengetahuanku, ada seorang laki-laki berada di dalam kamar ku sebelum aku datang, dia sudah bersembunyi di sana sejak lama dan menunggu waktu yang tepat untuk melakukan aksinya.


Kalau saja Archie tak datang ke kamar ku dan kami tidak bergelut di lantai, mungkin aku terjadi sesuatu yang buruk padaku.


Ceklek....


Archie berdiri di depan pintu sambil menatap ku dengan wajah khawatir. Tanpa mengatakan apapun dia langsung mendekap ku dan menautkan tubuhku dalam pelukannya sambil membaringkan ku.

__ADS_1


"Lupain semua yang telah terjadi. Jangan takut, ada gua disini yang bakalan ngelindungin lu dari bahaya apa pun!!" Ujar nya sambil menciumi pelipis ku.


Tanpa sadar karena terpaut oleh tubuhnya yang nyaman serta kata-katanya yang membuat pikiranku tenang. Tanpa menunggu waktu lama lagi, aku pun tertidur dengan pulas di pelukannya hingga pagi menjelang.


__ADS_2