Alasan Kami Menikah?

Alasan Kami Menikah?
Hiduplah Di Dalam Bayangan Part 3


__ADS_3

"Ayo kita pergi dari sini, pergi jauh sampai tak ada yang tau keberadaan kalian!!" Ucapnya dengan intonasi yang rendah.


"Pergi jauh, maksudmu!?" Tanyaku.


"Kalian ga bakalan aman di sini. Lu ama Archie, kalian ga bakalan aman di negara ini." Ucap Libiru dengan nada mendesak. "Gua sengaja milih tempat ini karena ada akses jalur laut, dan sebenarnya gua udah menyiapkan kapal untuk membawa kalian pergi dari tempat ini."


Aku tercenung menatapnya.


"Kau. Ingin kami berdua pergi dari tempat ini. Maksudmu, kemana kau akan membawa kami!?" Tanyaku.


"Gua bakalan nyeludupin kalian ke suatu tempat. Dan pada saat waktunya tiba, gua bakal kirim kalian ke luar negri tanpa sepengetahuan siapa pun?" Jawabnya memandangku penuh arti.


"Libiru!!" Panggilku. "Kau tak perlu melakukan semua ini, aku dan Archie.."


"Kenapa lu ngeyel terus kalau gua kasih tau!!" Pekik Libiru sambil memejamkan mata.


Aku terdiam sambil melangkah mundur.


"Anya. Gua mohon, sekali aja dengerin gua. Tolong!!" Dia menatapku dengan pandangan memelas. "Gua ga mau lu tersakiti lagi. Entah apa yang akan di rencanakan Arya setelah ini, tapi gua mohon. Sekali ini aja percaya ama gua!!"


"Pppffffttt....."


Sontak kami berdua menoleh dan mencari sumber suara itu.


Arya tiba-tiba berdiri dari tempatnya, dan tertawa terkekeh tak jelas sambil mendesis.


Libiru bingung mendapati pemandangan itu, dia terheran-heran sampai kedua matanya tak fokus.


"Astaganaga, hhhhhh..!!" Ucap Arya sambil bertepuk tangan.


Libiru mematung memandangi tingkahnya. Dia bahkan tak berani membuat pergerakan.


"Gila lu Bir. Jadi ternyata ini maksud lu nugasin gua buat bawa mereka ke sini. Dan ga ngasih tau gua apa rencana lu yang sebenarnya karena ternyata dari awal niat lu pengen ngejebak gua!!" Ucap Arya.


Aku memandangi mereka berdua secara bergantian. Dan terlihat jelas di wajah Libiru, kalau dia sedang terdesak dengan keadaan ini.


"Arya!!" Ucap Libiru sambil menampakan senyuman yang sama. Dia berusaha untuk membuat suasana terlihat berada di pihaknya.

__ADS_1


Aku mundur teratur ke belakang dan membiarkan keadaan berada di dalam kendali Arya.


"Berenti ngomongin hal yang ga guna. Gua udah ngasih tau semuanya ke Anya. Kalau sebenarnya selama ini, lu yang udah ngehianatin dia!!" Balas Libiru.


"Bentar-bentar. Apa lu bilang, gua yang ngehianatin Anya. Ga salah denger ni gua, hah. Astaga!!" Arya tersenyum sambil menutup matanya sendiri.


Libiru maju selangkah di hadapan Arya, tatapannya meradang, dada nya membusung, postur tubuhnya kokoh. Sepertinya dia juga sudah siap untuk melibas apapun yang menghalangi rencananya.


"Gua udah ngembuka kedok lu, gua udah nunjukin semua bukti dokumen-dokumen yang berkaitan dengan kejahatan lu!!" Pekik Libiru sambil menunjuk tumpukan kertas itu di hadapan Arya. "Lu pikir, lu bisa menghindar dari semua bukti-bukti ini."


Arya meresponnya sambil tersenyum dan menggeleng.


"Bahkan seandainya kalau tadi gua ga datang, bisa aja sekarang lu udah ngelenyapin Archie ama Anya tanpa ada orang yang tau perbuatan lu. Apa lu pikir fakta-fakta itu ga membuktikan kalau lu yang berkhianat!!" Sambung Libiru.


"Hei, hei. Tunggu-tunggu!!" Arya menghentikan Libiru. "Apa lu bilang. Lu menghentikan gua yang pengen nyakitin mereka berdua."


Libiru menghembuskan napas kasar dengan wajah memerah.


"Bukannya ini semua adalah perintah lu. Lu bilang buat ngenjaga Anya ama Archie dari siapa pun yang masuk tanpa ijin. Bahkan lu juga menambahkan detilnya dengan bilang, kalau gua harus mendesak Anya atau Archie agar musuh merasa terancam dengan menggunakan senjata apapun. Tapi ga sangka, lu malah make kondisi ini buat ngembalikin situasi!!" Jelas Arya sambil merentangkan tangannya.


"Jangan konyol, apa kau pikir dengan mengatakan hal seperti itu Anya akan percaya. Bahkan kau dan juga wanita itu merencanakan penyekapan di tempat yang berbeda, agar Anya tak datang ke tempat ini!!" Balas Libiru.


"Penyekapan?" Ucapku memandangi mereka berdua. "Itu juga perbuatan Arya!?" Aku memprvokasi situasi ini.


"Benar!!" Jawab Libiru memandangi Arya. "Itu semua perbuatan dia!!"


Libiru masuk perangkap.


Arya tiba-tiba merentangkan tangannya dan menyuruh Libiru untuk berhenti bicara.


"Lu benar-benar melakukan hal yang gak berguna!!" Ucap Arya dengan tatapan dingin.


Arya tiba-tiba berjalan ke arahku dan menyita dokumen yang sedang ku pegang.


"Apa lu pikir, dengan hanya menunjukan bukti seperti ini kepada Anya, dia akan terkejut lalu mengecapku sebagai penghianat!!"


Libiru menatap Arya dengan alis bertaut.

__ADS_1


"Apa maksud perkataan lu?!" Tanya Libiru heran.


Arya tersenyum menanggapi perkataan Libiru dan berjalan di dekat Archie.


"Archie. Gua tau lu capek tergeletak kayak gitu, dan kuping lu pasti sakit ngendengar omong kosong ini!!" Ucap Arya tiba-tiba.


Sontak Archie berguling dan menelentangkan tubuhnya dengan ekspresi wajah muak. Dia membeliak kesal memandangi langit-langit namun enggan untuk beranjak dari posisinya.


"Lanjutin!!" Ucap Archie dengan nada malas. "Gua lagi ga berselera menonton bacotan kotor!!"


Libiru terpukul mundur dan menatapi kami satu persatu.


"Apa yang terjadi!" Dia menyadari ada sesuatu yang salah dengan semua ini. "Apa maksud semua ini!?" Tanyanya gelisah.


Arya berjalan, selangkah demi selangkah mendekati Libiru, dan dengan gerakan elegan, dia menghamburkan dokumen-dokumen itu ke atas dan kertas-kertas itu berjatuhan di hadapan Libiru yang tak berdaya.


"Mereka berdua udah tau semuanya dari gua!!" Ucap Arya dengan tatapan dingin.


"Lu mengatakan omong kosong apa lagi!?" Balas Libiru yang tak ingin tunduk dengan keadaan.


Arya berjalan lagi selangkah mendekati Libiru dan dengan sengaja menginjak dokumen-dokumen itu di hadapannya.


"Libiru!!" Panggil Arya. "Mereka udah tau siapa lu, jati diri lu, tujuan lu yang sebenarnya. Sampai niat lu yang pengen ngelenyapin Archie dan membawa kabur Anya ke luar negri!!" Ucap Arya.


Libiru memasang wajah terkejut dan seperti hampir kehilangan keseimbangan.


"Mereka juga tau kalau lu berbohong tentang semua hal yang pernah lu katakan. Mereka juga tau jati diri Sabiru yang sebenarnya."


Libiru tak mampu lagi berkata-kata lagi. Matanya melotot ke depan dan tubuhnya membeku di pojok ruangan.


"Dan satu lagi," Arya berdiri di hadapan Libiru. "Mereka juga tau kalau lu berbohong mengenai keterlibatan lu dengan keluarga Arlangga Tiam atau Pay Long tse."


Arya menjeda perkataanya dan semangkin menekan Libiru dengan perbuataannya.


"Karena yang sebenarnya terjadi. Gagalnya rencana kami, hingga Keterlambatan membawa Anya dan Archie ke tempat ini. Karena orang yang menyekap kami di gedung terbengkalai itu adalah Pay Long Tse yang asli!!"


Libiru tak bisa tak menunjukan wajah keterkejutannya setelah mendengar hal itu. Bahkan ekspresinya benar-benar menunjukan kedoknya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2